VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 41

2017-03-08 - Kizaemon > Knight Diary
224 views | 11 komentar | nilai: 10 (13 user)

Di Padang Rumput Utara, aku masih berkeliaran mencari tanaman obat untuk quest-ku. Karena punya skill Instant Jump, tugas seperti ini menjadi lebih mudah. Tanaman yang sudah kukumpulkan jumlahnya sudah tiga kali lebih banyak dari yang diminta.

"Oi Ichiro... kumohon tunggu... kita istirahat sebentar, oke?"

"... Haa... ya sudah."

Orang yang mengikuti dan terus menghambat langkahku adalah Yamashita Yuuta. Walau dia disebut sebagai Pahlawan Ke-4, stamina yang dimilikinya hanya setingkat anak SD. Dia sangat mudah lelah dan haus.

"Yuuta."

"Eh? Apa?"

"Bisa kau lanjutkan ceritamu yang tadi?"

"Ku ku, tentu."

Beristirahat sejenak, kami duduk di bawah sebuah pohon yang daunnya tidak begitu lebat namun cukup teduh.

Entah sudah berapa kali Yuuta minta istirahat. Tapi aku juga tidak suka terburu-buru jadi tidak masalah.

Setiap kami duduk-duduk begini, kami akan sedikit mengobrol dan berbagi cerita. Mungkin karena Yuuta itu termasuk tipe orang yang mulutnya memang tidak bisa diam, dan aku adalah pendengar yang baik(menurut pendapat pribadiku), kami bisa jadi akrab dengan cepat seolah-olah sudah berteman sejak kecil.

Yuuta memberiku banyak informasi. Contohnya tentang keenam Hero yang lain.

"Dan begitulah. Awalnya kami bertujuh memang berlatih dan bertualang bersama, membentuk sebuah party. Tapi sekarang kami cenderung bertindak sendiri-sendiri, tersebar ke pelosok negeri, melaksanakan suatu quest atau sekedar mencari rekreasi. Yah, sekarang hanya aku Hero yang tersisa di Schroder. Seperti yang sudah kau tahu, aku tidak cocok untuk melakukan perjalanan jauh."

"... Begitu ya. Jadi... prestasi apa saja yang sudah kau capai sebagai 'Hero Resmi'?"

"Banyak! Aku sudah banyak membantu dan menyelamatkan hidup orang-orang. Ku ku ku, contohnya minggu lalu, aku menyelamatkan sebuah desa yang dilanda kekeringan! Dengan Senjataku, aku bisa menciptakan sebuah danau dan memanggil hujan! Wahahaha!" Yuuta tertawa dengan bangganya.

"Oh, ternyata kau hebat juga. Ada lagi?"

"Eh? Y-Ya... ada juga... p-pokoknya aku sudah banyak berjasa! Oleh karena itu Raja membolehkanku untuk tinggal di Istananya yang kelewat megah dan bisa punya kamar sendiri. K-Ku ku ku... kau sendiri bagaimana, hah!? Aku tahu kau tidak tinggal di suatu penginapan ataupun membeli rumah di Schroder. Lantas selama ini kau tinggal dimana, Ichiro? Jangan bilang kalau kau membangun sebuah pondok kecil yang reot di tengah hutan? Ku ku ku..."

Karena tidak bisa menjawab, dia malah balik bertanya padaku dengan senyum menghina di wajahnya.

Lalu mungkin karena haus, Yuuta merebut pouch air dari tanganku dan langsung meminum isinya.

Aku hanya bisa mengangkat bahuku.

"Yah... karena uang simpananku belum cukup untuk membeli sebuah rumah yang bagus, untuk saat ini aku terpaksa menumpang di kediaman istriku. Tunggu, mungkin aku memang tidak perlu membeli rumah?"

"!? Buuuhh~!!"

Mendengar ucapanku, Yuuta menyemburkan air yang tengah diminumnya.

Setidaknya jangan mengarahkannya ke wajahku!

Dengan lambat aku mengelap wajahku yang basah menggunakan lengan bajuku.

"I-Istri? Oh, maksudmu gadis seperti bunga mawar yang selalu kulihat bersamamu itu?"

"Tepat sekali. Apa kau ada masalah dengan itu?"

"T-Tidak sama sekali!"

"Kau bohong, kan. Bicaramu akan tergagap jika kau bohong."

"Kebanyakan orang juga begitu!"

"Hmm, kau mencurigakan. Masalah ini harus segera diluruskan. Cepat katakan padaku, siapa gadis yang kau suka. Oh, atau mungkin kau..."

"T-Tidak mungkin! Aku tahan dengan segala jenis siksaan! Kau takkan mungkin bisa memaksaku untuk bicara! Tidak sedikitpun!"

"......"

***

Knight Diary Chapter 41 - Obrolan Saat Makan Siang
Penulis : Kizaemon

Pada akhirnya, Yuuta tetap mengatakan semua rahasianya. Tak perlu pakai kekerasan. Dari awal dia sudah memiliki kepribadian yang antusias namun mudah menyerah. Jadi itu mudah untuk memaksanya buka mulut.

Mengeluarkan tali dari Storage Ring, aku memberinya serangan tiba-tiba dan mengikatnya ke batang pohon tempat kami berteduh. Kemudian aku duduk tenang di hadapannya sambil menikmati bekal makan siang yang dibuat Gisela.

"Hm ^nyam nyam^ betapa lezatnya roti isi ini. Kau tahu, karena aku menyimpannya dalam Storage Ring, kondisinya tetap bagus seperti baru dibuat. Lihat, bahkan sayurannya masih segar. Oh, apa kau suka juga suka ham dan keju? ^nyam nyam^"

"...^glek^" Yuuta menelan ludahnya dengan keras sementara matanya terfokus pada makanan di tanganku. Matanya juga bergerak mengikuti saat aku menggerakkan tanganku ke kanan dan ke kiri.

Kupikir cara seperti ini hanya efektif pada Mariel. Tapi ternyata juga bekerja pada Yuuta.

"A-Aku tidak lapar! Tidak la--"

Guuuuu~

Bunyi perutnya mengatakan hal sebaliknya.

Ini terlalu mudah.

"Ahh, aku kekenyangan. Apa yang harus kulakukan dengan sisanya, ya."

Aku punya dua roti isi di sini. Tapi sudah kumakan satu.

"Hmm, sayang sekali. Karena tidak ada yang mau, sepertinya roti isi yang lezat ini akan kubuang saja."

"Jangan!! B-Berikan itu padaku! Cepat berikaaan!!" Yuuta yang kuikat di pohon meronta-ronta.

"Oooh, jadi kau mau, ya? Bagaimana kalau kita barter? Jawab pertanyaanku tadi dan aku akan memberimu si lezat ini. Hm?"

"K-Kau iblis!"

"Oke, deal."

Seperti itu, aku melepaskan Yuuta dari pohon dan dia bercerita sambil memakan roti isi yang kuberikan.

***

Setelah mendengar ceritanya, aku mendesah panjang.

Haa... ternyata cuma masalah sepele.

"Jadi, Yuuta... kau menyukai wakil ketua guild petualang, huh?"

"... Bodo amat! Aku baru saja mengatakannya, jadi jangan memaksaku mengatakannya lagi!" mungkin untuk mengatasi rasa malunya, Yuuta mengalihkan pandangannya sambil menggigit roti isi yang kuberikan.

Yah, tampaknya dia hanya 'sedikit' marah padaku. Itu memang wajar kalau kau merasa kesal jika gadis yang kau sukai didekati lelaki lain.

Setiap pagi Yuuta selalu datang ke guild petualang dan mengambil quest hanya untuk sekedar mendapat kesempatan untuk bicara dengan Killa. Namun bahkan terhadap Hero seperti Yuuta, Killa tetap menjaga sikap dinginnya. Yah, dari awal Killa itu memang memancarkan aura yang sulit untuk didekati, sih.

Hmm, mungkin ada sesuatu yang bisa kulakukan...

"...Aku akan membantumu."

"Hah?" Yuuta menoleh padaku.

"Tentang Killa, aku akan membantumu."

"Hah!? M-Memangnya siapa yang perlu bantuanmu!? Begini-begini, aku seorang Hero! Aku jauh lebih populer dari pada kau, Ichiro! Urus masalah asmaramu sendiri!"

"Ya sudah. Itu terserah kau. Oh, ngomong-ngomong, sepertinya kita dalam bahaya."

"Bahaya? Apa yang... Ah, ternyata mereka."

Ketika Yuuta berbalik, akhirnya dia menyadari apa yang kumaksud.

Dari balik bukit, muncul sebuah pasukan.

Mereka bertubuh agak pendek, berkulit hijau kotor, dan berwajah jelek. Sebagian besar dari mereka memegang pentungan. Beberapa memiliki pisau karatan sebagai senjata mereka.



Jumlah mereka kira-kira lebih dari 50.

Menelan gigitan terakhir roti isi, Yuuta memegang trisulanya dan bangkit berdiri.

"Ya ampun. Dengan jumlah sebanyak itu, mereka akan jadi merepotkan. Ini tidak bisa diserahkan pada sekelompok party petualang pemula."

"Yuuta, apa mereka... [Goblin]?"

"Yup. Ini pertama kali kau melihatnya ya?"

"Yah... biasanya aku hanya berburu Lizardman di rawa-rawa sebelah timur kota."

"Hou, begitu. Hehe, pada dasarnya kau juga Hero, kan? Bagaimana kalau kita membereskan mereka bersama? Jumlah uang yang ada dalam pouch milik goblin biasanya lebih banyak dari lizardman, lho..."

Serius!? Baiklah! Aku tidak punya alasan untuk menolak. Merampok monster adalah salah satu hal paling menyenangkan yang ku tahu.

"Oke, aku ikut. Karena kau itu Hero paling lemah dan payah, akan gawat jika aku tidak turun tangan."

"Apa katamu!? Kalau berani, coba katakan itu di hadapanku sekali lagi!"

"Apa? Kau tidak terima? Kalau berani, ayo kita taruhan. Siapa yang membunuh goblin paling banyak, dialah pemenangnya."

"Oke! Tunggu, jadi apa taruhannya? Yang menang akan mendapatkan apa?"

"Entahlah. Kita putuskan itu setelah pertarungan selesai." ucapku seraya menghunus Ef yang tergantung di pinggangku.

"Mana bisa seperti itu! Seharusnya taruhan diputuskan sebelum pertandingan dimulai! Ah, lupakan. Mereka datang."

Bersambung ke Knight Diary Chapter 42

Alien Queen
2017-06-11 15:29:12
Jadi ichiro bakal punya berapa banyak istri. Btw pertama kali diperlihatkan gambar tokoh karakter dicerita ini, meskipun goblin.
Night Eve
2017-03-11 12:30:25
Keren! Selanjutnya kerjasama antara 2 hero!
Rudy Wowor
2017-03-09 01:12:16
Ichiro bakal membuat Yuta tercengang.
Gouenji Shuuya
2017-03-08 17:53:12
Mereka malah taruhan
Bocah Redoks
2017-03-08 15:57:52
hero kok lemah banget yakk
Rajaku
2017-03-08 13:47:44
Next gan , jangan lupa balas komentar ini agar dapat poin soal nya anggota baru!
ghamber
2017-03-08 12:23:31
10
Dzibril Al Dturjyana
2017-03-08 09:37:40
apa dia hero terlemah.. partnernya pasti yg terkuat ya.
ThE LaSt EnD
2017-03-08 09:34:50
Istri tanpa akad nikah aneh jg pahlawaan air malah sering kehausan.
BeeZero
2017-03-08 05:40:44
haa ternyata jd tman baik,,ok rampok para goblin !
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook