VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 39

2017-02-28 - Kizaemon > Knight Diary
198 views | 12 komentar | nilai: 9.56 (9 user)

Swoosh~

Menggunakan lingkaran Dimension Gate yang sudah kugambar dalam hutan dekat kota, aku muncul di tengah rimbunan semak dan pepohonan. Keluar dari situ, aku menemukan sebuah jalan setapak. Tak perlu waktu lama berjalan, aku tiba di gerbang timur kota benteng Schroder.

Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke guild petualang dan mengambil quest. Aku masih ranking F, jadi ambil quest yang mudah-mudah saja. Karena uang simpananku sudah lumayan, aku jadi bisa lebih bersantai-santai. Yah, tapi ini masih lebih baik dari pada aku hanya berdiam diri, kan?

Sekarang aku sudah punya kartu dari guild, sehingga para penjaga tidak akan menangkapku lagi ketika aku masuk kota lewat gerbang timur.

Kali ini aku datang sendirian. Ini sangat jarang Williabelle tidak merengek minta ikut. Aku tidak tahu kenapa, tapi saat sarapan tadi pagi, Williabelle dan Gisela-san terus saja saling berbisik satu sama lain tanpa membiarkan aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Entah apa yang mereka rencanakan.

Sambil memikirkan hal itu, aku terus berjalan menuju guild petualang.

Sama seperti kemarin, sejak melewati gerbang, aku selalu merasa sedang diawasi dan terus dibuntuti. Tapi karena aku tidak merasakan adanya niat jahat untuk saat ini aku memilih mengabaikannya saja.

Tanpa sadar aku sudah sampai di depan bangunan guild petualang yang pintunya selalu terbuka lebar.

Begitu masuk, kau akan menemukan meja resepsionis di sebelah kiri pintu masuk, dan papan pengumuman lebar yang tertempel di dinding sebelah kanan, penuh ditempeli kertas bertuliskan informasi lengkap tentang suatu quest.

Selain sebagai tempat untuk mengambil dan melaporkan quest, lantai pertama guild petualang juga berfungsi sebagai restoran.

Di sudut ruangan yang luas ini, terlihat Killa yang sedang mengelap meja. Pantas saja aku tidak melihatnya di meja resepsionis.

Sebelum aku sempat menyapa, ia bicara lebih dulu.

"Ichiro, kah? Aku agak terkejut karena kau lah yang pertama datang hari ini. Tapi, yah, itu tidak penting. Selamat pagi."

"Erm, y-yeah, pagi."

Aku agak penasaran siapa orang yang selalu datang kemari pagi-pagi setiap hari dan bertemu Killa. Tapi yang jelas, sekarang hanya ada kami berdua di sini.

"Aku ingin mencoba mgambil quest. Aku kau punya rekomendasi untukku?"

"Oh, coba kita lihat...."

Killa berjalan menuju papan pengumuman dan aku mengikutinya.

"Bagaimana dengan quest yang ini? 'Toko Potion [Twin Dove] sedang memerlukan tanaman herbal untuk mengamankan stok bahan baku mereka. Tanaman yang dicari tumbuh bebas di wilayah Padang Rumput Utara. Kumpulkan minimal masing-masing 30 tangkai. Satangkai [Green Herbs] dihargai 15 copper koin, [Yellow Herbs] dihargai 10 copper, dan [Red Herbs] di hargai 8 copper.'"

"Hmm, Padang Rumput Utara, ya. Aku belum pernah kesana. Oke, aku akan mencoba quest yang ini. Hanya mengumpulkan tanaman-tanaman seperti yang ada di gambar ini, kan? Ini cukup mudah...."

"Sebenarnya.... ada kemungkinan kau akan diserang monster. Tapi dengan kemampuanmu, kurasa akan baik-baik saja."

"Haha, mungkin. Ah, sebaiknya aku segera pergi. Kalau begitu sampai jumpa."

"Ya, semoga berhasil."

Keluar dari guild, aku segera berjalan menuju ke sisi utara kota.

Para penduduk mulai keluar dari rumah, memulai kegiatan sehari-hari mereka.

<Dia masih mengikuti...>

".....Ya."

Tanpa Diary beritahu pun aku sudah menyadarinya.

Sosok tidak terlihat masih terus mengikutiku.

***


Knight Diary Chapter 39 - Tantangan dari Pahlawan lain
Penulis : Kizaemon

<Dia masih mengikuti...>

"....Sudah kukatakan berapa kali, aku juga tahu."

Entah kenapa saat aku bicara dengan Killa, sesuatu yang membuntutiku jadi mengarahkan niat membunuh padaku. Oleh karena itu tadi di guild aku segera buru-buru pergi.

Bahkan ketika aku sudah melewati Gerbang Utara dan sampai di Padang Rumput, makhluk tak kasat mataitu ternyata masih mengikutiku dari belakang.

'Tapi...... baguslah dia mengikuti hingga sejauh ini. Karena di sini tidak ada orang, maka tidak apa-apa jika harus terjadi pertarungan.'

Di depan mataku terbentang tanah perbukitan landai yang luas. Sesuai dengan namanya, kawasan hijau ini ditumbuhi rumput dan diselingi pohon-pohon yang tumbuh menyendiri.

Setelah menghela nafas, aku menghentikan langkahku kemudian berbalik.

"Baiklah. Cukup sampai di sini. Jangan pakai basa-basi. Cepat katakan apa tujuanmu memata-mataiku."

Walaupun aku tidak bisa melihatnya, tapi aku cukup yakin kalau dia berdiri tidak jauh di belakangku.

Tepat setelah aku bertanya.....

"Ku ku ku, aku ketahuan, ya..."

Seperti sebuah fatamorgana, atau seperti ^pop!^ begitu, dia muncul begitu saja.

Pemuda berambut biru dengan sorot mata penuh semangat. Mungkin dia seorang petualang?

Dia memegang sebuah tombak jenis trisula yang berkilau biru keperakan. Entah sejak kapan, di sini sekarang ada banyak sekali gelembung air yang melayang di udara sekitar.

Dengan lihai dia memutar dan memainkan trisulanya seperti tongkat panjang. Dan dia mengakhiri aksi pamernya dengan mengarahkan unjung senjatanya padaku. Ekspresinya seketika berubah serius.

Ehh? Dia ingin bertarung? Memang apa salahku?

<Trisula itu.....> samar-samar aku mendengar Diary bergumam.

Untuk jaga-jaga, aku mencengkram gagang pedang iblis Efreet yang masih tergantung di pinggangku.

"Hei, tenang dulu. Bisa kau jelaskan-" belum selesai aku bicara, dia langsung menyelaku.

"Tsk, diam! Seperti yang kau katakan, tak perlu pakai basa-basi segala. Cepat cabut pedangmu, Ichiro."

"......"

Karena dia selalu mengikutiku, itu wajar kalau dia sudah tahu namaku. Namun ternyata tidak hanya sampai di sini. Kata-katanya berikutnya memaksaku untuk sementara menahan napas.

"Ku ku ku... aku sudah sangat menantikan saat ini. Sekarang aku akan mengujimu, Pahlawan Ke-8."

"-!?"

Bagaimana bisa dia--

Sebelum otakku bisa mencerna apa yang terjadi, dia sudah menerjang ke arahku sambil mendorong ke depan senjatanya yang bermata tiga.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 40

Rita En
2017-08-05 08:09:15
Yo! Apakah akan ada pertarungan yang serius antar pahlawan ini?
Alien Queen
2017-06-11 14:56:09
Jiah, untuk apa juga pertarungan terjadi.
Sanada Ritsuka
2017-03-02 20:16:17
Pertarungan antara Hero dimulai!
Gouenji Shuuya
2017-03-01 13:54:12
Malah bertarung mereka
ThE LaSt EnD
2017-02-28 17:54:35
jika Pahlawan ke 4 kalah brtarung.. mungkin akan buat laporan palsu. Mungkin
Ade Aja
2017-02-28 17:47:07
Aq berharap dia bsa jd patner yg ckup solid dikemudian hari, yah moga saja...
Rudy Wowor
2017-02-28 16:25:48
Moga Ichiro menang dan dapat memenggal kepala itu orang.
Inuyasha
2017-02-28 05:31:32
Segitu cemburux sampai-sampai ngikuti sejauh itu
Grim Rieper
2017-02-28 03:57:22
Begadang sambil baca crita
BeeZero
2017-02-28 03:55:43
akhirnya brtarung juga,,akan jd teman atau mlah sbaliknya ?!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook