VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 8

2016-09-19 - Kizaemon > Knight Diary
222 views | 12 komentar | nilai: 10 (5 user)

"Grrr..."

"Tch... ini gawat."

Knight Diary Chapter 8 - Sang Pemilik Istana
Penulis : Kizaemon

Perlahan aku berusaha keluar dari rimbunan daun hijau. Kulihat serigala berbulu coklat itu mulai melangkah mendekatiku tanpa buru-buru. Cakarnya mengkilat seperti besi yang baru dipoles. Itu adalah skill <Iron Hand>. Diary yang memberi tahuku.

"Kuh... kenapa aku tidak punya satupun skill..." Gumamku seraya membetulkan posisi kuda-kudaku.

"Omong kosong. Untuk sekarang, kau bisa menggunakan satu skill." Sahut Diary yang kusimpan dalam tas kecil di pinggangku.

"Benarkah!? Skill apa itu!? Apa itu keren!?"

"Skill <Fire Ball>. Salah satu skill elemen api tingkat dasar yang kau dapat saat kau berhasil mengalahkan Salamander api tempo hari. Ini adalah salah satu efek tambahan yang dimiliki pedangmu, <Spell Duplicator>. Kau bisa meniru skill lawanmu, tapi dengan syarat yaitu pedangmu harus menyentuh darah musuhmu."

"Kenapa kau tidak bilang dari dulu...." Akhirnya aku bisa tersenyum sedikit.

Manusia serigala yang tadi hanya berjalan santai, kini mulai berlari kearahku dengan kecepatan yang luar biasa.

Aku ingin mencoba skill itu sekarang. Skill tingkat dasar tidak memerlukan perapalan mantra untuk digunakan, hanya memerlukan mana.

"<Fire Ball>!"

Dengan gerakan cepat, aku mengarahkan ujung pedangku ke arah serigala yang sedang berlari mendekat. Sebuah bola api sebesar semangka terbentuk di ujung pedangku lalu melesat maju.

Manusia serigala itu nampak terkejut. Mungkin ia tidak menduga kalau aku bisa melakukan serangan semacam itu. Ia langsung menghentikan langkahnya dan menyilangkan tangannya yang jadi sekeras baja karena skill <Iron Hand>.

BLAR!

Ia berhasil menahan bola apiku namun ia terlambat menyadari kalau aku sudah di dekatnya.

Dengan sapuan kaki, aku berhasil menjatuhkan dan membuatnya terlentang di tanah. Seketika aku langsung duduk di atas perutnya untuk menahan tubuhnya, tangan kiriku sekuat tenaga menekan pergelangan tangan kanannya ke tanah, sementara tangan kananku yang menggenggam gagang pedang mengantar bilah pedang gelapku menyentuh lehernya, siap memberikan last attack.

"Maafkan aku. Aku hanya membela diri." Itulah yang kuucapkan pada manusia serigala itu sebelum aku menambah tekanan pada pedangku untuk menyembelihnya. Namun...

"Cukup! Berhenti di situ!"

Sebuah teriakan berhasil membatalkan niatku dan secara otomatis membuatku menghentikan gerakan tanganku.

Di depan pintu istana yang sekarang sudah terbuka, kulihat seorang gadis berambut merah sepinggang berdiri disana. Kedua tangannya menggengam pinggangnya. Ia mengenakan pakaian lolita hitam yang dihiasi renda-renda merah. Umurnya mungkin sebaya denganku. Wajahnya yang cantik meskipun terlihat kekanak-kanakan cemberut ke arahku.

Sekarang siapa lagi itu? Pemilik istana ini ya?

"Oi Ichiro, gadis itulah orang yang kita cari. Jangan sampai kau membuatnya tersinggung." Bisik Diary.

"Benarkah? Yang benar saja..." Aku balas menatap gadis yang berdiri di mulut pintu itu.

Dia menunjukku.

"Hei, tamu tak di undang! Cepat singkirkan tanganmu dari pelayanku!" Suaranya terdengar tegas dan jelas seperti Mariel. Kudengar tadi dia bilang 'pelayan'. Apa yang dia maksud adalah si manusia seri- Eeeh!?

Ketika tatapanku turun kembali ke bawah untuk memeriksa serigala yang hampir saja kupotong lehernya, ternyata monster itu sudah tidak ada lagi! Yang ada di sini hanyalah seorang gadis muda yang mengenakan gaun maid dan celemek putih berenda. Rambut panjangnya yang berwarna coklat di ikat pony-tail dengan seutas pita putih.

"..."

"Sa-sampai kapan kamu ingin... menindih tubuhku?" ucapnya sembari menoleh kesamping, menghindari tatapan mataku. Wajahnya memerah seperti apel.

"Uwaaah!! Ma-maafkan aku."

Mungkin karena panik, secara refleks aku membuang pedangku sekenanya, menyingkirkan benda tajam dari leher gadis berpakaian maid ini seraya menjatuhkan diriku sendiri kebelakang.

SRING

"!?"

"Sekarang cepat jelaskan alasanmu datang kemari, jika tidak... ucapkan selamat tinggal pada kepalamu."

Hanya sekejap, kini gadis berambut merah tadi sudah berada di hadapanku sambil memegang dua pedang besar bermata dua yang seperti terbuat dari kaca transparan. Kedua bilah pedang itu dengan sengit mengapit leherku seperti gunting. Rasa perih di sana memberi tahuku kalau leherku berdarah.

"Ugh..."

Dia... bicara serius.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 9

Rita En
2017-08-03 10:37:16
Wah, ketemunya gadis-gadis lagi.
Alien Queen
2017-06-08 16:08:58
Ternyata werewolf itu hanya seorang pelayan wanita.
Aerosmith
2017-05-27 10:18:41
Lanjut..
Zen Kureno
2017-05-11 07:25:57
Tak disangka ya.
Kiosuke
2017-04-19 18:19:28
ane pikir srigala itu guru nya,- yg lagi ngetest,-
Bocah Redoks
2017-03-04 11:57:02
hmm. dia agak panikan rupanya
Sena Lightspeed
2017-01-15 18:45:47
Wkwk kenapa gak di ikkeh-ikkeh saja
Grim Rieper
2016-12-19 16:17:20
Lewat
Inoue Miyako
2016-09-29 23:20:53
Lanjut baca ^^
Sanada Ritsuka
2016-09-20 16:10:52
Mulai tertarik.. Lanjut
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook