VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 22

2016-11-20 - Kizaemon > Knight Diary
217 views | 10 komentar | nilai: 9.33 (9 user)

"[Fire Ball]!!"

BLAR!BLAR!BLAR!

Knight Diary Chapter 22 - Perpisahan
Penulis : Kizaemon

Aku tak boleh buang-buang waktu barang satu detik pun.

Manusia normal pasti akan mati dalam beberapa detik setelah jantungnya ditusuk. Namun jika itu vampir, karena vitalitas mereka yang luar biasa, menurutku setidaknya ia masih bisa bertahan setidaknya satu menit.

Menggunakan skill yang kudapat setelah mengalahkan [Flame Salamander] dulu, aku menembakkan bola-bola api pada sekumpulan skeleton, membuka jalanku kembali menuju teman-teman.

Setelah skeleton yang menghalangi jalanku hancur, aku segera berlari melewati mereka sebelum tulang-tulang mereka menyatu kembali. Karena menggendong Williabelle, ini benar-benar sulit untukku bertarung.

"Cih! Kalian tidak ada habisnya, huh!?"

Satu [Skeleton Warrior] datang menghadangku, menutupi celah yang dibuat oleh temannya yang barusan kuhancurkan.

[Skeleton Warrior] itu menyerang dengan pedang karatannya, dan saat bilah pedangnya mengenai bahuku, itu menimbulkan suara ^peng!^ seperti saat ada dua benda logam yang berbenturan.

Ini adalah skill [Iron Skin]. Skill yang kupelajari setelah mengalahkan [Scorpion King] di Gurun Kesengsaraan bersama Paman Graff. Menurutku skill ini sangat berguna karena dengan ini aku tidak perlu memakai armor tebal dan berat untuk melindungi tubuhku dari serangan musuh hingga tingkat tertentu.

Saat melawan [Scorpion King], awalnya aku dibuat kewalahan oleh sengatan pelumpuh dan kulit sekeras bajanya, namun setelah aku tahu kalau monster kalajengking itu sebenarnya--- Tunggu dulu, aku tidak punya waktu untuk monolog santai seperti ini!

"Haaa!!"

Tebasan horisontal-ku memisahkan tengkorak [Skeleton Warrior] dari tulang lehernya. Kemudian, layaknya pemain bola profesional, aku menendang tengkorak yang jatuh itu ke kelompok skeleton yang mendekat dengan tendangan voli. Seketika tulang mereka langsung berhamburan.

Serius, sebenarnya para [Undead Skeleton] ini benar-benar rapuh. Tapi jumlah mereka sangat banyak dan ditambah fakta kalau mereka akan utuh dan dan berdiri kembali dalam 7 detik setelah dihancurkan, ini sudah menjadi situasi hidup dan mati.

"Sialan...Benar-benar tidak ada habisnya! Minggir kaliaaan!!"

Baru saja aku hendak maju, tiga [Skeleton Warrior] langsung mencegatku. Aku mengayunkan pedangku namun mereka bertiga menangkisnya bersama.

...Ini buruk. Karena menggendong Williabelle di punggungku, bertarung dengan padang ternyata sangat sulit. Aku juga tak bisa mengerahkan skill penyerangan dalam kondisi begini. Jika aku terus buang-buang waktu disini, Williabelle akan.....

"[Shock of Relic]!"

Tiba-tiba aku mendengar seruan Adelea, dan setelah itu, sebuah tiang besar dengan bentuk menyerupai salib muncul entah dari mana dan menancap di lantai, tepat di tengah-tengah kerumunan skeleton yang mencegatku!

Shua~

Tiang itu menyebarkan kilatan petir liar yang menyambar para tengkorak berjalan di sekitarnya! Skeleton yang terkena serangan beratribut 50% petir dan 50% cahaya/suci itu berubah menjadi tumpukan tulang! Tentu saja mereka akan bangkit lagi, namun kecepatan bangkit mereka jadi jauh lebih lambat. Ini karena monster tipe [Undead] sangat lemah terhadap atribut Holy/suci.

Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini dan berlari. Segera aku bisa melihat party Mariel yang ternyata juga masuk keruangan ini dan bertarung membantuku!

"Ichiro, merunduklah jika kau tidak ingin kepalamu meledak! [Detonating Arrow]!"

Panah sihir Mariel meledakkan kawanan skeleton yang mengejar di belakangku.

"Hati-hati dengan peluru nyasar, Ichiro. [Elements Barrage]!"

Setelah Tily mengayunkan staff sihirnya ke depan, banyak lingkaran sihir yang muncul di udara dan menembakkan bola-bola elemen yang tak terhitung jumlahnya. Kelompok undead yang datang ke arahku dari sisi kiri, seketika diporak-porandakan oleh hujan bola elemen api, es, air, angin, petir, dan tanah.

"Terimalah hukuman dan keputusan dari Tuhan! [Judgement Hammer]!!"

Lantai ruangan ini bergetar hebat seperti terkena gempa bumi saat sebuah palu raksasa yang Lily summon/panggil menghantam dengan membabi-buta skeleton-skeleton di sisi kananku.

Hantaman palu itu menghasilkan gelombang kejut dan petir
biru pucat yang menyebar ke mana-mana, bahkan aku juga kena!

"Guah!! Lily, aku akan terbunuh di sini!" Aku berteriak karena seluruh tubuhku mati rasa.

"Ops~ Maaf, Ichiro-kun. Tapi itu juga salahmu karena tidak menghindar lebih jauh." Sambil bicara, Lily dengan santai menggunakan tameng di tangan kirinya untuk menahan serbuan beberapa [Skeleton Warrior].

"Memangnya siapa yang bisa secara sempurna bisa menghindari serangan gila dan tiba-tibamu itu!? Tidak, sekarang bukan waktu untuk berdebat. Adelea-san!"

Aku segera berlari menghampiri Adelea yang tengah berdiri di belakang Killa. Assassin itu kini sedang menghabisi sejumlah besar skeleton menggunakan belatinya yang dapat dilempar dan ditarik kembali dengan rantai yang tersambung pada gagangnya.

Nah, sekarang aku baru ingat kalau party Mariel sangat luar biasa.

"Adelea, tolong Williabelle, dia..."

"Jangan khawatir, Ichiro-san. Percayakan Williabelle-san padaku. Takkan ada yang mati dalam party ini selagi aku masih hidup."

Baru kali ini aku melihat Adelea dengan mata penuh ketegasan seperti tadi.

Ketika aku sibuk menahan para skeleton yang mendekat, telingaku mendengar Adelea merapal mantra.

"O, Dewi Suci Lumina, cahaya yang menghapus kesedihan dan penderitaan, [Goddess Healing]."

Shua~

Cahaya lembut keemasan menyelimuti luka Williabelle saat telapak tangan Adelea berada di atasnya. Tampak sekilas olehku Williabelle mengernyitkan wajahnya.

Ah... syukur! Ternyata vampir tsundere ini belum saatnya mati.

^Gororororo...!^

"!?"

Baru saja aku bisa sedikit lega, ruangan ini mulai bergetar hebat seakan mau runtuh. Awalnya kukira ini karena Lily memanggil palu raksasanya lagi, tapi ternyata bukan.

Sebuah dinding batu muncul dan perlahan bergerak turun menutupi satu-satunya jalan tempat kami masuk tadi! Berbeda dengan dinding yang di hancurkan oleh Williabelle sebelumnya, dinding yang satu ini memiliki relief lingkaran sihir rumit yang terukir padanya.

Ketika aku berbalik kerana hawa panas yang tiba-tiba kurasakan di punggungku, mataku melihat [Efreet] yang terpancang di tengah ruangan ini mengeluarkan kobaran api yang membumbung hingga ke langit-langit.

...Pedang Iblis itu benar-benar mengendalikan tempat ini, dan sekarang ia ingin mengurung kami!

"Penjelajahan ini kita sudahi saja sampai di sini. Semuanya, cepat keluar selagi bisa!"

Mengikuti instruksi Mariel, kami semua langsung bergerak menuju jalan keluar yang semakin menyempit. Namun tentu saja kami sangat terhambat oleh para skeleton yang terus bangkit kembali ini!

Kusadari jalan keluar kami sudah 30% tertutupi oleh tembok batu yang bergerak turun.

...Aku harus melakukan sesuatu!

"Torriyaaa! [Moon Blade Dance]!!"

Meneriakkan teriakan aneh, aku melompat ke udara dan dengan akurasi yang bahkan membuat diriku sendiri terkejut, aku menebas semua [Undead Skeleton] yang menghalangi jalan kami dari jarak jauh menggunakan busur bersinar yang dikirim tebasanku.

"Terima kasih,Ichiro-san."

Yang pertama kali berhasil keluar adalah Adelea. Ia sama sekali tidak terlihat kesulitan meski harus menggendong Williabele sambil terus menggunakan sihir penyembuh. Disusul oleh Tily dan Lily, kemudian
killa dan Marie. Mereka berhasil keluar tanpa kekurangan sesuatupun.

Oh! Aku hampir lupa, [Gemini]!

Aku berlari kembali dan memungut kedua pedang kembar kesayangan Williabelle. Tak perlu dikatakan lagi kalau pedang ini beratnya minta ampun! Tapi aku sudah sering disuruh oleh Williabelle untuk mengangkat pedang ini saat latihan, jadi setidaknya aku masih bisa melemparnya dengan memanfaatkan gaya sentrifugal.

Lily berteriak "Kyaa...!" saat kedua pedang yang kulempar keluar itu meleset hanya 5 cm dari sisi kepalanya lalu tertancap pada dinding da belakangnya.

...Haha, skor kita sekarang satu sama, Lily.

Kini kulihat ruang yang terbuka dari jalan keluar itu hanya tersisa 30%.

'Ichiro, apalagi yang kau tunggu!? Cepat keluar dari situ! Para kerangka berjalan itu mulai bangkit lagi!" (Mariel)

"Tanpa kau katakan pun aku juga tahu! Tenanglah, aku segera ke--! Ugh!?"

Aku tak bisa menyelesaikan kata-kataku.

kejadiannya begitu cepat dan mengejutkanku sampai-sampai otakku
tidak sempat memproses apa yang terjadi.

Kesadaranku semakin memudar...

"Kekeke... yang satu ini agak unik. Takkan kubiarkan pergi begitu saja." (???)

Hal terakhir yang bisa kuingat adalah para anggota har-- maksudku teman-temanku, berusaha mencapaiku, namun mereka tidak bisa. Itu karena... jalan keluarnya sudah menghilang.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 23

Rita En
2017-08-03 12:09:31
Wah, Ichiro terkurung?
Alien Queen
2017-06-09 15:47:17
Wah wah wah, situasi mulai menjadi gawat sepertinya.
Kiosuke
2017-04-19 19:35:07
ya sepertinya pedang itu yg berbicara
kyoushi
2016-11-20 21:25:38
Lanjut saja.
Rudy Wowor
2016-11-20 21:24:38
Apakah Ichiro baik-baik saja?
ThE LaSt EnD
2016-11-20 21:14:33
ichiro trkurung sendiri.. tak ada pilihan, slain melawan dan mengambil pedang itu.. eh tanya Diary saja..
Sqouts Shadows
2016-11-20 20:19:40
Suara siapa itu? Mungkin suara dari pedang iblis (efreet)
Jack El Jacqueline
2016-11-20 19:35:07
di tunggu kelanjutannya
Gouenji Shuuya
2016-11-20 19:33:24
Lanjut...
Grim Rieper
2016-11-20 19:28:51
Semakin seru lanjutkan !
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook