VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 34

2017-02-08 - Kizaemon > Knight Diary
209 views | 13 komentar | nilai: 9.86 (7 user)

"Williabelle, apa kau tidak akan hangus dan terbakar jadi abu? Cuacanya sedang cerah, lho..."

"Apa kau buta? Kau bisa lihat, karena itulah aku memakai payung. Yah, ini bukan karena aku takut sinar matahari, hanya saja terkena sinar matahari langsung itu membuatku sangat tidak nyaman."

"Oh, sekarang kau lebih tampak seperti putri bangsawan dari pada seorang petualang."

"Dulu aku memang putri bangsawan! Memangnya kau pikir kenapa aku bisa punya sebuah istana? Aku berbeda dengan Elf murahan sepertimu, yang sangat suka menumpang di tempat orang lain seperti seorang musafir gelandangan."

"S-siapa yang kau panggil 'gelandangan'!? Kau Putri Nyamuk Rawa!"

"Ap-!? Kau mengajakku bertarung? Cepat tarik kembali kata-katamu barusan!"

"Tidak akan! Kau harus menangkapku dulu~!"

"Sungguh kekanak-kanakan! Akan kupanggil Hydra untuk mengejarmu!"

"M-maafkan akuuu!"

Aku hanya bisa tersenyum kecut saat mengawasi Williabelle dan Mariel yang berjalan di depanku.

Pagi ini, aku, Mariel dan Williabelle akan pergi ke kota benteng Schroder.

Istana Williabelle memang tersembunyi di tengah Rawa Keheningan, tapi sebenarnya itu tidak terlalu jauh dari kota.

Saat melintasi Rawa, tanpa sengaja kami berpapasan dengan sebuah party yang tengah melawan para Lizardman. Party mereka terdiri dari seorang Mage, seorang Priest, dan dua orang Warrior. Hmm, party mereka cukup seimbang.

Sama seperti Goblin, Lizardman itu juga monster yang perkembang-biakannya sangat cepat. Karena itulah Guild selalu menyediakan misi penaklukan kedua monster itu setiap hari. Para Goblin biasanya ditemukan di hutan dan Padang Rumput Utara, sementara habitat Lizardman ada di sini, Rawa Keheningan.

Ketika aku lewat para Lizardman langsung panik dan lari menyebar ke pelosok rawa.

Kelompok Party 4 orang yang sedang bertarung dengan semangat itu jadi kebingungan saat Salamander Api yang tengah mereka lawan malah kabur tanpa alasan yang jelas.

Saat kadal api itu melihatku, entah kenapa dia langsung lari ke arahku. Kupikir dia akan menyerangku, tapi ternyata bukan.

"Keeek...!!"

Setelah sampai di hadapanku, dia menjerit dan bersujud di kakiku. Kadal itu mengambil Monster Pouch yang tergantung di pinggangnya dan menyerahkannya padaku.

"72 copper coin, ya. Aku akan mengambil ini, trima kasih."

"Keek!"

Seakan berterima kasih karena aku sudah mengampuni nyawanya, kadal itu masih sujud beberapa kali sebelum melarikan diri.

Yah, mau bagaimana lagi...

Karena dulu aku sudah menghabiskan waktu untuk memburu Lizardman lebih lama dari siapapun, itu sebabnya ada beberapa dari mereka yang sangat takut padaku sampai-sampai mereka langsung menyerahkan pouch mereka saat bertemu denganku.

Aku selesai menyimpan coin tadi ke dalam Storage Ring.

"Ichiro benar-benar hebat! Bisa kau ajari aku caranya?"

"Sungguh rendahan. Kau tidak ada bedanya dengan bandit brengsek yang pura-pura baik, Ichiro. Aku tidak suka, jangan lakukan itu lagi"

"Uh..."

Di saat Mariel memujiku, Williabelle mengomeliku. Yah, pendapat mereka memang selalu berbeda.

Kemudian kami pun melanjutkan berjalan ke kota tanpa menghiraukan party di belakang kami yang berdiri mematung sementara mereka semua membuka mulut lebar-lebar.

***

Hari sudah siang saat kami tiba di Schroder.

Saat melewati East Gate, para penjaga hampir menangkapku karena aku ketahuan tidak punya kartu identitas!

Namun karena Mariel adalah utusan dari negeri Elf, Alfheim, ia dengan mudah mangatasi itu. Aku baru tahu kalau Mariel itu pejabat penting. Itu menjelaskan kenapa ia bisa akrab dengan Tuan Putri.

Sekarang kami sedang beristirahat sejenak di alun-alun, duduk bertiga di sebuah bangku yang menghadap ke arah air mancur besar dan patung seorang dewi yang dibangun tepat di titik tengah kota.

"Umu... aku capek. Ichiro, kau sudah janji untuk mentraktirku, cepat belikan aku makanan!"

"Erm... bisa tunda itu dulu? Lagi pula kau juga belum melakukan
permintaanku. Itu tidak sopan untuk meminta upah sebelum bekerja, kan?"

"Mah... aku mengerti. Kalau begitu, aku akan pergi." Mariel bangkit dari bangku dan langsung berjalan menuju bangunan besar yang tinggi menjulang di kejauhan. Ia akan
pergi ke istana untuk melakukan permintaanku.

Sekarang, tinggal aku dan Williabelle.

Knight Diary Chapter 34 - Pergi ke Guild Petualang
Penulis : Kizaemon

Ini adalah alun-alun dan dekat dengan daerah pertokoan, jadi itu wajar kalau di sini ada banyak orang lewat. Terutama para petualang yang mengisi ulang botol minuman mereka dengan air dari air mancur besar itu.

Dari banyaknya orang yang berlalu-lalang, hampir semuanya melirik ke arah kami. Bukan, lebih tepatnya, ke arah Williabelle.

Dengan rambutnya yang merah, wajah cantik, serta kulit putih yang hampir bisa disebut pucat ini, tidak bisa dihindari kalau ia jadi sangat mencolok.

Sekali orang melihat Williabelle, orang itu akan lupa untuk mengalihkan pandangannya dan berakhir dengan berjalan menabrak pohon atau seseorang di depannya sehingga ada banyak kekacauan kecil yang terjadi di sini.

Entah karena malu atau tidak terbiasa diperhatikan seperti itu, Williabelle memegang payungnya lebih rendah, menyembunyikan wajahnya.

"Ichiro, apa rencanamu berikutnya? Jika tidak ada, lebih baik kita pulang saja."

Ia ingin cepat-cepat pergi dari sini, ya?

"Yah... Seperti yang kau tahu, di gerbang tadi aku hampir ditangkap karena tidak punya kartu identitas. Jadi kurasa mula-mula aku harus mengurus masalah ini dengan pergi ke Guild petualang dan minta dibuatkan sebuah Kartu Guild."

"Itu mengingatkanku... jadi selama ini kau tidak punya kartu identitas. Bahkan Kartu Guild? Lalu bagaimana caramu hidup selama ini? Jangan bilang... kau bergabung dengan suatu kelompok illegal seperti Guild penjahat?"

"T-tentu saja tidak! Apa menurutmu aku tampak seperti penjahat?"

"Hmm... mungkin kau benar. Kau terlalu naif dan bodoh untuk bisa jadi penjahat licik."

"Ugh..."

Maaf saja kalau aku ini naif. Tapi, walau begitu, bisa tidak kau bicara padaku dengan bahasa yang lebih lembut?

Bagaimanapun, aku sangat berharap bisa memiliki tunangan yang memiliki hati dan perangai yang lemah lembut, tapi nyatanya... ah, sudahlah.

Ketika aku sibuk memikirkan hal lain, Williabelle sudah berdiri dan berjalan meninggalkanku.

"Eh? Tunggu-"

"Ichiro ingin ke Guild Petualang, kan? Kalau begitu cepatlah! Kurasa aku masih ingat dimana tempatnya."

"Ah..."

Yeah... terkadang ia bisa jadi baik juga. Dan sangat imut.

***

Tampak sebuah bangunan besar yang terlihat mencolok. Sebuah papan nama yang terbuat dari besi tebal terpasang horizontal di atas pintu besarnya yang saat ini sedang terbuka. Tulisan [Guild Petualang] terukir pada papan nama itu.

Dengan agak gugup, di temani Williabelle yang sudah menyimpan payungnya ke dalam Storage Ring, aku melangkah masuk ke bangunan itu.

Di luar perkiraanku, keadan di dalam terlihat sangat bagus.

Meja Resepsionis, papan pengumuman, meja-meja dan kursi, semuanya ditata dengan indah dan rapi.

Suasanya benar-benar nyaman dan lapang. Tidak aneh jika ada banyak petualang yang minum dan bersantai di sini, bersiap untuk mengambil misi, ataupun melepas lelah setelah berhasil menyelesaikan misi yang mereka ambil.

"Um....."

Saat kami masuk, entah karena sihir atau apa, tatapan semua orang jadi terfokus pada kami.

Wha, ini memalukan!

Bahkan Williabelle berlindung ke belakang punggungku sambil memegang erat ujung bajuku.

Hei, itu curang! Kau ingin aku menanggung siksaan ini sendirian? Mana mungkin aku sanggup!

Memang, di sini kami berdua bisa dibilang adalah orang asing atau baru. Ini pertama kalinya aku datang ke sini, sementara Williabelle, sudah bertahun-tahun ia tidak datang ke kota dan hanya tinggal di istananya.

Jadi itu normal jika orang-orang menatap kami dengan rasa ingin tahu.

Oh, kulihat beberapa petualang muda melihat Williabelle dengan tatapan cabul. Haruskah aku memberi mereka sedikit pelajaran? Ah, tidak mungkin aku bisa melakukannya di sini.

"Hei, tuan yang di sana, tolong jangan menghalangi jalan. Jika anda punya urusan, tolong segera kemari."

"M-Maaf."

Aku kembali sadar akan rasa maluku saat gadis di meja resepsionis menegurku.

Buru-buru aku mendatangi mejanya.

Dilihat dari dekat, ternyata gadis Resepsionis ini sangat cantik, walau ia juga terlihat dingin.

Dimanapun dunianya, ternyata ini sama saja. Orang-orang selalu menempatkan gadis cantik di bagian resepsionis ataupun sekretaris.

Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan terurai begitu saja di belakang punggungnya. Sementara sebelah matanya tertutupi oleh rambut poninya sendiri, menambahkan sedikit kesan misterius.

Eh, tunggu sebentar...

"Oh? Ichiro dan Williabelle, huh... Keadaan kalian jadi terlihat jauh lebih baik sejak terakhir kali kita bertemu."

""Killa!?""

Bersambung ke Knight Diary Chapter 35

Rita En
2017-08-04 14:10:40
Hihi, Ichiro jadi bandit Lizardman ... kupikir kenapa tiba-tiba para monster itu sampai sujud2 segala.
Alien Queen
2017-06-11 14:15:46
Hmmm, tapi bisa kah sertain gambarnya, aku penasaran dengan wajah williabelle.
Zen Kureno
2017-05-11 18:52:45
wah ketemu malaikat maut.
ThE LaSt EnD
2017-02-08 18:48:28
elf menemui tuan putri.. wah ktemu satu tim ..
Grim Rieper
2017-02-08 17:32:24
Smoga rilisnya cepet lagi ?
BeeZero
2017-02-08 16:05:50
ichiro spti james bond ajha, ,
Mr Blacky
2017-02-08 15:42:04
Hidup ichiro dikelilingi wanita cantik
Imortal
2017-02-08 15:04:25
Numpang Point #3P
Rudy Wowor
2017-02-08 14:45:39
Wow Ichiro bakal punya pasukan Lizardman tuh.
Gouenji Shuuya
2017-02-08 14:06:09
Gila wanita tuh orang
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook