VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 17

2016-11-02 - Kizaemon > Knight Diary
229 views | 11 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

"Fyuh... nyaris sekali. Mariel, tadi itu benar-benar tidak lucu."

"Ma-mana aku tahu kalau itu kau, Ichiro! Dilihat dari manapun, kau yang sekarang tampak seperti Bandit Gurun yang ada dalam daftar buronan! Karena itu aku---"

"Diam, Elf murahan. Kau terlalu banyak bicara. Lain kali, lihat-lihat dulu kemana kau akan mengarahkan skill-mu."

"! Ba-barusan kau memanggilku apa!? Jika aku Elf Murahan, kalau begitu kau adalah Iblis Jalang Bermulut Busuk! Ichiro, menjauh dari Gadis Iblis ini!"

"Dengar baik-baik, Elf Murahan. Aku bukan dari ras iblis. Aku adalah Vampire Princess yang mampu mengalahkan King Hydra seorang diri! Di hadapanku, kau itu tidak lebih dari seekor lalat pengganggu yang-- Ah!?"

"Cukup. Kau juga terlalu banyak bicara."

Knight Diary Chapter 17 - Princess Party
Penulis : Kizaemon

Serius, jika aku tidak ikut campur, mereka berdua tidak akan pernah berhenti adu mulut.

Setelah aku memberikan sebuah jentikan kecil ke dahinya, akhirnya Williabelle berhenti bicara (untuk sementara). Ia mundur selangkah sambil memegangi titik merah di dahinya.

"Uh...Ini sakit... Berani-beraninya kau kasar padaku! Aku baru saja menyelamatkanmu, ingat!? Hidupmu sekarang milikku!"

"Apa-apaan itu? Apa sekarang aku harus jadi budakmu? Tidak, kesampingkan itu dulu. Kenapa kau mengikutiku hingga kemari, Williabelle? Bukannya biasanya kau takut kulitmu terbakar?"

Kenapa dengan namanya? Yah, itu karena Master tidak suka dipanggil 'Master' saat ia berada di luar lingkungan istananya.

"Hmph! Mana mungkin aku membiarkan makhluk rendahan dan lemah sepertimu berjalan ke tempat tidak jelas seperti ini tanpa diawasi. Ja-jangan salah paham dulu, oke!? Ini bukan karena aku khawatir padamu atau semacamnya! Aku sangat bosan berada di rumah terus, karena itulah aku memutuskan untuk jalan-jalan! Aku kemari murni atas keinginanku sendiri!!"

...Master, mode tsun-mu jadi aktif, tuh. Suaramu juga semakin meninggi. Dasar... Ojou-sama yang satu ini....

"Nah, karena ini adalah pertama kalinya kalian berdua bertemu, biar aku yang me--"

"Hei, Vampir Iblis, apa hubunganmu dengan Ichiro?"

Setidaknya tunggu hingga aku selesai bicara, Mariel!

Sekarang Mariel menatap Williabelle dengan mata mengintimidasi. Namun Williabelle membalas dengan senyum tak kenal takut.

"Hm, apa hubunganku dengan Ichiro? Yah, bisa dibilang, hubungan kami sangat dekat hingga aku sering menyelinap ke kamarnya di malam hari, fufu~"

Kemana perginya mode tsun tadi!? Aku benar-benar tidak mengerti!

Tapi... yang dikatakannya itu tidak sepenuhnya salah... tapi, tapi, i-itu tidak seperti yang kalian bayangkan! Ia menyelinap ke kamarku saat ia sedang haus akan darah segar!

Aku tidak tahu bagaimana atau kenapa Williabelle bisa mendapatkan sepasang taring kecilnya kembali. Dan asal kau tahu saja, sejak tiga minggu terakhir, leherku sudah hampir digigit dua kali! Memang sulit dipercaya tapi aku berhasil kabur darinya. Itu juga salah satu alasan kenapa aku pergi dari istanya dengan memanfaatkan alasan berburu naga.

Tapi sekarang ia malah mengikutiku sampai kemari!

Tidak, sebenarnya itu bukan masalah. Ucapkan terima kasih kepada pihak Gereja yang sudah menghilangkan Takdir Darah dari Williabelle, jadi meskipun aku tergigit, aku tidak akan berubah jadi vampir.

"Ichiro, apa itu benar?"

Suara Mariel menyadarkanku dari lamunan. Kulihat ia menoleh padaku. Tatapan matanya seakan mengatakan "Itu bohong, kan!?".

Haa... Kalian para perempuan tidak membantu sama sekali. Aku pergi sejauh ini untuk memburu naga. Tidak ada waktu untuk meluruskan kesalahpahaman semacam ini. Meskipun begitu, aku tetap menjawab Mariel dengan tenang.

"Tidak apa-apa, Mariel. Williabelle ini adalah Master-ku."

"...Begitu, huh. Ini memang seperti yang sudah kuduga darimu."

Eh? Apa artinya itu?

Ketika aku tengah berpikir, aku baru menyadari sesuatu yang hilang.

"Hei, mana paman Graff?" Kepalaku berputar ke segala arah, mencari keberadaannya.

"Saat kau tadi berdebat dengan Vampir Iblis ini, aku melihat paman botak itu pergi ke arah sana. Dia bilang kalau ada urusan yang harus dia lakukan." Sambil bicara, Mariel menunjuk ke suatu arah.

"Oh..."

Yah, benar juga. Tujuan utama paman datang ke gurun ini sebenarnya bukan untuk mengantarku ke tempat naga, tapi untuk mencari tanaman langka yang tumbuh tersembunyi di kawasan tandus ini.

Tidak masalah. Lagipula paman sudah memberitahuku tempat lokasi naga itu bersembunyi. Ia ada dalam Dungeon bernama [Catacomb of Desert King]. Dari sini, kita hanya perlu terus berjalan ke arah selatan dan akan sampai ke tempat itu saat matahari terbenam. Tidak, karena terhenti di sini, sudah pasti aku tidak akan sampai di sana saat senja.

Hmm... ngomong-ngomong...

"Mariel, apa yang kau lakukan di sini?"

"Eh, itu... party-ku di tugaskan untuk-- Ah, benar! Ichiro, akan kukenalkan kau pada anggota party-ku!"

Oi, kau belum menjawab pertanyaanku.

"Ayo, Ichiro. Kau juga harus ikut, Vampir Iblis! Aku yakin kau akan sangat berguna nanti. Yup~"

Mariel langsung menarik tanganku dan Williabelle dan berjalan lebih dulu.

"Dasar Elf Murahan, setidaknya panggil aku dengan namaku!"

"Kukembalikan kata-kata itu padamu, Vampir Iblis!"

Mau tidak mau, aku tersenyum melihat hal itu. Kupikir akan bagus jika Williabelle bisa bergaul dengan gadis seusianya dan mendapat teman. Hanya tinggal di istana terpencil selama bertahun-tahun, ia pasti merasa kesepian, kan?

Sementara itu, Mariel mendengus.

"Haa... Biasanya Alarica selalu ikut, tapi kali ini ia tidak diijinkan oleh ayahnya."

"Begitu..."

Kurasa itu wajar jika ayahnya yang seorang Raja tidak ingin Putrinya yang berharga pergi ketempat yang berbahaya.

Kini, aku dan Williabelle terus berjalan, diseret oleh Mariel.

Tak perlu waktu lama, akhirnya kami sampai di tempat party Mariel berada. Tampak empat orang yang tengah berteduh dalam bayang-bayang sebuah bukit batu. Pandangan mereka langsung tertuju pada kami.

Mariel menunjukkan ekspresi ceria, dan Williabelle tetap memasang wajah angkuh seperti biasa. Sementara itu, aku berkeringat dingin karena suatu alasan.

Mariel menghampiri teman-teman party-nya. Ia terlihat seperti merundingkan sesuatu dengan mereka. Sesekali mereka melirik padaku dan Williabelle.

Setelah beberapa lama, Mariel berbalik menghadap padaku dan Williabelle sembari tersenyum.

"Nah, Ichiro-kun dan Vam-.. Williabelle-san, kalian mendapat tawaran untuk bergabung dengan kelompok party terkuat di Schroder, yaitu <Princess Party>. Bagaimana, kalian tertarik, kan?"

"..."

Tak perlu ditanya lagi, jawabanku sudah pasti.

Tanpa mengatakan apapun, aku langsung berbalik dan pergi. Namun, belum selangkah aku berjalan, bajuku langsung dicengkram dari belakang.

"Lepaskan aku, Mariel! Aku ingin menyusul Paman Graff saja!"

"Bodoh. Kau tidak akan kubiarkan lari. Ichiro-kun harus membantu kami."

"Aku memang bodoh! Bagaimanapun, aku tidak masalah jika Williabelle ikut denganmu, tapi kalau kau tanya aku, biar kukatakan ini, aku tidak mau! Aku sama sekali tidak bisa menanggung beban psikologis yang akan kuterima saat bergabung dengan 'Party khusus cewe' ini! Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku!?"

"Itu tidak penting. Siapa peduli kalau kau adalah satu-satunya laki-laki di sini?"

"Aku peduli!!"

Sial. Ini tidak akan bekerja. Rasanya seperti aku berteriak pada dinding saja. Daripada 'tawaran', kurasa akan lebih tepat untuk menyebut ini 'paksaan'.

Bersambung...

(A. Note: Next Chapter-> Ayo Menuju Dungeon!)

Bersambung ke Knight Diary Chapter 18

Rita En
2017-08-03 11:34:28
Hihi. Princess party ...
Alien Queen
2017-06-09 14:47:26
Jiah kalau berdebat mulu disitu kapan sampainya, jadi cerita ini termasuk shojou dong.
Kiosuke
2017-04-19 19:12:13
wkwk diajak party yg isinya cewe semua
Bocah Redoks
2017-03-04 12:55:20
wah. satu satunya laki laki?
Grim Rieper
2016-11-04 15:18:46
Lanjut !
kyoushi
2016-11-02 23:13:00
Next
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-02 19:43:20
sie diary kmana?
Crash Bubbleo
2016-11-02 17:49:14
di tunggu kelanjutannya..
Aizawa Kaizen
2016-11-02 15:11:59
Lanjut
Sqouts Shadows
2016-11-02 14:50:47
Semangat buat author biar nulisnya sedikit cepat
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook