VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
One Hero-Man Chapter 33

2017-01-18 - Leon Lockhart > One Hero-Man
81 views | 6 komentar

Sebuah kapal yang cukup besar, terlihat para Hero keluar dari dalam kapal itu sambil tersenyum. Yohio pun terlihat sudah pulih. Di sana juga kita dapat melihat L yang sepertinya sudah pulih namun masih harus melakukan perwatan lebih, kini ia terlihat duduk di kursi roda yang didorong oleh Zunuya.

"Akhirnya kita pulang juga." Ucap Zunuya sambil tersenyum dan mendorong L yang sepertinya tak mau banyak bicara.

"Kau benar, kita pulang." Tambah Arashi sambil melangkahkan kakinya berjalan di samping Zunuya.

Sementara itu Tuan Zuma serta Maruo sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.

"Sejauh ini tanda-tanda kedatangan monster tidak ada." Ucap Maruo sambil menunjukkan alat yang dimana berfungsi sebagai pendeteksi monster kepada Tuan Zuma.

"Apa mereka sudah tak ada lagi." Ucap Tuan Zuma sambil menatap Maruo yang berjalan di sampingnya.

"Kurasa tidak, kalau menurutku para monster sedang menyusun strategi." Timpal Maruo sambil memegang dagunya.

"Strategi?"

"Iya, soalnya aneh bukan. Hampir 1 minggu lebih tak ada tanda-tanda kedatangan para monster." Ucap Maruo sambil terus melihat alat pendeteksi monster yang ada ditangan kanannya.

"Kan sudah kubilang tadi, monster sudah tidak ada. Nam..."

"Tidak, itu tak benar ayah. Jika para monster tak ada lagi di dunia ini, maka Adrian sudah tewas kalau begitu. Dia kan jenderal ke 3." Potong Maruo sambil menatap Tuan Zuma yang ada di sampingnya.

"Hmm... Kau benar juga. Para monster itu memiliki tiga jenderal." Ucap Tuan Zuma sambil menghela nafas panjang. "Panggil dia, kurasa kita memerlukannya. Karena hanya dia yang jenius dalam menjawab pertanyaan ini." Sambung Tuan Zuma yang langsung menatap Maruo.

"Dia? Maksud ayah..."

"Benar, sudah lama sekali ia tak melakukan tugas ini. Pasti nantinya ia akan senang." Potong Tuan Zuma sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya berjalan pulang kerumah diikuti Maruo.

One Hero-Man Chapter 33 - Rasa Sakit
Penulis : Leon Lockhart

"Akhirnya aku bisa pulang juga." Ucap Yohio yang melangkahkan kakinya di trotoar. "Dan L akhirnya bisa sembuh, namun masih harus melakukan perawatan. Karena harus memulihkan tenaganya yang berkurang secara drastis." Sambung Yohio sambil terus melangkahkan kakinya.

DEG!!!

Namun tiba-tiba entah kenapa Yohio merasa sakit pada jantungnya, ia pun langsung terjatuh ke tanah sambil memegang dada kirinya.

"Sial! Kenapa ini." Umpat Yohio sambil memegang dada kirinya. Namun sepertinya bukan hanya dia saja yang merasa rasa sakit ini, orang-orang yang ada di trotoar itu juga merasakan apa yang dirasakan Yohio saat itu. Namun sepertinya rasa sakit ini tak mengenai anak-anak.

"Papa? Papa kenapa?"

"Mama? Mama!"

"Tolong! Siapapun tolong mamaku."

"Apa yang terjadi?" Tanya Yohio berusaha menahan rasa sakit yang ia rasakan. Ia pun melangkahkan kakinya namun baru beberapa langkah tubuh Yohio langsung terjatuh ketanah dan ia pingsan seketika.

Namun sebelum mata Yohio benar-benar tertutup, ia dapat melihat samar-samar bayangan seseorang yang memakai pakaian serba putih berdiri tak jauh dari hadapannya.

"Rasakan! Rasakan rasa sakit itu! Kalian memang berhak mendapatkannya!" Ucap seseorang yang berpakaian serba putih sambil tersenyum penuh kemenangan.

"S-siapa kau..."

][ L ][

Sementara itu di markas para Hero terlihat beberapa Hero yang ada di sana pun merasakan rasa sakit yang sama. Mereka tergeletak tak berdaya di lantai. Namun terlihat Hana sedang berjalan terburu-buru sambil memberikan sebuah obat yang berbentuk cair pada anggota Hero lainnya.

Dan ajaibnya, mereka yang tadinya merasa sakit yang teramat dalam. Kini merasa baik-baik saja.

"Hana! Berikan satu obat itu kepadaku." Ucap Zunuya sambil mengulurkan tangannya.

"Eh? Buat apa?"

"Nanti saja ku jelaskan." Ucap Zunuya sambil menatap Hana, Hana pun langsung segera melemparkan obatnya ke Zunuya.

"Lalu akan kau apakan obat itu?"

"Yohio."

"Eh? Yohio?"

"Hn!" Zunuya hanya mengangguk lalu langsung membuat lubang sihir dan ia pun langsung memasukinya dan seketika Zunuya langsung berada di hadapan Yohio yang sedang tergeletak tak berdaya.

Disana Zunuya dapat melihat puluhan, salah maksudnya ratusan orang yang terbaring di jalan sambil di dampingi anak-anak mereka yang menangis.

"Sebenarnya apa yang terjadi!" Ucap Zunuya sambil mendengus kesal, dan tanpa banyak bicara lagi. Ia langsung memasukkan sebuah obat yang berbentuk cairan itu ke mulut Yohio.

"Uhuk!"

"Yohio!"

"Eh? Zunuya, kenapa kau bisa ada disini." Ucap Yohio sambil menatap Zunuya sekilas, lalu melihat keadaan sekitarnya yang membuat terkejut.

"Zun..."

"Aku juga tak mengerti, yang jelas ini ulah monster pastinya." Potong Zunuya sambil menatap keadaan sekitarnya.

"Cih!"

"Padahal baru saja kita sampai, namun sudah diberikan cobaan yang berat." Ucap Zunuya yang lalu memanggil tongkatnya lalu membuat sebuah lubang sihir. "Kita harus segera pulang ke markas." Sambung Zunuya sambil menarik tangan Yohio untuk masuk kedalam lubang sihir.

"Tapi, mereka..."

"Kita tak mempunyai waktu untuk itu, biarkan saja. Soalnya kita tak punya waktu. Kita harus mengetahui lokasi monster yang melakukan ini." Potong Zunuya, yang langsung menarik tangan Yohio dan dalam sekejap mereka sudah ada di dalam markas Hero dimana saat itu suasananya menjadi kacau.

GREP!

"Arashi! Dimana Hana?" Tanya Zunuya sambil menatap Arashi yang sepertinya sedang terburu-buru.

"Dia bersama Kuroashi." Jawab Arashi yang lalu melangkah pergi meninggalkan Zunuya dan Yohio.

"Kuroashi?"

"Kuroashi Hiruma seorang Hero yang memiliki kekuatan dimana ia bisa menggunakan teknologi dengan hebat." Jelas Zunuya kepada Yohio yang menatapnya.

"Eh?"

"Dia memang jarang keluar, karena ia selalu berada diruangannya sambil terus menatap layar monitor. Karena tampanya kami tak akan tahu pasti letak para monster dengan cepat." Jelas Zunuya lagi panjang lebar sambil menatap Yohio. "Sekarang ayo kita menghampiri Kuro dan Hana, kita juga perlu tahu dimana letak monster ini." Sambung Zunuya yang langsung menarik tangan Yohio membawanya ke ruangan pribadi Kuroashi Hiruma.

][ L ][

Di sebuah ruangan dimana terdapat alat-alat teknologi yang canggih, disana terlihat Zunuya dan Yohio masuk dengan terburu-buru ke ruangan itu, membuat Kuro dan Hana terkejut.

"Kalian? Ada apa?"

"Tentu saja mengetahui letak monster itu berada." Ucap Zunuya yang berjalan menghampiri Kuro yang sedang mengetik-ngetik keyboardnya.

"Tapi maaf, sepertinya monster ini cukup kuat hingga sangat sulit sekali untuk melacaknya. Jadi aku perlu waktu beberapa menit lagi." Ucap Kuro sambil mengunyah permen karet.

"Itu tidak penting, yang jelas. Kau harus dapat menemukannya." Ucap Hana membuat Kuro menghela nafas lalu menghembuskannya perlahan.

"Sepertinya ini akan menjadi masalah serius, baiklah aku akan mencarinya dengan kemampuanku." Ucap Kuro sambil tersenyum, lalu memasukkan sebuah permen karet lagi kemulutnya dan mulai menekan-nekan tombol keyboardnya dengan cepat.

TAK!

TAK!

TAK!

"TING!"

Sebuah gambar yang masih tak cukup jelas terlihat ingin menampilkan sesuatu di layar monitor Kuro. Dan beberapa detik kemudian terlihat seseorang yang berpakaian serba putih berdiri di jalanan sambil tersenyum dan membiarkan tubuhnya tertiup angin.

"D-dia!"

"Eh? Apa maksudmu Zun?" Tanya Yohio sambil menatap Zunuya yang menunjukkan jari telunjuknya ke layar monitor.

"Kalian tidak tahu? Orang itu adalah Jenderal kedua para monster." Jelas Zunuya sambil menatap Kuro, Hana, Dan Yohio.

"Jenderal? Kedua? Maksudmu monster bertubuh manusia yang mirip seperti Adrian?" Tanya Yohio yang juga menatap Zunuya.

"Ya! Namun memiliki kemampuan yang kuat melebihi Adrian." Jawab Zunuya yang langsung mengambil ponselnya untuk menelpon Arashi.

#TO BE CONTINUED ...

"A/N :: Terima kasih bagi yang sudah membaca cerita ini, maaf jika alurnya berantakan itu dikarenakan Author menulisnya sambil mengejar waktu '-')/ karena Author kembali sibuk '-')7 jadi maaf jika Gak Jelas '-')/"

Bersambung ke One Hero-Man Chapter 34

Lord Hellium
2017-06-17 15:43:07
Hana kok bisa tau obatnya?
David Lopez
2017-01-22 18:32:51
Mosnternya keren, tapi hebat si Hana, obatnya bisa nyembuhin
Beautiful Alien
2017-01-22 07:11:05
Wah orang-orang pada mati kalau begitu.
J Y L O
2017-01-18 21:10:33
Jenderal mosternya tinggal brapa yah
chichay
2017-01-18 14:13:20
monster yg hbt
ThE LaSt EnD
2017-01-18 13:48:19
kekuatan yg berbhaya.. dlm skala luas smua orang mrasakn sakit jntung.. apa mungkin smacam sihir?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook