VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 21

2016-11-15 - Kizaemon > Knight Diary
212 views | 12 komentar | nilai: 9.38 (8 user)

"Ini karena [Efreet]. Pedang itu memiliki akal pikiran dan kehendaknya sendiri. Kurasa tempat ini bisa dikendalikan olehnya." (Diary)

"Bagaimana mungkin... Apa yang sebenarnya-- Wi-Williabelle!?" (Ichiro)

"Ukh... Ichi... ro..."

Knight Diary Chapter 21 - Parah
Penulis : Kizaemon

Ketika aku berbalik, hal yang pertama kali kulihat adalah Williabelle yang memuntahkan sejumlah besar darah. Matanya memandang layu padaku.

Di belakang Williabelle, berdiri sesosok petualang yang tubuhnya hanya terdiri dari tulang belulang. Dalam rongga matanya yang kosong itu tampak lidah api kecil seperti nyala lilin. Wajah yang tidak memiliki daging dan kulit itu terlihat seakan menyeringai ganas. Dan jari-jarinya yang juga tinggal tulang itu menggenggam gagang dari sebuah pedang tua karatan yang bilahnya sangat dalam menusuk punggung Williabelle dan tembus hingga ke dadanya, sukses menembus jantungnya.

"Ukh!"

Williabelle kembali memuntahkan darah saat prajurit tengkorak itu mencabut pedangnya dari punggung Williabelle dengan kasar.

Seketika pikiranku seperti ditelan dalam kegelapan.

"Jasad para petualang telah dibangkitkan menjadi [Undead Skeleton] oleh lingkaran sihir di lantai dengan memakai mana dari pedang iblis [Efreet]. Meskipun kau menghancurkan para skeleton itu, mereka akan terus bangkit kembali. Ichiro, segera keluar dari sini."

Diary menjelaskan sesuatu lagi, namun ucapannya seakan tidak mampu mencapaiku.

"Brengseeek!!"

Sambil meraung seperti hewan murka, aku bahkan tidak sempat berpikir untuk menarik pedang yang tergantung di punggungku dan langsung saja sekuat tenaga memukul wajah skeleton yang telah menyerang Williabelle dari belakang.

Skeleton itu terpental beberapa meter dan menghantam pilar penyangga. Tubuhnya hancur dan tulangnya bertebaran ke mana-mana. Namun dalam hitungan detik, tulang-tulang itu menyatu kembali, membentuk skeleton utuh seakan seranganku tadi tidak pernah terjadi.

"Williabelle!"

"Ichiro!"

"Belle-chan!"

Telingaku menangkap seruan teman-teman yang memanggil kami, tapi sekarang aku tidak punya waktu untuk melihat keadaan mereka.

Menghiraukan tanganku yang berdarah karena barusan memukul tulang keras, aku menangkap tubuh Williabelle yang hampir rubuh. Kulitnya sangat pucat sekarang. Darah terus mengalir dari lukanya, tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti.

"Hei, kau sedang apa, sih!? Kau itu vampir! Gunakan skill regenerasi-mu atau apapun itu! Kau tak mungkin mati hanya karena luka kecil begini, kan!? Atau mungkin kau perlu darah? Kalau begitu cepat gigit aku!"

Pandanganku jadi buram karena ada cairan bening yang datang entah darimana dan membasahi mataku.

De-debu! Ini pasti karena ada banyak debu di sini sehingga mataku berair!

"Mustahil, Ichiro. Tubuh vampir memang mampu menyembuhkan lukanya sendiri, namun organ jantung adalah pengecualiannya. Sudah tidak ada harapan lagi."

Tidak... Aku juga tahu soal itu, Diary. Tapi... tapi...

"T-tidak masalah! Adelea-chan pasti bisa mengobatimu! Ia juga membawa [Phoenix Tears]. Jadi kumohon, bertahanlah sebentar lagi."

Aku bangkit sambil menggendong Williabelle dan mengamati situasi.

Ini tidak berlebihan untuk menyebutkan kalau aku benar-benar terkepung. Jumlah luar biasa dari [Undead Skeleton] yang telah dibangkitkan itu datang dari segala penjuru, mengarahkan berbagai senjata mereka yang sebagian besar sudah rusak ataupun berkarat itu ke arahku.

...Cih, jadi itukah kutukan yang ditanam oleh Raja di makam ini? Kalau aku mati di sini, mungkin aku juga akan jadi skeleton.

"I...chiro... kau..."

Kulihat Williabelle berusaha keras hanya untuk mengatakan sesuatu. Matanya seakan sudah kehilangan cahayanya dan bibirnya telah kehilangan warna segarnya.

"Hei, bisakah kau diam? Simpan kata-kata terakhirmu untuk nanti. Ini adalah giliranku melindungimu... Master."

Aku mencoba menunjukkan senyuman terbaikku padanya.

"...Ichiro... kau... idiot..."

Meninggalkan kata-kata itu, Williabelle dengan lembut menyandarkan kepalanya ke dadaku kemudian 'tertidur'. Bibirnya melengkung menampilkan senyum hangat.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 22

Rita En
2017-08-03 12:02:11
Wah, Williabelle ...
Alien Queen
2017-06-09 15:35:48
Hmm bisa seceroboh itu williabelle.
Kiosuke
2017-04-19 19:30:16
Hemmm udah 2 chapter ga ngomen
Downcrazy
2017-03-09 21:50:12
bro kenapa orang sekaliber Williabelle bisa seceroboh itu?? maksud ane, masak dia enggak sadar ada skeleton dibelakangnya. secara skeleton kan berisik, n Williabelle tetap punya indera vampire?? tolon
Grim Rieper
2016-11-17 19:23:01
di tunggu lanjutanya ?
chichay
2016-11-16 06:57:34
lnjut
Crash Bubbleo
2016-11-15 14:55:05
pngen.x punya master kyak williabelle.. Hahhahh ngimpi...
ThE LaSt EnD
2016-11-15 13:37:29
skeleton aktif krn ada makhluk hidup yg memasuki lingkaran sihir.. kelemahannya ada pada api brbentuk lilin.. atau mencabut pedang itu. wirbel akn slamat.. dgn bntuan pdang iblis itu. Mungkin.. ha ha
Aizawa Kaizen
2016-11-15 13:29:06
Lanjut
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-15 09:45:46
napa tambah jd pendek yaa
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook