VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 19

2016-11-11 - Kizaemon > Knight Diary
224 views | 11 komentar | nilai: 9.67 (9 user)

"Hoamz..."

Knight Diary Chapter 19 - Catacomb of Desert King I
Penulis : Kizaemon

Apa sudah pagi? Hmm, tidur dalam kantung tidur ini tidak buruk juga. Rasanya tidak terlalu berbeda dengan tidur dalam futon. Sangat hangat. Atau mungkin udara gurun di malam hari itu memang tidak sedingin yang kukira? Kurasa film dokumenter yang dulu pernah kutonton di TV itu terlalu melebih-lebihkan tentang keganasan alam dan kehebatan hewan pemangsanya.

Yah, daripada memikirkan hal yang tidak penting, lebih baik aku bangun dan membuat sarapan.

"Mmh~..."

Eh? Aneh. Aku tak bisa mengangkat tubuh bagian atasku karena terasa lebih berat. Dan juga, suara desahan halus dan terdengar menggoda tadi punya siapa? Sepertinya sangat dekat.

"Fun..."

Oh? Sekarang aku merasakan aliran udara lembut yang menyentuh leherku. Nafas seseorang? Ngomong-ngomong tentang leherku, aku merasa agak perih di sana. Apa yang terjadi?

Karena penasaran dan aku memang ingin bangun, perlahan kubuka mataku.

Hal pertama yang kulihat adalah langit gurun remang. Semburat warna oranye tampak di ufuk timur. Sepertinya matahari akan terbit sebentar lagi.

"Fun..."

Sekali lagi aku merasakan sensasi seperti seseorang sedang bernafas di leherku.

Masih dalam posisi tiduran, aku memutar kepalaku kesamping. Seketika nafasku langsung tertahan.

Tepat di depan mataku adalah wajah tidur bak malaikat dari seorang gadis yang kukenal. Biasanya ia galak seperti serigala, tapi saat tidur ia benar-benar imut. Kulitnya yang sangat putih membuat bibir ceri lembut itu tampak semakin menggoda, dan itu dalam jangkauanku! Aku juga baru menyadari kalau Williabelle melingkarkan kedua tangannya yang ramping ke leherku meski sedang tidur.

Tunggu sebentar, agaknya aku melewatkan poin yang paling penting. Oh ya, benar juga...

-Kenapa situasinya bisa seperti ini!!?

Aku langsung mencari-cari penjelasannya dalam ingatanku namun tidak berhasil. Saat aku tengah berpikir dengan panik, Williabelle membuka matanya. Kedua mata ruby itu berkilau lebih indah dari biasanya. Entah kenapa ia malah tersenyum.

"Jadi kau sudah bangun, ya? Kau memang selalu bangun terlalu pagi. Ah, ngomong-ngomong Ichiro, 'tadi' itu benar-benar nikmat. Lain kali, boleh aku memintanya lagi darimu?"

"....."

...H-huh? Gadis ini sebenarnya sedang bicara apa?

"Kau dengar pertanyaanku tidak? Ini sangat jarang untukku bersikap lemah lembut kau tahu? Setidaknya jangan ceritakan hal ini pada gadis lain, oke? Terutama si Elf Murahan! Jika mereka tahu, aku akan sangat malu..."

"....."

...Apa...apa ada yang mengatakan sesuatu? Aku tidak bisa mendengar suara apapun karena sepertinya kesadaranku tidak bisa bertahan lebih lama lagi...

"Hei, tolong katakan sesuatu, Ichiro. Kenapa kau diam begini? Apa kau marah karena aku tadi menggigit lehermu tanpa izin?"

"...Eh?"

Dalam sekejap, seakan kepalaku disiram air dingin, kesadaranku yang tadi hampir lenyap kini telah pulih.

"Kau... menggigit leherku!?" Secara refleks aku mengusap leherku. Aneh, tidak ada bekas gigitan.

"Yup~ Karena mana-ku sudah terkuras saat menempuh perjalanan jauh kemari, aku harus meminum darah agar aku segera pulih. Tapi jangan sampai Elf Murahan tahu tentang ini, oke? Karena jika ia memanggilku 'Nyamuk Betina' atau 'Putri Lintah', aku takkan bisa menyangkalnya!"

"...Begitu."

Sebenarnya sekarang ada banyak lelucon spontan yang terlintas di kepalaku, tapi aku lebih memilih untuk tidak mengatakannya. Lalu aku memutuskan untuk bertanya.

"Lalu, setelah kau selesai 'mengisi ulang', kenapa kau masih disini?"

"Ah!"

Faktanya, sampai sekarang ia bahkan masih saja merangkulku.

Mendengar pertanyaanku, ekspresi Williabelle membeku, seakan baru menyadari sesuatu.

"I-ini... aku... aku... I-Ichiro kau mesuuum!!!"

"Eh? Kenapa aku yang-- Gaha!!"

Di detik berikutnya, yang kutahu hanyalah fakta bahwa aku terpental tinggi ke udara.

======

Sekarang matahari telah terbit sepenuhnya.

Setelah semua persiapan selesai, kami semua berjalan menuju jalan masuk [Catacomb of Desert King].

Party kami dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok yang berjalan paling depan adalah Lily, Killa dan Williabelle. Berperan sebagai Tanker dan Hitter. Killa juga memiliki skill untuk me-nonaktifkan perangkap atau jebakan dan mengintai, jadi ia berjalan paling depan.

Kelompok tengah diisi oleh Tily dan Mariel. Mereka berdua memiliki tipe serangan jarak menengah dan jarak jauh. Jika Alarica ada di sini, ia juga akan ada di posisi ini.

Sementara itu, Adelea dan aku ditempatkan di posisi paling belakang. Tugas untuk mengawasi kalau-kalau ada musuh yang menyerang dari belakang juga di serahkan padaku.

Tak perlu waktu lama, kami tiba di pintu masuk dungeon. Sebenarnya kurang tepat untuk menyebutnya 'pintu' karena yang kulihat di depan hanyalah lorong dengan penampang persegi dengan anak-anak tangga yang mengarah semakin dalam ke bawah tanah. Tampak juga obor-obor yang berjejer dengan rapi di sepanjang dinding, menjadi satu-satunya alat penerangan di bawah sana.

"[Kami adalah Raja-Raja Agung di masa lalu. Siapapun yang menggagu tempat peristirahatan kami akan menerima kutukan yang kami tanam. Dan siapapun yang berani menyentuh harta karun kami, kami tidak akan membiarkan orang itu pulang hhdup-hidup. Raga kami mungkin mati, namun jiwa kami akan selamanya mengawasi gurun ini.] Nah, bagaimana menurut kalian? Itulah yang tertulis di sini."

Tily yang seorang Sorceress mampu membaca berbagai tulisan kuno, dan ia baru saja membacakan pada kami relief yang terukir pada permukaan pilar yang berdiri di samping jalan masuk dungeon.

"Tunggu sebentar, apa tadi kau ada menyebutkan tentang 'harta karun'?" Aku bertanya pada Tily dengan mata berbinar-binar.

"Ya, itulah yang tertulis di sini." Tily menjawab sambil tersenyum masam.

"Kalau begitu kenapa kita buang-buang waktu berdiri di sini? Ayo menjelajah dan cari emas mereka! Heok!?"

Aku segera berlari masuk namun segera di tahan oleh Williabelle. Kerah bajuku ditarik dengan keras kebelakang, membuatku tercekik.

"Tidak secepat itu, Perampok Makam. Apa kau lupa bagian 'tidak akan pulang hidup-hidup'?"

"Uhuk! Ah, siapa peduli dengan kutukan atau semacamnya! Tentang itu kita pikirkan saja nanti. Lagipula apa yang kalian para gadis takutkan, sih? Apa kalian takut dengan Mumi? Jika nanti
tengkorak berjalan dan Mumi benar-benar muncul, kalian boleh memelukku untuk menenangkan diri jika kalian ketakutan."

Perlu kutekankan di sini kalau aku mengatakan itu hanya untuk bercanda. Namun tanggapan yang kuterima malah jauh melebihi perkiraanku.

"A-aku tidak takut Mumi!!" sambil mengatakan itu, Williabelle memalingkan wajahnya yang agak memerah.

...Jangan bilang kalau kau beneran takut?

"I-Ichiro-san! Jangan mengatakan hal seperti 'Mumi akan muncul' dengan santai begitu. Berjanjilah kalau kau akan melindungiku." Adelea memegang lenganku dengan mata berkaca-kaca.

...Apa yang kau katakan, Adelea-chan? Meski harus mati, aku tetap akan menjagamu! Aku bersumpah!

"Kau tahu Lily, makam ini sudah berumur lebih dari 10 abad. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bau dari isi perut Mumi yang berumur 1000 tahun. Uh..."

"Kau benar, Tily. Kalau begitu kita harus berhati-hati saat membunuh mereka. Bisa-bisa seluruh equipment dan tubuh kita jadi bau seperti telur busuk."

...Hmm, tampaknya kedua kembar itu akan baik-baik saja.

"Kyaa~! Ichiro-kun, aku takut~~!" dengan teriakan yang dibuat-buat, Mariel tiba-tiba memelukku dari belakang. Aku merasakan ada dua tonjolan empuk yang menekan punggungku.

...Hei, tidak ada Mumi atau monster apapun di sekitar sini!!

"Elf Murahan tidak tahu malu, menjauh dari Ichiro!"

"Berhenti menggangu, Vampir Iblis! Urus urusanmu sendiri!"

Sekarang Mariel dan Williabelle mulai berdebat lagi.

"Mesum..." Killa memandangku dengan tatapan seakan-akan ia sedang memandang tumpukan sampah menjijikkan.

Uh... Entah kenapa aku tidak bisa membantahnya.

Yah, terlepas dari pekerjaan sebagai petualang, mereka semua tetaplah gadis remaja.

Pada akhirnya, setelah menuruni jenjang tangga, kami sampai di depan pintu gerbang sub-level lantai 1 dari dungeon tertutup [Catacomb of Desert King].


Bersambung ke Knight Diary Chapter 20

Rita En
2017-08-03 11:52:06
Haha, iya Ichiro kayaknya keenakan, nih, dikerubungi gadis-gadis.
Alien Queen
2017-06-09 15:08:49
Dan ternyata bener, ini merujuk kearah harem. Bisa menang banyak ichiro.
ThE LaSt EnD
2016-11-11 19:25:18
apa ada pengaruh untk ichiro krn gigitan itu? hmm.. msh haus drah, wlau tak spenuhny vampir.
Grim Rieper
2016-11-11 15:40:40
Lanjut aja .
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-11 12:57:54
pengen liat kutukanya
Crash Bubbleo
2016-11-11 12:15:19
lanjut brother..!!
Ahmadi D Killer
2016-11-11 10:34:43
lanjut sob
Rudy Wowor
2016-11-11 08:19:13
Mau dong jadi ichiro.
Downcrazy
2016-11-11 06:57:24
jiah ngantung
Gouenji Shuuya
2016-11-11 05:03:51
Next sob
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook