VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 2

2016-09-12 - Kizaemon > Knight Diary
260 views | 16 komentar | nilai: 9.33 (9 user)

"Uh..."

Knight Diary Chapter 2 - Benua Magium
Penulis : Kizaemon

Kepalaku terasa pusing. Tubuhku terasa kram. Mataku terasa sulit untuk dibuka. Apa yang terjadi padaku? Kurasa sekarang aku sedang berbaring.

Ah ya, aku ingat! Aku pingsan setelah membaca buku itu!

Uh... kepalaku makin pusing.

Ketika aku memegangi dahiku, aku merasakan sensasi empuk dibelakang kepala dan leherku. Itu hanya bantal, pikirku.

Tunggu sebentar... seingatku, aku tadi pingsan di taman. Tidak mungkin kan ada sesuatu seperti bantal di taman. Lantas, di mana aku sekarang? Di rumah sakit? Kuharap bukan, karena aku tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan rumah sakit.

Aku dengan takut, perlahan membuka mataku...

"..."

Sialan, kau pasti bercanda.

"Eh? Um... Ka-kamu sudah siuman?"

"Gah!!"

BRUK!

Tubuhku jatuh telungkup di tanah, bukan, ini ternyata lantai batu.

Ketika aku membuka mataku tadi, hal yang pertama kali kulihat adalah paras rupawan dari seorang gadis. Matanya yang biru berkedip karena terkejut saat menyadari tatapanku. Rambut sepinggangnya yang dibiarkan tergerai begitu saja menyebarkan kilau keperakan ketika disentuh sinar matahari. Kulitnya yang putih bersih seakan-akan dibalut oleh salju baru. Suaranya yang halus terdengar merdu sepelti lonceng kecil.

Kurang ajar... Ini benar-benar sama dengan apa yang tertulis di buku misterius itu. 'Gadis manis berambut perak dan bermata biru.'

Ini semakin membuatku kehilangan jalan pikiran logisku. Tidak, bukan itu. Poin yang paling penting disini adalah...

Aku sudah menggunakan kedua pahanya sebagai bantal!

Jangan salahkan aku. Aku tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi. Aku tidak tahu siapa gadis ini. Aku tidak tahu dimana aku sekarang. Aku tidak tahu tentang buku terkutuk yang telah kubaca. Aku tidak tahu...

Sekarang begitu banyak pertanyaan yang muncul di benakku. Siapa yang bisa menjawabnya untukku?

"Um... Kamu tidak apa-apa? Perlu bantuan untuk bangun?"

Ya, tentu saja, gadis inilah yang harus menjawabnya.

Aku langsung bangun dengan gerakan cepat, menepuk-nepuk jaket blazer-ku yang jadi agak berdebu, lalu aku mencoba mengarahkan tatapan elang-ku ke arah gadis itu.

Ia mengenakan gaun panjang yang didominasi warna putih. Tubuhnya yang langsing membentuk kurva yang indah. Mantel berwarna biru muda menyelubungi sosoknya yang ramping. Syal putih yang terlihat hangat melingkari lehernya secara longgar. Apa dia tidak kepanasan saat memakai pakaian seperti itu?

Aku tidak menyangka kalau dia akan mundur selangkah seraya menjatuhkan pandangannya, enggan menatap mataku.

Aku memutar pandanganku, mengamati lingkungan sekitar. Ini... terlihat seperti sebuah situs warisan dunia, atau mungkin sebuh altar persembahan.

Aku berdiri di atas lantai batu yang berbentuk lingkaran dengan banyak pola geometris. Permukaannya sedikit lebih tinggi dibanding daratan sekitarnya yang berupa padang rumput lapang. Diameter lingkaran batu ini kira-kira 20 meter. Tujuh pilar batu berdiri mengelilingi lingkaran ini, oh bukan, sebenarnya ada delapan pilar namun ada satu pilar yang kelihatannya sudah rubuh sejak lama. Tepat di tengah lingkaran ini, tidak jauh dari tempatku, terdapat sebuah meja yang terbuat dari sebuah balok batu. Gadis itu berdiri di samping meja altar tersebut.

Kusasa di meja batu itulah aku tadi terbaring dan mendapat bantal pangkuan dari- Tidak! Aku harus tetap fokus!

"Bisa kau jelaskan padaku tentang... semuanya?"

"Um... un..." Gadis itu hanya tertunduk sambil memainkan jarinya sendiri.

Ada apa dengan sikapmu itu? Apa pertanyaanku sesulit itu? Jangan bilang kalau kau juga tidak mengerti apa yang terjadi.

"Sa-saya... Alarica Ledesma. Profesi saya... Cryomancer."

Oh, akhirnya gadis pemalu ini mau menjawab. Tapi aku tidak paham dengan apa yang dia bicarakan!

"Aku Matsumoto Ichiro, salam kenal. Lalu Alarica-san, apa lagi yang bisa kau beritahu padaku?"

"Um... Kamu sudah terpilih."

"Terpilih? Aku? Oleh siapa?"

"Oleh... buku ini tentu saja. <Knight's Diary>." Alarica mengeluarkan sebuah buku dari mantelnya dan dan memperlihatkannya.

"Buku terkutuk itu! Berikan padaku! Akan kuhancurkan buku itu agar agar aku bisa kembali ke Jepang!" Aku langsung melompat maju, berusaha menyambar buku di tangan gadis itu.

"Ti-tidak boleh! Buku ini milik keluargaku yang diwariskan turun-temurun. Ini salah satu milikku yang paling berharga!" Sambil menggeleng dengan cepat, Alarica mendekap erat buku itu kedadanya.

Si-sial... aku tak bisa menjangkau buku itu meskipun masih dalam jarak jangkauan tanganku.

Lupakan itu. Masih ada banyak hal yang ingin kutanyakan.

"Oke, aku tidak akan merebut buku itu. Tapi jika buku ajaib itu milik keluargamu, kenapa aku jadi diseret masuk ke dunia yang tidak ditemukan di peta manapun ini? Apa hubungannya denganku? Kau tahu kan kalau aku berasal dari dunia yang berbeda?"

"Pe-pertama, aku minta maaf karena kami memanggilmu ke benua Magium ini secara paksa. Tapi kami tidak punya pilihan lain."

Setelah itu, Alarica bercerita panjang lebar. Secara garis besar, ceritanya (mungkin) seperti ini.

Di benua Magium ini, bukan hanya dihuni oleh manusia, hewan dan tumbuhan, namun juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis monster, ras Elf, ras kurcaci, ras Orc, dan masih banyak lagi ras yang mungkin akan terbagi lagi dalam beberapa sub-spesies.

Saat ini benua Magium sedang mengalami suatu krisis. Krisis yang mengancam keseimbangan perdamaian dan memungkinkan terjadinya suatu kehancuran besar.

Akhir-akhir ini populasi monster entah bagaimana terus meningkat. Dengan jumlah yang luar biasa, mereka mulai melancarkan invasi besar-besaran. Bukan hanya desa manusia yang menjadi target, namun juga wilayah dari ras besar lain. Meskipun kota-kota besar berbenteng masih dianggap aman, tetap saja situasi sekarang ini mungkin akan bertambah buruk.

Karena alasan inilah pihak yang diserang mulai mencari cara untuk bertahan ataupun balas menyerang. Dan di pihak manusia, mereka memutuskan untuk menggunakan delapan buku <Knight's Diary> yang menurut suatu naskah kuno, buku-buku ini mampu memanggil orang dengan kemampuan dan bakat luar biasa dari dunia lain.Hanya penyihir tingkat tinggi yang mampu menggunakan buku itu untuk memanggil.

Sejak delapan hari yang lalu hingga kemarin, sudah tujuh buku yang sukses digunakan dan sudah tujuh orang pula yang di panggil. Dan hari ini pun buku ke-8 juga berhasil memanggil seseorang yang berbakat.

Ya, benar. Akulah orang itu.

"Apanya yang berbakat!? Aku hanya murid SMA biasa! Bagaimana bisa kalian menyuruhku membasmi monster!? Aku bahkan tidak punya senjata atau kekuatan apapun!"

"Um... kalau soal senjata... kenapa kamu tidak menyadari benda besar di punggungmu itu?"

"Hah? Tidak ada apa-apa di pung-"

Ketika aku mengangkat tangan kananku menuju punggungku, jariku menyentuh sesuatu. Aku pun menarik benda itu.

"Se-sejak kapan benda ini ada di punggungku!?"

"Ya... sejak kau di panggil ke dunia ini. Buku <Knight's Diary> akan memberikan senjata yang cocok untukmu. Itu salah satu kekuatan buku ini."

Tangan kananku menggenggam gagang dari sebuah pedang bermata dua. Seluruh bilah pedang ini berwarna hitam namun juga tampak tembus pandang. Aneh, terbuat dari apa pedang ini? Sarung pedangnya yang malah berwarna putih masih tergantung secara diagonal di punggungku, terikat pada badanku dengan sebuah sabuk yang melewati pundak kananku hingga pinggang kiriku. Ternyata pedang ini lebih berat dari kelihatannya, namun masih mudah digunakan dengan satu tangan.

Setelah puas mengamati, aku putuskan untuk menyarungkan kembali pedang ini.

SRIING

Wow, aku berhasil dalam sekali coba. Aku hebat, kan?

"Um... Ichiro-kun?"

"Eh!? Y-ya, apa?"

Jantungku rasanya melompat saat gadis semanis Alarica tiba-tiba memanggilku dengan nama depanku. Hampir saja aku menjawab dengan jeritan.

"Bisakah kita segera pergi ke istana? Saya masih harus melaporkan hasil percobaan ke-8 buku <Knight's Diary>."

"Ah, ya silakan. Aku akan berjalan mengikutimu."

"Tentu." Angguknya.

Dan saat Alarica berjalan melewatiku...

Si-sialan... Dia wangi sekali. Entah dia menggunakan parfum atau tidak, tapi sasanya otakku
berhenti bekerja untuk sesaat.

Berjalan di belakangnya, mengikutinya dengan canggung. Hmm... suatu pemikiran terlintas di kepalaku.

"Alarica-san..."

"A-ada apa?" Alarica terus berjalan, tidak menoleh ke arahku.

"Ngomong-ngomong, apa anak kucing putih yang kutemukan dalam kotak itu... adalah kau?"

Langkah kaki Alarica terhenti seketika. Karena dia sedang memunggungiku, jadi aku tidak bisa melihat seperti apa ekspresi wajahnya sekarang. Tapi dari gerakan lengannya, aku tahu kalau dia sedang menaruh telapak tangannya di pipinya.

"Um... nn... i-itu bukan sayb, tapi itu fa-familiar saya. Ya, familiar saya!"

"Oh, familiar ya? Jadi kau memang penyihir- Oi, tunggu aku!"

Entah kenapa langkah Alarica jadi jauh lebih cepat sekarang. Kalau aku tidak lari aku pasti ditinggal.

Hmm... suka atau tidak, aku sudah terjebak di dunia ini. Tapi entah kenapa aku mulai berpikir kalau... ini tidak buruk sama sekali, pikirku, sambil memandang punggung seorang gadis 'putih' yang tengah berjalan di depanku.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 3

Chiko Plaks
2017-08-20 10:20:48
Lanjut
Rita En
2017-08-03 09:56:22
Familiar apa, ya?
Alien Queen
2017-06-08 14:57:35
Sudah kuduga, btw harusnya ada salah satu orang yang nolak bahkan harus dirayu dahulu.
Aerosmith
2017-05-27 07:23:37
Lanjut..
Zen Kureno
2017-05-10 23:08:12
Cie yang lagi dek-dekan.
Kiosuke
2017-04-19 17:52:31
yaelah dia malah tergoda
Bocah Redoks
2017-03-04 10:43:57
tidak buruk juga. mungkin dia bisa menemukan orang yg berharga
Luthfi D Nasib
2017-02-07 13:31:47
Hmm .. Pendek nya :-)
Sena Lightspeed
2017-01-04 11:44:47
Ledesma nama khas dari amerika latin
Grim Rieper
2016-12-19 15:25:25
Baca dri awal
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook