VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 24

2016-11-29 - Kizaemon > Knight Diary
210 views | 15 komentar | nilai: 9.6 (10 user)

"Kuh...!"

Knight Diary Chapter 24 - Keganasan Iblis Api
Penulis : Kizaemon

(A.Note: Sudut Pandang Ichiro)

Setelah beberapa saat aku mendapatkan kembali fungsi kelima-indera ku. Aku meringis saat ada rasa sakit bagai dibakar yang terasa menjalar dan menggerogoti seluruh tubuhku.

Awawawa! Sakit sakit sakit sakit sakit sakit sakit sakit sakit sekali! Warbyazah! Apa-apaan ini!!?

Seingatku Skill [Iron Skin]-ku masih aktif, tapi kenapa aku masih merasa tersiksa begini? Serangan macam apa yang telah kuterima?

Perlahan aku mendorong lantai, mencoba bangun dari posisi tertelungkup.

"Heh... cepat juga kau sadarnya. Itu bagus, karena aku tak perlu lama menunggu untuk menyiksamu."

"--!?"

Sekarang aku menyadari keberadaannya.

Tidak terlalu jauh di depanku, berdiri sesosok [Skeleton Warrior]. Yang satu ini terlihat agak berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Ia memakai armor full-plate karatan namun tampak tebal dan kokoh menutupi tubuh tinggal tulangnya. Tengkorak atau kepalanya terbakar tanpa henti layaknya sebuah obor.
(A.Note: mirip Ghost Rider kali ya?)

Namun yang paling mengejutkanku adalah, ia memegang pedang dengan bilah merah yang terbakar dalam kobaran api yang menjilat liar! Demon Sword itu sudah tercabut dari tempatnya!?

"Kau... [Efreet]?"

"Hee? Cukup mengejutkan kalau kau tahu namaku. Tapi jangan salah paham dengan menganggap skeleton busuk ini adalah aku. Kerangka ini hanyalah boneka, akulah yang mengendalikannya! Yah, saat ini aku tidak bisa memakai wujud asliku karena segel yang terpasang di tempat ini. Oleh sebab itu aku perlu tubuh sementara agar bisa bergerak. Sebuah pedang tidak bisa menebas sendiri, kan? Jangan berpikir kalau aku menyedihkan!" (Efreet)

"....."

Semakin lama pedang iblis itu bicara, semakin pula aku menyadari bahwa suara dari pedang itu seperti suara gadis muda, seperti lonceng perak kecil yang merdu. Kulihat [Skeleton Warrior] menyeramkan yang memegang Pedang Iblis itu membuat gestur lucu, seperti anak kecil yang merajuk.

Benar-benar pemandangan aneh!!

"Apa maumu?" Aku tanpa basa-basi langsung bertanya ke intinya.

Pedang itu sudah memisahkanku dari semua teman-temanku. Ia juga yang mengurungku di ruangan ini. Sekarang yang bergerak di tempat ini hanya ada aku dan musuh di depanku. Ratusan [Undead Skeleton] yang awalnya memenuhi ruangan sekarang sudah tidak ada lagi, kembali menjadi kerangka mati yang normal.

Aku sudah terluka dan Mana-ku tingal sedikit, tidak boleh gegabah.

Melihatku memasang kuda-kuda dan sikap siap tarung, skeleton di depanku menyeringai dingin.

"...Kau tanya apa mauku? Hmm... bagaimana kalau..."

"!?---"

TRANG!

Gila! Cepat sekali! Kekuatan mengerikan seperti ini...!

Hanya sekejap, ia berhasil menutup jarak di antara kami dan melancarkan sebuah tebasan vertikal dari atas ke bawah menggunakan pedang yang yang panas membara! Percikan api kecil menyebar saat pedang kami bersilangan.

Jika tadi aku terlambat sedikit saja saat mengangkat pedangku dan menangkisnya sekuat tenaga, tubuhku pasti telah terbelah dua mulai kepala!

Tch... ia terus menekanku. Berada dekat dengan pedang iblis itu saja sudah membuatku mandi keringat.

"Yang kumau adalah sebuah permainan!" Batu merah ruby yang menghiasi pangkal gagang pedang itu berkedip cepat saat ia bicara.

"Kuh... permainan? Apa yang kau ocehkan?"

"Peraturannya sederhana! Kita akan bertarung satu lawan satu. Jika kau berhasil menghancurkan skeleton ini dan menang, maka aku akan terbebas dari segel di tempat dan mematuhi semua perintahmu seumur hidupku. Kurasa itu bukan tawaran yang buruk bagimu, kan? Ini juga menguntungkan kedua belah pihak." (Efreet)

Ini lebih tepat disebut taruhan dari pada permainan. Meskipun begitu, aku tetap tidak bisa menahan diriku untuk bertanya.

"Bagaimana jika... aku gagal dan kalah?"

"Jika kau kalah..." Tengkorak itu menyeringai lagi.

Wosh~

Kobaran api Pedang Iblis itu semakin besar.

"!!" Gawat!

"...kau akan mati dan bergabung dalam pasukan tengkorak hidupku! Fuhaha, nikmatilah panasnya tubuhku, [Overheat Blast]!

BWOOOSH!!!

"---Guah!!"

Pedang Iblis itu menciptakan ledakan dahsyat, menyebarkan gelombang api dan udara panas berputar ke segala arah yang memiliki daya rusak yang mengerikan! Ini Skill pembunuhan masal!

Tentu saja yang menerima dampak serangan paling berat adalah aku. Untuk lebih mudah memahaminya, bayangkan saja sebuah bom peledak tingkat C-4 yang tiba-tiba meledak di depan wajahmu!

Tubuhku terpental sangat jauh ke ujung ruangan dan berhenti secara mendadak saat punggungku menghantam dinding dengan keras hingga menimbulkan bunyi superti tulang patah dari seluruh tubuhku. Seluruh tenaga seakan menghilang dari diriku lalu tubuhku jatuh tertelungkup ke lantai, tak bisa bergerak bahkan hanya satu jari pun.

"Hoek!"

Cairan merah gelap tumpah dari mulutku, menyisakan sedikit rasa asin dan amis di lidah.

[Iron Skin] sudah tidak berpengaruh. Kemungkinan... Mana-ku telah habis.

"Fuhahaha, ternyata kau lemah sekali, ya? Padahal aku baru mengerahkan satu Skill, kau sungguh mengecewakanku. Tampaknya aku akan tetap tersegel di sini untuk beberapa ratus tahun lagi, eh?"

Keluar dari kobaran api, skeleton yang memegang [Efreet] berjalan perlahan mendekatiku.

"Uh... jika kau... tidak suka dikurung di sini... kenapa kau tidak mengalah padaku... saja, huh? Ugh..."

Bahkan hanya untuk bicara saja aku harus berusaha keras. Seluruh tubuhku menjerit karena diserang rasa sakit yang seperti merobek dagingku dan menusuk tulangku.

"Eh? Sedang memohon untuk hidupmu? Yang benar saja. Aku adalah Iblis yang termasuk dalam aliran pemuja Dosa Kebanggaan, salah satu dari tujuh aliran Dosa Mematikan. Aku tidak akan pernah mau tunduk pada makhluk lemah sepertimu yang bahkan tidak ada bedanya dengan seekor cacing tanah! Tuanku haruslah orang yang kuat! Kurasa cukup, aku sudah tidak lagi punya ketertarikan untuk bermain dengan orang tanpa gelar sepertimu. Jadi, matilah dengan tenang dan jadi boneka-ku."

Berdiri di depanku yang tengah tertelungkup tak berdaya, skeleton itu mengangkat tinggi-tinggi Pedang Iblisnya, berniat memenggalku.

Ah... inikah akhirnya? Jika aku mati di sini, apakah aku akan kembali ke dunia tempat asalku? Atau mungkin inilah akhir yang sesungguhnya?

Benar-benar bajingan, perbedaan kekuatan kami terlalu jauh ibarat bumi dengan langit.

Hei, Diary! Kumohon lakukan sesuatu atau bantu aku!!

Brengsek... dia sama sekali tidak merespon.

Sekarang tidak dapat dipungkiri kalau aku benar-benar putus asa. Aku mulai memikirkan kata-kata terakhirku.

Untuk semua teman-temanku, walaupun waktu yang kita habiskan bersama tidak terlalu lama, itu bukanlah hal yang buruk.

Tuan Putri Alarica, maaf karena aku bahkan belum bisa mengembalikan 10 koin emas yang pernah kau berikan padaku.

Paman Graff, terima kasih karena telah mengajariku banyak hal tentang tanaman dan monster di perjalanan ini.

Mariel, kau peri cantik pembuat onar dan egois, namun kau pintar dan percaya diri. Aku sangat kagum. Dan juga, kuharap kau bisa berteman baik dengan Williabelle. Dia sangat membutuhkan teman.

Adelea, kau gadis baik, manis, peduli dan lembut. Tidak ada yang perlu diperbaiki dari perangaimu. Aku hanya bisa berharap kalau Mariel tidak memberi pengaruh buruk padamu.

Lily dan Tily, kalian dua bersaudari benar-benar hidup rukun. Kurasa tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Killa, andai saja kau membuang aura pembunuh berdarah dinginmu, aku yakin ada banyak lelaki yang mengumpulkan keberanian mereka untuk mengajakmu berkencan. Tentu aku bukan pengecualian.

Gisela, masakanmu adalah yang terbaik! Aku tidak punya keluhan untukmu.

Uh... tunggu sebentar, mana ada orang yang mengucapkan kata-kata terakhir seperti dan sepanjang ini. Ini konyol! Lagipula aku hanya bergumam sendiri, bagaimana mungkin pesanku sampai pada teman-teman? Ahhhh! Ini buang-buang waktu!

Tapi ya sudahlah tidak apa-apa, kulanjutkan saja.

Oh, dan yang terakhir, untuk Williabelle...

"Apa yang kau bisikkan, huh? Apa kau merapal mantra? Sudah sekarat begitu... cepat pergi ke neraka sana!!" (Efreet)

Si-sialan! Aku belum selesai! Ingat ini Iblis, aku pasti akan membalas dan menyiksamu di kehidupanku berikutnya!!

BATS!

Bersamaan saat [Skeleton Warrior] itu mengayunkan pedangnya ke bawah... seluruh pandanganku langsung gelap.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 25

Newbie Karbitan
2017-09-13 03:58:52
Padahal Ichiro masih pemula tapi sudah harus berhadapan dgn musuh sekuat itu.
Rita En
2017-08-03 12:26:03
Ah, bagaimana pun Ichiro tidak mungkin mati. Setidaknya tidak sekarang.
Alien Queen
2017-06-09 16:03:35
Pesan terakhir panjang amat, seperti ditulis dalam sebuah surat.
Zen Kureno
2017-05-11 17:00:14
Itu gelap karena mati lampu.
Kiosuke
2017-04-19 19:44:29
wkwk mantra menuju kematian
Anton Lova
2016-12-01 17:07:41
ichiro pingsan kali
Dzibril Al Dturjyana
2016-12-01 12:33:37
ya ko it
Rudy Wowor
2016-11-29 20:15:05
Apakah diary sedang tidur?
kyoushi
2016-11-29 19:39:10
Teruskan.
ThE LaSt EnD
2016-11-29 18:43:53
tentunya dia tdk mati.. kluar chaya, lalu keluarlah Ichiro Matsumoto yg ssungguhnya. eh. .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook