VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 35

2017-02-10 - Kizaemon > Knight Diary
209 views | 9 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

"Yeah, memang sudah cukup lama sejak terakhir kali kita bertemu. Jadi, karena kalian telah datang kesini, apa ada sesuatu yang bisa kulakukan?"

Masih di guild petualang.

Aku baru tahu kalau Killa itu adalah Wakil Ketua Guild Petualang di Schroder. Sangat mengesankan.

Setelah lama tidak berjumpa, aku, Williabelle dan Killa melakukan sedikit percakapan ringan, namun baru sebentar bicara, Killa sudah mengembalikan pembicaraan ke topik awal. Ia memang selalu serius seperti biasa.

"Ah, itu... aku kemari karena ingin mendaftar untuk menjadi petualang resmi dan membuat kartu guild."

"Baik. Aku akan mengurusnya. Biaya totalnya, 1 silver coin."

"Eh, cukup begitu saja? Ini lebih simpel dari yang kubayangkan. Etto... boleh aku tanya kapan kartuku selesai?" aku mengambil 1 silver coin dari sakuku dan meletakkannya ke atas meja.

Sekedar informasi, uang yang kumiliki sekarang adalah 501 gold, 163 silver, dan 299 copper coin. Kebanyakannya adalah uang yang kutemukan dalam beberapa Treasure Chest dari labirin dungeon yang ada di gurun. Sisanya adalah uang yang kukumpulkan dari para Lizardman.

Hampir semua uangku kusimpan dalam Storage Ring. Namun aku juga membawa sedikit di sakuku.

Killa dengan cekatan mengambil silver coin yang kutaruh di mejanya.

"Jangan khawatir. Setelah seminggu, itu pasti sudah selesai. Saat itu, datanglah kembali kemari untuk mengambilnya."

"Seminggu? Erm... Apa tidak bisa lebih cepat? Aku sangat memerlukannya."

"Oh, jadi kau ingin lebih cepat, huh. Kalau begitu, aku akan langsung mengurusnya dan mempersingkat prosesnya sehingga hanya memakan waktu 1 menit. Kartu Guild-mu akan langsung jadi."

"Serius!? Trima kasih kalau begitu."

"Jadi, total biayanya 2 gold coin."

"Mahal banget!" aku refleks berteriak tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar.

Apa-apaan itu!? Harganya naik 20x lipat!

Ngomong-ngomong, di dunia ini, dengan 1 gold coin, itu cukup untuk seseorang bisa makan di restoran bagus setiap hari selama sebulan.

"Kau ingin prosesnya cepat atau tidak?" Killa mendesakku.

Ugh... aku tidak yakin kalau jumlah uang yang kau bayar itu sangat berhubungan dengan kecepatan dalam memproses kartunya. Aku tidak akan membiarkan 2 gold yang berharga milikku raib dengan cara seperti ini.

Kalau begitu...

"Da-daripada itu... bagaimana kalau aku memberimu ini?"

"Hm?"

Dari dalam Storage Ring, aku mengeluarkan sesuatu dan meletakkannya di atas meja Killa. Seketika matanya melebar saat melihatnya.

"Ini..."

"Ini adalah sepasang taring dari [Alexandrite Viper]. Oi, hati-hati saat memegangnya! Ini sangat beracun, kau tahu. Sedikit saja jarimu tergores, seluruh otot-otot tanganmu akan lumpuh seketika. Kurasa ini akan jadi bagus jika kau membuat belati dari benda ini."

Killa mengambil sepasang taring besar yang bekilau tujuh warna itu dengan tangan gemetar.

"I-Ini item impian semua Assassin. Kau benar-benar ingin menghadiahkannya padaku?"

"Yah... asalkan kau bisa segera mengurus kartu-- Eh?"

"Tunggu di sini sebentar. Jangan kemana-mana!"

Belum selesai aku bicara, Killa sudah pergi, menghilang ke dalam pintu yang ada di belakang kursinya.

Ini pertama kalinya aku melihat Killa bersikap seantusias ini. Sangat menarik.

"Dari pada membayar 2 gold, kau malah memberinya hadiah yang jauh lebih mahal. Ichiro memang pandai menyenangkan hati gadis, eh..." Williabelle cemberut di sampingku.

"B-Bukan begitu... Hanya saja, aku memang tidak memerlukan taring ular itu. Dari pada aku menjualnya dan membuat benda berbahaya ini malah jatuh ke tangan orang jahat, lebih baik aku memberikannya pada seseorang yang kukenal, kan?"

"Hmph!" Williabelle mendengus seraya memalingkan wajahnya.

Percuma. Semua ini percuma. Bagaimanapun aku menjelaskannya, ia sama sekali tidak mau mendengar!

Tepat setelah itu, Killa kembali sambil membawa sebua kartu hitam polos dari logam dan sebuah jarum kecil.

"Oh, apakah kartu guild-ku sudah- Eh? Aduh!"

Tanpa mengatakan apa-apa, Killa langsung memegang tanganku dan menusukkan jarum ke ujung jari telunjukku. Kemudian ia meneteskan darahku pada kartu hitam yang ia bawa.

Kartu hitam itu seakan menyerap tetesan darahku.

Tulisan-tulisan kecil berwarna putih secara bertahap muncul di permukaannya.

Knight Diary Chapter 35 - Kartu Guild
Penulis : Kizaemon

===============

Name: Matsumoto Ichiro

Race: Human

Class: (The Eighth) Heroes: Dark Dimensional Knight

Rank: F

===============

"--!?"

"Hm? Kau kenapa, Ichiro? Apa ada yang salah?"

Sebelum kata-kata dalam baris 'Class' sempat muncul, aku buru-buru merebut kartu itu dari tangan Killa. Sepertinya perbuatanku membuatnya bingung.

"A-Ah, maaf jika membuatmu kaget. Aku terlalu bersemangat, kurasa. Sekarang aku sudah punya Kartu Guild, trima kasih. Ahahaha..."

Sambil tertawa kering, cepat-cepat aku menyimpan kartu itu kedalam sakuku. Akan sangat merepotkan jika ada orang yang mengetahui Class-ku!

Walaupun tindakanku terlihat sangat mencurigakan, tapi syukurlah Killa tetap terlihat tidak begitu peduli. Ia dengan senang menyimpan Alexandrite Viper Fangs yang kuberikan.

"Terima kasih kembali, Ichiro. Sekarang biar kujelaskan secara garis besar tentang sistem di Guild Petualang ini. Semua petualang pasti memulai dari rangking F. Kau hanya bisa mengambil misi/quest yang tingkat kesulitannya lebih rendah atau sama dengan rangkingmu. Pihak Guild yang menentukan kalau kau pantas naik ranking atau tidak. Tapi biasanya, semakin banyak misi yang berhasil kau selesaikan, semakin cepat pula kau naik ranking. Semakin tinggi tingkat kesulitan quest-nya, semakin besar pula hadiahnya. Jika kau ketahuan ada melakukan tindakan kriminal, kemungkinan besar Guild akan menurunkan rankingmu dan memberikan sanksi tambahan. Jadi, berhati-hatilah dan jaga kelakuanmu. Usahakan agar jangan membuat masalah. Ah, jika kau ingin mengambil quest, kau bisa melihat daftar quest yang tersedia di papan pengumuman di sebelah sana. Kemudian ambil brosurnya dan bawa kemari."

"Hmm... kuharap aku bisa mengingat semua penjelasanmu. Tapi kurasa aku sedang tidak ingin mengambil quest hari ini. Oh, ngomong-ngomong, apa kau punya peta kota ini? Akan bagus jika peta itu memiliki rincian tentang nama-nama toko dan apa yang mereka jual atau beli."

Killa segera mengambil sebuah gulungan dari salah satu laci mejanya dan melemparnya padaku.

"Ambillah, ini gratis. Biasanya dibagikan pada pelancong dari luar kerajaan. Semoga harimu menyenangkan, Ichiro."

Setelah mengucapkan trima kasih sekali lagi, aku dan Williabelle pamit dan berjalan keluar dari bangunan besar Guild.

"Fumu... akhirnya selesai. Rasanya baru sekarang aku bisa bernapas dengan leluasa. Ichiro, selanjutnya kita kemana?"

Aku membuka dan memeriksa peta pemberian Killa.

"Tunggu sebentar, biar aku pikirkan. Kira-kira di mana tempat yang cocok untuk-- Ugh!?"

"Ichiro!?"

Tiba-tiba saja, tanpa alasan yang jelas, seorang warrior yang lewat langsung mencengkram bajuku dan mendorongku dengan kasar sehingga punggungku menghantam dinding dengan keras. Bahkan Williabelle juga terkejut.

"Kebetulan sekali kita bertemu lagi, Dasar Bajingan Sialan! Sekarang aku akan menghajarmu karena telah membuat perburuan party-ku jadi kacau!"

Hm? Perburuan? Aku tidak mengerti...

Aku mengamati Warrior muda yang tengah mengangkatku pada kerah bajuku.

Matanya yang menatapku penuh dengan rasa permusuhan dan amarah yang meluap.

Di belakangnya kulihat tiga orang yang sepertinya merupakan temannya. Ada seorang gadis Mage, gadis Priest, dan satu lagi Warrior yang tampak sedikit lebih kurus dari Warrior di hadapanku.

Ah! Aku ingat sekarang.

Mereka adalah party 4 orang yang tak sengaja kami temui di perjalanan kami menuju kota.

Apa mereka menyalahkanku karena perburuan Lizardman mereka jadi gagal total?

Ugh... kenapa aku malah terlibat masalah secepat ini!?

Bersambung ke Knight Diary Chapter 36

Rita En
2017-08-04 14:18:52
Makin menarik!
Alien Queen
2017-06-11 14:23:44
Jadi ternyata taring ular itu sangat mahal yah, berapa gold coin?
ThE LaSt EnD
2017-02-10 21:41:05
wanita jika dibri sesuatu yg ia suka, pasti. . . keluar lemah lembutnya . mungkin. rangkin pling rendah ya
Mr Blacky
2017-02-10 13:06:18
Jiah yang ada mereka ber4 yang di hajar sama Ichiro
Rudy Wowor
2017-02-10 09:52:50
Hahaha Ichiro nasibmu sial melulu.
BeeZero
2017-02-10 09:36:49
baru sbntar saja udh dpt msuh. . yaah mrka kan gag tau siapa itu ichiro ? eh ngmng2 apa ichro gag nengok tuan putri ?
Jack El Jacqueline
2017-02-10 09:18:12
Menjadi orang yang terkenal itu tidak terlalu bagus, apalagi di kalangan monster
Gouenji Shuuya
2017-02-10 08:19:40
Untung gak ketahuan
Grim Rieper
2017-02-10 07:33:20
Baru dartar udah pnya musuh ?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook