VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 47

2017-04-02 - Kizaemon > Knight Diary
208 views | 16 komentar | nilai: 9.77 (13 user)

Dalam istana Schroder ada sebuah ruangan khusus untuk Hero.

Di dalamnya terdapat sebuah meja bundar besar dari kaca yang dikelilingi oleh delapan buah kursi yang sandarannya berbeda-beda warna. Emas, merah, hijau, biru, ungu, putih, coklat, dan hitam.

Sejak berdirinya kerajaan ini, ruangan ini telah dipakai oleh para Hero untuk merundingkan berbagai hal, semisal strategi perang. Hal yang menakjubkan, kondisi tempat ini tetap sama seperti baru dibangun.

Hanya keluarga Raja dan para Hero yang boleh masuk ke sini. Tentu saja para pelayan juga tidak boleh masuk. Oleh karena itu, Hero harus membersihkan tempat ini sendiri.

Dan saat ini...

"Uhuk! Uhuk! Oh ya ampun, betapa, betapa tebalnya debu di sini. Dan aku harus membersihkan tempat ini sendirian? Jangan bercanda! Meskipun aku cukup terbiasa dengan hal-hal seperti bersih-bersih rumah, tetap saja ini-- Uhuk!Uhuk! Kenapa tempat ini tidak punya jendela!? Debunya jadi hanya berputar-putar di sini!"

Seorang gadis yang mengenakan celemek seperti kebanyakan pelayan di istana ini tengah membersihkan tempat ini menggunakan kemoceng.

Ia memiliki rambut pirang panjang yang agak bergelombang. Sebuah kecantikan yang mampu menghancurkan sebuah negara.

Walaupun ia terus menggerutu hingga terbatuk-batuk karena menghirup, ia tetap merapikan tempat ini dengan tulus.

Gadis ini adalah Yamashita Rika, Pahlawan Ke-1 yang menguasai atribut Cahaya dan Suci. Hero yang memegang gelar [Holy Maiden]. Ngomong-ngomong, ia juga adik perempuan Yuuta, hanya setahun lebih muda.

"Geez... Holy Maiden apanya... Jika aku terus mengerjakan tugas seperti ini, aku jadi khawatir kalau class-ku akan berubah menjadi Holy Maid..."

Rika mengikis lapisan debu yang menempel di meja besar di tengah ruangan.

"Semua ini salah Nii-san! Gara-gara dia tiba-tiba mengirim pesan darurat, aku secepat mungkin kembali. Tapi keadaan darurat macam apa ini? Aku tidak peduli lagi, lain kali, akan kusuruh pelayan untuk membersihkan tempat ini."

Sementara Rika sibuk bicara sendiri, seseorang lelaki berambut perak dan berkacamata dengan frame biru membuka pintu dan masuk keruangan.

Di tangan kanannya terpasang sebuah gauntlet tipis dengan desain futuristik yang mencolok, sementara tangan kirinya memegang sebuah buku.

Dipanggil sebagai Pahlawan Ke-6, dia adalah Saitou Kin. Dia menguasai atribut logam dan mendapat gelar [Magic Engineer]. Hero yang memiliki kemampuan puncak dari Blacksmith dan Alchemy. Gauntlet yang tidak pernah lepas dari tangan kanannya itu adalah senjata legendaris yang dia terima.

Mengabaikan Rika yang menyebarkan debu kemana-mana, Kin duduk di kursi putih yang berkilau metalik miliknya. Salah satu dari delapan kursi yang mengelilingi meja utama.

Membuka buku yang dia bawa, Kin mulai membaca dalam diam. Dia memang seorang ikemen(cowo tampan) kutu buku pendiam yang jarang bicara dan tidak mudah terkejut.

"Hm? Kin? Sejak kapan kau di situ? Oh, ngomong-ngomong, bagaimana misimu di pegunungan [Dark Mine]? Kau menemukan sesuatu di sana?" menyadari keberadaan Kin, Rika beristirahat sejenak dan bertanya.

".... Tidak ada yang spesial." Kin menjawab tanpa
mengalihkan sedikitpun pandangan dari buku.

"Ehh? Hei, ayolah, ceritakan sedikit saja. Kita ini teman, kan?"

"......."

"...Kin?"

"........"

"Lupakan. Lebih baik aku lanjut bersih-bersih. Menyingkir dari situ sebentar!"

Sekarang Rika baru ingat kalau Kin termasuk tipe orang yang tidak suka basa-basi. Jika menurut Kin hal itu tidak menarik, maka dia akan langsung mengabaikannya.

"Hei, bisa bantu aku sedikit? Kau itu Magic Engineer, kan? Tolong buatkan aku alat-alat pembersih seperti penyedot debu atau apalah. Membuat sesuatu setingkat itu sangat mudah bagimu, kan?"

"......."

"Kumohon..."

"...... Barusan aku menggunakan banyak mana untuk membuat sesuatu. Sekarang aku agak lelah..."

"Lupakan. Jika nanti kau meminta bantuanku, jangan harap aku akan menolongmu meski kau bersujud dan menangis darah!"

Tepat setelah Rika merajuk, suara langkah kaki terdengar dari luar.

Raja Gerald masuk sambil membawa beberapa lembar kertas dan sebuah kursi.

***


Knight Diary Chapter 47 - Holy Maiden dan Magic Engineer
Penulis : Kizaemon

"Pertama-tama, aku ingin menanyakan satu hal..." berjalan mondar-mandir, Sang Raja mengatakan itu.

Rika dan Kin telah menempati tempat duduk khusus mereka masing-masing. Kursi Rika berwarna keemasan, dan Kin berwarna putih.

Sejak dulu, hanya para Pahlawan yang boleh duduk mengitari meja bundar besar di tengah ruangan ini.

Raja sendiri juga tidak berminat. Oleh sebab itu dia membawa sebuah kursi sendiri dan menaruhnya di pojokan. Dia akan duduk saat dia sudah penat berdiri.

Melihat pada Rika yang duduk sambil memutar-mutar ujung rambut menggunakan jarinya, dan Kin yang sedang membaca dalam diam suatu buku aneh penuh gambar yang biasa dia sebut sebagai 'Manga', Raja Gerald hanya bisa menghela nafas lelah.

Dari sudut pandang Raja, para Pahlawan itu adalah sekumplan orang aneh yang memiliki kepribadian, cara berpikir, dan pengetahuan aneh yang berasal dari dunia tidak deketahui yang pastinya juga aneh.

Raja tidak habis pikir mengapa senjata-senjata legendaris dari dunia ini hanya bisa dikendalikan oleh orang-orang aneh itu.

"Kenapa hanya ada kalian berdua di sini? Mana Hero lainnya? Jangan bilang kalau yang lainnya sudah mati atau tidak mau pulang ke sini lagi."

"Tidak tahu." Rika mengangkat bahunya. "Ketika aku sedang berlibur-- ma-maksudku mengawasi situasi di Ibukota Kekaisaran Grand Magia, aku mendapat pesan darurat dari Nii-san berupa gelembung yang berbunyi 'Schroder sedang terancam!'. Aku segera menyewa Mage tingkat tinggi di kekaisaran agar mereka merapal sihir [Teleport] padaku supaya aku bisa langsung sampai di Schroder. Ngomong-ngomong, mana Nii-san? Aku masih belum melihatnya sejak pagi tadi."

"... Kemungkinan mereka hanya telat. Kemungkinan terburuknya, mereka tidak menerima pesan dari Yuuta karena pesan itu telah dihancurkan oleh musuh di tengah jalan."

"Ohhh, itu masuk akal. Seperti yang diharapkan dari Kin-dono."

Meskipun Raja menyanjungnya, mata Kin tetap tidak beralih dari manga di tangannya.

"Paduka, bisa kita langsung membahas masalah intinya saja?" karena mulai merasa bosan, Kin mendesak Raja.

"Uh, baiklah... Sebenarnya bisa dibilang bahwa masalahnya datang bersama surat ini. Ini dikirim oleh Rozam-dono, Imperial Mage kerajaan Malia. Bacalah, kau akan langsung mengerti situasinya."

"?" Kin menerima selembar kertas dari Raja.

Belum genap tiga detik, Kin sudah meletakkan kertas itu ke meja.

"Jadi begitu. Aku mengerti."

"Mengerti apanya!? Aku bahkan tidak tahu kau sudah membacanya atau tidak! Berikan kertas itu padaku!" Rika berteriak dari sisi lain meja.

"... Aku sudah baca. Kalau kau ingin baca, datang kemari dan ambil sendiri."

"Kutu Buku menyebalkan!! Kenapa kau tidak bisa bersikap lebih baik pada gadis manis sepertiku!?"

"... Di mataku, kau hanyalah gadis ber-otak otot yang selalu berisik dan mengganggu, terutama saat aku sedang membaca. Kalau kau pikir bisa mendapatkan apapun dengan kecantikanmu yang pas-pasa itu, kau salah besar."

"Ahhhhh, cukup! Aku akan membunuhmu!!"

"Hei, kalian berdua! Jangan bertarung di tempat sakral ini!"

Teriakan dari seorang Raja berhasil melerai dua Hero yang hampir bertarung dan merubuhkan istana.

Setelah memastikan Rika sudah kembali tenang, dan Kin yang kembali fokus pada manga, Sang Raja merasa agak pusing.

'Kenapa... Kenapa masa depan kerajaanku malah bergantung pada orang-orang seperti ini...'

Ketika Raja depresi memikirkan itu, seseorang membuka pintu.

"Halo semuanya, maaf aku terlambat. Ku ku ku, ada urusan sedikit..."

Itu adalah Yamashita Yuuta.

"Nii-san! Beraninya kau melarikan diri saat aku memintamu membantuku bersih-ber-- Tunggu, siapa orang yang bersamamu itu?" Rika bangkit dan menunjuk seorang lelaki berambut hitam yang berdiri di belakang Yuuta.

Untuk sesaat, Kin juga bertanya-tanya. Namun setelah dia melihat warna rambut orang itu, dan raut muka Raja Gerald, Kin sudah bisa menebak identitas orang yang Yuuta bawa kemari.

"Ehem... Yang Mulia jangan khawatir, aku sendiri yang akan menjaminnya. Seperti yang sudah anda perintahkan, Pahlawan Ke-8 ini juga akan membantu Schroder. Hei, Ichiro, cepat beri salam hormat pada Yang Mulia!"

"Eh?"

Mendengar instruksi dari Yuuta, orang yang dipanggil Ichiro itu menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung.

"Erm... S-Selamat siang?"

"Salah! Cara memberi hormat macam apa itu!?"

"M-Mana kutahu! Aku tidak terbiasa dengan hal semacam ini..."

"Ahhh, diamlah! Aku sudah memperkenalkanmu dengan keren, tapi kenapa kau mengacaukan semuanya!?"

Melihat dua orang yang mulai berdebat di hadapannya, hanya ada satu hal yang muncul di pikiran Raja Gerald.

...Orang anehnya bertambah satu lagi.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 48

Alien Queen
2017-06-13 20:28:03
Apa nggak ada yang memiliki kemampuan telepati, kan prajurit lain juga diperintahkan buat manggil hero lainnya.
Grim Rieper
2017-04-06 15:30:14
Lanjutanya mana kapan rilisnya
Night Eve
2017-04-05 12:05:43
Wkwk,para hero yg menggemaskan,btw semangat nulisnya
Rudy Wowor
2017-04-04 00:19:01
Para hero emang konyol.
Mr Blacky
2017-04-03 11:20:33
Ngakak ane para hero kepribadiannya berbeda2
Jack El Jacqueline
2017-04-02 13:41:31
lalu dimana para hero yang lainnya???
Bocah Redoks
2017-04-02 13:20:31
Kebanyakan orang hebat memang suka bertingkah konyol
chichay
2017-04-02 11:40:59
bukan org anehnya yg bertmbah duhai raja tpi keanehan itu trjdi kerna kau tk trbiasa dgn sift seseorg yg d luar pkiranmu
ThE LaSt EnD
2017-04-02 10:50:09
ternyata kursi hitam untuk ichiro jg disiapkan..aku kira krn dia dianggap pahlawan yg terbuang, tdk ada kursivuntuknya..
Blank
2017-04-02 09:58:13
tokoh protagonis nya muncul sedikit
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook