VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 1

2016-09-11 - Kizaemon > Knight Diary
332 views | 24 komentar | nilai: 9.45 (11 user)

"Apa ini?"

Knight Diary Chapter 1 - Knight Diary
Penulis : Kizaemon

Saat itu aku sedang berjalan pulang sehabis sekolah.

Namaku Matsumoto Ichiro. Seorang siswa di sebuah SMA swasta.

Sama seperti kebanyakan remaja 'jaman sekarang', aku mengikuti beberapa anime, manga, game, dan kadang juga novel. Tapi aku juga belajar dengan sungguh-sungguh sehingga nilaiku di sekolah bisa dibilang bagus. Aku bisa bilang begitu karena aku selalu peringkat dua atau tiga di kelas. Bukannya aku ingin menyombongkan diri, sih.

Tapi, seberapa tinggi-pun prestasi yang kudapat, tetap saja tidak ada yang memberiku pujian.

Aku tinggal sendirian di rumahku. Kemana kedua orang tuaku? Ya, bisa dibilang... mereka menelantarkan aku.

Saat aku masih SD, aku sering mendengar ayah dan ibuku mengatakan hal seperti "Dulu saat Papa pertama kali bertemu dengan Mama-mu, Papa benar-benar ingin menikahi Mama." atau "Meskipun orang tua Mama tidak menyetujuinya, tapi Mama sangat mencintai Papa dan tetap menikah dengan Papa."

Tapi saat aku masuk SMP, tiga hal yang kulihat setiap hari dari kedua orang tua-ku adalah pertengkaran, pertengkaran, dan pertengkaran.

Kupikir mereka sudah tidak bisa lagi mencapai kata sepakat, tapi aku salah. Mereka benar-benar sepakat dalam satu hal, yaitu perceraian. Pada akhirnya, meskipun mereka bersedia untuk mengirimi-ku uang tiap bulannya, mereka tetap saja pergi, menikah lagi dengan pasangan baru, dan tak pernah sekalipun menanyakan kabarku.

Mereka sampah.

Ah, maaf jika aku agak kasar.

Dari kejadian itu, aku mengambil suatu kesimpulan.

Tidak ada cinta di dunia yang digerakkan oleh uang ini. Cinta itu hanyalah mitos. Cinta itu hanyalah sebuah kata benda yang eksis karena adanya kesalahan dalam persepsi manusia. Tidak ada yang namanya cinta pertama, cinta sejati, atau apapun dari sub-spesies cinta lainnya. Yang ada hanyalah perasaan suka yang akan terus berkurang dan akhirnya lenyap.

Apa? Kalian tidak sependapat denganku?

Tidak apa-apa jika kalian tidak setuju dengan pendapatku, toh itu wajar jika setiap orang memiliki anggapannya masing-masing. Juga ada kemungkinan kalau pendapatku tentang cinta, akan berubah suatu hari nanti.

'Anime komedi romantis adalah yang terbaik!'

'Cinta adalah segalanya!'

Nah, aku dengan tegas menolak kata kata di atas ketika teman-temanku mengatakan kata-kata semacam itu.

Karena itulah teman-temanku menganggapku sebagai 'orang yang anti-asmara'.

Dengan sikap dan ideologi-ku yang seperti ini, itu wajar jika aku tidak pernah punya 'teman spesial'.

Ini bukan berarti kalau aku sudah tidak tertarik pada perempuan!

Tidak, aku masih normal.

Ah, sepertinya aku sudah meracau terlalu banyak. Kenapa kalian terlihat mengantuk?

Oke oke, mari kita kembali ke alur cerita.

Saat itu aku sedang berjalan pulang dari sekolah.

Pikiranku agak lelah karena Masashi-sensei tadi mengadakan ulangan 'kejutan'. Untung saja aku tidak pernah lupa belajar. Anehnya aku juga tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk game, anime, dan manga.

Rumahku tidak jauh dari sekolah. Hanya berjarak 10 menit jalan kaki.

Berjalan kira-kira 2 menit lalu belok kiri di suatu pertigaan, melalui barisan toko, melewati sebuah taman, kemudian belok kanan di perempatan, lalu berjalan sedikit lagi, dan akhirnya aku sampai di rumah.

Itu sudah kulakukan setiap kali aku pulang sekolah. Kadang-kadang aku juga singgah di toko untuk membeli bahan makanan.

Tapi hari ini... aku menemukan sesuatu.

"Nya~"

Ketika aku sedang berjalan melalui taman, aku mendengar sesuatu. Suaranya begitu halus dan samar. Kucing? Di mana?

BUK!

"Apa ini?"

Ah, sekarang kakiku tanpa sengaja menyepak sesuatu. Sebuah kotak kardus polos. Sisi atasnya agak terbuka sedikit.

"Nyaa~"

Suara itu lagi. Tapi sekarang itu terdengar lebih jelas. Dalam kotak ini?

Penasaran, aku berjongkok dan membuka kardus itu. Dengan perlahan, aku mengangkat suatu tubuh mungil keluar dari kotak. Seekor anak kucing dengan bulu putih bersih. Matanya yang besar dan biru menatap dengan pandangan gelisah kearahku. Siapa yang peduli? Yang penting...

"Wah... kau imut sekali. Juga sangat harum. Bagaimana bisa ada orang yang tega membuangmu?
Apa kau lapar? Boleh aku menjagamu?"

Aku menggosokkan pipiku ke pipi berbulu anak kucing ini. Menurut penelitian, kucing mampu memperpanjang usia orang yang merawatnya karena kucing mampu mengurangi stres. Jadi kupikir tidak ada salahnya jika aku memungut si manis ini, toh di rumah aku tinggal sendirian.

"U-unnyaa~!"

Eh? Kenapa ini? Ketika aku mencium pipi kucing ini karena gemas, anak kucing ini tiba-tiba berontak dan hampir mencakar wajahku. Setelah membebaskan diri dari genggaman tanganku, ia langsung melompat masuk kembali ke dalam kotak kardus tadi dan menutup kotak itu.

A-apa ini sebenarnya!? Jadi seperti ini ya rasanya 'di tolak'. Seekor kucing bahkan tidak ingin dimiliki olehku, apalagi seorang gadis. Aku pasti sudah ditolak bahkan sebelum aku sempat bicara. Seberapa menyedihkannya aku ini?

"Hah..." Dengusku.

Ketika aku sedang berpikir tentang apa yang harus kulakukan berikutnya, tiba-tiba saja tutup kardus itu terbuka. Kulihat kepala kucing kecil itu menyembul keluar, menatap canggung kearahku, kemudian turun kembali. Aneh... bagaimana bisa anak kucing mampu menunjukkan mimik yang beragam?

Setelah kuperhatikan lebih detail, rupanya dalam kotak ini bukan hanya ada si bola bulu, namun juga terdapat sebuah buku. Kusasa aku tadi tidak menyadarinya karena warna cover buku ini sangat mirip dengan kardus. Tidak ada judul ataupun tulisan di cover-nya.

Ukurannya cukup kecil, kira-kira 15 x 20 cm. Sampulnya tebal, polos, dan keras. Ada semacam mekanisme pengunci di tepian buku ini, seakan-akan mencegahku untuk membaca isinya. Kertasnya sudah menguning dan terlihat tua. Hm... memang apa isinya sampai harus diberi kunci segala?

Iseng-iseng aku mengusap sampul buku yang keras ini, bermaksud meningkirkan debu tebal yang menempel. Tanpa diduga, sistem pengunci pada buku ini nampaknya terbuka dan mengeluarkan bunyi 'klik' kecil.

Diserang oleh rasa keingintahuan yang besar, tanganku membuka buku itu. Ternyata di tulis tangan. Kebetulan sekali taman sedang sepi. Aku mulai membaca halaman pertama.

-Hari pertama-

Hari ini benar-benar bagaikan mimpi. Di jalan saat aku pulang sekolah, aku menemukan sebuah kotak tergeletak di dekat taman. Di dalamnya aku menemukan seorang gadis manis berambut perak yang memiliki mata biru yang indah. Mungkin ia keturunan dari orang Eropa utara? Pokoknya dia itu cantik.

Aku juga menemukan buku ini dalam kotak itu. Aku diberitahu kalau buku ini bernama <Knight's Diary>.

Dengan buku ini, dengan diputarnya roda takdir, dengan dorangan dari aliran waktu, dan dengan sedikit keterkejutan... Aku memulai kehidupan baruku di dunia fantasi ini.

"....."

Seakan-akan jantungku berhenti berdetak.

Ini... hanya lelucon, kan?

Aku tak bisa berkata-kata lagi. Aku ingin menganggap ini sebagai lelucon, tapi tak bisa. Keringat dingin membasahi dahiku.

Tiba-tiba sebuah gambar lingkaran dengan pola garis rumit tergambar tepat dimana aku sedang berdiri. Garis-garis dan kurva itu bersinar terang membentuk pilar cahaya yang menelanku.

Hal terakhir yang sempat kupikirkan sebelum aku kehilangan kesadaranku adalah, "Ini pasti akan sakit."

Bersambung...

NB: Jangan lupa, jadilah pembaca kritis yang selalu memberikan komentar demi meramaikan VT.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 2

Dzibril Al Dturjyana
2017-12-14 14:49:04
Dari awal lgi ah
Jack El Jacqueline
2017-10-25 13:23:11
yah sepertinya baca dari awal lagi deh, karna ch yang baru ntah kapan baru di rilis
Rikuto Kagami
2017-10-05 16:42:05
Baca lagi dari awal ...
Chiko Plaks
2017-08-18 12:03:24
Ijin baca
Rita En
2017-08-03 09:46:42
Asyik! Sepertinya menarik.
Alien Queen
2017-06-08 14:48:01
Dan kucing itu ternyata jelmaan wanita , makanya tadi langsung mau nyakar.
Aerosmith
2017-05-27 07:00:31
Izin baca dari awal..
Zen Kureno
2017-05-10 22:56:41
Kucing aja takut apalagi wanita.
Kiosuke
2017-04-19 17:46:08
ijin baca dan komentar ya biar nambah poin..
Bocah Redoks
2017-03-04 08:50:00
wahh. kucing yg lucu. jadi pengen punya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook