VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 20

2016-11-14 - Kizaemon > Knight Diary
218 views | 15 komentar | nilai: 9.88 (8 user)

"Oh, gerbang ini besar juga. Tapi Killa pasti bisa membukanya dengan skill, kan?" (Ichiro)

"Bodoh. Dinding di depan kita ini sama sekali bukan gerbang atau pintu yang bisa dibuka. Sepertinya dinding ini dibuat untuk mengurung sesuatu yang ada di dalamnya." (Killa)

"Kalau begitu, kita hanya perlu menghancurkannya agar bisa lewat, kan? Baiklah, Vampir Iblis, aku mengandalkanmu~" (Mariel)

"Aku? Hm, oke oke. Kebetulan sekali aku sedang ingin melakukan sedikit peregangan." (Williabelle)

"Eh? Apa Belle-chan baru saja mau melakukan perintah dari Mariel? Tily, apa mataku tidak salah lihat?" (Lily)

"Tidak Lily, aku juga melihatnya. Kurasa Williabelle berada dalam mood yang bagus sekarang ini. Ia tampak lebih energik." (Tily)

"A-aku tidak sedang bahagia atau semacamnya!" (Williabelle)

"Oh? Fufu, Vampir Iblis, kau pasti menyembunyikan sesuatu, terlihat jelas dari wajahmu. Bisa kau cerita sedikit padaku? Hm?" (Mariel)

"D-diam! Daripada bicara itu, lebih baik kalian semua mundur, aku akan membuka jalannya!" (Williabelle)

Knight Diary Chapter 20 - Ruang Penuh Skeleton
Penulis : Kizaemon

Dan begitulah, Williabelle maju dan menyiapkan pedangnya untuk menghindari pertanyaan Mariel.

Williabelle memegang sebuah pedang di masing-masing tangannya dan setelah sedikit menekuk lututnya, ia melompat tinggi ke udara.

"[Moon Blade Dance]"

Hal yang datang berikutnya adalah tebasan-tebasan berkesinambungan dalam sudut bervariasi yang tampak seperti sebuah tarian anggun di udara. Tiap tebasannya melesatkan busur dari cahaya biru keperakan layaknya bulan sabit dan menembus dinding batu dengan mulus seperti pisau panas yang memotong mentega.

Itu adalah skill pedang-dua-tangan tingkat tinggi. Sebenarnya aku juga bisa melakukannya. Namun yang Williabelle gunakan tadi adalah versi yang menggunakan dua great-sword! Itu bukanlah sesuatu yang manusia bisa lakukan. Ia benar-benar mencincang tembok di depan dari jarak 10 meter. Tembok itu runtuh menjadi bongkahan batu-batu kecil bersamaan dengan waktu Williabelle mendarat.

Karena yang menghalangi jalan sudah hancur, kami semua bisa melihat dalamnya. Apa yang kulihat membuatku kehilangan kata-kata.

Puluhan, bukan, ada ratusan mayat yang sudah jadi kerangka tua tampak tergeletak di mana-mana. Dari sisa-sisa pakaian ataupun peralatan yang masih melekat pada mereka, sudah bisa disimpulkan siapa mayat-mayat ini.

"Mereka semua... adventurer seperti kita..."

Aku menelan ludah saat mendengar Adelea mengatakan itu.

...Ke-kenapa ada banyak sekali jasad petualang di sini? Apa yang terjadi dengan mereka? Aku tak bisa membayangkannya.

Dari pengamatanku, ruangan besar ini berbentuk lingkaran dengan diameter 40 m. Baik dinding, lantai, maupun pilar penyangga ruangan ini semuanya terbuat dari batu bata kekuningan. Jika aku masuk ke dalam piramid, kurasa akan seperti inilah kelihatannya.

Ada sesuatu yang aneh dengan ruangan ini. Selain kerangka para petualang yang jumlahnya luar biasa, di tengah-tengah ruangan ini terdapat pola semacam lingkaran sihir yang terukir di atas lantai dan polanya menyebar ke seluruh ruangan. Dan tepat di pusat lingkaran sihir itu, tampak sebuah pedang panjang bermata dua yang tertancap ke lantai. Bilah pedang itu terbakar oleh api yang berkobar liar!

"He-hebat sekali! Aku ingin pedang itu!"

Tanpa pikir panjang, karena sifat serakah yang kumiliki sejak aku harus hidup mandiri, aku langsung berlari menuju pedang itu sambil sesekali melompati kerangka adventurer yang tergeletak di mana-mana.

"Dasar tidak berguna, jangan maju seenakmu."

"Hei, sangat jelas kalau itu jebakan! Kembali kemari, Ichiro!"

"Ichiro-san!"

Telingaku menangkap teriakan Killa, Mariel, dan Adelea, namun berlawanan dengan kehendak hatiku, kakiku tidak bisa berhenti!

Gawat... pedang itu seakan menyedot fokus mataku. Aku bisa merasakan kobaran apinya yang menghipnotis tubuhku.

Tapi syukurlah, sebelum tanganku menjangkau gagang pedang itu, seseorang menarik bajuku ke belakang, membuatku jatuh dengan pantat lebih dulu.

"Uh... terima kasih, Williabelle, kau menyelamatkanku lagi."

"Hmph! Kau harus membayar hutang budimu nanti."

"O-oke..." Yah, kurasa ia hanya akan meminta sedikit darahku, tidak masalah.

Setelah itu, aku mendengar Diary bicara.

"Kau harus lebih berhati-hati. Pedang itu adalah [Efreet]. Salah satu pedang iblis legendaris. Atributnya 90% api dan 10% fisik. Pedang yang sangat sulit dikendalikan."

"Pedang Iblis, huh? Apa itu sebabnya aku---"

Shua~

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, terjadi hal yang tak terduga.

Pola lingkaran sihir di lantai menyala terang dan nyala api di pedang iblis itu semakin berkobar intens!

Ke-kenapa ini!? Kami tidak menyentuh apapun yang mungkin memicu perangkap atau semacamnya!


Bersambung ke Knight Diary Chapter 21

Newbie Karbitan
2017-09-06 16:17:21
Meninggalkan jejak... Nanti baca lagi.
Rita En
2017-08-03 11:57:06
Oh, Ichiro serakah sejak hidup mandiri, ya.
Alien Queen
2017-06-09 15:30:00
Apa suara diary bisa di dengar orang-orang?
Sqouts Shadows
2016-11-14 19:00:46
Next vroh
Mr Blacky
2016-11-14 15:19:27
Ichiro ceroboh
Aizawa Kaizen
2016-11-14 14:58:58
Lanjut
Downcrazy
2016-11-14 13:50:57
Next
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-14 13:28:20
byar utang ma iblis
Crash Bubbleo
2016-11-14 13:21:48
perangkap..???
Ahmadi D Killer
2016-11-14 12:44:47
d tunggu lnjtnnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook