VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 40

2017-03-03 - Kizaemon > Knight Diary
217 views | 12 komentar | nilai: 9.8 (10 user)

TRANG!

Ujung trisula berhenti tepat di depan wajahku. Aku berhasil menghunus Ef tepat waktu dan menahan tusukan trisulanya.

"Kuh..."

"Ku ku ku, gerak reflaksmu luar biasa. Kau banyak berlatih, ya?"

"...Berhenti membuatku bingung. Bisa tahu identitasku, katakan siapa kau."

"Ku ku, kau penasaran? Kalau ingin tahu kalahkan aku dulu!"

Tiba-tiba dia merubah kuda-kudanya dan memutar trisulanya seperti sebuah bor.

Karena pedangku terselip di sela-sela ujung tombak bermata tiga itu, ketika dia memutar senjatanya begitu, Ef langsung terlepas dari tanganku!

Langsung saja dia mengibaskan senjatanya ke samping, membuang pedang iblisku jauh-jauh.

Dalam pertarungan jarak dekat, pedang memang lebih unggul. Tapi jangkauan serangan tombak itu lebih jauh dari pada pedang.

"......" aku hanya terdiam saat memandang Ef yang jatuh dan tertancap di puncak suatu bukit hijau kecil di kejauhan.

"Hei, apa kau meledekku? Jangan pernah memalingkan wajahmu dari musuh saat bertarung! -Aliran air yang memotong baja, [Wave Slash]!!"

Merapal mantra, pemuda berambut biru itu mengayunkan trisulanya secara horizontal. Busur tipis selebar 10 meter yang terbuat dari air jernih melesat ke arahku sambil mengiris udara. Skill ini terlihat agak mirip dengan Skill Moon Blade Dance yang Williabelle ajarkan padaku.

Yah, tapi, sekuat apapun skillnya, itu takkan berguna kalau tidak kena.

"Instant Jump."

Mengacuhkan serangan penuh semangat yang dia lancarkan, aku berteleport ke tempat dimana Ef jauh terlempar.

Aku mencabut pedang iblis itu dari tanah.

"Ichiro-sama, tolong jangan gegabah dan melepas saya seperti itu lagi. Saya akan sangat kesepian."

"......"

Ia hanya terpisah dariku selama beberapa detik. Kenapa pedang ini begitu lebay...

Setelah itu, aku berbalik dan memandang ke suatu tempat di kejauhan dimana musuhku tadi berada. Dia hilang.

"Eh, tidak ada? Kemana perginya?"

Aku tidak melihatnya dimanapun di padang rumput luas ini.

"...Siapa sebenarnya dia?"

<Dia adalah penerus dari Pahlawan Ke-4.>

"!? Diary, k-kau bergurau, kan? Memangnya kau tahu dari mana?"

<Tentu saja dari senjata yang dipakainya. Trisula itu adalah [Ocean Heart], salah satu dari 8 senjata legendaris, setingkat dengan Black Star. Kemungkinan besar, Raja lah yang menyuruhnya untuk mengawasimu Ichiro. Yah, kau tahu, itu karena kita ini bisa dibilang adalah Pahlawan illegal.>

"..."

Pantas saja dia tahu siapa aku sebenarnya.

Tapi...

"Kau bilang dia itu penerus Pahlawan? Itu artinya dia juga dipanggil dari dunia yang sama denganku, kan? Tapi di dunia asalku sebenarnya tidak ada orang yang memiliki rambut biru seperti itu. Kecuali kalau dia memang mewarnai rambutnya atau memakai wig."

<Sepertinya aku belum pernah memberitahumu. Warna mata dan rambut seorang Pahlawan akan berubah sesuai dengan atribut dari senjata legendaris yang mereka warisi.>

"Ehh? Lalu kenapa warna mata dan rambutku tetap hitam?"

<Bodoh. Itu karena warna simbolikmu memang itu. Apa kau sudah lupa dengan nama senjata yang kau warisi dariku?>

"..."

Black Star...

Yah, aku tidak bilang kalau warna hitam itu tidak keren, sih...

<Ichiro, di kirimu.>

"-!!"

Sedang asik melamun, datang peringatan dari Diary.

Sebuah serangan yang hampir tak terdeteksi.

Dengan suara letupan kecil ^pop!^, sosok pemuda berambut biru tiba-tiba muncul di dekatku.

Aku sudah mengambil langkah mundur namun salah satu ujung trisulanya masih bisa sedikit menggores lengan kiriku.

Aku segera melompat kebelakang untuk mengambil jarak.

Knight Diary Chapter 40 - Tidak Serius
Penulis : Kizaemon

"Uh... Diary, kukira atributnya adalah air. Tapi kenapa dia bisa menghilang dan tiba-tiba muncul begitu!? Itu hampir seperti Instant Jump."

<Salah, dia bukan menghilang, hanya sekedar jadi tidak terlihat saja. Itu skill [Reflection Bubble]. Dia menciptakan sebuah gelembung air yang mampu dengan bebas mengatur pantulan cahaya di sekitarnya. Selama dia ada di dalam gelembung itu, menjadi tak terlihat adalah hal yang mudah. Tapi saat dia menyerang, dia terpaksa memecahkan gelembung itu dan membuka penyamarannya. Itulah yang membuatnya terlihat seakan dia tiba-tiba saja sudah ada di sini.>

Hmm, begitu. Pasti skill inilah yang dia gunakan untuk membuntutiku. Ini sungguh merepotkan. Haruskah aku juga menggunakan Black Star untuk melawannya?

"Hei, rambut biru. Kalau kau memang serius ingin bertarung, maka aku akan-"

"Cukup, aku menyerah."

"Eh?"

Ketika aku melihatnya dia sudah roboh, terbaring di rerumputan dengan napas tersengal-sengal. Trisula juga terlepas dari tangannya.

"..."

"Haa... haa... kau menang, Matsumoto Ichiro. Memaksaku berlari sejauh ini hanya untuk menusukmu dan berakhir tidak kena... Ah, ya ampun, kita sudah sangat jauh dari kota, aku sudah tidak kuat berdiri lagi! Air... kumohon... siapa saja, tolong beri aku air..."

"..."

Hah? Ini sudah selesai? Begini saja? Jangan bercanda denganku!

Namun, ternyata staminanya tidak setinggi semangatnya. Dia memang sepayah ini?

Serius, karena dia punya senjata legendaris beratribut air, seharusnya dia bisa mendapatkan air dengan mudahnya.

Tapi meskipun aku sangat sadar tentang hal itu, entah kenapa aku tetap mengeluarkan pouch berisi air dari Storage Ring dan melempar itu padanya. Dia dengan senang hati meneguk habis isinya.

"Ohh... Hwahh... trima kasih. Haa... saat berpetualang, aku memang sering lupa untuk membawa bekal minuman. Eh? Hei apalagi yang kau tunggu? Cepat bantu aku berdiri!"

"Hah? Y-yah, terserahlah!" aku mengulurkan tanganku dan dia menyambutnya.

Tidak ada yang perlu diwaspadai lagi darinya.

Sejak awal dia memang tidak punya hasrat untuk bertarung. Semua gerakan yang dia lakukan setengah-setengah. Setiap serangannya juga tidak diimbuhi dengan niat membunuh. Kalau dia serius aku tidak mungkin bisa lolos tanpa terluka.

Lagipula, dari sudut pandang kami berdua, kami ini sama. Kami ini senasib. Berasal dari dunia dan negeri yang sama. Mantan siswa SMA biasa. Sejak awal, kami hanyalah warga biasa. Tidak mungkin kami bisa dengan mudahnya melakukan suatu tindakan kriminal seperti membunuh sesorang.

"Nah, maaf untuk sebelumnya. Ayo kita mulai lagi dari awal. Tapi sepertinya kau sudah bisa menebaknya, ya. Aku Yamashita Yuuta, panggil saja aku Yuuta. Si Raja keras kepala itu menyuruhku untuk mengawasimu. Jadi mulai sekarang, mohon kerja samanya Ichiro." dengan itu, diamenampilkan senyum bersahabat.

"......"

Sebelum dipanggil ke dunia ini, sudah pasti dia adalah cowo yang populer di sekolahnya.

Hmm, kira-kira sudah berapa lama aku tidak bicara dengan teman cowo yang seumuran denganku...

Bersambung ke Knight Diary Chapter 41

Rita En
2017-08-05 08:16:45
Hihi, ternyata nggak.
Alien Queen
2017-06-11 15:05:20
Ya karna sejak awal sampai sekarang, hanya pak tua yang waktu itu saja yang pernah ngobrol dengan ichiro.
Aerosmith
2017-05-28 09:30:51
Apakah ada alasan kenapa stamina pahlawan ke-4 tak tinggi?
Night Eve
2017-03-11 12:16:19
berakhir dgn melegakan.Akhirnya ichiro punya temen dari duta
Grim Rieper
2017-03-06 15:39:41
Yang semangat ya nulisnya bang emon ?
Gouenji Shuuya
2017-03-03 17:10:12
Apa mereka akan berteman
Rudy Wowor
2017-03-03 08:04:34
Jadi bakal ada 2 cowok yang pulang ke rumah Weliembelle ya? Padahal seru cuma Ichiro saja.
ThE LaSt EnD
2017-03-03 06:35:59
Pedang iblis yang manja.
BeeZero
2017-03-03 06:10:35
tp bgmnapun jga yuuta psti akan ttp marah2 jka gebetanya dkat2 ichiro lg
Inuyasha
2017-03-03 03:57:33
Perlu latihan lg untuk mengalahkan ichiro
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook