VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 46

2017-03-28 - Kizaemon > Knight Diary
202 views | 12 komentar | nilai: 9.8 (10 user)

"Oh? Diluar dugaan, teh ini enak juga."

"B-benarkah!? Hmph, sekarang kau baru mengakuiku? Puji aku lebih banyak!"

"Terima kasih, Belle. Ini teh terbaik yang pernah kuminum!"

"E he he~"

Sebenarnya rasa tehnya biasa saja. Tapi aku hanya akan cari mati jika aku mengatakan yang sejujurnya.

Secara keseluruhan ini adalah pagi yang damai.

Di depan istana, aku duduk santai di kursi taman sambil menikmati teh seduhan Williabelle.

Kami duduk sambil melihat Lea yang sedang berlarian kesana kemari dengan ceria. Luka Lea sudah sembuh sepenuhnya. Kami juga menyuruh Gisela untuk mengawasi di dekatnya, jadi tak usah khawatir.

Tapi serius, Lea itu kelewat enerjik.

Sebentar saja kau mengalihkan pandanganmu, anak itu sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Taman istana Williabelle memiliki banyak jenis bunga dan tanaman. Serangga dan hewan kecil juga sering terlihat berkeliaran di sekitar. Hal ini tentu saja semakin membangkitkan rasa ingin tahunya.

Bahkan sekarang Lea mulai membawa berbagai macam benda pada Williabelle.

"Ibu! Lea menangkap ini!" Lea menunjukkan beberapa kupu-kupu cantik yang hinggap di jarinya.

"Ohhh, bagaimana caramu melakukannya? Lea sangat hebat!"

"......"

Sementara Williabelle memuji dan menepuk-nepuk kepalanya, aku hanya memperhatikan anak itu.

<Hou, kau lihat itu Ichiro? Anak ini memiliki afinitas yang sangat tinggi terhadap alam. Hewan-hewan merasa nyaman saat berada di dekatnya. Kemungkinan besar, gadis ini seorang Druid.>

(Druid? Diary, apa itu Druid?)

<Yah, singkatnya... itu class penyihir yang mengendalikan kekuatan alam, terutama hutan, pohon, tumbuhan, dan hewan liar. Biasanya, kebanyakan Druid berasal dari Ras Elf, tapi kupikir ini pengecualian...>

Begitu.

Bahkan meski masih muda, ia sudah menunjukkan bakatnya.

Orang tuanya pasti membesarkannya dengan sangat baik, eh...

Saat aku memikirkan itu, Lea masih terus memperlihatkan pada Williabelle apa yang ia temukan.

"Ibu, Lea menangkap ini juga. Ini punya warna yang cantik dan rambut halus di seluruh badannya!" membuka kepalan tangan kecilnya, Lea menunjukkan sesuatu.

"Kyaa-! Buang! Cepat buang itu!"

"Hm? Ibu jangan takut. Dia tidak menggigit, jadi tidak bahaya."

"Jangan mengelusnya!"

Williabelle memucat saat melihat ulat bulu besar yang menggeliat di telapak tangan Lea.

Apa itu, tunggu, dimana kau dapat itu!? Juga, dari sekian banyak hal yang ada di taman luas ini, kenapa anak ini memilih bermain dengan ulat bulu!?

Setelah Lea menjatuhkan ulat di tangannya karena disuruh oleh Williabelle, aku segera mengambil tindakan!

"[Fire Ball]!!"

Sebuah bola api membara sebesar melon meluncur dari telapak tanganku dan menghantam ulat di tanah, merubahnya menjadi abu.

Are, sepertinya aku terlalu berlebihan...

Melihat ke arah Lea, ia hanya memiringkan kepalanya dan berkedip bingung. Kemudian matanya berbinar seakan mendapat ide.

"Oke, sekarang Lea akan mencari ulat lagi, laba-laba besar, kalajengking, atau ular supaya ayah bisa membakar mereka juga!"

"Tolong jangan lakukan!"

"Gisela! Dimana kau, Gisela! Hentikan anak itu!"

Aku merinding saat mendengar daftar hewan target yang ingin dicari oleh Lea. Williabelle segera menyuruh Gisela untuk menangkap Lea.

Sepertinya ada yang salah dengan selera anak ini. Aku akan menarik kata-kataku tadi. Sudah jelas kalau orang tuanya yang asli tidak membesarkan Lea dengan benar. Ia sama sekali tidak mengerti arti dari kata bahaya? Atau jangan-jangan anak ini adalah seorang masokis?

Serius, tidak diragukan lagi kalau anak ini akan jadi sumber suatu masalah besar.

Aku harus segera menemukan keluarganya yang asli.

Sambil memikirkan itu, aku mengamati Lea yang memberontak saat Gisela ingin menangkapnya.

***

Knight Diary Chapter 46 - Bakat Lea
Penulis : Kizaemon

Setelah pagi yang agak ribut, aku pergi ke Schroder.

Tadinya Williabelle ingin mengajari Lea membaca. Namun setelah melihat buku bergambar yang dibawa oleh Williabelle, Lea langsung merebutnya dan membacanya sendiri tanpa kesulitan. Sepertinya ia sangat menyukai buku.

Sekarang Williabelle masih melongo kagum. Ia tidak tahu kalau aku sedang pergi.

"Dimension Gate."

Mengingat salah satu lokasi gate, tubuhku diteleport ke sana. Pemandangan di sekitarku berubah seketika, membuatku sedikit pusing.

Aku berada di halaman depan Vancomer Trading House.

Tentu saja, tujuan utamaku kemari bukan untuk bertemu Adelea, tapi karena ada sedikit bisnis.

I-ini bukan alasan yang dibuat-buat, oke? Aku serius.

Jika kalian mencarinya dengan cermat, maka kalian akan menemukan banyak lingkaran sihir gate yang kuukir tersebar di semua tempat di kota. Setiap kali aku sampai di wilayah baru, aku akan selalu menandainya. Jadi singkatnya, aku bisa berteleport ke semua tempat yang sudah pernah kudatangi kapanpun aku mau.

Kembali ke waktu sekarang, aku berjalan dengan santai mendekati bangunan besar Vancomer Trading House. Entah itu bangunan atau taman di depannya, semuanya tampak indah dan terawat. Seperti yang diharapkan dari kediaman seorang bangsawan sekaligus pedagang kaya.

Ketika aku mendekat, aku dihadang dua penjaga yang berdiri di kiri dan kanan pintu depan.

"Berhenti di sini. Katakan urusannmu datang kemari."

"Erm..... aku bertanya-tanya apa Adelea ada di dalam?"

"Nona muda? Tunggu sebentar, apa kau orang yang bernama Ichiro?"

"Eh? Ya, benar, itu memang namaku. Kenapa?"

""Ohh.....""

Setelah mereka tahu namaku, kedua penjaga itu langsung melepas sikap waspada mereka.

"Maaf atas sikap kami sebelumnya. Tadi sebelum pergi, nona muda berpesan pada kami, 'Jika seseorang bernama Ichiro datang mencariku, tolong serahkan ini padanya'. Begitu."

Salah satu penjaga menyerahkan sebuah kantung kulit padaku. Itu agak berat dan mengeluarkan bunyi gemerincing saat aku menerimanya. Sudah pasti kantung ini berisi uang dari hasil penjualan item-item dan storage ring yang kuberikan pada Adelea.

Tapi... ternyata Adelea sedang tidak ada di rumah, eh...

Mungkin aku tanpa sadar membuat ekspresi kecewa di wajahku, membuat penjaga yang satunya tertawa lepas.

"Gahahaha, jangan sedih begitu, bocah. Ini adalah akhir pekan. Nona muda biasanya datang ke gereja sambil membawa banyak oleh-oleh untuk anak-anak panti asuhan. Jika kau sangat ingin bertemu nona, datang saja ke sana! Gahaha."

"Berhenti mencampuri urusan anak muda, Hans. Apa tidak ada yang pernah bilang padamu kalau kau itu adalah kakek tua kampungan yang menyebalkan?"

"Diam, Robert! Aku penjaga yang lebih senior di sini! Seharusnya kau harus lebih-- Eh? Kemana perginya orang yang tadi?"

Aku pergi dengan instant jump saat kedua penjaga itu akan berkelahi.

Ke gereja ya... Kalau tidak salah, Adelea memang seorang Priestess.

***

Sekarang sudah masuk jam makan siang.

Karena gereja yang kucari tidak ketemu-ketemu, aku menyerah mencari Adelea dan memilih untuk masuk ke adventurer guild.

Aku duduk dengan tenang dan memesan makanan.

Ini lantai pertama guild petualang yang juga berfungsi sebagai restoran.

Mungkin karena aku masih asing dan tidak mengenal siapa-siapa di sini, tidak ada petualang lain yang mau duduk semeja denganku.

Memasang telingaku, aku mencoba mendengar apa yang sedang dibicarakan orang-orang dengan heboh.

"Haha, aku punya berita hebat! Tadi pagi, aku melihat Rika-sama dan Kin-sama sudah kembali ke Schroder!"

"Mustahil! Pahlawan Ke-1 dan Ke-6!? Dimana mereka sekarang!? Kami juga ingin melihatnya!"

"Lupakan saja. Sekarang mereka pasti sedang beristirahat di istana."

"Kampret lu! Ternyata pamer doang..."

"Ah, sayang sekali..."

"....."

Hmmm....

Aku mendapat info yang menarik, sepertinya...

Pada saat ini, tiba-tiba saja seseorang yang kukenal menerobos masuk guild.

Setelah melihat sekeliling sambil terengah-engah, matanya bertemu mataku.

"Ahhh, kau di situ rupanya! Aku sudah mencarimu kemana-mana, Ichiro! Ku ku ku, sekarang, ikut denganku!"

"Apa, eh, tunggu! Bagaimana dengan makanan pesananku!? Aku belum makan siang!"

Datang entah dari mana, Yuuta langsung menghampiriku dan menyeretku keluar.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 47

Alien Queen
2017-06-13 20:11:26
, kurasa wiliabelle kurang ahli dalam merawat anak. Padahal dia sendiri yang mau anak.
Zen Kureno
2017-05-11 20:26:28
yuuta tidak tahu kalau gelembungnya dihancurkan oleh ichiro kalau tahu bukanya menyeret tapi menghajar ichiro
Shadexz fahrhezi
2017-03-30 00:00:23
Baru 2 yang fatang sisanya pasti telat ragara si ichiro
Mr Blacky
2017-03-29 17:29:25
Masokis itu apa?
Grim Rieper
2017-03-29 14:50:14
Ichiro bakal ktemu hero yang laen
ThE LaSt EnD
2017-03-28 20:48:46
dpat gold bnyk kykny.. ichiro diundang ke istana? atau mlah disidang soak gelembung
Blank
2017-03-28 14:42:24
wah langsung di seret keluar tu tpi kok lma x rilis nya
Bocah Redoks
2017-03-28 10:55:25
orang yg menarik. pasti bakal banyak yg kaget melihat ichiro yg tiba tiba d seret yuuta
Dzibril Al Dturjyana
2017-03-28 09:45:51
jadi apa bkatnya lea..
BeeZero
2017-03-28 07:10:50
pda akhrnya tman2 ichiro adlah orang yg kuat2 !! jd chapt brpapa smua pahlwan brkmpul ?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook