VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 44

2017-03-19 - Kizaemon > Knight Diary
211 views | 15 komentar | nilai: 9.82 (11 user)

Sekarang sudah lewat jam makan malam.

Setelah kami membawanya pulang, aku menyerahkan perawatan loli kecil itu pada Gisela dan Williabelle.

Sementara Gisela melepas pakaian asal anak itu lalu membersihkan tubuhnya dan mengobati lukanya, Williabelle membuka sebuah peti besar yang menyimpan pakaiannya ketika ia masih kecil sebagai baju ganti anak itu.

Tentu saja aku tidak melihat semua proses itu.

Meskipun aku sudah bilang berkali-kali pada mereka kalau aku ini bukan lolicon, Williabelle dan Gisela tetap menendangku keluar kamar dan mengunci pintu dari dalam.

Setelah beberapa menit, akhirnya mereka membiarkanku masuk. Kini loli kecil itu tengah berbaring di atas tempat tidur Williabelle dengan tubuhnya ditutupi selimut.

Aku hanya memperhatikan dari jauh. Kita masih belum tahu kejadian apa yang menimpa anak itu sebelum aku dan Williabelle menemukannya tak sadarkan diri di rimbunan semak pinggir jalan. Jika ia mengalami trauma, ada kemungkinan kalau ia akan ketakutan jika ada banyak orang yang mengelilinginya saat ia bangun.

"Nuuu..."

Tepat setelah Gisela keluar dan pergi ke dapur, tiba-tiba kelopak mata anak itu perlahan terangkat kemudian berkedip beberapa kali.

Sepasang bola mata indah seperti topas itu melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

Setelah beberapa saat...

"Aku... lapar..." sebuah suara lembut dan sejernih embun pagi.

Itulah kata-kata yang pertama kali kami dengar darinya.

***

.

"Siapa namamu?"

"...(menggeleng)"

"Dimana keluargamu?"

"...(menggeleng)"

"Rumahmu?"

"...(geleng)"

"Kami menemukanmu terluka dan tak sadarkan diri di pinggir jalan. Apa yang terjadi sehingga kamu berakhir seperti itu?"

"...(geleng)"

"Tidak ingat juga ya... Kalau begitu, apa kau juga tidak ingat tentang- UGUOH!!?"

"Ichiro, berhenti mengganggunya! Ia sedang makan!"

Tadi, tepat setelah loli kecil seperti harimau putih itu bilang kalau ia lapar, Gisela kembali dengan membawa sup daging [Tauros] yang masih hangat. Williabelle dengan senang hati menerima mangkuk sup itu dan mulai menyuapi si loli kecil.

(A.N: Tauros adalah sejenis hewan ternak bertanduk. Dari pada menyebutnya Sapi, itu lebih mirip Bison raksasa dengan bulu coklat yang lebat. Dagingnya sangat empuk dan enak. Harganya sangat mahal.)

Setiap kali Williabelle mengatakan "Aaa...", loli kecil itu akan membuka mulutnya seperti burung kecil yang menunggu makanan dari induknya.

Disuapi, loli kecil itu memejamkan matanya dan mengibaskan ekornya dengan riang.

Momen dimana ia mengunyah makanannya, aku memanfaatkan itu untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Namun ia menjawab semua pertanyaanku dengan gelengan kepala. Sepertinya ia sungguh tidak ingat apapun. Amnesia?

Dan di saat aku ingin mengajukan pertanyaan lain, Williabelle menumbukkan sikunya ke perutku.

Seketika aku berlutut sembari memegangi perutku dan mengerang.

"Ugh... uhuk... aku akan mati..."

Sekalipun aku sudah mengaktifkan skill Iron Skin, pertahanan itu seakan tidak berguna sama sekali. Organ dalamku terasa diaduk-aduk.

"Lea, buka mulutmu lagi~. Kamu harus makan sampai kenyang oke?"

"Aaa..." ^nyam nyam^

Bahkan mereka sama sekali tidak menghiraukanku yang sedang berada di depan pintu kematian!

Tunggu, siapa itu 'Lea'? Loli itu?

"Belle, dari mana kau tahu kalau itu namanya?"

"Karena mulai sekarang anak ini akan tinggal di sini, itu akan merepotkan kalau ia tidak punya nama, kan? Jadi aku yang menamainya."

"Tunggu..."

"Nah, Lea, kalau kamu ingin sesuatu, apapun itu, bilang saja ke mama, oke?"

"Tunggu sebentar..."

"Oh, laki-laki ini adalah Ichiro. Dia mungkin agak mata duitan tapi dia bukan orang jahat. Dia bisa jadi papa yang baik, kurasa?"

"Tunggu sebentar..."

"Lea sungguh malang. Tapi kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi. Mulai sekarang ini adalah rumahmu juga! Dan kami sebagai keluarga barumu, pasti akan selalu melindungimu."

"Kubilang, tunggu sebentaaar!!"

Belle memutuskan semuanya seenaknya dalam sekali jalan.

Jika aku tidak berteriak, sepertinya kata-kataku takkan pernah sampai ke telinganya.

"Eh? I-Ichiro? Kau mau bilang kalau kita tidak boleh mengadopsinya?" matanya berkaca-kaca dan ia juga menggunakan nada memelas.

Cara memohon seperti itu adalah yang paling curang. Biasanya, aku pasti akan kalah dan langsung mengabulkan semua keinginannya.

Tapi maaf saja.

Aku tahu kalau saat ini ia cuma berakting. Ah, sebenarnya ia memang selalu berakting sih...

Knight Diary Chapter 44 - Adopsi?
Penulis : Kizaemon

"Tidak boleh." aku menjawab setegas mungkin.

"Umu... kenapa!?"

"Alasan pertama, jika kita menemukan anak yang tersesat atau hilang, terlepas dari ingatannya hilang atau tidak, sudah sewajarnya kalau kita harus mengembalikannya pada orang tuanya yang sebenarnya, kan? Mereka pasti mengkhawatirkan anak mereka."

"Uh... t-tapi, tapi, ia sangat imut!" Williabelle
membantah dengan alasan yang sebenarnya sama sekali tidak bisa disebut sebagai alasan.

"Alasan kedua, dilihat dari kalung yang anak itu miliki, ada kemungkinan kalau ia berasal dari keluarga bangsawan di Malia. Benar-benar tidak lucu kalau kita malah berakhir dituduh sebagai penculik anggota keluarga kerajaan tetangga."

"U-Umu..."

Bagus. Meskipun ia agak cemberut, ia tetap mendengarkanku.

"Nah, dan alasan yang ketiga adalah... Eh?"

Aku tidak tahu sejak kapan ia bergerak, tapi sekarang loli kecil itu tengah memeluk kakiku.

"Ayah! Ayah!" loli kecil itu memandangku dengan mata berbinar.

"Tidak, tidak, kamu salah. Aku bukan..."

"!? B-Bukan... ayah?"

"....."

Aku bahkan belum selesai bicara, tapi tubuh kecilnya sudah gemetar dan butiran besar air mulai mengalir di sudut matanya. Ekornya juga berhenti bergerak, terkulai lemah.

...I-Ini curang! Rasanya aku jadi ingin membenturkan kepalaku ke dinding. Dewa Jahat sekalipun akan luluh hatinya saat melihat anak menampilkan ekspresi 'anak kucing yang dibuang'.

Tanpa sadar tanganku sudah bergerak untuk mengelus kepalanya. Ah, telinga harimaunya sungguh lembut.

"Pfft..."

Melirik ke samping, kulihat Williabelle berusaha menahan tawanya. Sepertinya ia sedang berada dalam mood yang sangat baik.

Yah, kurasa aku memang punya kelemahan terhadap sesuatu yang imut. Aku jadi ingat dengan anak kucing putih kecil yang membawaku ke dunia ini.

Walau begitu, aku tetap akan mencari tahu asal anak ini dan mengembalikannya ke orang tuanya yang asli.

Tapi... itu kita lakukan besok saja.

***

Malam itu, karena Lea tidak mau terpisah dengan Williabelle, kami jadi tidur bertiga.

Belle tidur di sampingku.

Seperti biasa, aroma mawar dari rambut dan tubuhnya menyerang indera penciumanku, benar-benar membuatku bernafsu.

Tapi karena ia tidur sambil memeluk Lea, aku jadi tidak bisa menyerangnya.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa...

Sudah kuduga, menjaga anak ini bukanlah sebuah ide bagus.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 45

Alien Queen
2017-06-12 17:37:36
Mereka pun jadi orang tua dalam waktu cepat, padahal membuat anaknya aja baru kemarin, eh udah dapet anak yang bisa dibilang udah gede.
Yami No Ouji
2017-03-21 17:02:48
Hadeeh Ichiro..Ichiro
Rajaku
2017-03-20 18:07:43
Gw tau tauros , di pokemon gbc sering nangkep... Kemampuan nya payah
Bocah Redoks
2017-03-20 15:04:27
mana bisa jawab klau lgi makan. dasar ichiro oon
Grim Rieper
2017-03-19 17:56:30
Ichiro kalah ama anak kecil
Night Eve
2017-03-19 12:05:55
Wkwkwk..bisa buat latihan jadi ortu nih
Gouenji Shuuya
2017-03-19 08:04:11
Wahaha gak bisa gituan
Rudy Wowor
2017-03-19 07:49:35
Kenapa Ichiro dan Welleimbelle tidak membuat anak aja kan pasti juga imut anaknya.
ThE LaSt EnD
2017-03-19 06:56:23
hmm, mungkin anak macan itu tdk amnesia, tpi krn tekanan trauma.. ah entahlah..
Mr Blacky
2017-03-19 05:52:26
Hemm dari mana ichiro tau kalo kalung anak itu milik bangsawan malia
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook