VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 33

2017-02-04 - Kizaemon > Knight Diary
219 views | 10 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

"Persiapkan dirimu, Ichiro, Mariel. Aku tidak akan menahan diri lagi!"

"Lakukanlah, kerahkan semua yang kau miliki."

"Itu benar! Kami tidak akan kalah darimu, Vampir Iblis!"

Aku dan Mariel berhadapan dengan Williabelle.

Setelah sarapan, sebelum pergi ke kota, entah kenapa Williabelle memaksaku untuk melakukan sparing. Yah, ia memang selalu mengajakku latih tanding saat ia sedang kesal dengan sesuatu.

Ini pertarungan dua lawan satu. Meskipun begitu, kau tetap akan setuju kalau adalah hal yang adil saat kau sudah melihat kekuatan sejati Williabelle.

Aku memegang Efreet dan Black Star di kedua tanganku.

Mariel berdiri disampingku sembari memegang longbow(busur panjang) miliknya dengan pose yang berlebihan. Walau demikian, kau tak perlu meragukan kecepatan dan ketepatannya dalam memanah.

Sementara itu, Williabelle berdiri agak jauh dari kami. Sambil menyilangkan kedua pedang besarnya ke depan, ia merapal mantra dengan suara jernih.

"--Engkau Roh Naga Agung yang melihat tujuh langit-- dengarkan panggilanku dan patuhi perintahku-- musnahkan musuhku hingga jiwanya juga terbakar menjadi abu! [Dragon Spirit Release]!!"

Shua~

"Ugh..."

"S-sangat silau!"

Sosok Williabelle menyebarkan sinar yang sangat kuat, membuatku dan Mariel refleks menghalangi mata kami dengan tangan.

Sesaat setelah sinarnya mereda dan penglihatan kami kembali, aku dibuat tidak bisa berkata-kata lagi dan Mariel yang ada disampingku membuka mulutnya lebar-lebar.

Muncul entah dari mana, di hadapan kami, berdiri sosok mengerikan dari seekor naga hitam setinggi 20 meter!

Naga itu tidak bersayap, namun memiliki tujuh leher panjang dengan masing-masing satu kepala di setiap ujungnya.

Ketujuh pasang mata predator itu menatapku dan Mariel dengan pandangan menghina. Sosoknya yang mengerikan itu bisa dengan mudah mengintimidasi siapapun.

Jika diperhatikan lebih dekat, setiap kepala naga itu memiliki warna tanduk yang berbeda. Dari kanan sampai yang paling kiri: merah, kuning, hijau, putih, hitam, biru dan ungu.

Sialan..... itu sudah pasti menunjukkan kalau tiap kepala itu mempunyai atribut dan skill yang berbeda-beda!

"[King Hydra], maju." berlindung di belakang naga besar itu, Williabelle memberi perintah.

"Dragon Spirit Release, huh....."

<Itu skill khusus milik class Dragon Slayer. Memanggil jiwa naga yang dulu pernah mereka kalahkan sebagai pion untuk bertarung. Menggunakan sejumlah besar Mana, jiwa naga itu untuk sementara akan mendapatkan kembali tubuhnya agar mampu bertempur.> Diary memberikan uraian padaku.

Sementara itu, setiap kali naga itu melangkah, bumi akan berguncang hebat seakan mau terbalik.

"Mariel, aku akan menghadapinya langsung, bantu aku dari belakang saja."

"A-aku mengerti!"

Aku berlari ke depan membawa kedua pedangku.

Merespon kedatanganku, kepala naga yang memiliki tanduk merah dan kuning membuka rahang mereka, menampakkan deretan gigi tajam sebesar belati. Energi sihir mulai terkumpul dan memadat dalam mulutnya.

Yang pertama menyerang adalah 'si tanduk kuning'.

Pilar cahaya oranye terang meledak keluar dari mulutnya, melesat dengan kecepatan cahaya ke arahku.

"Laser Beam!?"

Terkejut, aku hampir tidak sempat menghindar kesamping. Sehelai rambutku lenyap menjadi abu.

"Kyaa!"

Jauh di belakangku, sambil menjerit ketakutan Mariel juga berhasil mengelak dengan jarak dengan jarak setipis kertas.

Pepohonan di belakangnya tidak sempat terbakar dan langsung berubah jadi abu! Ini serangan one-hit!? Kalau aku terkena itu, itu akan jadi kematian instant!

Disaat aku menghindari serangan laser dari si tanduk kuning, ternyata si tanduk merah memanfaatkan kesempatan itu untuk menembakkan bola api sebesar gajah padaku.

"Instant Jump."

Demi menghindari bola api dan memberikan serangan balik, aku berteleport langsung kedekat naga itu.

Mengayunkan Black Star secara diagonal, aku memotong leher si tanduk merah dan kuning. Dua kepala jatuh ketanah dengan bunyi yang keras. Bagus! Tinggal lima lagi.

"Hmph, sungguh naif, Ichiro." Williabelle tersenyum sinis padaku.

Kemudian kulihat mata naga yang memiliki tanduk putih mulai bersinar. Dalam beberapa detik, kedua leher yang sudah kupenggal kini tampak mulai beregenerasi, dan akhirnya... Si tanduk merah dan kuning itu ada lagi!?

"Tumbuh lagi, tuh!?"

"Ichiro, habisi yang putih itu dulu! Dia yang bertugas mengobati temannya jika dipenggal!"

"Oke!" Aku setuju dengan Mariel. King Hydra tidak bisa dibunuh jika si tanduk putih itu masih ada.

"Ef, aku mengandalkanmu."

"Tentu, Ichiro-sama."

Lidah api mulai berputar menyelimuti pedang merah di tangan kiriku.

Knight Diary Chapter 33 - King Hydra
Penulis : Kizaemon

"Instant Jump."

Tapa basa-basi aku melakukan teleport ke belakang si tanduk putih dan menyerangnya.

"[Overheat Blast]!!"

BOOOOOMM!!!

Bahkan aku juga terlempar oleh angin ledakan dari seranganku sendiri.

Setelah kepulan asap akibat ledakannya hilang, tampak si tanduk putih yang masih baik-baik saja, bahkan tidak ada goresan sedikitpun!?

"Serangan semacam itu tidak akan berpengaruh, Ichiro."

"Gak mempan!?"

Sekarang kulihat mata si tanduk hijau yang menyala, dan si tanduk putih terlindung dalam lapisan semi-transparan berbentuk kubah.

Jadi si tanduk hijau itu perannya adalah untuk melindungi si penyembuh, huh...

"Apa-apaan kekuatan nagamu itu, Vampir Iblis!? Itu perisai anti-sihir!? Williabelle, jika dulu kau memang mengalahkan naga ini, itu artinya kau monster! Kyaah-!!"

BYURR! SPLAASH!

Ketika Mariel sedang asik mengomel, si tanduk biru menyerangnya dengan sebuah bola air raksasa yang mustahil untuk Mariel hindari.

"Ugu... a-aku jadi basah kuyup... Eh? I-Ichiro, apa yang kau lihat!?"

Walaupun Mariel terkena serangan telak dari naga, tapi karena itu cuma air, ia hanya jadi basah.

Oh, itu membuat pakaiannya jadi agak transparan. Rambut keemasan yang basah dan menempel di kulitnya yang mulus itu juga menciptakan suatu pemandangan yang eksotis. King Hydra, good job!

"Kau memikirkan apa, Ichiro?"

"Eh?"

BZZZZT... JDAAARR!!

Setelah Williabelle bicara dengan nada dingin yang membuatku merinding, si tanduk ungu menembakkan kilatan petir ungu ke arahku.

"Kuh!"

Cepat-cepat aku menangkisnya dengan Black Star dan menggunakan skill Black Devourer untuk menetralisir serangannya.

Fyuh... hampir saja!

"Me-memangnya kenapa kau marah? Aku ini laki-laki, jadi itu wajar 'kan jika aku--"

"Yeah, aku mengerti." Williabelle langsung menyelaku.

"Oh, syukurlah kalau kau mau mengerti."

"Aku mengerti kalau Ichiro memang sedang cari mati."

"Kenapa iniii!?"

"King Hydra, [Elemental Combo]."

"T-Tunggu dulu! Instant Ju-- GYAAAH!!"

Tidak sempat berteleport untuk melarikan diri, aku ditabrak serangan gabungan dari elemen api+laser dan air+petir.

Adalah sebuah keajaiban bagaimana aku berhasil selamat dan masih bertahan hidup setelah terkena serangan yang mungkin mampu membunuh dewa.

Kekuatan King Hydra itu benar-benar curang. Seakan menyimbolkan sebuah party yang sempurna, dia memiliki skill element, penyembuhan, dan pertahanan.

Si tanduk hitam belum menunjukkan kemampuannya, tapi aku yakin kalau dia menyimpan skill berjenis kutukan.

Naga itu benar-benar monster boss tingkat bencana. Petualang biasa sama sekali tidak punya kesempatan menang.

Karena mendapat cedera saat latihan, kurasa aku harus menunda rencanaku untuk pergi ke kota hingga besok.

Hei, ini bukan berarti aku lebih lemah darinya, oke?

Hanya saja, tidak ada alasan bagiku untuk mengerahkan kekuatan penuh dari seorang Hero di saat yang kulawan itu adalah gadis dalam 'party'-ku.

Orang bijak tahu kapan harus mengalah dan kapan harus bertarung habis-habisan.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 34

Rita En
2017-08-04 14:00:32
Wah, serius banget ini latih tandingnya.
Alien Queen
2017-06-11 14:06:27
Cari mati, ternyata sejak hero legendaris muncul, ichiro jadi dewasa.
Imortal
2017-02-07 08:23:19
Wew , bener bener orang bijak...
Grim Rieper
2017-02-06 23:40:46
Lanjutkan terus jangan delay lagi,ane suka ama crita ente !
Dzibril Al Dturjyana
2017-02-06 19:00:33
laki bukannya harus slalu mengalah.. tpi yaa bgtulah.
dragon slayer
2017-02-05 22:14:54
tanduk pelangi & skill point blank (one hit) lanjut cerita ne.. party war zone
ThE LaSt EnD
2017-02-04 21:23:16
ichiro laki.. bukan aki2 eh?
Rudy Wowor
2017-02-04 11:36:11
Ichiro kena hajar lagi, kasihan.
Gouenji Shuuya
2017-02-04 09:49:58
Oh dia mengalah ternyata
BeeZero
2017-02-04 06:01:26
williabele mengerikan,mngkn dia yg terkuat !
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook