VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 26

2016-12-09 - Kizaemon > Knight Diary
218 views | 13 komentar | nilai: 9.63 (8 user)

"Are? Jangan bilang kalau aku sudah mati. Ini... dimana?"

Knight Diary Chapter 26 - Pahlawan dari Masa Lalu
Penulis : Kizaemon

Dibarengi perasaan seperti jatuh dari tempat tidur, mataku terbuka dan mendapati diriku tengah berada dalam ruangan putih bersih.

Ini bukan rumah sakit. Sejauh mata memandang, pemandangan yang kulihat hanyalah lantai, langit-langit, dan dunia serba putih. Aku tak bisa melihat ujung dari tempat ini. Juga tidak ada benda atau objek lain selain diriku.

Aku perlahan bangun, berdiri di atas lantai putih datar yang luasnya tak dapat diukur, layaknya seekor semut yang berada di tengah samudera pasifik.

Baiklah... sekarang aku benar-benar takut dan bingung. Sendirian di dunia yang luas ini memberiku perasaan tertekan yang rumit. Paling tidak aku tahu kalau aku bukan sedang berada di surga atau neraka.

Keringat dingin mengalir di punggungku.

Apa dunia sudah kiamat? Tak bisakah seseorang menjelaskan apa yang terjadi padaku?

"Ini adalah dimensi yang tidak terikat dengan aliran waktu di luar yang kuciptakan dalam alam bawah sadarmu. Kau tak perlu tegang begitu, Ichiro. Kau semakin tampak bodoh." (Diary)

"!?--"

Telingaku menangkap suara yang familiar dari belakang.

Tidak diragukan lagi ini suara yang biasa kudengar dari buku terkutuk yang selalu kubawa dalam tas pinggangku.

Aku berbalik kemudian tercengang.

Di depanku, seorang remaja yang kira-kira setahun lebih tua dariku sedang berbaring di atas lantai putih keras dengan acuh sambil membaca sebuah buku. Wajah tampannya terlihat tenang, fokus pada sebuah buku yang ia angkat di depan matanya.

Ada dua hal dari orang ini yang membuatku bertanya-tanya.

Pertama, tentang pakaian atau equipment miliknya, semuanya sama persis dengan apa yang kupakai sekarang! Bahkan pedangnya juga!

Kedua, tentang buku yang sedang ia buka dan baca, bukannya itu 'Diary'-ku!?

"Oi! Siapa kau!? Jelaskan padaku apa yang terjadi hingga aku benar-benar mengerti!" Pada akhirnya aku meneriakinya.

Setelah mendengarku, orang itu menutup bukunya lalu duduk bersila di lantai. Ia menghela nafas saat menatapku.

"Haa... sudah kuduga. Idiot sepertimu takkan langsung mengerti jika tidak dijelaskan. Berbeda sekali dengan diriku yang jenius, penerusku selanjutnya malah bodoh seperti ini." (Diary)

"....."

Suara orang ini... jadi dialah wujud asli Diary!

Cubit aku...

"Ya sudahlah, itu tidak penting. Karena kau sudah mencapai tempat ini, aku akan memperkenalkan diri."

Setelah berdiri, dia melanjutkan.

"Namaku... Ah, aku sudah lama lupa namaku. Tapi tenang, aku masih ingat banyak hal. Aku adalah Pahlawan Ke-8 yang menciptakan buku 'Knight Diary' yang ini. Tidak seperti buku milik pahlawan lain, bukumu ini bisa bicara karena aku menaruh memori, kehendak, dan kekuatanku pada buku ini sebelum aku mati."

"....."

Aku berusaha mati-matian untuk memahami apa yang ia bicarakan. Namun tidak peduli dengan kondisiku, dia terus melanjutkan.

"Ichiro, sekarang tubuh aslimu dalam bahaya. Saat ini, [Efreet] dalam wujud pedang iblisnya hanya berjarak 1 inchi dari lehermu. Tapi tak perlu panik. Karena dimensi ini tidak terhubung dengan aliran waktu, ketika kau keluar dari sini, kau akan berada pada waktu saat kau masuk. Aku bukan dewa jahat yang memanggil orang dari dunia lain datang kemari hanya untuk mati. Jadi aku mengatur agar saat kau hampir mati, aku akan memberikan skill-skill milik Pahlawan Ke-8 sejati dari masa lalu padamu."

"--!!" Mendengar hal ini mataku langsung berbinar.

Aku masih hidup dan punya harapan! Mendapatkan kekuatan dari Pahlawan sejati, benar-benar hebat, kan!

Namun kata-kata yang datang berikutnya tidak kuperhitungkan.

"Kau jangan senang dulu, ini tidak gratis."

Apa!!!? Setelah membuatku melayang tinggi kelangit, ia langsung menghempasku ke bumi!

"Erm... kalau begitu... apa yang kau inginkan?" entah kenapa aku jadi canggung begini.

Wajah tampan Hero itu tersenyum.

"Bukan hal yang rumit. Aku hanya ingin agar kita menyelaraskan jiwa kita. Kau tetap memiliki kesadaranmu, sementara aku yang mengontrol tubuhmu. Bagaimana? Jika kau setuju, jabat tanganku."

"..."

Me-menakutkan! Apa dia berniat mengambil alih tubuhku?

Melihat dahiku yang berkeringat dingin, Hero di depanku tersenyum getir.

"Kau tak perlu was-was begitu. Jika aku bisa, dan memang berniat mengambil alih tubuhmu hingga melenyapkan jiwamu, itu pasti sudah kulakukan sejak dulu. Biar kuberi tahu, di antara 8 Pahlawan di masa lalu, akulah yang terkuat. Akulah yang mengalahkan Raja Iblis sendirian di perang besar 200 tahun yang lalu. Bagiku, 7 Pahlawan lain bisa dibilbng hanya menghambatku."

Rahangku seakan jatuh kelantai.

"I-itu beneran!? Apa aku juga bisa sekuat itu?"

"Ya, tentu. Kenyataannya keberadaanmu disini bertujuan untuk mewarisi kekuatanku. Tapi untuk saat ini, kau belum bisa langsung menggunakan kekuatanku secara sempurna. Itu tidak akan cukup untuk mengalahkan [Efreet]. Karena itulah aku tadi bilang kalau kita perlu menyelaraskan jiwa kita."

Aku menghembuskan nafas lega. Karena aku tidak melihat ancaman ataupun niat jahat dari orang ini, aku mengendurkan sikapku.

"Dari pada itu, sekarang aku merasa canggung bicara denganmu karena tidak tahu harus memanggilmu apa. Kau yakin tidak ingat namamu sendiri?"

Ia hanya melambaikan tangannya, tanda tak peduli.

"Apa yang kau permasalahkan? Biasanya kau selalu memanggilku 'Diary'. Aku sama sekali tidak keberatan dengan itu." 'Diary' tersenyum sambil mengangkat bahunya.

Melihat senyumannya yang benar-benar memukau, aku hanya bira iri. Aku yakin sekali bahkan jika dia hanya berjalan dengan santai di alun-alun kota, pasti tidak kurang dari selusin gadis yang akan jatuh cinta padanya!

Setelah berpikir sejenak, aku mengangguk puas dan mengulurkan tanganku padanya.

"Baiklah, Diary. Karena kau bilang akan membantuku, akan kupinjamkan tubuhku padamu!"

Diary menyambut tanganku.

"Haha, kau berlebihan. Oh, aku lupa bilang kalau aku hanya bisa meminjam tubuhmu Setengah Jam per hari. Akan tetapi, lama kelamaan tubuhmu akan semakin terbiasa dan belajar sendiri sehingga kau tak perlu bimbinganku lagi untuk mengeluarkan kekuatan penuh dari Pahlawan Legendaris."

"Hmm... hal itu mengingatkanku, sejak awal aku ingin tahu, apa yang membedakan petualang biasa dengan orang-orang yang disebut 'Pahlawan'?"

"Hehe, kau tidak tahu ya? Itu mungkin karena sampai sekarang kau belum bertemu dengan orang-orang yang di panggil dari dunia lain untuk jadi Pahlawan selain dirimu. Sebenarnya yang beda dari Pahlawan hanyalah kehebatan mereka dalam menggunakan senjata legendaris yang mereka punya. Senjata mereka secara khusus hanya memiliki satu atribut, bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan atribut khusus mereka. Sebagai contoh nyata, Pahlawan Ke-1 memiliki senjata yang mewakili atribut Cahaya, Pahlawan Ke-2 mewakili Api, Pahlawan Ke-3 mewakili Air, dan seterusnya. Mereka semua benar-benar tidak terkalahkan dalam atribut mereka masing-masing."

Aku mendengar penjelasannya dengan seksama.

"Begitu... Lalu... apa atributmu? Atau... kita?"

"Oh, kita adalah kasus unik. Sebenarnya kebanyakan orang tidak menyukai keberadaan kita, bahkan beberapa Pahlawan lain sangat membenciku. Kau lihat, pedang hitam transparan yang kau punya, aku memberinya nama [Black Star]. Dan atributnya... Kegelapan dan Spasial!"

"!?"

"Oke, cukup ngobrolnya. Sudah saatnya aku bertarung. Perhatikan dan pelajari, oke? Anggap saja ini adalah hari pertamamu datang ke dunia ini."

"Tu-tunggu---"

Shua~

Bersamaan dengan itu, dari tangan kami yang saling menggenggam, keluar cahaya menyilaukan seperti jutaan blitz kamera yang seakan membutakan mataku untuk sesaat.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 27

Rita En
2017-08-03 12:40:44
Yey, nanjak nih alurnya.
Alien Queen
2017-06-10 15:28:59
Kyaaa aku juga jadi jatuh cinta pada pahlawan yang nggak tau namanya.
Aerosmith
2017-05-27 22:40:05
Wow.. Kegelapan.. Spasial.. Apakah bahasa indonesia dari space(ruang)?
Kiosuke
2017-04-19 20:01:08
yah akhirnya dimulai
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-10 07:15:41
no coment.
Dzibril Al Dturjyana
2016-12-09 22:56:37
kegelapan apa itu sejenis gravitasi
Sqouts Shadows
2016-12-09 11:19:12
Next
ThE LaSt EnD
2016-12-09 09:01:23
atribut unik.. kekuatan kegelapan, menarik.. kukira menguasai semua unsur element
chichay
2016-12-09 08:19:36
next.d tunggu lnjutnnya
Downcrazy
2016-12-09 07:07:43
blackhole
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook