VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 23

2016-11-27 - Kizaemon > Knight Diary
219 views | 11 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

"Mustahil... kenapa jadi begini... Ichiro!!"

Knight Diary Chapter 23 - Pengorbanan Ichiro
Penulis : Kizaemon

(A.Note: Sudut Pandang Orang Ketiga)

Mariel berlutut dan menghantamkan tinjunya ke lantai, menunjukkan bahwa ia benar-benar frustasi.

Suasana hati yang lainnya juga tidak jauh beda. Wajah mereka tertunduk dalam warna sedih dan putus asa.

Beberapa saat yang lalu, tepat di depan mata mereka, Ichiro roboh dan tak sadarkan diri selepas tubuhnya menerima serangan api ganas yang dilontarkan oleh sebuah pedang yang terpancang di tengah ruangan.

Pedang yang tampak seperti perwujudan dari api dan kebengisan. Singkatnya, itu adalah Pedang Iblis, atau [Demon Sword].

Meskipun harus menghadapi bahaya lagi, Mariel dan yang lainnya pasti tidak akan ragu untuk kembali dan menyelamatkan Ichiro. Namun kenyataan kadang sangat kejam. Jalan mereka langsung tertutup dan Ichiro yang dalam keadaan tidak sadar, terkurung sendirian dalam ruangan luas penuh yang penuh dengan monster undead.

Mereka sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan serangan terkuat mereka terus menerus secara bersamaan demi menghancurkan dinding penghalang, bahkan seluruh Mana mereka terkuras habis karenanya.

Namun kenyataan tetap tak berubah.

Dinding itu tetap berdiri kokoh seakan serangan dahsyat dari party Mariel itu hanyalah mimpi. Mereka tidak tahu kalau dinding itu dilapisi oleh relief anti-sihir untuk menangkal semua jenis sihir, dan rangka baja tersembunyi di dalamnya untuk bertahan dari serangan dan benturan fisik. Itu bukanlah sesuatu yang dapat dihancurkan dengan mudah, bahkan oleh party terkuat sekalipun.

Kini Mariel dan teman-temannya telah kehabisan Mana, tak ada lagi yang bisa mereka lakukan.

Mereka tentu tidak tahu pasti apa yang akan terjadi pada Ichiro. Tapi, jika melihat situasinya, itu akan lebih mudah membayangkan kalau 'Ichiro sudah mati' dari pada 'Ichiro masih hidup dan bertarung dengan sengit melawan ratusan skeleton yang seakan abadi itu'.

Hal itulah yang membuat mereka frustasi. Mereka bukannya sudah menyerah untuk menyelamatkan Ichiro, hanya saja, memang sudah tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan.

"Maafkan aku... Ichiro... ini salahku...kan...?"

Mariel menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terisak.

Ia tahu kalau kematian saat melakukan penjelajahan bagi para Adventurer, itu bisa dibilang normal dan sering terjadi. Namun ini adalah yang pertama kali baginya mendapati ada anggota party-nya yang tewas. Betapa terpukul ia saat ini. Dalam hatinya, ia tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri sebagai Party Leader yang gagal. Ia bersumpah agar tidak akan pernah membiarkan ada temannya yang mati lagi.

Setelah berhasil menenangkan dirinya sendiri, Mariel menoleh ke arah Williabelle.

Gadis vampir itu masih tak sadarkan diri. Kulitnya sangat pucat dan bajunya kini sudah jadi semerah warna rambutnya karena menyerap banyak darah dari lukanya. Pendarahannya sudah lama berhenti karena Adelea sejak tadi bahkan sampai sekarang masih terus mengerahkan sihir penyembuhan padanya.

Dilihat dari ekspresi dan butiran keringat di dahinya, sepertinya Adelea juga hampir kehabisan Mana.

...Williabelle berhasil selamat karena usaha Ichiro yang membawanya ke Adelea secepat mungkin. Kami semua juga berhasil keluar tepat waktu karena Ichiro. Kita... tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanannya.

"Semuanya, ayo segera pergi dari sini. Kita harus pulang ke kota untuk merawat luka Williabelle. Itu prioritas utama kita sekarang." Mariel mengatakan itu dengan tegas.

"Ta-tapi, tapi... Ichiro-san..." Sambil terus mengobati Williabelle, mata Adelea berkaca-kaca.

"Meskipun kita mengesampingkan masalah Ichiro, kita tetap tidak bisa pulang, Mariel. Kita semua sudah kelelahan dan kehabisan Mana. Jika dalam perjalanan pulang ada serangan monster, kita semua tamat." Killa menyatakan pendapatnya sambil meminum air dari sebuah Pouch. Teman-temannya tidak tahu kalau itu bukan air, melainkan bir.

"Uh... semua [Mana Potion] yang kubawa juga sudah kuhabiskan, maaf. Jika aku tahu akan jadi begini, seharusnya aku membawa persediaan lebih banyak dari toko-ku. Haa..."

"Kau benar, Tily. Kenapa... situasinya jadi begini..." Lily dan Tily hanya mampu duduk dan menyandarkan punggung mereka satu sama lain dengan lesu.

Sebenarnya tanpa mereka beritahu pun, Mariel juga menyadari situasi ini. Tapi apakah mereka hanya bisa duduk diam dan menunggu datangnya keajaiban?

Dan tepat saat itu---

"Wah... ada apa dengan para gadis muda ini? Kenapa kalian semua terlihat depresi seakan putus cinta begini?"

---seorang pria botak kekar yang membawa sebuah karung penuh buah datang menghampiri party Mariel.

"Paman Graff, kah? Ah, anda sudah kembali setelah mencari tanaman, ya? Bagaimana hasilnya?" meski sedang dalam mood yang sangat buruk, Mariel tetap menyapa orang itu dengan ramah.

"Tentu saja, Nona Elf. Aku berhasil dengan baik! Kau lihat isi karung yang kubawa ini? Ini adalah buah [Blue Apple]! Salah satu bahan utama pembuatan Mana Potion. Nona Tily di sana pasti juga tahu, kan? Jika dimakan, buah ini akan memulihkan stamina dan Mana. Nih, kalian cobalah. Tapi biji di dalamnya serahkan padaku, oke? Yah, sebenarnya aku juga menemukan jenih tanaman langka lain di liang sarang [Scorpion King], tapi sudah kusimpan di tempat aman."

Paman Graff membagikan buah apel dengan kulit buah berwarna biru, masing-masing satu pada party Mariel yang masih tercengang karena perkembangan tak terduga ini.

...I-ini pertolongan dari langit! Dengan ini, kami bisa pulang.

Setelah membagikan buah, dan menggigit apel di tangannya sendiri, Paman Graff bicara dengan nada serius.

"Nah, sekarang... lebih baik kalian membawa Nona Vampir yang terluka itu pulang, aku tahu di mana istananya. Kalau soal si bocah Ichiro yang tidak ada di sini... dari wajah kalian kurasa aku sudah bisa menebak apa yang terjadi."

Bersambung ke Knight Diary Chapter 24

Rita En
2017-08-03 12:15:54
Datang Paman Graff. Syukurlah!
Alien Queen
2017-06-09 15:54:08
Eh udah bersambung lagi, serasa pendek chapter kali ini.
Aerosmith
2017-05-27 18:35:34
Sepertinya, paman graff punya kemampuan untuk mengendalikan tanaman.
Kiosuke
2017-04-19 19:39:14
paman ini mencurigakan,-
ThE LaSt EnD
2016-11-27 19:17:49
spertinya ichiro msh hdup.. mungkin jd tawanan.. apa Graff akn menolong. . .
chichay
2016-11-27 13:03:41
next .d tunggu lnjutnnya
Grim Rieper
2016-11-27 08:24:58
Lanjutkan !
Downcrazy
2016-11-27 06:46:21
Moga cpat lanjut
Gouenji Shuuya
2016-11-27 05:16:00
Next..
Crash Bubbleo
2016-11-27 04:59:37
ku fikir paman graff akn mmbantu mnyelamatkn ichiro tpi...??
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook