VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 38

2017-02-22 - Kizaemon > Knight Diary
213 views | 14 komentar | nilai: 9.4 (10 user)

Istana Schroder.

Di kamarnya, Alarica tengah duduk menghadap setumpuk dokumen.

Saat ini, ayahnya, sang raja tengah sakit. Jadi, Alarica mengerjakan sebagian pekerjaan ayahnya untuk sementara.

Ada berbagai macam dokumen di situ. Alarica mengecek, mengoreksi, dan menandatanganinya, atau sekedar mengarsipkannya sesuai kategori.

Walaupun sudah seharian ia melakukan itu, tapi tumpukan kertas itu seolah tidak ada habisnya.

"Haa....."

Sudah tak terhitung berapa kali Alarica mendesah.

Tidak jauh dari mejanya, di atas tempat tidur mewah(yang seharusnya itu adalah milik Alarica), terbaring seorang gadis Elf berambut panjang keemasan.

Mariel sudah kembali ke istana sejak siang tadi. Setelah lama tak kembali, tugas Mariel sebagai utusan dari Alfheim sudah menumpuk. Ada banyak sekali laporan yang harus ia tulis dan kirim. Namun, bukannya berusaha menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, hal pertama yang dilakukan Mariel ketika ia sampai di istana adalah meminjam kamar Alarica untuk tidur siang.

Alarica tahu kalau menegur sahabatnya yang satu itu adalah sia-sia, jadi ia diam saja.

"Hoamz~....."

Hari sudah malam, dan Mariel baru saja bangun sambil menguap. Perlahan ia berjalan mendekati meja kerja Alarica.

"Sudah selesai tidurnya?" ucap Alarica yang matanya tetap fokus pada pekerjaannya.

".....Menurutmu sendiri bagaimana? Apa kau pikir aku tidur sambil berjalan?"

"Bagus. Sekarang, cepat selesaikan tugasmu, Duta Besar."

"Baik, baik, aku akan menulis laporanku..... nanti. Ah, ngomong-ngomong, ini ambillah, ada hadiah untukmu."

"Hm?"

Mariel menyerahkan sebuah cincin pada Alarica.

"Hadiah? Dari siapa?"

"Ini Storage Ring berisi 10 gold coin... dari Ichiro. Dia bilang... dia ingin membayar hutangnya padamu." Mariel menjawab dengan ngantuk.

"Ini..... Storage Ring? Tapi cincin ini sama sekali tidak punya Storage Stone. Bagaimana mungkin cincin ini bisa punya ruang penyimpanan dimensi?"

"Entahlah. Aku juga tidak tahu dimana Ichiro mendapatkan benda seperti ini. Oh, sebenarnya dia juga memberiku satu. Tapi punyaku bentuknya gelang." dengan riang Mariel memperlihatkan pergelangan tangannya yang dilingkari sebuah gelang hijau mengkilat.

Normalnya, untuk membuat sebuah aksesoris penyimpanan, itu harus dihiasi dengan Storage Stone. Itu adalah batu sihir yang memiliki ruang cukup besar di dalamnya. Karena Storage Stone sangat langka dan menambangnya pun juga sangat sulit, jadi itu wajar kalau aksesoris penyimpanan memiliki harga selangit. Tapi karena benda itu sangat berguna, mungkin harganya memang sepadan.

"Ah, bodohnya aku. Yang sedang kita bicarakan ini adalah Ichiro, Pahlawan Ke-8 yang menguasai atribut spasial. Kemungkinan besar, Ichiro sendiri yang membuat item ini."

Setelah Alarica mengatakan itu, ia mengalirkan sedikit Mana-nya pada cincin dan berkonsentrasi.

Dari Storage Ring itu, keluar 10 keping gold koin.

"Ternyata memang hanya 10 gold....."

".....Ya."

"Dia benar-benar mengembalikan uang yang dulu kau berikan....."

".....Ya."

Mariel dan Alarica tersenyum kecut.

***


Knight Diary Chapter 38 - 10 Gold
Penulis : Kizaemon

Di kamar raja, tampak Raja Gerald yang tengah duduk menghadap meja kerjanya.

Walaupun Alarica sudah menyuruhnya untuk tetap berbaring dan beristirahat, tapi dia tetap bersikeras menyempatkan dirinya untuk memeriksa berbagai dokumen, seperti laporan keuangan, surat permintaan, rencana pengelolaan, dan lain-lain.

^tok tok tok^

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.

"Siapa?"

"Ini saya, Yang Mulia." sahut suara di luar. Terdengar seperti suara dari seorang pemuda yang enerjik.

"Ah, Yuuta-dono, masuklah."

JKLEK

Pintu dibuka dan masuklah seorang pemuda berambut biru. Wajahnya tampan dan tampak murah senyum. Di punggungnya tergantung sebuah tombak bermata tiga(trisula/trident) yang tampak berkilau biru keperakan dan memancarkan aura yang sangat kuat.

Pemuda ini adalah Yamashita Yuuta, sang Pahlawan Ke-4. Trisula di punggungnya adalah senjata legendaris beratribut Air, [Ocean Heart].

Setelah sampai di depan raja, Yuuta meletakkan tangannya ke dada lalu membungkukkan badannya sedikit, memberi hormat.

"Lapor, Yang Mulia. Seperti Yang Mulia perintahkan, saya telah memata-matai Pahlawan Ke-8 sejak ia masuk kota."

"Bagaimana hasilnya? Apa dia melakukan hal yang mencurigakan?" Raja bertanya seolah-olah tak sabar.

"Tidak, tidak sama sekali. Dia tidak terlihat mencurigakan. Ah, meskipun tadi dia memang sempat terlibat masalah dengan seorang petualang ranking C dan dihajar, dia sama sekali tidak membalas. Mungkin memang seperti yang dikatakan oleh Tuan Putri, kekhawatiran Yang Mulia dan petinggi istana selama ini adalah sia-sia. Oh, kalau saya boleh berpendapat, karena Matsumoto Ichiro itu juga berasal dari dunia yang sama dengan kami(para pahlawan), saya yakin kalau dia itu sebenarnya bukan orang jahat. Bahkan mungkin, kekuatannya akan sangat berguna bagi Schroder."

".....Begitu. Yah, untuk jaga-jaga, terus awasi dia. Itu akan merepotkan jika Pahlawan Ke-8 tiba-tiba hilang kendali ataupun dimanfaatkan oleh kerajaan lain. Bisa aku percayakan tugas ini padamu, Yuuta-dono?"

"Tentu saja, Yang Mulia. Untuk tugas ini, saya sendiri saja sudah cukup. Kalau begitu, saya permisi."

Yuuta kemudian berbalik dan berjalan keluar dari kamar Raja.

Setelah berada di luar, wajah ramah yang tadi selalu dia tunjukkan tiba-tiba berubah menjadi ekspresi geram. Kedua sudut bibirnya naik, membentuk seulas senyum jahat.

"Ku ku ku...... Awas kau 'Nomor-8'. Kau pikir aku tidak lihat saat kau memberikan hadiah pada Killa-chan. Berani-beraninya kau merayu Killa-chan ku! Tak bisa dimaafkan..... Matsumoto Ichiro, kalau kau berani merebut pujaan hatiku, maka bersiaplah untuk pertarungan atara laki-laki! Ya, bersiaplaaaaah!!"

JKLEK

Raja membuka pintu.

"Yuuta-dono, anda agak berisik."

"Iyaaaa!? Y-Yang Mulia Raja!? Maaf! S-Saya akan segera pergi, permisi."

Bersambung ke Knight Diary Chapter 39

Rita En
2017-08-05 08:00:57
Ternyata memang ada yang memata-matai Ichiro, ya. Hm, pahlawan ke-4!
Alien Queen
2017-06-11 14:50:04
Salah paham, lagipula ichiro udah ada cewek didekatnya yang bahkan nempel padanya.
Aerosmith
2017-05-28 09:06:24
Wah.. Si pahlawan ke-4 punya sifat konyol juga rupanya.
Zen Kureno
2017-05-11 19:18:56
sepertinya akan ada rival sesama pahlawan.
Night Eve
2017-03-11 11:51:07
Wkwkwk kirain naksir killa-chan eh?
Ade Aja
2017-02-22 18:59:15
Bhahaha,, seharusNy gremeng itu ckup di dalam hati, knp bgtu. Karena ech karena nanti bakal ketauan org lain, bhehehehe...
Mr Blacky
2017-02-22 10:59:02
Haha koplak
Rudy Wowor
2017-02-22 08:27:16
Pahlawan 4 harus dimusnahkan, semangat Ichiro.
Grim Rieper
2017-02-22 07:43:07
Bisa jadi pahlawan lain bergabung untuk menyingkirkan ichiro
BeeZero
2017-02-22 06:57:07
alarica jd sdkt kcwa. . . pahlawan lain mulai muncul ya,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook