VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 12

2016-09-24 - Kizaemon > Knight Diary
229 views | 13 komentar | nilai: 10 (5 user)

"Ah... sehabis mandi, tubuhku jadi sangat segar dan ringan. Diary, kau juga ingin mandi?"

"Apa kau ingin membuat seluruh halamanku yang berharga jadi basah hingga sobek? Untuk membersihkanku dari debu, jangan gunakan air tapi gunakan kemoceng."

"Aneh. Kukira buku sihir dan jurnal ajaib sepertimu tidak mudah di hancurkan, apalagi kalau hanya terkena air."

"Ucapanmu tidak sepenuhnya salah, tapi-..."

JKLEK

"Selamat pagi, Ichiro-kun~! Apa kau sudah siap untuk berla- KYAAA!"

"WAAA!? BODOH! Kenapa kau tidak mengetuk pintu!?"

Knight Diary Chapter 12 - Huru-hara di Pagi Hari
Penulis : Kizaemon

Ini adalah pagi pertamaku di kediaman Williabelle dan aku tidak tahu harus berkomentar seperti apa.

Setelah bangun tidur sesuai irama kehidupanku, aku segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Seingatku aku tidak menghabiskan banyak waktu untuk itu. Sehabis mandi, aku kembali ke sisi tempat tidurku, tempat dimana aku menanggalkan pakaianku. Dan ketika aku sedang mengeringkan rambutku yang basah menggunakan sebuah handuk dan mengobrol sedikit dengan Diary... saat itulah Williabelle masuk ke kamarku tanpa peringatan.

Karena baru saja mandi, aku hanya menggunakan selembar handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhku, dan saat ia menyadari hal ini, mulutnya mengeluarkan jeritan yang imut dan ia langsung lari keluar sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hah... kuharap ia tidak akan menabrak sesuatu.

Tadi waktu ia kemari, ia masih mengenakan piyama. Mungkin ia langsung kemari segera setelah bangun tidur. Meskipun begitu, wajahnya tampak sangat segar.

Masuk ke kamar laki-laki dengan mengenakan baju tidur, kurasa itu adalah kesalahan fatal jika yang melakukannya adalah seorang perempuan.

Pikiran semacam "Hehehe, aku akan melakukan ini dan itu padanya." kadang-kadang terselip juga di kepalaku. Namun pikiran semacam itu akan langsung menghilang ketika aku mengingat fakta kalau meskipun hanya dengan satu tangan, Williabelle tetap mampu membantingku dan dengan mudah melemparku keluar jendela. Hal yang sama juga berlaku untuk Gisela. Serigala betina itu bisa saja mengubah tubuhku menjadi potongan-potongan kecil dalam sekejap. Jadi bisa dipastikan kalau aku takkan pernah bisa melakukan apapun pada mereka berdua.

Setelah berpakaian lengkap dan memakai peralatan tempur yang kupunya, aku berjalan menuju aula makan untuk mencari sarapan.

Hou... ternyata mereka berdua ada di sini rupanya.

"Nona Belle, berhenti bergumam dan cepat habiskan sarapan anda."

"Geez... benar-benar... dia benar-benar menyebalkan! Uh... sekarang aku malah tidak bisa berhenti memikirkannya! Berani-beraninya dia merusak selera makanku..."

Sejak aku memasuki aula makan yang mungkin fungsi sebenarnya adalah tempat untuk perjamuan makan besar ini, aku bisa melihat Williabelle yang sedang duduk di depan meja berbentuk memanjang yang dikelilingi banyak kursi. Rambut panjangnya yang semerah darah memiliki kunciran kecil di sisi kiri dan kanan kepalanya, di ikat menggunakan dua pita hitam. Saat ini, ia mengenakan gaun lolita hitam-merah favoritnya. Tangan kanannya tanpa henti menggunakan garpu untuk menusuk-nusuk pancake yang ada di piring di depannya dengan agresif. Wajah manis kekanak-kanakannya tampak kesal hingga memerah.

Di samping kursi yang Williabelle duduki, berdiri seorang gadis berseragam maid dan ber-apron putih. Wajah cantik misteriusnya yang memasang ekspresi datar sepanjang waktu itu menunjukkan kepribadiannya yang berdisiplin tinggi layaknya seorang mertua galak. Rambut pony-tail nya bergoyang saat kepalanya menoleh, menyadari keberadaanku.

Dengan santai aku berjalan mendekati mereka, duduk di kursi yang berseberangan dengan Williabelle, lalu aku menarik piringnya yang berisi pancake ke sisiku tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Kau... kembalikan sarapanku!"

Williabelle menggebrak meja dan mengacungkan garpu kearahku. Namun kali ini, aku tidak akan peduli. Aku sudah kelaparan sejak kemarin!

"Mm... sangat enak. Gisela-san, apa kau yang membuat ini? Ah, tentu saja kau yang membuatnya. Memangnya ada orang lain lagi yang bisa memasak di sini? Kusasa tidak ada. Namun sayang sekali, bentuk sempurna makanan ini telah dirusak oleh seseorang. Tapi tenang saja, aku akan tetap menghabiskan pancake ini karena aku adalah orang yang menghargai makanan."

Sembari memasukkan sesuap lagi ke mulutku, aku melirik dari sudut mataku untuk melihat reaksi dari orang yang ku sindir.

"Gisela..."

"Y-ya?"

"Ambilkan aku... <Gemini>."

"Baik."

Dengan segera Gisela pergi dari ruangan ini menuju suatu tempat dalam istana ini yang tidak kuketahui. Saat ia kembali, ia membawa dua benda besar dan berkilau di tangannya.

Oh, sial... kurasa aku telah menggali lubang kuburanku sendiri.

Williabelle dengan gesit menerima benda yang di bawa Gisela.

Dua great-sword kembar yang seluruh bilah besarnya terlihat seperti terbuat dari kaca transparan. Aku tidak akan pernah lupa kalau ia pernah hampir memenggalku menggunakan dua pedang besar itu.

Dahiku mulai berkeringat.

Ia mulai tersenyum.

"Nah, muridku yang lancang. Kurasa ini waktu yang tepat untuk latihan pertama kita. Mula-mula... ayo kita lakukan latih tanding yang seru!"

"Hah? Apa yang kau- WAAAH!!"

SYAAT!!

Aku tak bisa menyelesaikan ucapanku karena aku harus melompat kesamping demi menghindari sebuah tebasan vertikal mematikan yang tiba-tiba datang. Dalam sekejap, kursi tempatku duduk beberapa saat yang lalu telah dibelah jadi dua.

"A-apa-apaan kau!? Siapa saja akan terbunuh jika terkena seranganmu itu! I-ini bukan latihan tanding, kan!? Kau hanya sedang melampiaskan kekesalanmu padaku, kan!?"

"Tepat sekali. Berani-beraninya kau mengatakan kalau aku tidak bisa memasak. Asal kau tahu saja, aku hanya memasak untuk calon suamiku! Dan laki-laki sepertimu... masih terlalu cepat seribu tahun untuk mendapatkan perhatianku!"

SYAT! SYAT!

Meja panjang dan kursi-kursi di sekitarku terpotong tanpa sebab yang jelas.

"GYAAA!! Master, maafkan akuuu!!"

"Hei, jangan lari! Kemari dan bertarunglah seperti pendekar pedang sejati! Hei!"

Bersambung ke Knight Diary Chapter 13

Tatsuya
2017-12-30 14:10:46
dari pada motong meja dan kursi mending motong sayur
Rita En
2017-08-03 11:02:14
Wkwkwk ... Ngakak dulu, ah.
Alien Queen
2017-06-08 16:44:51
Wah wah wah, kukira marah karna apa, memang bakal kesel tuh kalau seorang wanita diejek ngga bisa masak.
Zen Kureno
2017-05-11 15:06:35
Benar-benar engga ngerti suasana tu kayanya.
Kiosuke
2017-04-19 18:36:32
wkwk
Bocah Redoks
2017-03-04 12:23:58
seribu tahun masih cepat ? harus jadi vampir dulu donk
Grim Rieper
2016-12-18 07:09:58
Baca dri awal
Sanada Ritsuka
2016-09-26 06:39:21
Selamat ya udah sampe 4 besar cerita nya
Sanada Ritsuka
2016-09-26 06:35:20
Haha.. Dasar lol
kyoushi
2016-09-25 11:35:18
Lanjut
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook