VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 30

2017-01-27 - Kizaemon > Knight Diary
211 views | 12 komentar | nilai: 10 (9 user)

Jika ada typo, silahkan tulis di komentar.

Selamat membaca.

*****

Pagi hari.

Di sebuah ruang makan besar, duduk Williabelle yang memakan sarapannya dengan lambat. Selain karena ia baru saja siuman kemarin, tampaknya ada alasan lain kenapa ia hilang semangat.

Seperti biasa, berdiri di samping kursi Williabelle adalah Gisela dalam gaun maid-nya. Kadang Gisela menghilangkan telinga dan ekor serigalanya, namun sekarang ia tidak lagi menyembunyikannya.
Itu karena Ichiro pernah bilang padanya kalau penampilannya yang seperti itu terlihat sangat imut.

"Mm... ^kunyah^kunyah^" Williabelle mengunyah mkanannya dengan sangat perlahan.

Bukan karena ia ingin mengunyahnya dengan sempurna, namun karena ia benar-benar tidak berselera meskipun Gisela sudah memasakkan makanan kesukaannya.

Ia sudah terbiasa sarapan bersama Ichiro. Terkadang Ichiro akan merebut piring Williabelle jika dia masih merasa kurang. Ichiro juga sering memuji-muji masakan Gisela secara berlebihan tepat di hadapan Williabelle, membuat gadis itu sangat ingin menebas Ichiro.

Walau Williabelle kesal, sebenarnya ia sangat menikmati saat-saat seperti itu. Saat dimana ia bisa bersikap seperti kebanyakan gadis seusianya.

"....."

Sambil terus mengunyah, ia menatap kursi yang berlawanan dengannya.

Biasanya kursi itu ditempati Ichiro saat makan, tapi sekarang---

"Mmh! Ini lezat! Hm? Vampir Iblis, ada apa memandangiku seperti itu? Jika kau ingin cepat pulih, kau harus makan yang cukup sepertiku!"

Seorang gadis Ras Elf dengan rambut panjang keemasanlah yang duduk di situ. Ia memakan makanan yang dibuat Gisela dengan rakusnya.

(...Elf Murahan tidak tahu malu...)

Untuk sekarang, Williabelle bahkan tidak punya tenaga dan terlalu malas untuk berdebat dengan Mariel, jadi ia hanya mengutukknya dalam hati.

Kemarin, setelah memastikan kalau Williabelle baik-baik saja dan hanya perlu banyak istirahat, satu per satu 'tamu' mulai pamit pulang.

Lily dan Tily punya toko potion di Schroder, karena misi di Gurun Kesengsaraan, toko mereka tutup cukup lama. Jika terus berlanjut, seluruh pelanggan setia mereka akan komplain dan pindah ke toko lain.

Killa dan Adelea masih harus melaporkan hasil dari misi pada Ketua Guild Pengawas di Schroder. Sementara itu, Paman Graff sudah kembali pulang ke rumahnya yang ada di sisi lain Rawa Keheningan.

Pada akhirnya, hanya Mariel yang bersikeras agar tetap tinggal dengan alasan ia sama sekali tidak memiliki urusan untuk dikerjakan.

Sebagai utusan dari negeri Elf yang ditempatkan di kerajaan Schroder milik manusia untuk memantau situasinya, Mariel sangat sering bolos dari tugas!

Bukan hanya dirinya sendiri, Mariel juga sering mengajak Tuan Putri Schroder(Alarica maksudnya) untuk pergi bertualang ke tempat-tempat berbahaya dan bertarung dengan monster ganas! Ia memang pembawa pengaruh buruk.

Sudah tak terhitung berapa kali Mariel mendapat ceramah panjang langsung dari Raja Schroder dan para Tetua Elf. Namun itu seakan tidak berpengaruh sama sekali bagi Mariel.

Menyelesaikan sarapannya lebih dulu, Mariel bicara.

"Williabelle, boleh aku tanya sesuatu?"

".....Apa?"

"Kau... tidak mengkhawatirkan Ichiro?"

"Tidak perlu." Williabelle menjawab tanpa keraguan.

Tentu saja itu sebuah kebohongan.

Jika tubuhnya sudah pulih, sudah pasti ia akan langsung melompat keluar dari jendela dan berlari ke gurun demi mencari Ichiro.

Sehari sebelumnya, Mariel dan yang lainnya dibuat bingung dengan ucapan Williabelle.

Setelah Mariel menceritakan semua yang terjadi pada Ichiro, Williabelle hanya tersenyum dan bilang "Ichiro baik-baik saja!".

"Kau sangat mempercayai Ichiro, huh?"

Mendengar Mariel mengatakan itu, Williabelle yang akhirnya menyelesaikan makanannya, tersenyum tenang.

"Kau tahu Mariel, setiap sore, setelahmengerjakan porsi latihan berat dariku, dia selalu pergi ke rawa sekitar. Saat hari mulai gelap, dia kembali dengan penampilan menyedihkan dan tubuhnya terluka di sana-sini. Dan Ichiro terus mengulangi hal seperti itu setiap hari. Apa kau tahu apa yang sebenarnya dilakukannya, Mariel?"

Mariel memejamkan matanya dan memegang dagunya.

"Hmm... biar kutebak. Ichiro berkeliaran untuk mengumpulkan pouch dari para monster demi koin, namun dia malah bertemu monster berangking tinggi seperti Fire Salamander sehingga dia mengalami pertarungan sulit?"

Williabelle hanya tersenyum miris atas jawaban Mariel.

"Yeah, kau benar. Ichiro memang agak ceroboh dan jalan pikirannya sangat sederhana dan mudah ditebak. Tapi, meski begitu, dia tetaplah orang yang gigih. Apalagi kalau dia tahu bahwa di tempat itu terdapat harta karun! Dia takkan mati semudah itu."

Knight Diary Chapter 30 - Sudah Kembali?
Penulis : Kizaemon

"Fumu..... Begitu, ya."

Mariel tampak setuju.

Dari Alarica, Mariel tahu kalau Ichiro adalah seorang yang dipanggil dari dunia lain untuk menjadi Hero. Ichiro juga punya buku legendaris yang melindunginya. Kekuatan seorang Hero itu bukan sebuah lelucon.

Setelah mengangguk puas, Mariel meletakkan sikunya ke meja dan menopang dagunya. Karena suatu alasan, ia tersenyum jahil.

"Hei, Vampir Iblis, boleh aku tanya sesuatu?"

"...Ada apa lagi, Elf Murahan?" karena Mariel mengganti caranya memanggil, Williabelle juga melakukan hal yang sama.

Melihat kelakuan mereka berdua, Gisela hanya menghela nafas lelah.

Mata hijau emerald Mariel bertemu dengan mata merah ruby Williabelle.

"Apa tidak apa-apa kau hanya makan makanan seperti itu? Kau sudah lama tidak minum darah, kan? Tidak haus?" Mariel mengatakan itu sambil mengusap lehernya.

".....Hmph, ini bukan apa-apa. Aku masih bisa bertahan beberapa tahun lagi tanpa minum darah jika aku mau."

"Hou, benarkah? Kau yakin? Padahal... jika kau mau bersujud dan memohon pada peri cantik ini, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk membiarkanmu mencicipi darahku sedikit. Umm... setengah tetes mungkin?"

"Mana mungkin! Aku tidak punya alasan untuk merendahkan diriku pada Elf Murahan sepertimu! Dan juga, hanya setengah tetes!? Seberapa tinggi kau menilai dirimu!?"

"Ara, kau tidak perlu malu begitu. Kalau kau sudah tidak mampu menahan nafsumu, silahkan datang ke kamarku, oke? Setelah itu, kau boleh menggigit tubuhku di bagian manapun yang kau mau. Ufufufu~"

Segera Mariel bangkit dari kursinya dan berlari menuju pintu, berusaha melarikan diri.

"Ap-!? Kau Yuri-Elf, jangan pernah berada terlalu dekat denganku lagiiiii!!"

Williabelle mengangkat sebuah kursi dan melemparnya ke Mariel.

Walau kondisi Williabelle sedang lemah, tapi jika itu hanya sebuah kursi kayu, ia masih bisa melemparnya dengan kecepatan yang mengerikan.

Kursi itu terbang lurus mengincar Mariel yang sudah sampai di depan pintu.

Tapi karena karakteristik dari Ras Elf itu memiliki kelincahan dan tubuh lentur yang sempurna, Mariel dengan mudah melompat ke samping dengan gaya akrobat untuk menghindar.

Namun...

Pada saat itu, pintu terbuka.

"Oh, ternyata kalian ada di si-- Guoh!?"

Kursi itu malah mendarat di kepala seorang laki-laki yang tiba-tiba saja datang.

""Hah!? Ichiro!!""

Williabelle dan Mariel terpekik bersamaan.

BRUK!

Setelah terkena serangan mematikan dari seorang Vampir Dragon Slayer, tubuh Ichiro jatuh ke belakang seperti pohon yang tumbang.

Terbaring mengenaskan di antara serpihan-serpihan dari kursi kayu besar yang baru saja menghantam kepalanya, kedua mata Ichiro berubah menjadi 'X'.

Sementara itu, Williabelle dan Mariel bergegas menuju ke sisi Ichiro dengan panik.

"I-Ichiro! Ichiro!"

"Va-Vampir Iblis! Lihat apa yang sudah kau lakukan! Kau membunuh pacarku!"

"A-aku tidak senga- Tunggu dulu, Ichiro bukan pacarmu! Ichiro, aku tidak sengaja! Aku minta maaf! Kau sudah kembali, Ichiro! Aku selalu percaya kau pasti kembali! Jadi kumohon, tolong jangan pergi lagi! Jangan matiiii!"

Dengan mata berkaca-kaca, Williabelle terus mengguncang-guncang tubuh Ichiro.

Di saat mereka berdua ribut sendiri, Gisela dengan tanpa terburu-buru berjalan ke dapur. Ia mencari air hangat, kain bersih, dan beberapa potion untuk merawat cedera Ichiro.

Hanya Gisela yang tetap profesional di sini.

Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiran Gisela.

(Bagaimana mungkin... aku sama sekali tidak merasakan kedatangan Ichiro tadi. Sama sekali tidak ada suara dan bau. Kelelawar pengintai yang di Nona Belle sebarkan juga tidak melaporkan apapun. Jangan bilang kalau Ichiro bisa menghilang? Yeah, itu tidak penting. Sekarang... di mana aku menyimpan [Red Lotus Lotion] untuk mengobati memar? Hmm... aku agak lupa di mana aku menaruhnya terakhir kali. Mungkin...)

Tak perlu waktu lama bagi Gisela untuk menemukan obatnya dan kembali.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 31

Rita En
2017-08-03 13:11:39
Wkwk ... Ngakak dulu, ah.
Alien Queen
2017-06-10 16:12:00
1 pertanyaan yang wajib dijawab. Kenapa ichiro pulang? Bukankah tujuan awalnya membunuh naga?.
Zen Kureno
2017-05-11 18:14:17
Sambutan yang hangat.
Kiosuke
2017-04-19 21:57:24
yah bagaimanapun kekuatannya sudah meningkat,
Ade Aja
2017-01-28 19:51:24
Jiah OKB baru dtg malah kena timpuk kursi,, sial amat diri mu juragan...
ThE LaSt EnD
2017-01-27 15:14:01
wiriabelle sbenarnya suka ichiro, tpi malu mengakuinya. wah sambutan yg mengejutkan buat ichiro
Lycxes Lezcy
2017-01-27 11:52:25
Sambutan Yang Menferikan
Gouenji Shuuya
2017-01-27 11:08:07
Penyambutan yg kasar
Jack El Jacqueline
2017-01-27 07:35:28
Orang kalau pulang itu diberi sambutan hangat, bukan disambut dengan lemparan kursi.
Daone Zoldyck
2017-01-27 06:49:10
lanjut gan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook