VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 9

2016-09-20 - Kizaemon > Knight Diary
221 views | 15 komentar | nilai: 10 (5 user)

"A-aw... Pelan-pelan, ini perih kau tahu. Bisa kau melakukannya dengan lebih lembut?"

"Diamlah, jangan cengeng seperti anak kecil. Bukannya kau juga sangat kasar saat menahan tubuhku dan berusaha memenggal kepalaku? Kau seharusnya bersyukur karena Nona Belle sudah mengampuni nyawamu yang tidak berharga itu dan hanya memberikan goresan di lehermu."

"Um... Gisela-san, aku kan sudah minta maaf, ingat? Lagipula, itu kau yang menyerangku duluan. Dan juga, aku tidak tahu kalau serigala ganas itu sebenarnya adalah seorang gadis yang can- Uhuk! He-hentikan! Kau... mencekikku... Heok!"

"Laki-laki idiot, mati saja."

Knight Diary Chapter 9 - Identitas Sebenarnya
Penulis : Kizaemon

Fakta kalau aku masih bisa hidup sampai sekarang adalah bukti bahwa Dewi Fortuna masih tersenyum padaku.

Williabelle, gadis berambut merah dan berkulit putih itu tinggal sendirian di istana megah ini ditemani pelayannya, Gisela, yang adalah seorang dari ras Beastman.

Saat dia mengancamku dengan dua pedang besarnya kupikir aku benar-benar akan mati. Namun setelah kujelaskan alasanku datang kesini adalah hanya untuk mencari seorang master pedang, tak kusangka ia mau percaya dan langsung menerimaku menjadi muridnya, ASALKAN... aku memenuhi satu syarat.

Sayangnya, syarat yang ia ajukan adalah hal yang kuanggap sebagai siksaan terberat di dunia. Tetapi, ia mengatakannya dengan enteng sekali.

"Dengar, Ichiro-kun. Sebenarnya aku belum pernah mengajarkan skill pada siapapun. Aku juga tidak suka bergaul dengan orang lain, karena itulah aku tinggal di tempat yang jauh dari keramaian seperti ini. Tapi... jika kau mau 'menyumbang' 10 koin emas padaku, kurasa aku akan bersedia memberikan pelatihan padamu hingga kau mahir dan mengijinkanmu tinggal di sini. Bagaimana? Apa kita sepakat?"

"..."

Aku jelas-jelas sedang dirampok. Bagaimana bisa gadis ini tahu persis berapa jumlah uang yang ada padaku? Seluruh koin emas yang Alarica berikan padaku telah raib. Sekarang aku hanya memiliki beberapa koin perak dan perunggu yang kudapat dari dalam pouch para Lizardman.

Aku bangkrut.

Hiks... maafkan aku Alarica. Aku bahkan tak bisa menjaga pemberian berhargamu meski hanya sehari. Jika Alarica nanti menanyakan padaku tentang 10 koin emas itu... kurasa aku akan bilang padanya kalau aku dirampok sekelompok bandit gunung yang kejam dan hampir tidak bisa menyelamatkan diri. Ah, aku benar-benar menyedihkan.

Setelah mendapatkan uang dariku, Williabelle menyuruh maid-nya, Gisela, untuk mengantarku ke kamarku.

Hmm... kamarnya bagus juga. Ada satu tempat tidur besar dan berkanopi dan dua buah lemari besar. Batu-batu kristal bercahaya yang menempel di langit-langit kamar berfungsi sebagai lampu penerangan. Lantainya berkilau seperti keramik porselin. Beberapa lukisan pemandangan yang indah juga terpajang di dinding. Aku juga melihat pintu yang mengarah ke kamar mandi. Ah, kurasa... aku bisa betah tinggal di sini.

Sekarang, Gisela sedang memasangkan perban untuk menutup luka sayat di leherku.

"Ngomong-ngomong... kalian hanya tinggal berdua di tempat sebesar ini?" ucapku mencoba memulai percakapan normal.

"Tentu saja. Memangnya kau melihat ada orang lain?" Jawabnya dengan ekspresi dan nada datar.

"Kastil ini punya berapa kamar? Di mana kamar kalian?"

"Aku akan mencabikmu jika kau berani memasuki kamar Nona Belle ataupun kamarku tanpa izin."

"..."

Me-menakutkan! Karena wajah cantiknya, aku selalu lupa kalau dia itu juga seekor serigala. Sebaiknya aku diam saja dan tidak bertanya macam-macam.

"Lukamu cukup parah. Akan kupanggilkan seseorang yang bisa mengobatinya nanti. Jika kau perlu sesuatu, panggil saja aku. Pendengaranku cukup tajam kau tahu."

Gisela berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar sambil membawa kotak medis. Namun sebelum keluar, ia berhenti dan berbalik.

"Oh iya, setelah 30 menit, turunlah untuk makan malam. Itu jika kau lapar, sih."

"Tentu saja aku lapar! Aku bahkan belum makan siang!"

"Kalau begitu... sampai nanti."

JKLEK

Dia pun keluar dan menutup pintu dengan gerakan cepat.

Rasa-rasanya aku tadi melihat senyumannya sekilas, atau mungkin itu hanya perasaanku saja, ya?

Aku merebahkan diriku ke atas tempat tidur. Ah, sangat nyaman, lembut dan empuk.

"Hei Diary, kau bilang Williabelle itu bukan manusia, kan? Kalau begitu, makhluk apa dia?" Sambil berbaring, aku mengeluarkan sebuah buku dari tas kecilku dan mengajaknya bicara.

Simbol berbentuk pedang yang ada di sisi buku itu mulai berkedip.

"Jadi kau belum menyadarinya, ya? Astaga, seperti biasa, kau memang idiot."

"Hanya karena kau sebuah buku, itu bukan berarti kau mempunyai hak untuk menyebut orang lain bodoh atau idiot. Berhenti bertele-tele dan jawab saja pertanyaanku." Buku ini selalu membuatku naik darah.

"Oke oke. Akan kujawab pertanyaanmu itu dengan sebuah pertanyaan. Menurutmu, ras apa yang biasanya menggunakan manusia serigala sebagai pelayannya?"

"Eh? Apa mungkin dia..."

"Benar. Gadis itu... seorang Vampir."

"..."

K-kau jangan bercanda buku sialan! Kalau Williabelle seorang Vampir, bukankah itu artinya keadaanku saat ini sama saja dengan seekor kelinci yang dengan senang hati melompat masuk ke kandang singa!?

"A-apa kau gila!? Kalau kita di sini terus, kita bisa dijadikan santapan oleh vampir!"

"Bukan 'kita', tapi hanya 'kau'. Aku yakin vampir itu tidak memiliki selera terhadap tumpukan kertas sepertiku."

"Aaaahh!! Kau sama sekali tidak membantu! Kalau begini, aku harus segera pergi dari- "

JKLEK

Ketika aku sedang panik-paniknya, tiba-tiba seseorang membuka pintu kamarku.

Berdiri di sana, seorang gadis cantik dengan rambut panjang merah menyala. Ia mengenakan gaun lolita hitam berenda merah. Kulihat ia tersenyum manis begitu melihatku. Tapi entah kenapa senyumannya itu malah membuatku merinding.

Williabelle berjalan kearahku.

Tolong aku...

"Ichiro-kun, bagaimana luka di lehermu? Boleh aku... melihatnya sebentar? Fufu." Tanyanya sambil tersenyum.

"T-tolong akuuu!!"

Teriakan terakhirku menggema di langit malam penuh bintang.

Malam yang indah, huh?

Bersambung ke Knight Diary Chapter 10

Newbie Karbitan
2017-08-22 18:07:31
Mungkin lehernya di cupang, makanya Ichiro teriak
Rita En
2017-08-03 10:42:52
Hihi, vampir lah ...
Alien Queen
2017-06-08 16:17:18
Sudah kuduga, penghuninya ngga akan normal.
Aerosmith
2017-05-27 11:40:23
Lanjut...
Zen Kureno
2017-05-11 07:41:42
Habis dah tu orang.
Kiosuke
2017-04-19 18:23:31
wahh mungkin dia di...
Bocah Redoks
2017-03-04 12:02:23
wkwkwk. diapakan sich dia sampai berteriak segala
Sena Lightspeed
2017-01-15 19:21:54
Keren
Grim Rieper
2016-12-19 16:23:17
Lewat
Inoue Miyako
2016-09-29 23:24:06
Hahaa *
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook