VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 36

2017-02-12 - Kizaemon > Knight Diary
210 views | 8 komentar | nilai: 9.83 (6 user)

"Erm, tolong tenang sedikit. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, kan? Aku janji akan mengganti kerugian kalian."

Ichiro yang tengah didesak ke dinding tampak berusaha bicara selembut mungkin untuk menenangkan si warrior kekar yang memelototinya.

Bukan berarti Ichiro takut dihajar. Ichiro takut kalau-kalau Williabelle tidak bisa menahan diri dan malah mengamuk di sini. Oleh karena itu, Ichiro memberi isyarat dengan tangannya pada Williabelle agar ia diam di tempat saja dan mempercayakan semuanya pada Ichiro.

"Gorneus, jangan bertindak sembrono. Aku tahu kau kesal, kita semua juga kesal, tapi, kita tidak seharusnya membuat keributan seperti ini." si warrior berbadan agak kurus menepuk pundak temannya yang masih mencengkram kerah Ichiro.

"Itu benar, Gorneus-kun. Tak perlu menggunakan kekerasan."

"Yeah, lagi pula dia sudah bilang kalau dia akan membayar kerugian kita."

Si gadis Priest dan Mage juga berusaha meredam amarah temannya itu.

Namun sayang sekali, kata-kata mereka semua sama sekali tidak didengar oleh Gorneus.

"Apa katamu? Kau akan membayar ganti rugi? Simpan saja uang kotormu itu! Kami tidak butuh! Pecundang sepertimu tidak akan mengerti, ini bukan soal uang, tapi harga diri! Karena kau, misi kami hari ini gagal! Aku takkan tenang sebelum bisa menghajarmu, Babi Bajingan!"

BUAK!!

Dengan tangan kanan yang memakai gauntlet besi, warrior bernama Gorneus itu meninju sisi wajah Ichiro sekuat yang dia bisa.

BRUAKK!!

Tubuh Ichiro diterbangkan puluhan meter hingga merubuhkan sebuah kios penjual sayuran saat mendarat di situ.

"Ku-kubis-kubisku! Daganganku hancur semua..." si pria pemilik kios hanya bisa meratap dan berlutut.

Kejadian ini tentu saja menarik banyak perhatian orang.

Party Gorneus itu cukup terkenal di Schroder. Keempat anggotanya adalah petualang ranking C. Mereka adalah petualang muda yang menjanjikan dan belum pernah gagal dalam misi sebelumnya.

Orang-orang jadi penasaran dengan siapa yang berani mencari gara-gara dengan Gorneus.

"Ichiro!! Kuh.....!" Williabelle mengepalkan tangannya dan mengertakkan giginya.

Bagaimana mungkin ia masih bisa diam saja saat kekasihnya dihajar tepat di depan matanya? Jika tadi Ichiro tidak menyuruhnya untuk tetap diam apapun yang terjadi, sudah pasti Williabelle akan menarik keluar Gemini dari dalam Storage Ring lalu memotong kecil-kecil Gorneus. Karena itu, Williabelle berusaha sekuat tenaga untuk menahan dirinya.

"Cuih! Dasar lemah. Jangan sampai kau berani menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi! Teman-teman, kita masuk." setelah meludah, Gorneus segera masuk ke dalam Guild yang juga berfungsi sebagai restoran khusus adventurer.

Ketiga anggota party Gorneus memasang wajah tidak enak karena perasaan bersalah, tapi mereka tidak punya pilihan selain mengikuti ketua mereka.

Setelah keempat orang itu pergi, Williabelle bergegas ke tempat Ichiro. Wajahnya tampak siap menangis kapan saja.

Sementara itu, terbaring di atas gundukan sayur mayur, Ichiro perlahan bangkit berdiri.

Sambil mengusap darah di sudut bibirnya, Ichiro tersenyum masam.

"Pukulannya hebat juga. Jika yang terkena adalah orang biasa, maka orang itu akan langsung menemui penciptanya."

<Bodoh. Itu karena tadi dia memukulmu sambil menggunakan skill [Fighting Spirit] yang mampu melipat gandakan kekuatan fisik penggunanya beberapa kali.> Diary menjelaskan pada Ichiro.

"Oh, begitu. Yah, beruntung dia tidak mencabut pedangnya, kalau tidak, maka aku terpaksa harus melawannya, ya..."

Akhirnya, Williabelle sampai ke tempat Ichiro.

"Ichiro Idiot! Kenapa kau diam saja saat dipukul oleh si sampai itu tadi!? Apa kau tak punya harga diri!? Kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku!?"

"Hm? Kenapa aku harus membalasnya? Lagi pula ini sama sekali idak sakit. Jika dibandingkan dengan pukulanmu, pukulan Gorneus itu bukan apa-apa."

"Ap-!? K-K-Kau brengsek! Lalu apa gunanya aku mengkhatirkanmu selama ini!?"

"Gyah!? Itu sakit! Kenapa kau memukulku!?"

Knight Diary Chapter 36 - Vancomer Trading House
Penulis : Kizaemon

Sementara mereka berdua asik bertengkar, mereka tidak menyadari orang-orang di sekitar yang menyaksikan kejadian barusan jadi membuka mulut lebar-lebar.

"Apa mataku menipuku...?"

"Mustahil... dia baik-baik saja...?"

"Setelah menerima pukulan langsung dari Gorneus-dono, orang itu masih bisa berdiri dan bercanda dengan pacarnya? Apa dia benar-benar manusia...!"

Para penduduk sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang barusan mereka lihat.

"Oh, paman, maaf atas kejadian tadi. Gara-gara aku, sayuran paman jadi rusak semua. Jadi, mohon terima ini."

Membungkuk untuk meminta maaf, Ichiro menyerahkan 1 gold coin pada paman pemilik kios yang sudah hancur.

Menerima coin dari Ichiro, pedagang itu langsung tersenyum cerah dan berterima kasih.

Setelah meminta maaf sekali lagi, Ichiro dan Williabelle lanjut berjalan.

***

"Kuh... Orang bernama Gorneus itu benar-benar membuatku muak! Awas saja jika dia sampai bertemu denganku lagi nanti, takkan ada kata ampun!"

"Belle, jangan repot-repot mengurisinya. Lagi pula itu memang salahku karena sudah merampas dan mengusir semua buruan mereka. Jadi itu wajar kalau mereka protes, kan?"

"Tapi, tapi, dia sudah memukulmu!"

"Aku sudah terbiasa dipukuli olehmu. Satu pukulan lemah seperti tadi itu, aku masih bisa menahannya ratusan kali lagi."

"T-Tapi, tapi, kau jadi berdarah!"

"Ini hanya luka kecil, jangan dibesar-besarkan."

"Hau....."

Williabelle yang hampir menangis sepertinya sudah menyerah untuk membujuk Ichiro agar segera pulang demi mengobati lukanya.

Ichiro masih terus berjalan sambil sesekali mengamati peta di tangannya.

Saat hari mulai sore, Ichiro dan Williabelle berhenti di depan suatu bangunan. Bangunan yang bahkan lebih besar dan luas dibanding Guild Petualang.

Tulisan [Vancomer Trading House] terukir pada papan nama megah yang tertempel di atas pintu besar gandanya.

"Keterangan pada peta menyebutkan kalau tempat ini adalah rumah lelang paling terkenal di Schroder yang dikelola oleh keluarga bangsawan Viscount Vancomer. Tapi... kenapa sepi begini?"

Dari luar pagar, Ichiro dan Williabelle menoleh ke arah bangunan besar itu. Memang benar di sini tampak sepi. Bahkan tidak terlihat satupun penjaga.

"Hmm... Yah, mungkin tempatnya sedang tutup. Sebaiknya kita kembali lagi nanti saat--"

Tepat setelah itu, dengan bunyi berat, pintu ganda raksasa yang ada di bagian depan bangunan itu terbuka lebar.

Segera, arus manusia, seperti banjir bandang, mengalir keluar dari bangunan besar itu lewat pintu yang barusan terbuka.

Ichiro dan Williabelle tercengang.

"Ichiro bodoh. Apanya yang tutup? Malahan, sepertinya pelelangannya baru saja berakhir."

"Rupanya tempat itu dibuat kedap suara. Pantas saja kita tidak mendengar apapun walau di dalam ada ratusan orang."

Setelah beberapa menit, tampaknya semua pengunjung sudah pergi dari Vancomer Trading House. Tempat itu dengan cepat terlihat sepi lagi.

"Yah, mau bagaimana lagi. Karena kita tidak tahu jadwal lelangnya, itu wajar jika kita telat. Haruskah aku menemui pemilik tempat ini?"

Diikuti Williabelle, Ichiro segera berjalan menuju pintu masuk yang masih terbuka itu.

"Permisi~..."

"A-Ah, selamat sore. Tapi maaf, acara lelang hari ini sudah-- Eh?"

"Hah?"

Ichiro disambut oleh gadis cantik yang mengenakan jubah putih bersih yang dihiasi motif dari sulaman benang emas, melipat-gandakan kesan suci dan kelembutan yang gadis itu pancarkan.

Matanyanya berkedip beberapa kali saat melihat Ichiro dan Williabelle.

"Ichiro-san? Williabelle-san? Ini sungguh kalian?"

""Adelea!?""

Bersambung ke Knight Diary Chapter 37

Rita En
2017-08-04 14:25:58
Yea ... Sekarang ketemu Adelea.
Alien Queen
2017-06-11 14:31:51
Ternyata bukan orang yang asing.
Zen Kureno
2017-05-11 19:08:10
sepertinya terjadi nostalgia.
ThE LaSt EnD
2017-02-12 12:34:38
mungkin klompok party stu tim dgn ichiro kmarin. . sepertinya orang2 ternama/penting di kota kerajaan itu...
Kimbow
2017-02-12 10:37:12
haha kubis kubisku
Rudy Wowor
2017-02-12 09:12:01
Adelea ternyata tinggal di tempat pelelangan ya. Penasaran Ichiro mau nyari apa ditempat pelelangan.
Gouenji Shuuya
2017-02-12 07:23:11
Ketemu teman lagi
BeeZero
2017-02-12 07:04:55
uyee ktmu cwek cantik lagi..brtarung kalah menang dpt cwek,indah bener hduP ichiro,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook