VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 45

2017-03-22 - Kizaemon > Knight Diary
199 views | 14 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

Malam hari, di Istana Schroder.

Karena suatu firasat, Putri Alarica tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Seekor burung terbang masuk lewat jendela kamarnya. Burung itu tidak bisa mendarat dengan sempurna kemudian jatuh ke lantai, tidak bergerak lagi.

Alarica turun dari ranjangnya dan bergegas menghampiri hewan itu.

"Ini... burung pengantar pesan darurat dari Malia..."

Burung ini memiliki banyak bekas terbakar pada bulunya. Burung ini masih mampu terbang dari Kerajaan Malia hingga ke sini, itu sendiri sudah mrupakan sebuah keajaiban. Hewan ini pasti berjuang mati-matian agar bisa sampai kemari. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia pun mati.

Alarica perlahan mengambil gulungan kertas berisi pesan yang terikat di punggung burung itu.

Meski baru membaca sebagian isi dari pesan itu, wajah Alarica sudah berubah pucat.

Ia berusaha menahan keinginan dirinya untuk pingsan dan segera berlari menuju kamar ayahnya.

***

Kegemparan segera terjadi di Istana Scgroder.

"Cepat cari dan panggil semua Hero! Ini benar-benar gawat... Pastikan mereka semua sudah berkumpul di ruang pertemuan besok pagi!" meskipun masih memakai piyama, Raja Gerald Root Ledesma meneriakkan perintah itu dengan tegas. Wibawanya tidak bisa diturunkan oleh apapun.

Raja telah membaca surat yang dibawa oleh Alarica.

Sekarang Raja benar-benar menyesal karena sudah terlalu memanjakan para Hero.

Raja memberikan kebebasan penuh terhadap Hero. Selama itu bukan perbuatan jahat dan melanggar hukum, atau sesuatu yang membuat rakyat tidak senang, para Hero bebas melakukan dan meminta apapun yang mereka inginkan. Tentu saja itu disesuaikan dengan kontribusi mereka pada kerajaan.

Dan hasilnya, setelah para Hero berhasil mendapat kekuatan luar biasa, mereka malah keluyuran kesana kemari dan akhirnya pergi dari Schroder dengan alasan 'ingin jalan-jalan dan melihat dunia luar'.

Ketujuh Hero adalah pilar utama dari kekuatan militer Schroder. Sejak dulu, Kerajaan Schroder terkenal kuat karena hal itu.

(Tapi di saat genting seperti ini, kemana perginya merekaaa!?)

Sang Raja benar-benar tidak habis pikir.

(Yah... setidaknya masih ada satu Hero yang tersisa. Meskipun orangnya agak...)

Sang Raja berlari dan mengetuk langsung pintu kamar Hero yang dimaksud.

Tok!Tok!Tok!

"Yuuta-dono! Bangun!"

Di sisi lain, Yuuta yang sedang tidur dengan nyenyak merasa rohnya hampir tercabut saat mendengar pintu kamarnya dipukuli dengan keras.

Tadi sore Yuuta membantu Killa menyelesaikan questnya. Sekalipun dia sangat kelelahan, hari ini dia benar-benar bahagia. Karena itulah malam ini dia tidur dengan sangat damai.

Bagaimana mungkin dia membiarkan seseorang mengganggu tidurnya di saat di tengah bermimpi indah tentang Killa?

Yuuta segera melompat turun dari ranjangnya dan menyerbu.

BRAKKK!

"Brengsek! Kau tidak tahu kalau aku ini seorang Hero!? Dasar orang kurang ajar yang-- Eh?"

"Dipanggil 'brengsek' dan 'kurang ajar', ini adalah pertama kalinya bagiku..."

"Gyaaaah!? Saya mohon ampuuuun!"

Setelah mengetahui siapa lawannya, Yuuta langsung melakukan dogeza, bersujud hingga dahinya menyentuh lantai.

"Berhenti main-main. Schroder sedang dalam bahaya. Yuuta-dono, hubungi Hero lain dan suruh mereka semua agar segera kembali dan berkumpul di istana."

"Eh? Kita dalam bahaya? Apa tim pengintai menemukan sekelompok besar monster yang bergerak kemari?" Yuuta mendongkak bingung.

"Situasi kali ini jauh lebih buruk. Rinciannya akan kujelaskan nanti. Yang penting, pastikan kalian semua(para Hero) sudah berkumpul besok pagi."

"B-Baik!"

"Bagus. Masih ada banyak sekali hal yang harus segera kuurus. Aku permisi."

"Y-Yang Mulia! Tolong tunggu sebentar."

Ketika Raja beranjak pergi, Yuuta buru-buru memanggilnya.

"Tadi... saat Yang Mulia bilang 'semua', apa itu artinya benar-benar 'semua'?"

"....." Raja paham dengan apa yang Yuuta maksud, tapi dia hanya diam.

Raja Gerald pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.

"Hmm..... bisakah itu dianggap sebagai jawaban 'ya'? Ah, baiklah. Sekarang yang penting, aku harus segera menghubungi Hero lainnya. Tapi... gimana caranya?"

Knight Diary Chapter 45 - Merusak Pesan Darurat
Penulis : Kizaemon

Kembali masuk ke kamarnya, Yuuta mengambil sebuah buku dari rak dekat ranjangnya.

Itu adalah buku 'Diary' dengan gambar trisula Ocean Heart pada sampulnya.

"Seingatku ada sebuah skill yang... Oh! Ini dia. Tapi..... kenapa skill ini begitu konyol..."

Setelah membolak-balik halaman buku untuk menemukan skill yang dia cari, Yuuta mengambil senjata legendarisnya yang dia simpan di bawah ranjangnya.

Dia ingin menggunakan skill khusus yang disebut [Voice Messages]. Mengirimkan pesan suara singkat lewat sebuah gelembung air.

Berkonsentrasi, Pahlawan Ke-4 ini membisikkan sesuatu pada trisulanya. Kemudian, sebuah gelembung air terbentuk di ujung senjata itu.

Gelembung itu melayang pelan di udara, terbang keluar jendela, lalu menghilang ke langit malam.

Yuuta mengulangi skill itu lima kali lagi.

"Sip, sudah selesai. Kemudian... Hoaamz.... lanjut tidur saja...."

Sangat diragukan apakah gelembung itu akan sampai ke Hero lainnya dan berhasil menyampaikan pesan Yuuta atau tidak.

Tapi tentu saja Yuuta tidak ambil pusing memikirkan itu.

Yang dia pikirkan hanyalah secepatnya kembali ke dunia mimpi dan bertemu Killa.

***

.

Tepat tengah malam, Ichiro terbangun.

"....."

Dia perlahan turun dari tempat tidur tanpa membangunkan Williabelle dan Lea yang tidur dengan manisnya.

Mengenakan baju ringan yang tidak menghambat pergerakannya, Ichiro pergi hanya dengan membawa Ef.

Dia bahkan dengan sengaja tidak membawa Diary.

"Dimension Gate."

^Blink!^

Di tengah Padang Rumput Utara, Ichiro muncul.

Dia menyelinap keluar malam-malam bukan untuk berburu.

Sudah beberapa malam ini dia melakukan suatu latihan khusus di sini.

Tempat ini benar-benar hancur.

Pohon tumbang, bekas terbakar terlihat dimana-mana, dan pada permukaan tanahnya terdapat banyak kawah raksasa seakan tempat ini baru saja dijatuhi hujan meteor.

Di bawah bulan sabit yang tergantung di langit malam yang hitam, tampak siluet Ichiro yang menghunus pedang iblis di pinggangnya.

"Kemarin rasanya aku hampir berhasil. Aku sudah tahu kuncinya? Entah kenapa aku merasa kalau aku harus segera menyempurnakan skill ini. Maaf Ef, sepertinya aku akan merepotkanmu lagi malam ini."

"Fufufu~ tidak perlu minta maaf, Ichiro-sama. Saya adalah milik Ichiro-sama. Silakan gunakan saya sesuka anda."

Ichiro memang penerus Pahlawan. Tapi selain memiliki energi Pahlawan legendaris, di tubuh Ichiro juga tertanam energi milik Raja Iblis. Karena itulah dia bisa menggunakan skill-skill beratribut Kegelapan.

Dan tujuan dari latihan khusus yang dilakukan Ichiro bersama Efreet tiap tengah malam adalah agar Ichiro bisa sepenuhnya mengendalikan energi milik raja iblis dan mendapatkan semua skillnya.

Agar bisa jadi lebih dan lebih kuat lagi, Ichiro akan mengunakan semua kekuatan yang bisa dia dapatkan.

Saat memeriksa keadaan sekitar, tiba-tiba Ichiro melihat beberapa benda berkilau yang terbang melewati dirinya.

"He? Apa ini? Gelembung? Dari mana datangnya? Siapa yang bermain meniup gelembung sabun malam-malam begini..."

Slash! Slash!

Gelembung-gelembung yang terbang dengan gerakan aneh itu ada enam.

Iseng-iseng Ichiro menebas mereka menggunakan Ef.

Empat gelembung hangus terbakar oleh api iblis.

Entah bagaimana, dua gelembung yang tersisa berhasil lolos dari serangan gila Ichiro dan segera terbang jauh untuk menyelamatkan diri.

"Ichiro-sama, berhenti main-mainnya. Kembali fokus pada latihanmu."

"A-Ah, benar. Maaf."

Sebenarnya Ichiro ingin mengejar dua gelembung menjengkelkan yang tersisa, tapi tidak jadi karena Ef menegurnya.

Jika Yuuta melihat apa yang baru saja Ichiro lakukan, Yuuta akan dengan senang hati mengikat tangan dan kaki Ichiro kemudian melemparnya ke sungai sebagai makanan ikan.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 46

Tatsuya
2017-12-30 18:43:58
hahaha,berani sekali yuuta ngatain raja brengsek.
Rita En
2017-08-05 08:58:46
Wanjer, Ichiro kau ... ah!
Alien Queen
2017-06-13 20:01:27
Ko terbangnya bersamaan tuh gelembung, seperti burung migrasi aja. Kukira bakal menyebar.
Shadexz fahrhezi
2017-03-26 10:57:56
Awwqkakwk si ichiro pmbawa masalah Skill ibliz ya bkL.sru
Rudy Wowor
2017-03-23 17:50:24
Penasaran dengan kekuatan Raja Iblis milik Ichiro.
ThE LaSt EnD
2017-03-23 06:21:17
Ichiro cndrung mlatih skill iblis.. hmm, untung glembungx gak pecah smua.. dn trpaksa 4 hero trlebih dulu muncul, yg nanti mlawan musuh..
Gouenji Shuuya
2017-03-23 05:19:58
Pesannya gagal empat
Bocah Redoks
2017-03-22 23:03:56
gak ada yg beres ni hero yg dua. sama sama gendeng
Yami No Ouji
2017-03-22 11:39:38
berbuat ulah lagi ya...
Dzibril Al Dturjyana
2017-03-22 07:23:32
hahahaha dasar raja brengsek haahaahaa
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook