VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 48

2017-04-09 - Kizaemon > Knight Diary
160 views | 14 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

Saat Yuuta menyeretku keluar dari guild, aku tidak mengira kalau dia ingin membawaku ke istana.

Tentu saja aku menolak.

Aku sudah terbiasa dengan kehidupanku yang sekarang. Bekerja sebagai petualang ranking F, menjalankan quest mudah dan tak berbahaya, kemudian bersantai seharian. Tidak ada yang lebih baik dari pada ini.

Mencari keberadaan orang tua asli Lea sudah agak merepotkan. Aku tidak ingin menambah daftar masalah saat berurusan dengan pihak istana.

"Kau yakin tidak mau ikut? Biar kuberi tahu, ada kemungkinan, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki reputasi burukmu. Yah, setidaknya di mata Raja."

"..."

Karena Yuuta mengatakan itu, mau tidak mau aku jadi agak penasaran.

Memperbaiki reputasi Pahlawan Ke-8...

Kurasa itulah satu-satunya cara bagiku untuk membalas budi pada Diary yang sudah banyak membantuku.

Pada akhirnya, aku mengalah dan mengikuti Yuuta.

***

Dan sekarang di sinilah aku.

Di dalam sebuah ruangan yang katanya hanya bisa dimasuki oleh Hero dan keluarga Raja.

Setelah saling memperkenalkan diri, aku dipersilahkan duduk di sebuah kursi hitam. Salah satu dari 8 kursi yang mengelilingi meja kaca berkilau di tengah ruangan.

<Ini... terasa sangat nostalgia.> Diary yang bicara dalam kepalaku terdengar seperti kakek tua yang mengenang masa lalu.

<Gadis pirang itu, serta lelaki berkacamata itu, mereka berdua tampak sangat mirip dengan Alexa dan Silverb. Oh, sekarang aku baru sadar kalau Yuuta sebenarnya agak mirip dengan Azuroth...>

(Hm? Alexa, Silverb, Azuroth? Siapa yang sedang kau bicarakan?)

<Ah, kau mendengarnya ya... Yah, itu adalah beberapa nama para Hero dari generasi pertama. Atau harus kubilang... teman seangkatanku.>

(Sungguh? Jadi penerus mereka sangat mirip, huh. Tapi... kenapa aku sama sekali tidak mirip denganmu?)

<Itu tidak benar. Sekarang kau sudah cukup mirip denganku. Dalam satu atau dua tahun, kau akan jadi replika sempurna dari diriku yang luar biasa.>

(...Kau hanya memuji dirimu sendiri, kan?)

<.....>

Melakukan sedikit percakapan tidak berguna dengan Diary selalu efektif untuk menenangkan diriku.

Perhatianku kembali fokus pada rapat ini.

Di sudut ruangan, Raja tengah duduk di kursi kayu sederhana sambil memeriksa berbagai dokumen di tangannya. Aku tahu dia hanya pura-pura. Sebenarnya dia sedang serius mengawasi kami, terutama aku!

Duduk di kursi keemasan yang ada di samping kiriku adalah seorang gadis pirang bernama Rika. Ia memanggil Yuuta dengan sebutan 'Nii-san'. Dari tadi aku bisa merasakan tatapannya. Tapi saat aku melirik padanya, ia segera mengalihkan pandangannya seolah tidak ada yang terjadi.

Di sisi lain meja, Yuuta sedang membaca selembar surat yang tadi Raja berikan, sementara seorang lelaki bernama Kin sedang membaca manga seakan tak ingat dunia.

Benar, itu buku komik. Mataku tidak salah lihat.

Aku tidak bisa memikirkan dari mana dia mendapat benda seperti itu. Tapi kalau ada kesempatan, aku ingin bicara dengannya dan meminjam beberapa koleksinya.

"Jadi begitu ya. Memang, kita belum pernah menghadapi situasi semacam ini. Apalagi Hero yang lainnya belum datang. Aku tidak begitu yakin kalau kekuatan kita saja sudah cukup... Ichiro, coba kau baca ini."

Yuuta meletakkan selembar kertas ke atas meja, dan dengan sedikit dorongan, kertas itu meluncur ke arahku dengan mulusnya.

Ohh, meja ini diimbuhi sihir? Fitur yang berguna.

Menerima kertas dari Yuuta, aku mulai membacanya.

Ini sebuah surat.

***

Knight Diary Chapter 48 - Memutuskan Strategi
Penulis : Kizaemon

===

Kepada Yang Mulia, Raja dari Schroder, Gerald-dono.

Maaf jika isi surat ini benar-benar mengabaikan formalitas, tapi sungguh, saya tidak punya waktu lagi.

Ketika anda membaca surat ini, saya pasti sudah mati. Tidak ada keraguan tentang ini.

Para Dragon Rider dari Zeragon melakukan penyerangan pada negeri kami. Perlu anda ketahui, Kerajaan Malia kami sudah tidak bisa dipulihkan lagi, istananya telah rata dengan tanah.

Seluruh prajurit tewas di medan perang, termasuk raja kami...

Tidak, saya bahkan tidak punya waktu untuk berkabung, apalagi basa-basi.

Sebagian kecil penduduk kelihatannya berhasil selamat dan berpencar melarikan diri. Syukurlah...

Juga, sebelum istana hancur, saya berhasil menyelamatkan Tuan Putri Kecil kami dan kabur ke hutan. Namun tidak perlu banyak waktu bagi para penunggang naga itu untuk mengejar saya.

Sebentar lagi saya akan terkepung. Tidak ada jalan keluar.

Tapi setidaknya... Tuan Putri harus selamat dan bertahan hidup.

Mantra [Teleport] terlalu panjang dan tidak akan sempat. Jadi saya terpaksa memilih untuk menggunakan sihir [Deportation] pada Tuan Putri untuk membuangnya ke Schroder.

Baiklah, hanya ini yang bisa saya lakukan.

Saya mendengar kalau target mereka selanjutnya adalah Schroder, jadi berhati-hatilah.

Dan tolong, temukan dan rawatlah Tuan Putri Kecil kami.

Itulah permintaan terakhir dari teman lamamu ini.

Penyihir Istana Malia, Rozam.

===

Aku tidak tahu harus berkomentar apa.

Para Dragon Rider, huh?

Mereka dengan mudahnya meratakan sebuah kerajaan. Apa sebenarnya tujuan mereka?

Tidak, daripada itu, aku lebih tertarik tentang...

(Diary, sihir Deportation itu seperti apa?)

<Hm? Oh, itu adalah jenis sihir yang biasa digunakan untuk menghukum para pengkhianat atau keluarga kerajaan yang melanggar aturan tertentu. Orang yang terkena akan langsung dibuang(diteleport) ke negara lain. Ingatan mereka otomatis akan terhapus untuk mencegah mereka membocorkan informasi penting ke negara lain. Ini jenis hukuman yang termasuk ringan.>

Ini mengarah pada sebuah kesimpulan.

Haruskah aku memberi tahu Raja tentang Lea?

Aku tidak mengira situasinya akan jadi begini. Sekarang aku sudah tahu dimana orang tua kandung Lea. Tapi sayangnya, mereka sudah meninggal?

"Maaf menyela, tapi bisa kita mulai rapat strateginya sekarang?" tiba-tiba bangkit dari kursinya, Raja mengatakan itu. Dia melanjutkan.

"Tentang Putri Malia, aku sudah membentuk tim pencari untuk menyisir seluruh wilayah Schroder. Sekarang kita tinggal memikirkan cara untuk menghadapi pasukan yang sedang menuju kemari. Kalian tahu, surat itu datang tadi malam. Jarak Malia ke Schroder kira-kira seminggu jalan kaki atau empat hari jika naik kuda. Tapi kali ini musuhnya bisa terbang. Dengan memperkirakan waktu tambahan yang mereka perlukan untuk mengatur ulang pasukan, beristirahat, dan mengumpulkan pasokan di perjalanan, paling tidak... mereka akan sampai kemari -- sore ini."

""".........."""

Hal sepenting itu, kenapa dia baru mengatakannya sekarang!?!?

Itulah yang kami pikirkan, tapi tidak seorangpun yang ingin menyuarakannya.

"Haa... kita benar-benar tidak punya waktu untuk menunggu Hero yang lainnya ya. Kin, jauhkan buku itu dari wajahmu sebentar dan katakanlah sesuatu." Yuuta yang mendesah menoleh pada Kin yang terpisah satu kursi darinya.

Mendecakkan lidahnya, Kin dengan enggan menutup manga di tangannya.

"... Tch...kalau sudah begini, apa boleh buat."

Diary bilang skill-skill Pahlawan Ke-6 itu agak sulit digunakan dalam pertarungan langsung. Tapi dia punya kelebihan di bidang lain.

-- Sebagai ahli strategi.

"....Hei, kau yang disana."

"Eh?"

Tiba-tiba Kin menunjuk ke sini.

"Aku?"

"Ya, kau. Aku sudah tahu kemampuan Yuuta dan Rika secara garis besanya. Tapi untuk menyusun rencana, aku juga perlu mengetahui kemampuanmu agar bisa digunakan. Oleh karena itu, katakan padaku beberapa skill khususmu."

"Itu... baik, aku mengerti."

Tadi dia bilang hanya 'beberapa', kan? Kupikir tidak masalah jika hanya memberitahu beberapa skill-ku.

Kemudian, semuanya berjalan lancar.

Strategi yang diajukan Kin itu sederhana dan jelas.

Setelah rapatnya selesai, Raja segera memberikan perintah evakuasi bagi para penduduk.

Perintah itu dengan cepat menyebar ke seluruh Schroder.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 49

Rita En
2017-08-05 09:23:34
Keren! Bakal ada pertarungan besar, nih.
Alien Queen
2017-06-13 20:47:16
Para hero lain kemana sih, apakah emang pada liburan yah. Kalau iya, mereka bakal sangat lemah.
wahyu STWN
2017-05-27 20:59:56
tidak mudah membuat cerita aku hargai dengan nilai 10
Bocah Redoks
2017-04-18 14:42:06
puhh. senangnya . . m
Grim Rieper
2017-04-15 11:14:01
Kapan rilis lagi
Young lex
2017-04-10 20:43:26
Test test satu dua tiga empat dan seterusnya
yantoanam
2017-04-10 17:08:59
akhirnya rilis jg
wahyu
2017-04-10 02:51:10
mereka berdua tampak sangat mirip.apa keduax reinkarnasi hero sebelumx???
aisyah
2017-04-09 21:51:27
ha ... Terasa lama aku menunggu ..
BeeZero
2017-04-09 15:44:39
akhrnya para hero mlai brsatu...keren,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook