VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 18

2016-11-05 - Kizaemon > Knight Diary
234 views | 14 komentar | nilai: 9.9 (10 user)

"Ichiro, Williabelle, karena mulai sekarang kita semua akan bersama, jadi ayo mengakrabkan diri~!" (Mariel)

Knight Diary Chapter 18 - Menuju Dungeon
Penulis : Kizaemon

Dan begitulah...

Pada akhirnya Mariel berhasil memaksaku untuk bergabung. Biar aku tegaskan hal ini, aku benar-benar merasa terpaksa, oke? Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak diberi pilihan lain. Mariel itu memang keras kepala.

Untuk Williabelle kurasa ia baik-baik saja. Sekarang ia bahkan tengah berbicara dan berjalan bersama gadis lain.

Pemandangan yang langka, pikirku.

Oh iya, kita langsung lewati saja sesi perkenalan yang canggung dan monoton.

Rincian Class dari keempat teman Mariel adalah seorang Assassin, seorang Paladin, seorang Sorceress, dan yang terakhir adalah seorang Priestess. Ditambah Mariel dan Alarica (yang tidak ada di sini), dan jika kita juga menghitung Williabelle dan aku... komposisi party ini sangat campur aduk!

Tapi kupikir karena itulah party Mariel jadi sangat fleksibel dalam perburuan, mungkin?

"Ichiro-san, kau baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang salah?"

"A-ah, tidak apa-apa, Adelea-san. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak penting..."

"...Begitukah? Baiklah."

Gadis yang berjalan di sampingku dan tengah menatapku dengan rasa khawatir adalah Adelea. Seorang Priestess yang menawan!
(A.Note: Priestess--> Priest perempuan)

Jubah putih bersih yang dihiasi motif dari sulaman benang emas yang ia kenakan itu seakan melipat gandakan kesan suci dan kelembutan yang ia pancarkan. Benar-benar karakter yang cocok untuk berperan sebagai Class penyembuh atau support. Maksudku hanya dengan melihat wajahnya, aku sudah merasa tersembuhkan dalam beberapa artian.

Dan tugas yang diberikan padaku dalam party ini adalah menjaga Adelea-san!

Kekeke, aku harus terlihat keren mulai sekarang. Lagipula Penyembuh/Healer memegang peran yang vital. Keadaan kemungkinan besar akan semakin memburuk jika dalam perburuan, yang terluka malah si penyembuh. Jadi itu wajar jika menunjuk seseorang khusus untuk menjaga 'kotak obat'.

"Hei, lelaki tidak berguna. Lain kali, jangan melamun dan fokus pada tugasmu. Jika ada monster yang berhasil menyentuh Adelea meski hanya sedikit, kaulah yang akan kubunuh lebih dulu sebelum monster itu."

"..."

Gadis yang baru saja memberi kritik ditambah ancaman pembunuhan terhadapku itu bernama Killa. Class-nya adalah Assassin.

Apa itu hanya suatu kebetulan kalau ada kata 'bunuh' dalam namanya!?

Killa memiliki sebuah belati dan rantai sebagai senjatanya. Belati-nya tersarung di bagian belakang pinggangnya secara horisontal, tersambung dengan rantai. Semua equipment dan pakaian yang ia kenakan itu berwarna hitam pekat.

Benar-benar pembunuh yang mampu bersembunyi dalam bayang-bayang!

Tapi meskipun tempramen-nya agak buruk, aku tidak bisa menyangkal kalau ia cukup manis. Posturnya langsing secara ideal dan rambut hitam panjangnya yang dibiarkan terurai hingga terkadang menghalangi pandangan dari mata kirinya itu memberikan kesan cantik yang misterius.

Ayo kembali ke kondisi saat ini.

Aku, Adelea, dan Killa, bisa dibilan berjalan di posisi belakang. Sementara di depan kami, berjalan empat gadis cerewet.

"Fumu~, Belle-chan, pedangmu bagus sekali. Bening, licin dan berkilau seperti kaca. Kau bahkan punya dua! Bisa kau jual satu padaku? Beleh? Boleh?"

"Jangan mimpi, Lily. Aku tidak akan menjual [Gemini] berapapun harganya. Lagipula aku yakin kau takkan bisa menggunakannya."

"Un, Williabelle benar, Lily. Kau tadi bahkan tidak bisa mengangkat satu dari pedang itu meski kau sudah menggunakan seluruh Mana-mu, kan?"

"Uu... kau benar, Tily. Pedang punya Belle-chan rasanya lebih berat daripada [Steel Golem]! Bahkan di Katedral tempat master-ku bekerja tidak punya pedang suci seperti ini. Jadi bagaimana bisa Belle-chan dengan enteng membawa dua pedang seberat itu di punggungnya?"

"Yup~ Seperti yang diharapkan dari Nona Vampir Iblis. Kekuatannya mengerikan..."

"Kau bilang apa, Elf Murahan? Kau ingin tahu bagaimana rasanya dipotong kecil-kecil?"

"Kya~! Menakutkannya! Tapi jika kau ingin melakukannya, kau harus menangkapku lebih dulu, Vampir~!"

"Aku serius akan menebasmu, Elf Murahan!"

Jika kita mengabaikan Mariel dan Williabelle yang bermain kejar-kejaran mematikan, tersisa dua gadis yang berjalan di posisi depan.

Lily dan Tily.

Lily seorang Paladin dengan tameng dan pedang beratribut suci sebagai senjatanya. Sedangkan Tily yang seorang Sorceress memegang sebuah buku mantra dan tongkat pendek sebagai peralatannya.

Mungkin kalian bingung kenapa aku membandingkan peralatan mereka untuk mendeskripsikan penampilan mereka. Tapi aku tidak ada pilihan lain karena mereka berdua ini kembar!

Selain equipment yang yang mereka pakai, Lily dan Tily itu menurutku tidak ada bedanya! Wajah mereka, mata hijau lemon mereka, rambut pirang platina mereka, bahkan da-dada mereka, semuanya benar-benar mirip hingga ketingkat seakan mereka berdua hanyalah satu orang yang berdiri di samping cermin.

Hmm... kalau tentang kepribadian mereka, kurasa ada sedikit perbedaan. Ya, benar. Lily cenderung lebih bersemangat, sedangkan Tily tampak lebih pintar.

Ngomong-ngomong, matahari baru saja tenggelam, digantikan oleh bulan purnama yang sinarnya seperti mencelup seluruh gurun dengan warna keperakan.

Membicarakan tentang tujuan <Princess Party> datang kemari adalah, seperti yang sudah kuduga, membersihkan Dungeon [Catacomb of Desert King] dan mencari tahu apakah memang ada naga di dalamnya.

Tidak masalah, aku dan Diary sudah punya rencana.

Waktu terus berjalan, malam semakin larut dan akhirnya kami tiba di tempat tujuan.

Tempat yang disinari cahaya rembulan itu terlihat seperti situs atau reruntuhan kuno. Kau bisa melihat beberapa pilar dan patung batu di sini. Di sekitar pintu masuk dungeon yang mengarah ke bawah tanah, tampak beberapa hantu hitam, monster tipe 'Spirit', [Black Phantom] yang gentayangan kesana kemari.



Kami memutuskan untuk beristirahat di tempat yang agak jauh lalu menyalakan api unggun untuk mengusir hawa dingin gurun di malam hari.

Aku mengeluarkan potongan-potongan daging [Desert Serpent] hasil buruanku dan Paman Graff kemarin, kemudian membakarnya menjadi menu makan malam. Kupikir para gadis akan ragu untuk menerima makanan semacam daging ular panggang, namun tanpa diduga mereka makan dengan rakus. Terutama Mariel!

Sementara gadis lain makan, kulihat Willibelle tidak pernah berhenti menatapku, bukan, lebih tepatnya leherku. Ia juga sedikit menarik-narik ujung bajuku. Huh, apa yang kau inginkan?

"Ichiro... aku... aku... aku haus?"

Gah! Sudah kuduga! Lebih baik aku pura-pura tidak mengerti dan memberinya sebuah pouch besar berisi air.

Sekarang ia malah cemberut dan menggumamkan sesuatu dengan suara yang sangat kecil hingga tidak kedengaran. Lalu ia langsung masuk ke dalam tenda sederhana yang Mariel dirikan khusus untuk para gadis.

Setelah makan malam, semuanya (kecuali aku) masuk ke tenda untuk beristirahat sebelum perburuan yang direncanakan besok. Sementara mereka tidur dengan tenang, aku disuruh untuk begadang semalaman, karena mungkin akan ada monster yang mendekati tempat kami. Sebelum tidur, Killa tidak lupa bilang kalau aku akan mati jika aku berani mendekati tenda mereka.

...Apa aku terlihat seperti orang mesum?

Oke, tidak masalah. Sebenarnya itu wajar kalau ia memperingatkanku. Tapi setidaknya izinkan aku untuk tidur!

Tanpa menunggu waktu lagi, aku langsung masuk ke dalam kantung tidur yang awalnya dipinjamkan oleh Paman Graff.

Berbaring di dekat api unggun, aku langsung mendengkur, tertidur pulas. Yah, hari ini cukup melelahkan.

...Hei Diary, bangunkan aku jika ada monster atau jika sudah pagi, oke?

'Aku buku terkutuk, bukan sebuah jam dengan alarm...'

Bersambung ke Knight Diary Chapter 19

Rita En
2017-08-03 11:42:56
Hihi ... Lanjut, deh.
Alien Queen
2017-06-09 14:55:40
Diary diam aja, padahal kalau nimbrung mungkin bakal lebih heboh.
Zen Kureno
2017-05-11 16:18:33
Itu bukan sebagai anggota tapisebagai penjaga kayanya.
Kiosuke
2017-04-19 19:17:59
ok lanjut aja dehh
Ade Aja
2016-11-10 20:42:43
Cerita yg menarik,, alur ceritaNya smpai membuatku lupa akan duniaku.. Ditggu kelanjutanNya..
Gouenji Shuuya
2016-11-08 14:15:42
Next sob
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-06 16:08:30
sempurna
Mr Blacky
2016-11-06 08:34:39
Kalau lanjut trus gx mustahil bisa rank 1 hehe
Crash Bubbleo
2016-11-05 23:52:37
sukanya crita kyak gini.. Ku ksih nilai 10 dehhh... Laaannjjuuttt
ThE LaSt EnD
2016-11-05 22:43:58
Killa the Raven. hmm sepertinya Diary cukup pendiam akhir2 ini..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook