VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 7

2016-09-18 - Kizaemon > Knight Diary
213 views | 8 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Hei buku cerewet, kau yakin ini tempatnya?"

"Ya, tidak salah lagi. Master pedang itu tinggal di sini."

"Bagaimana bisa ada sebuah istana di tempat terpencil seperti ini?"

"Beberapa pendekar ahli memang lebih suka hidup menyendiri."

"Kenapa begitu?"

"Idiot sepertimu takkan pernah mengerti."

"Aku tidak idiot. Buku berlidah tajam, akan kubakar kau suatu hari nanti."

Knight Diary Chapter 7 - Penjaga Istana
Penulis : Kizaemon

Tepat di depanku, sebuah istana yang memiliki beberapa menara berdiri dengan megahnya. Istana ini berada di sisi lain dari Rawa Keheningan. Untuk sampai kesini aku harus berjalan menembus rawa-rawa berlumpur itu dan berhadapan dengan para Lizardman yang memang menjadi penghuni tempat itu. Untung saja aku tidak bertemu dengan manusia kadal yang tangguh seperti Salamander api. Para Lizardman baik itu juga memberiku sejumlah uang koin dan beberapa material lain. Meskipun lebih tepat dikatakan bahwa aku merampok mereka, sih.

Ketika aku sampai di istana terpencil ini, hari sudah senja dan matahari hampir tenggelam sepenuhnya. Meskipun halaman depan istana ini cukup luas, istana ini sama sekali tidak dikelilingi pagar kokoh, hanya ada tembok hijau berbunga yang terbuat dari berbagai tanaman hijau merambat.

Sampai sekarang, aku masih belum melihat seorangpun di sekitar sini. Karena tidak ada penghalang, aku dengan mudah berjalan melintasi halaman depan yang dihiasi petak-petak bunga dan tanaman aneh yang aku sendiri belum pernah melihatnya, dan mencapai pintu depan istana yang terlihat mewah.

"Jadi... apa yang harus kulakukan sekarang?"

"Ketuk pintunya dan ucapkan salam. Apa aku masih harus memberi tahumu tentang tentang hal yang sepele seperti itu?"

"Oke oke, diamlah." Buku ini selalu membuat tempramenku naik. Sejak ia mulai bisa bicara padaku, ia tidak pernah berhenti bicara. Ia bahkan mampu meniru suaraku. Ah sudahlah, itu bukan masalah besar.

TOK TOK TOK

Aku mengetuk pintu besar di hadapanku.

"Halo, maaf mengganggu. Aku datang kemari untuk- "

BRAK!!

"Gah!"

Belum sempat menyelesaikan kalimatku, pintu di hadapanku langsung terbuka keluar dan menghantamku, membuat tubuhku melayang beberapa meter ke belakang dan terbaring di permukaan tanah berumput.

"Auuuuu...!"

Terlihat seekor serigala berbulu coklat sedang melolong di depan pintu tadi. Serigala itu berdiri dengan dua kaki, seluruh tubuhnya kekar berotot, dan cakarnya terlihat menyeramkan. Pasti serigala inilah yang telah membanting pintu padaku.

"Ma-makhluk apa lagi itu!?" Tanyaku, spontan.

"Seekor Serigala Beastman. Informasi tentang spesies ini ada di halaman 018." Diary menyahut dengan tenang.

"Aku tidak punya waktu untuk membacamu! Bacakan untukku selagi aku bertahan!" Aku bangkit dan menarik pedang hitam transparan di punggungku.

"Aku sebuah buku. Aku tidak bisa membaca diriku sendiri. Yang kutahu hanyalah 'daftar isi'-ku dan beberapa informasi tertentu."

"Tidak bergunaaa!"

Dasar buku terkutuk. Meskipun aku selamat dari serangan serigala ini, aku akan tetap mati karena frustasi saat berdebat dengan buku ini.

Saat aku sedang berpikir, manusia serigala itu mulai menyerbuku. Cepat sekali!

TRIING! TRIING!

Ayunan cakarnya mampu beradu dengan pedangku. Percikan bunga api tersebar di udara saat pedangku menangkis cakar serigala ini. Kulihat tangannya pada bagian siku hingga ujung jari dan cakarnya berubah warna menjadi silver yang berkilau metalik, seakan-akan terlapisi oleh besi. Serigala ini mampu menggunakan skill!?

"Ugh!"

GUSRAK!

Aku lengah. Manusia serigala ini menendang perutku dengan keras, membuat punggungku menghantam pagar tanaman yang seharusnya jauh di belakangku.

Sial... rasa sakit ini... pertarungan berbahaya seperti ini... sensasi gemetar ini... aku membenci ini.

Tapi... entah kenapa aku menikmatinya.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 8

Rita En
2017-08-03 10:31:45
Pendek~
Alien Queen
2017-06-08 16:02:25
Dan malah bertarung, siapa juga werewolf itu, apa itu makhluk yang dimaksud si buku.
Zen Kureno
2017-05-11 07:17:48
Bakar aja sudah buku menjengkelkan.
Bocah Redoks
2017-03-04 11:52:14
sisi kependekarannya perlahan bangkit
Grim Rieper
2016-12-19 16:13:02
Lewat
Sanada Ritsuka
2016-09-20 16:00:22
Ohh.. Siipp
ThE LaSt EnD
2016-09-18 19:25:01
apa dia guru itu?
Sanada Ritsuka
2016-09-18 10:03:17
Hadir
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook