VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 31

2017-01-29 - Kizaemon > Knight Diary
218 views | 13 komentar | nilai: 9.55 (11 user)

Waktu fajar, suatu tempat di tengah gurun.

"[Flame Cyclone]!!"

BOOOM!

Sebuah pilar api raksasa keluar dari dalam tanah seakan hampir menembus langit. Menghamburkan tanah dan batu di sekitarnya. Asap tebal dan debu beterbangan.

Memegang Ef yang diselimuti lidah api, aku keluar dari kepulan asap.

"Tampaknya sebentar lagi matahari akan terbit. Ahh... udara segar! Akhirnya aku keluar dari dungeon pengap itu. Trima kasih Ef, tadi itu skill yang hebat."

"Itu bukan apa-apa. Ichiro-sama terlalu memuji saya." Pedang berapi di tanganku menjawab begitu.

Aku menggantung Ef di pinggangku.

Semua barangku sudah kusimpan
ke dalam Storage Ring. Bahkan Black Star juga kusimpan di sana.

Semua makhluk hidup selain tanaman tidak bisa disimpan ke dalam cincin. Ef dihitung sebagai Ras Iblis, jadi ia tidak bisa masuk. Karena suatu alasan,
buku Knight Diary juga tidak bisa, sehingga aku harus membawa Ef dan Diary dengan cara normal.

"Sepertinya aku keluar di tempat yang asing. Diary, kemana arah jalan pulang?"

".....Berdasarkan sudut pandangmu, itu akan jadi sedikit ke kanan dari arah jam dua. Melewati perbukitan dan hutan, dengan menggunakan Instant Jump secara berturut-turut, kita akan sampai dalam waktu kura-kira 14 menit."

"........"

Selain memiliki fungsi radar dan jam internal, tampaknya Diary juga memiliki fungsi pemetaan, analisis wilayah, medan dan rute.

Apa dia itu semacam perangkat militer canggih!?

Yah, itu tidak penting. Dia sudah sangat banyak membantuku.

Ayo segera pulang.

"Instant Jump."

*****

Skill instant jump sangat bergantung pada jarak pandangmu.

Oleh karena itu, di area terbuka, aku bisa berteleport dengan lebih leluasa dan dengan jangkauan jarak yang lebih jauh.

Sementara itu, di area dengan banyak objek yang menghalangi pandangan, contohnya dalam hutan, jangkauan jarak skill ini akan menurun drastis.

Aku hanya butuh 2 menit untuk menyeberangi gurun seluas Sahara, namun perlu 11 menit untuk menembus hutan dan rawa keheningan dengan menggunakan Instant Jump puluhan kali.

Saat matahari baru saja terbit, istana Williabelle masuk dalam pandanganku.

Mengintip dari jendela depan, aku langsung berteleport masuk ke dalam.

Ehh... tidak ada seorangpun di ruang depan. Apa ada orang di rumah?

Sebelum aku sempat meneriakkan itu, terdengar suara percakapan dari arah ruang makan.

Dari suaranya, itu pasti Williabelle dan Mariel.

Aku melirik pintu ruang makan dan berteleport ke sana.

Tanpa mengetahui apa yang terjadi di dalam, aku membuka pintu dan masuk sambil tersenyum.

"Oh, ternyata kalian ada di-- Guoh!?"

Sampai disitu aku kehilangan kesadaranku.

Barusan tadi itu apa?

Bahkan seorang Hero Legendaris sepertiku tak sempat melakukan apapun dan dikalahkan.

Serius, sebenarnya apa yang sudah mengenaiku!?

*****

...

Membuka mataku, aku melihat langit-langit yang tidak asing.

Setelah kelima inderaku kembali berfungsi, aku mendapati diriku tengah terbaring di atas ranjang besar.

Sepertinya ini memang kamarku yang terletak di sudut barat istana Williabelle.

Mah, kepalaku agak pusing.

Setelah menegakkan tubuh bagian atasku, aku baru menyadari keberadaan seseorang.

Ada sebuah kursi di samping ranjang dan Williabelle duduk di sana. Sementara menggunakan tangannya sendiri yang dilipat sebagai bantal, ia tampak seperti murid yang tertidur pada saat jam pelajaran. Wajah tidurnya memang paling imut.

"Dia tidak pernah beranjak dari sisimu, lho."

Terdengar suara Diary. Kulihat dia ditaruh di atas rak dekat tempat tidur.

"Benarkah?"

"Yah, ia bahkan tidak mau makan. Hanya duduk di situ sepanjang hari, menungguimu."

"...Dasar keras kepala." aku mengusap pelan kepala Williabelle yang ditumbuhi rambut indah sewarna mawar merah.

Menoleh ke jendela, kulihat bulan purnama yang menggantung di langit gelap. Sudah malam rupanya.

"Aku pingsan seharian, ya?"

"Bukan, tapi tiga hari."

"Tiga ha-!?" Karena takut membangunkan Williabelle, tanganku refleks membungkam mulutku yang berteriak.

"Aku pingsan selama itu, Diary?"

"Lebih tepatnya, kau bukan pingsan, namun hanya tertidur. Apa kau sudah lupa kalau selama kita berada di dungeon kau tidak pernah tidur sedikitpun? Kau selalu mengusir rasa kantuk dan lelahmu untuk sementara dengan memakan Blue Apple. Pada akhirnya, tubuhmu telah mencapai batasnya dan meski hanya terkena pukulan ringan, kau akan langsung kehilangan kesadaranmu dan jatuh tertidur."

".....Begitu."

Kurasa aku memang terlalu semangat dan berlebihan saat itu.

Knight Diary Chapter 31 - Di Bawah Sinar Bulan
Penulis : Kizaemon

"Hn...?"

Uh, ini buruk.

Mungkin karena aku bicara terlalu keras, membuat Williabelle jadi terbangun.

Setelah membuka matanya, ia dengan cepat mengangkat kepalanya dan menemukan diriku yang sudah terjaga.

Mata kami bertemu.

Sambil menggaruk pipiku, aku tersenyum canggung.

"Erm..... Master, maaf kalau aku membuat khawa- Uguh!?"

Aku bahkan belum selesai bicara, tapi Williabelle sudah melompat ke atas tempat tidur dan memukuliku! Nafasku terdesak keluar!

"Kau pergi lama sekali! Lalu tak sadarkan diri berhari-hari! Kenapa kau tidak mati saja sekalian, Ichiro!"

"Whoa!? Guh...! Tu-tunggu dulu! Biar aku jelas- Gueh! Argh...! Ma-maaf! Aku minta maaf! Uguh! Aku benar-benar menyesal! Aku-...... Ehh...?"

Entah kenapa suasananya hening seketika.

Ketika aku memohon dengan memalukan, pukulan bertubi-tubi yang kuterima tiba-tiba melemah hingga tidak terasa lagi.

Williabelle hanya memendamkan wajahnya ke dadaku, jadi aku tidak bisa melihat ekspresi apa yang ia buat sekarang.

Saat ia berbaring di atasku, aku hanya bisa terdiam.

"Ichiro idiot, kau membuat semuanya khawatir..."

"......"

"Kau membuatku khawatir..."

"......"

"Jangan lakukan itu lagi..."

".....Maaf."

Setelah itu, tidak ada satupun dari kami yang bicara.

Satu menit telah berlalu.

Kemudian aku teringat sesuatu.

"Ah, aku baru ingat. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu."

"?" Williabelle mengangkat wajahnya. Tampak seperti baru menangis.

Mengabaikan itu untuk sekarang, aku merogoh sakuku dan menemukan sesuatu.

Ini adalah sebuah cincin. Lebih tepatnya, sebuah Storage Ring.

Awalnya aku hanya punya satu, tapi sebelum keluar dari dungeon, aku menyempatkan diri untuk mencoba membuatnya seperti yang Diary ajarkan.

Itu tidak berjalan lancar. Pada akhirnya, dari 20 kali percobaan, aku gagal 19 kali dan hanya 1 cincin yang berhasil ku ubah menjadi Storage Ring, sementara cincin lainnya hancur.

Aku masih harus banyak berlatih, eh.

Cincin yang satu ini tidak muat di jariku, jadi kusimpan saja di saku.

Yah, meskipun agak sayang jika memberikan cincin ini secara gratis, namun jika itu bisa menghindarkanku dari amukan Williabelle untuk selamanya, kurasa itu cukup sepadan.

Aku menyodorkan cincin itu padanya. Melihat apa yang ingin kuberikan, wajahnya memerah sampai ketelinga.

"C-c-cincin?"

"Ya, ini juga Storage Ring."

"Storage Ring!? B-benda semahal ini....."

"Kau mau atau tidak?"

"!? A-aku...... aku...."

Bukannya menjawab, Williabelle hanya memalingkan wajahnya yang sudah semakin merah dan mengulurkan tangan kirinya padaku.

Aku hampir tertawa karena tindakannya itu. Sangat imut.

Memegang tangannya yang putih dan halus, Storage Ring kupasang di jari manis kirinya.

Agak longgar, tapi tidak apa-apa. Malah akan aneh kalau bisa langsung pas, padahal aku memilih cincin ini secara acak.

Kalian pikir aku tidak sadar tentang apa yang barusan kulakukan? Yah, kurasa kalian benar.

Sebenarnya aku baru ingat kalau memberikan cincin pada seorang gadis itu bisa memiliki arti lain daripada sekedar hadiah.

Williabelle mendekap cincin pemberianku ke dadanya dan tersenyum damai.

"Trima kasih, Ichiro... Aku menyukainya... Aku menyukai Ichiro."

Yeah, aku juga sih.....

Dulu aku tidak pantas untuknya. Aku tidak pernah menang melawannya saat latih tanding. Bahkan menyentuh sehelai rambutnya saja aku tidak mampu.

Tapi sekarang berbeda. Aku sudah punya cukup kekuatan untuk melindunginya. Meskipun aku tidak begitu yakin kalau ada makhluk yang cukup gila untuk mengganggu seorang Dragon Slayer seperti Williabelle.

Kesimpulannya, kurasa aku sudah cukup bisa diandalkan sekarang.

Oleh karena itu, tidak ada keraguan yang terasa saat aku memeluknya dan menciumnya tepat di bibirnya.

Ia tersentak, namun segera merilekskan dirinya, menyerahkan semuanya padaku.

Di luar, tampaknya malam masih panjang.

Cahaya bulan yang menerobos jendela terasa semakin meredup.

Entah aku sedang beruntung atau apa, namun sekarang Masterku sepenuhnya adalah milikku.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 32

Newbie Karbitan
2017-09-23 17:53:51
Mau komen apa ya? Ah sudahlah
Rita En
2017-08-03 13:25:35
'Masterku sepunuhnya adalah milikku.' he? Apa maksudnya ...
Alien Queen
2017-06-10 16:22:00
Hee jadi mereka memulai hubungan dekat dengan melakukan itu.
Aerosmith
2017-05-27 23:07:19
Wow... Ichiro memang orang yang beruntung.
Ade Aja
2017-01-30 18:52:56
Buah dari hasil kerja keras,, akhirnya Ichiro mempunyai kekuatan yg mumpuni, lalu benarkah legenda yg menyemat pd Ichiro itu benar..???
Rudy Wowor
2017-01-29 20:53:40
Wah Ichiro berani mencium bibir Masternya, pasti rasa Strawberry tuh mulutnya.
Rudy Wowor
2017-01-29 20:53:26
Woh Ichiro berani mencium bibir Masternya, pasti rasa Strawberry tuh mulutnya.
ThE LaSt EnD
2017-01-29 09:00:32
kekuatan unik.. kyakx bner.. wirbelle suka ichiro wak kpn jadian
BeeZero
2017-01-29 09:00:09
sudah kudugaa. . sialaan ,enak betul yak ichiro ?? haghaha. . .
Gouenji Shuuya
2017-01-29 06:06:13
Hah.. mereka ikkeh-ikkeh ya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook