VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 42

2017-03-12 - Kizaemon > Knight Diary
205 views | 12 komentar | nilai: 9.82 (11 user)

Ini terjadi dua hari yang lalu.

Di suatu tempat tak diketahui, langit dicelup warna merah membara seakan terbakar.

Jeritan dan ratapan kematian terdengar dimana-mana.

Ini adalah medan perang.

Bukan, dari pada menyebutnya perang, ini lebih terlihat seperti pembantaian sepihak.

Walaupun serbuan ini dilakukan secara terang-terangan di siang bolong dan tanpa taktik apapun, pihak yang bertahan tetap tidak mampu memberikan perlawanan dan langsung dihabisi dengan mudahnya.

Kerajaan ini, [Malia], telah dimusnahkan.

Dinding pertahanan alami berupa barisan pegunungan terjal yang melindungi kerajaan khusus Ras Beastman ini juga tidak berguna. Itu karena para penyerangnya menyerangnya dari udara. Dibandingkan kerajaan beastman Malia yang memiliki 10.000 prajurit tangguh, pihak penyerang hanya memiliki 500 prajurit.

-Tapi itu sudah lebih dari cukup.

Itu karena... tiap-tiap individu dari 500 prajurit itu, masing-masing dari mereka bertempur sambil menunggangi Naga.

Ada 500 naga yang terbang berputar di langit Malia. Seperti sekawanan burung bangkai yang menemukan lokasi binatang mati.

Dalam waktu dua jam, kerjaan Malia yang damai berubah seperti neraka lautan api. Tidak peduli apa, anak-anak, orang tua, para petualang, para prajurit, semuanya mati terpanggang ataupun jadi makanan naga.

Di tengah-tengah itu semua, ia terkekeh.

"Fu... Fufufufufu~"

Orang yang bertanggung jawab atas semua ini.

Duduk di atas pelana di punggung seekor naga hitam besar, tubuh ramping itu mengenakan full-armor yang warnanya juga hitam mengkilat seperti obsidian. Di punggungnya tersandang sebuah pedang hitam yang sangat besar, tampak tidak sesuai dengan ukuran tubuh pemiliknya.

Melepas helm tempurnya yang berbentuk kepala naga yang elegan, tampaklah wajah cantik dari seorang gadis muda. Saat ia menggerakkan kepalanya, rambut hitamnya yang dipotong rapi hingga sebahu itu ikut berayun.

"Fufufu, bahkan kerajaan beastman, Malia, hanya seperti sampah saat berhadapan dengan kita, para [Dragon Rider]! Kita kaum Dragunir adalah ras terkuat! Kita harus membuat seluruh dunia sadar akan hal itu!!"

"""""UOOOOOOOOHHHHH"""""

Kelima ratus prajurit di atas naga mereka, bersorak atas teriakan pemimpin mereka.

Gadis di atas naga hitam itu, Vion Bell Zeragon, adalah putri dari sebuah kerajaan keci, [Zeragon] yang lokasinya terisolasi dan dikelilingi oleh ngarai dalam tak berujung. Karena di tempat itu juga dijadikan habitat oleh banyak naga, kerajaan kecil itu dijuluki 'Surga Naga'. Dan para manusia yang tinggal di Zeragon disebut sebagai Ras Dragunir. Darah naga mengalir di nadi mereka. Mereka memuja dan menganggap naga sebagai teman. Begitu pula sebaliknya.

Di Zeragon, class tempur yang paling umum adalah Dragon Rider. Semua orang di sana mahir mengendarai naga. Bahkan Sang Putri sendiri sudah ahli menunggang naga sejak umurnya masih 4 tahun.

"Fufufu, baiklah. Tidak ada yang menarik di Malia. Sekarang....." masih duduk di pungung naga hitamnya yang terbang dengan stabil, Vion membuka sebuah peta lebar yang diberikan oleh ajudan di sampingnya.

Sambil tersenyum gembira, ia mencoret-coret wilayah Malia yang tergambar di peta dengan tinta merah. Ia merasakan kepuasan tersendiri saat melakukan itu. Ditambah dengan Malia, sudah ada tiga kerajaan yang ia 'coret-coret'.

Meskipun sifatnya agak aneh, ia adalah Komandan yang sangat hati-hati dan handal mengomandoi pasukannya. Sampai sekarang, sama sekali tidak ada korban gugur dari pasukan Dragon Rider yang ia pimpin. Ia tipe yang mau melakukan apa saja agar mendapatkan apa yang ia inginkan.

"Sekarang... kemana target pencarianku berikutnya~?"

Melihat peta, ada dua kerajaan yang paling dekat dengan posisinya sekarang. Salah-satunya adalah Alfheim.

"Alfheim, ya? Kudengar itu adalah negeri para Elf... Fufufun, menarik. Tapi....."

Tidak, sebelum Alfheim, ada satu kerajaan yang posisinya lebih dekat.

"Kerajaan Tujuh Pahlawan, Schroder. Ayo kita mampir ke sana dulu~"

Karena ia sudah mengatakan itu, kita anggap saja kalau Schroder sekarang sudah tidak ada lagi.

***

Knight Diary Chapter 42 - Bahaya yang Mendekat
Penulis : Kizaemon

Kita kembali ke waktu sekarang.

Hari sudah sore.

Ichiro berjalan memasuki guild petualang dengan santai, sementara Yuuta mengikutinya dengan napas tersengal-sengal.

Beberapa orang yang ada di guild terkejut saat melihat Ichiro dan Yuuta masuk bersama.

Mereka mengatakan hal-hal seperti "Ohhh...", "Itu si anak baru yang kemarin datang kesini dengan cewe cantik, kan?", "Kudengar orang baru itu ranking F, tapi sudah berani mencari masalah dengan party Gorneus.", "Kenapa orang semacam itu bersama Hero-sama?", ^bisik bisik bisik^

Ichiro hanya bersikap seperti tidak mendengarnya.

'...Ternyata Yuuta memang populer, huh. Jadi Hero yang diakui memang beda..." batin Ichiro.

Di belakang meja resepsionis, Ichiro menemukan Killa yang tengah membaca sebuah brosur quest di tangannya.

"Oh? Ichiro? Dan... Hero-sama? Ichiro, kau kemari untuk melaporkan quest tanaman herbalmu, huh? Bagaimana hasilnya?"

Pandangan Killa seakan bertanya tentang Yuuta, tapi Ichiro tidak mau repot-repot menjelaskannya.

"Lumayan. Kebetulan di perjalanan pulang tadi kami diserang sekawanan goblin. Kami mengumpulkan taring mereka sebagai bukti. Apa kami kuga bisa mendapatkan imbalan dari quest pembasmian goblin?"

"Jadi... kalian berdua membentuk party sementara? Tak kusangka. Baiklah, mana semua tanaman obat dan taring goblinnya? Aku akan menghitung dan memeriksanya untuk menentukan berapa harganya."

"Oh, tentu, silakan."

Tangkai-tangkai tanaman obat dan taring-taring goblin tumpah dari Storage Ring ke atas meja Killa. Sebagian besar sampai jatuh dan bertebaran di lantai.

"......"

Killa dan semua orang di guild tidak berkomentar apa-apa. Mungkin mereka berpikir ini wajar karena Ichiro di bantu oleh Yuuta yang merupakan salah satu Hero. Mustahil seorang petualang ranking F bisa membunuh goblin sebanyak itu.

Sebenarnya Ichiro lah yang mengalahkan semua goblin. Bahkan sebelum Yuuta sempat bergerak, Ichiro sudah berteleport ke tengah-tengah formasi pasukan goblin dan membakar mereka semua dengan api Efreet.

Mengingat hal itu, Yuuta mendengus kesal. Dari tadi dia hanya diam membisu di belakang Ichiro.

Setelah proses menghitung yang agak lama, Killa menyerahkan 1 gold 8 silver pada Ichiro sebagai imbalan quest hari ini.

"Bagus. Karena sudah selesai, kami permisi." melihat Ichiro telah mendapatkan uangnya, Yuuta beranjak pergi.

Namun Ichiro segera menarik bajunya.

"Apa?"

Menghiraukan Yuuta yang kebingungan, Ichiro berbalik menghadap Killa.

"Ngomong-ngomong, Killa, kau punya waktu luang saat ini?"

"Hm? Maaf, tapi... barusan aku mendapat quest langsung dari Ketua Guild Petualang. Quest untuk membasmi [Golem] yang muncul di Tambang Besi Regir yang ada di sebelah selatan desa Regir. Walau aku mengatakannya begini, aku tidak yakin apa aku harus menerima quest ini atau tidak. Assassin sepertiku memiliki afinitas yang buruk pada tipe monster anorganik seperti golem. Atau mungkin aku serahkan saja quest ini pada orang lain?"

Dari tanggapan Killa, Ichiro mengangguk puas.

"Sempurna. Kebetulan sekali, Hero-sama yang satu ini sedang menganggur. Killa, kenapa kau tidak mengajak orang ini saja?"

"Hah!? Wha-!"

Ichiro memegang bahu Yuuta dan mendorongnya tepat ke depan Killa. Gadis itu tetap tenang seperti biasa, sementara Yuuta jelas gugup dan tak bisa berhenti berkeringat.

"...Hero-sama?" Killa menatap bingung pada Yuuta.

"Y-Ya.... erm.... anu..." lidahnya langsung kaku.

Menoleh ke belakang untuk mencari bantuan, Yuuta akhirnya sadar kalau Ichiro sudah hilang melarikan diri.

(Playboy itu!!) dalam hati Yuuta mengutuk Ichiro.

"Hero-sama, ini mungkin agak egois, tapi... k-kalau Hero-sama tidak keberatan, tolong bantu menyelesaikan quest saya."

"...Eh?" Yuuta melongo seperti orang bodoh.

(...Apa ini sebuah flag? Mustahil...)

"Hero-sama?" suara Killa seperti air dingin yang menyiram Yuuta.

"A-Ah, tidak, aku samaaa sekali tidak keberatan! I-Itu sudah tugasku untuk membantu orang-orang."

"Trima kasih. Maaf merepotkan."

"Y-Ya, tak perlu sungkan begitu."

Tanpa Yuuta sadari, rasa kesal Yuuta pada Ichiro telah sirna.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 43

Alien Queen
2017-06-12 17:22:43
Wah wah, sepertinya bakal ada peperangan besar terjadi. Aku harap sih gitu.
Bocah Redoks
2017-03-12 19:03:15
dasar hero idiot. naklukin cewek aja gk bisa
Grim Rieper
2017-03-12 18:38:40
Kapan kira2 hero yg lain muncul
chichay
2017-03-12 15:53:22
semngat trus rilisnyaaa
ThE LaSt EnD
2017-03-12 12:06:10
apa kira2 naga yg ditunggangi itu berbeda jenisnya dgn naga yg dkalahkan para Dragon Slayer? sperti Wrbelle,. aku memperkirakan Pemimpin kelompok itu, Vion Bell akan tertarik dgn ichiro.
BeeZero
2017-03-12 11:46:29
dragunir Sptinya ras yg kuat !! apa ichiro akan lngsung brtmu mrka ? atau apa akan mncul hero baru lg ?
Sanada Ritsuka
2017-03-12 10:59:51
Sepertinya ini kemunculan musuh yg kuat.....
Rudy Wowor
2017-03-12 10:00:17
Kerajaan Scrocder akan diserang oleh Kaum penunggang Naga ya, apa next chapter pertempurannya dimulai?
Dzibril Al Dturjyana
2017-03-12 09:55:58
lanjut bos
Blank
2017-03-12 09:44:17
next apa mungkin hero lain muncul gc ya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook