VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 16

2016-10-28 - Kizaemon > Knight Diary
240 views | 14 komentar | nilai: 9.31 (13 user)

"Hei bocah, mana semangatmu? Akan kutinggal kau jika jalanmu lambat begitu."

"Semangatku sudah habis kemarin, bersamaan dengan habisnya persediaan air kita. Haa... jika aku tahu kalau Paman akan membawaku ketempat kering kerontang semacam ini, maka aku akan menggunakan seluruh kapasitas tasku untuk membawa botol-botol penuh air...Aargh!! Berhenti bicara... tenggorokanku sudah sakit dan kering..."

"Dasar payah, mengaku ingin mengalahkan naga dan melamar Tuan Putri, tapi hanya karena sedikit haus, kau sudah merengek tanpa henti."

"...Berisik. Andai saja di sini ada Alarica, aku bisa memintanya untuk menciptakan sebongkah besar es, dan berikutnya, kita bisa makan es serut yang menyegarkan sepuasnya! Haha!"

"Kurasa otakmu sudah hangus terbakar matahari. Kau mulai meracau lagi."

Knight Diary Chapter 16 - Gurun Kesengsaraan
Penulis : Kizaemon

Di sebelah barat dari Rawa Keheningan, terdapat sebuah hutan belantara. Jika kau berhasil menembus hutan itu, kau akan bertemu dengan barisan pegunungan yang memanjang dari timur ke arah barat. Di balik barisan pegunungan itu, tampak sebuah kawasan kering sejauh mata memandang.

Gurun Kesengsaraan... di sinilah aku dan Paman Graff sekarang. Jangan pedulikan cara penamaannya yang membosankan. Ini adalah Kawasan Dungeon Terbuka kedua yang kutahu selain Rawa keheningan.

Di gurun ini tidak hanya ada pasir, tetapi juga ada bukit-bukit batu berbagai ukuran dan tanaman-tanaman khas bioma gurun seperti kaktus yang tersebar di seluruh gurun kawasan tandus ini. Juga ada jasad-jasad monster yang sekarang hanya tinggal tulang.

Aku jadi merasa masuk ke dunia wild-west.

Matahari bersinar terik di atas kepalaku. Aku memakai mantel bertudung agar kulitku tidak terbakar. Sama sekali tidak terlihat gumpalan awan di langit. Wilayah ini seakan sudah menjadi oven raksasa. Jadi seperti ini ya, perasaan menjadi daging panggang...

Sambil terus berjalan, aku mengambil sebuah Pouch dari dalam tasku, membuka tutupnya yang seperti penyumbat botol anggur, lalu meletakkannya ke mulutku.

"Ah..."

Dahaga ku segera berkurang setelah minum. Jika kalian bingung bagaimana bisa aku memiliki air padahal persediaan air yang kubawa dari rumah sudah habis sejak kemarin, aku akan menjelaskannya sedikit.

Pouch berisi air yang sedang kupegang ini sebenarnya kudapat dari para Sand Lizardman yang menghuni gurun ini. Aku tidak mengira kalau para manusia kadal juga ada di tempat seperti ini. Saat aku menghabisi mereka dan merebut Pouch mereka, yang kudapat adalah air.

Tidak ada uang sama sekali!

Jujur, itulah yang membuatku kesal. Tapi kurasa itu wajar jika di tempat seperti ini, air akan lebih berharga daripada koin perak ataupun emas. Yah, aku agak bingung di mana monster-monster itu menemukan air. Mungkin ada oasis di sekitar sini?

Sejauh ini, selain Lizardman, monster yang kutemui di gurun ini adalah Thorny Cactus, Sand Golem, Scorpion King, dan Desert Serpent. Aku mengalahkan dan menyalin skill mereka menggunakan [Spell Duplicator] milik Diary. Namun untuk monster kaktus dan golem pasir, aku tidak bisa mendapatkan skill mereka karena mereka tidak punya darah! Aku hanya bisa mengumpulkan material dari jasad mereka. Aku mendapat [Iron Ore] dari Sand Golem, [High-grade Scorpion Venom] dari Scorpion King, dan [Snake Skin] dari Desert Serpent. Hee...Ingatkan aku agar menjual semuanya nanti.

Di siang yang terlalu cerah ini, aku masih harus berjalan mengikuti langkah cepat dari Paman Graff. Serius, stamina orang ini benar-benar tidak masuk akal.

"Ossan..." erangku.

"Apa?"

"Sarang naga itu... apa masih jauh?"

"...Tidak juga. Menurutku kita akan sampai saat matahari terbenam."

Dan kau bilang itu tidak jauh!?

"Begitu. Bisa kita istirahat dan berteduh sebentar?"

"Tidak, kita harus buru-buru."

"Huh?"

Aku tidak mengerti maksud Paman. Dia tiba-tiba berhenti berjalan dan berbalik menghadapku.

"Err... kenapa kita harus buru-buru?"

"...Haa... Sebelumnya aku minta maaf, bocah, karena tidak memberitahumu sejak awal. Begini, sebenarnya, sebelum kau datang kerumahku untuk mencari tahu tentang keberadaan naga, aku sudah lebih dulu melaporkan informasi itu pada Guild Mercenery di Benteng Schroder."

"Huh!?"

Paman Graff tidak peduli dengan keterkejutanku dan terus berbicara.

"Aku yakin kalau Guild Pengawas tidak akan membuat tugas membasmi naga itu menjadi Quest umum yang dapat diikuti oleh semua Petualang, tapi ada kemungkinan kalau Raja akan mengirim Knight ataupun kelompok Party terbaik untuk menghabisi naga itu."

Oi oi, bukannya itu gawat? Jika mereka berhasil membunuh naga itu lebih dulu, itu artinya mereka menghancurkan kesempatan super langka-ku untuk naik Class! Sialan!

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Ya kita akan terus melanjutkan perjalanan seperti biasa, dan berharap kalau kitalah yang sampai pertama kali."

Sekarang mood-ku langsung jatuh. Sambil terus berjalan, aku tidak bisa berhenti gelisah.

Ketika aku sibuk merenung, Diary yang kusimpan di tas pinggangku bicara dengan volume yang hanya bisa didengar olehku.

"Ichiro, ini buruk. Sekitar 100 meter di depan, ada sebuah party beranggotakan 4 orang, dan ada 1 pengintai di belakang bukit kecil di depan."

Apa!? Si-sialan! Ternyata kita sudah-- Uwah!?

Tidak memberiku kesempatan untuk berpikir, dari balik bukit batu di depan, sebuah anak panah keluar. Anak panah itu membentuk lintasan melengkung di udara, berbelok langsung menuju ke arahku!

Skill panah itu... [Auto Aim]. Aku pernah melihat Mariel menggunakannya. Anak panah itu mustahil dihindari oleh target meskipun si pemanah menembak ke arah sembarang! Itu artinya pengintai itu adalah seorang [Sniper].

Dengan gerakan secepat yang aku bisa, aku menggenggam gagang pedang yang tergantung di punggungku dan langsung mengaktifkan skill.

"[Sweep]"

Skill pedang-satu-tangan tingkat menengah dalam Class Swordmaster. Biasanya ini digunakan untuk menepis serangan tusukan dari rapier, tombak, lance, dan sejenisnya. Untunglah ayunan pedangku tidak meleset saat menangkis anak panah itu.

Mata panah itu menancap di tanah kering, sekitar 30 cm dari posisi kaki kiriku.

"Hei bocah, kau baik-baik saja?"

"Ya."

Tapi tolong, berhenti memanggilku 'bocah'.

Paman Graff datang ke sebelahku. Setelah aku menjawab singkat, perhatianku kembali kufokuskan pada bukit di depan.

Huh? Apa mataku tidak salah lihat?

Seorang gadis Elf yang membawa long-bow berjalan keluar dari balik bukit itu.

"Teehee~ Menyerahlah~, dan aku tidak akan membunuhmu seperti temanmu yang kena pan-- Fueh!? Aah!! Aduh... Ba-bagaimana mungkin!? Panahku meleset!? Dan apa itu kau, Paman Graff?"

Gadis Elf berambut sewarna emas itu jatuh dengan lebay saat melihat kami. Apa tadi dia pikir kalau aku sudah mati kena panahnya? Kurasa ia tidak mengkonfirmasi identitas kami lebih dulu sebelum menembakkan panah berbahayanya. Yang ia pikirkan hanyalah 'tembak apapun yang mendekat'.

Yah, ia memang belum berubah. Sifat terlalu percaya dirinya... ia memang Mariel.

Tunggu sebentar. Kenapa Mariel ada di sini? Dan kenapa ia tidak mengenaliku? Ah, kurasa ini karena mantel bertudung kepala yang kupakai. Wajahku terlindung dalam bayangan. Ditambah dengan pakaianku yang dipenuhi bercak darah (dari monster), harus kuakui kalau penampilanku sekarang tampak seperti seorang Assassin berbahaya ataupun anggota bandit.

"Apa kabar, Mariel? Lama tidak bertemu." Aku menyapanya senormal mungkin, tapi...

"Kuh! Kau tahu namaku!? Apa kau penguntit mesum yang selalu memata-mataiku!? Dasar kurang ajar! Meskipun postur tubuh dan tinggi badanmu termasuk tipeku, tapi aku benci pria hidung belang! Paman Graff, cepat menjauh dari bandit itu! Aku akan benar-benar mengenainya kali ini!"

Mariel mengeluarkan seluruh anak panah dari dalam quiver yang terikat di samping paha kanannya yang putih dan mulus itu. Kemudian ia menggunakan sihir untuk merangkum seluh anak panah yang ia miliki menjadi hanya satu bentuk anak panah unik yang bersinar kuat. Mariel siap melepaskan salah satu Skill Ultimate miliknya, [Detonating Arrow], memiliki daya ledak yang cukup kuat untuk merubuhkan tembok benteng.

I-idiot!! Bahkan setelah melihat pedangku dan mendengar suaraku, ia masih tidak bisa mengenaliku!? Seharusnya ia juga bisa berpikir kalau aku datang bersama Paman Graff, itu artinya aku bukan orang jahat! Kemana perginya konsep 'perempuan lebih sensitif daripada laki-laki'!?

Mariel menarik senar busurnya hingga batas maksimal sambil terus membidik tepat padaku.

"Wa-waah!! Hentikan, Mariel! Aku Ichiro!" Aku buru-buru membuka tudung di kepalaku, membuat Mariel dapat jelas melihat wajahku, namun---

"Eeeehh!? I-itu kau Ichi- Ah!? Tanganku tergelincir!"

---kurasa aku tetap akan mati.

Anak panah berkecepatan cahaya melesat ke arahku.

Tidak ada waktu untukku bereaksi.

DUAAR!!!

Ledakkan besar melahap tubuhku.

Tidak, bukan itu yang terjadi. Aku masih hidup.

Seorang gadis berdiri di depanku dan ia menciptakan barier pertahanan mutlak.

Ujung gaun pendek dan rambut merahnya seakan berkibar terkena angin dari ledakan.

"Tidak ada yang boleh meledakkannya selain aku. Ichiro adalah milikku!"

"Williabelle?" Seperti tidak sadar, aku malah menguckan namanya.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 17

Rita En
2017-08-03 11:26:55
Master muncul!
Alien Queen
2017-06-09 14:39:18
Mariel oh mariel, ada apakah gerangan dengannya.?
Zen Kureno
2017-05-11 15:56:20
Lemah juga tu buku sampai ia tidak mengetahui keberadaan 'Williabelle'.
Kiosuke
2017-04-19 19:06:55
mengucapkan uy mengucapkan_-"
Bocah Redoks
2017-03-04 12:48:54
berarti wiliabele sudah mengikuti mereka sejak awal
Bocah Redoks
2017-03-04 12:48:42
berarti wiliabele sudah mengikuti mereka sejak a
Grim Rieper
2016-10-31 20:38:14
Kapan rilis lagi?
Grim Rieper
2016-10-29 17:36:59
Lanjutin lagi jangan lama2 .!
Mr Blacky
2016-10-29 13:49:28
Lanjutnya jangan lama2 dong hehe
Jack El Jacqueline
2016-10-29 11:33:38
sepertinya ichiro bakal jadi calon playboy kelas kakap.te~he
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook