VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 43

2017-03-15 - Kizaemon > Knight Diary
213 views | 8 komentar | nilai: 9.9 (10 user)

Meninggalkan Yuuta pada Killa, aku keluar dari guild.

Aku mengharapkan setidaknya sedikit perkembangan akan terjadi setelah mereka berdua lebih banyak menghabiskan waktu bersama.

Melihat ke arah matahari, tampaknya masih ada banyak waktu sebelum makan malam.

Berjalan melewati daerah yang mirip dengan distrik perbelanjaan, aku mengambil Diary dari tas pinggangku. Menuangkan sedikit Mana-ku padanya, buku itu terbuka dengan bunyi ^klik^ kecil.

Masih ada beberapa skill yang tersimpan dalam buku ini. Entah itu skill original dari Pahlawan Ke-8 yang beratribut Spasial, ataupun skill bonus beratribut Kegelapan yang dulu Diary dapatkan setelah mengalahkan Raja Iblis.

"Hei, Diary."

<... Apa?> simbol berbentuk pedang seperti Black Star yang ada di sampulnya selalu berkedip-kedip saat Diary bicara.

"Terima kasih."

<......>

Selama ini Diary selalu membantuku setiap waktu. Tanpanya, aku mungkin sudah mati beberapa kali di dunia ini. Ini adalah kata-kata tulus dariku. Meski aku juga tidak mengerti kenapa aku mengatakan ini sekarang.

<... Bodoh.>

"Diary?"

<Tidak, bukan apa-apa. Jangan banyak bicara padaku di tempat umum.>

"Memangnya kenapa? Lagi pula, hanya aku yang bisa mendengar suaramu, kan?"

<Karena itulah aku bilang kalau kau itu bodoh. Perhatikan sekelilingmu.>

"Eh? E-Err...."

Sebagian orang lewat sambil menatapku dengan aneh. 'Bicara dengan buku? Orang itu gila. Jangan dekat-dekat.' aku seakan bisa mendengar pikiran mereka dengan melihat cara mereka memandangku.

"..."

<... Apa masih ada hal yang ingin kau katakan, Ichiro?>

Aku langsung menyimpan Diary kembali dalam tas.

Yup, suatu hari nanti, aku pasti akan membakar buku ini.

Sambil menahan luka psikologis itu, aku mempercepat langkahku. Karena aku tidak terlalu memperhatikan sekitar, tanpa sengaja bahuku menyenggol seseorang yang tengah membeli daging di sebuah kios pinggir jalan.

"Kyaa!"

"Wha!? M-Maaf! Aku tidak sengaja! Kau baik-baik saja?"

"Ah, y-ya, aku baik."

Keranjang belanjaannya terlepas dari tangannya. Aku dengan panik memungut dan mengembalikannya. Ternyata keranjangnya kosong. Hanya berisi kertas yang sepertinya adalah Daftar Belanja.

Tunggu sebentar. Suaranya tadi terasa sangat familiar....

"Eh? I-Ichiro!?"

"......"

"U-umm... ini... begini, aku..." gadis berambut merah itu tergagap.

"......"

(Apa yang kau lakukan di sini?) kira-kira aku menatapnya dengan pandangan seolah bertanya seperti itu.

Ini tidak bisa dihindari kalau aku agak terkejut.

Melihat Williabelle mau berjalan sendirian di kota apalagi belanja... itu adalah pemandangan yang terasa tidak nyata.

Aku yakin ia ke kota ini menggunakan Dimension Gate dari kamarku. Biasanya Gisela yang menggunakannya untuk pergi ke kota demi membeli segala keperluan di istana. Gisela bilang lingkaran sihir itu sangat memudahkannya. Ia sudah tidak perlu lagi menempuh perjalanan bolak-balik dari istana ke kota.

Tapi kali ini sepertinya bukan Gisela yang berbelanja.

"Kau pergi membeli bahan makanan? Tidak menyuruh Gisela? Apa Gisela sedang sakit?"

"Bukan, Gisela sehat-sehat saja. Hanya saja, h-hari ini adalah giliranku menyiapkan makan malam untukmu!" Williabelle menyatakannya dengan tegas meski wajahnya agak memerah.

Gitu. Jadi ternyata hal ini yang dirundingkan olehnya dan Gisela tadi pagi. Tapi dilihat dari kertas daftar belanja yang ia bawa, itu menunjukkan kalau ia bahkan tidak tahu atau tidak ingat dengan bahan-bahan makanan yang akan ia masak. Gisela pasti sudah memberi banyak arahan padanya.

Aku jadi agak ragu.

"Kau sungguh bisa memasak?"

"Ugu.... A-Aku bisa! Aku akan berusaha!" meskipun wajahnya tampak hampir menangis, tapi sepertinya ia sudah membulatkan tekad.

"Ah....."

Apa sih yang barusan kutanyakan? Tidak seharusnya aku mengatakan itu padanya. Padahal Belle sudah berusaha belajar memasak hanya untukku, menekan gengsinya yang selangit.

Punya istri seimut ini..... aku sudah tidak perlu yang lain lagi.

Berusaha tersenyum, aku mengusap kepalanya.

"Kalau begitu, izinkan aku menemanimu."

"Un!" Belle mengangguk cepat.

Bukankah sekarang ia sudah jadi sangat penurut?

***

Knight Diary Chapter 43 - Gadis Kecil dari Ras Beastman
Penulis : Kizaemon

Setelah berbelanja, kami keluar dari kota.

Matahari masih belum tenggelam. Ini adalah senja yang damai.

Ketika aku mengajaknya pulang dengan Instant Jump, Belle menggeleng. Ia bersikeras ingin jalan kaki dan mengatakan berbagai alasan seperti "Terlalu bergantung pada teleportasi akan membuatmu jadi pemalas!" atau "Kau harus rutin menggerakkan tubuhmu jika kau tidak mau otot-ototmu melemah!"

Aku tidak begitu mengerti. Tapi saat aku melihat ia tersenyum bahagia hanya dengan terus berjalan sambil memeluk lenganku, aku benar-benar tersentuh.

Kau sangat percaya padaku? Memangnya apa yang kau suka dari orang sepertiku sih? Aku benar-benar tidak paham.

Belle memang terlalu bagus untukku. Setiap hari aku masih berpikir apa aku memang pantas....

Tidak, kesampingkan itu dulu.

Aku mengarahkan pandanganku pada cincin di jari manis kirinya.

"Bukannya kau sudah punya Storage Ring pemberianku? Kenapa kau masih membawa tas belanja itu? Pada akhirnya, kau memasukkan semua barang belanjaan ke dalam cincin. Apa gunanya kau membawa-bawa itu?"

"Umu... kalau aku tidak membawa apapun di tanganku, itu tidak bisa disebut sebagai belanja!"

".....Gitu." aku benar-benar tidak paham. Terserahlah.

Sambil melakukan percakapan ringan seperti itu, kami terus berjalan.

Ketika kami sampai di sebuah pertigaan jalan, Williabelle tiba-tiba saja berhenti.

Ekspresinya berubah serius.

"Hm? Ada apa, Belle?"

"Aku... mencium bau darah."

"Eh!? Dimana?"

Jangan-jangan ada orang yang sedang diserang monster dan terluka. Jika begitu, kita harus menolongnya.

"Ini... sangat dekat. Bau samar darah ini berasal dari semak itu." Belle menunjuk semak-semak di pinggir jalan, tidak jauh di depan kami.

"Akan kuperiksa."

Meletakkan tanganku pada gagang pedang iblis Efreet, aku mendekati semak itu. Williabelle mengikuti di belakangku.

"I-Ini....."

"Hm? Anak kecil?"

Dari balik rimbunan semak berbunga, kami menemukan seorang gadis kecil dengan rambut putih pendek. Usianya kira-kira 4 atau 5 tahun. Matanya tertutup, tapi sepertinya ia masih hidup. Pakaian yang ia kenakan agak sobek di sana-sini, dan kulitnya yang halus tampak tergores di berbagai tempat.

Ohh, ada sesuatu dari gadis kecil ini yang mengingatkanku pada Gisela.

"...Ia punya telinga dan ekor hewan? Dari Ras Beastman?"

"Sepertinya begitu."

Kalau Gisela memiliki telinga dan ekor Serigala, gadis kecil ini memiliki telinga dan ekor Harimau Putih.

Selain itu.....

<Ichiro, kau lihat kalung yang ada di leher anak ini?>

(Diary? Kau juga memperhatikan ya. Lantas, kau tahu sesuatu tentang itu?)

Gadis kecil ini mengenakan kalung dengan sebuah hiasan berbentuk tapak kaki kucing(?). Terlihat polos dan berkilau, sangat cocok dipakai olehnya.

<Yah..... kalau aku tidak salah ingat, bentuk hiasan kalung itu mirip dengan lambang Keluarga Kerajaan [Malia], kerajaan dimana Ras Beastman memiliki otoritas tertinggi.>

(.....Gitu.)

Terserahlah.

Yang jelas, anak ini sedang terluka dan harus segera diobati.

Pada akhirnya, Williabelle mengizinkanku menggunakan Dimension Gate demi membawa kami bertiga pulang dalam sekejap.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 44

Alien Queen
2017-06-12 17:29:23
Yah dan aku juga bingung apa yang istimewa darimu ichiro, memang sih karakter utama selalu mendapat hal yang wow.
Bocah Redoks
2017-03-15 09:06:16
pengendara naga belum muncul rupanya
Dzibril Al Dturjyana
2017-03-15 08:50:37
kaya ada kata2 yg hilang.
Rudy Wowor
2017-03-15 08:34:32
Apa anak itu melarikan diri dari Kerajaan Malia waktu Kerajaan Malia diserang oleh Ras Penunggang Naga?
ThE LaSt EnD
2017-03-15 06:30:47
tdk brsama ichiro bsa menhunakan dimention gate? jd apa ichiro mengajarkan cranya atan mantranya pada mreka sbelumx..?
Gouenji Shuuya
2017-03-15 06:09:50
Kasihan anak kecil itu
Grim Rieper
2017-03-15 02:48:03
Aq selalu hadir
BeeZero
2017-03-15 00:54:47
williabelle smakin nurut aja sma ichiro. . hmm akhrnya ichiro akn brurusan dng bangsa dragunir ya ?! sptinya urusanya akan tmbh rumit..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook