VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
One Hero-Man Chapter 30

2017-01-06 - Leon Lockhart > One Hero-Man
86 views | 16 komentar | nilai: 9 (1 user)

"Letakkan L disana, cepat." Ucap Hana yang langsung membuat Arashi meletakkan L di atas kasur.

"Hah... Hah... Hah..." Nafas L terengah-engah keringat dingin membasahi tubuhnya, kini Virusnya semakin cepat merambat ke tubuh L.

"Ini akan terasa sangat sakit, jadi usahakan jangan berteriak." Ucap Hana sambil meletakkan sesuatu di dada kiri L, tepat dijantungnya. Lalu menekannya.

"Ukh!" Mata L pun langsung melotot, ia ingin berteriak namun tak berhasil karena kesadarannya langsung hilang setelah itu.

"Apa ia tak apa-apa?" Tanya Arashi sambil menatap Hana.

"Tidak apa-apa, itu hanya obat yang akan mencegah virus itu menghentikan detak jantungnya." Ucap Hana sambil meletakkan kembali alat yang membuat L pingsan, lalu mengambil sebuah alat lagi yang kini untuk memusnahkan Virus itu dengan cepat. "L! Maaf jika ini terasa sangat sakit." Sambung Hana lalu menghela nafas panjang dan segera memulai operasinya untuk menolong nyawa L yang sedang sekarat.

One Hero-Man Chapter 30 - Back Of His Hand The Gods
Penulis : Leon Lockhart

"Bakar terus tempat ini." Ucap seorang laki-laki berambut hijau yang dikenal sebagai pemimpin kelompok Creepy. "Jangan berhenti dan setelah itu akan ku ledakkan tempat ini, supaya menjadi rata dengan tanah." Sambungnya sambil tersenyum, namun tiba-tiba sebuah balok kayu melayang diudara dan dengan tepat mengenai kepala salah satu anggota Creepy hingga membuatnya pingsan.

BRAK!

"Sudah kuduga! Ini pasti ulahmu." Ucap Tuan Zuma sambil menatap laki-laki berambut hijau yang kini juga balik menatapnya.

"Hn! Two, haja dia." Perintah laki-laki berambut hijau ini sambil mendengus, dan dengan cepatnya anggota Creepy yang memiliki nama Two itu menyerang Tuan Zuma.

"Grovel!" Ucap Tuan Zuma lalu menarik sedikit tangan kanannya kebelakang lalu melepaskan kedepan dan tepat mengenai Two hingga membuatnya terpental keluar dari dalam penginapan.

WUSS!
BRAK!

"Hn! Ternyata kau masih kuat juga ya, pak tua." Ucap laki-laki berambut hijau ini sambil tersenyum kearah Tuan Zuma.

"Hn! Berhentilah memanggilku pak tua, memang kau sendiri masih muda Z." Timpal Tuan Zuma sambil tersenyum dan menatap laki-laki berambut hijau yang ada dihadapannya.

"Cih! Jangan memanggil namaku dengan nama itu lagi, Namaku yang sekarang adalah Mr. Zero." Ucap laki-laki berambut hijau yang ternyata memiliki nama Mr. Zero.

"Aku tak peduli, karena kau sudah hampir membunuh anak-anakku. Maka kau akan menerima balasannya." Balas Tuan Zuma yang kini tangan panjang baju bagian kanannya langsung terbakar dan terlihatlah sebuah tato api berwarna merah menghiasi tangan kanan Tuan Zuma.

"Hahaha, sepertinya tangan dewamu kembali lagi. Tapi apa kau yakin dengan umurmu sekarang ini bisa mengendalikan kekuatan itu." Ejek Mr. Zero sambil tersenyum menatap Tuan Zuma.

"Hn!" Tuan Zuma hanya mendengus lalu langsung melesat maju menyerang Mr. Zero.

WUSS!
BRAK!
BRUK!

Serangan pertama Tuan Zuma meleset, hingga mmbuatnya harus melepaskan sebuah tendangan namun berhasil di tahan dengan Mr. Zero, dan kini giliran Mr. Zero yang melepaskan sebuah pukulan yang tepat mengenai perut Tuan Zuma, hingga membuat Tuan Zuma terpental kebelakang sejauh 2 meter.

"Aku juga sudah lelah untuk selalu berlari jika bertemu denganmu, tapi malam ini aku tak akan lari. Karena aku akan mengakhiri semua ini dengan cara membunuhmu Zuma." Ucap Mr. Zero sambil menunjuk Tuan Zuma dengan jarik telunjukknya.

"Kau pikir, aku bisa mati semudah itu ditanganmu." Ucap Tuan Zuma sambil tersenyum lalu kembali melesat maju menyerang Mr. Zero.

BRAK!
BRUK!
BRAK!

Pertarungan sengit pun terjadi, disaat Tuan Zuma menyerang, Mr. Zero dengan cepat memblokirnya. Dan saat Mr. Zero menyerang, Tuan Zuma pun tak mau kalah cepat memblokir serangannya. Pukulan serta tendangan bertubi-tubi mereka berikan, namun belum satu pun dari mereka yang terjatuh.

"Aku tak akan kalah darimu Zuma." Ucap Mr. Zero sambil terus menyerang.

"Aku juga Z." Balas Tuan Zuma yang juga tak mau kalah menyerang Mr. Zero.

BRAK!
BRUK!
BRAK!

Saat tendangan Mr. Zero tepat mengenai pipi kiri Tuan Zuma, dengan cepatnya Tuan Zuma membalas dengan pukulan yang tepat mengenai pipi kanan Mr. Zero. Di sini Mr. Zero lebih banyak menggunakan serangan berupa tendangan sementara Tuan Zuma lebih banyak menggunakan serangan dengan tangannya.

BRAK!
BRAK!
DUAGHHH!

"Dance The Devil!" Ucap Mr. Zero yang entah kenapa saat gerakan kakinya bertambah cepat menyerang Tuan Zuma. Hingga sebuah tendangan berhasil mengenai tubuh Tuan Zuma membuat Tuan Zuma terpental menabrak dinding.

"Ukh!" Darah segar pun keluar dari dalam mulut Tuan Zuma. "Chain Yanker!" Ucap Tuan Zuma sambil memukul lantai dengan posisi terbaring.

DUAGH!
BRAK!

Dan tiba-tiba sebuah ledakan yang kecil, meledak tepat ditempat Mr. Zero berdiri. Hingga membuat terpental kebelakang dan menabrak lantai dengan kerasnya.

][ L ][

"Hn! Kekuatanmu sepertinya melemah." Ucap Mr. Zero sambil berusaha berdiri.

"Tidak, aku membuatnya begitu supaya penginapan ini tak hancur." Alibi Tuan Zuma padahal memang benar bahwa kekuatannya mulai melemah, karena Chain Yanker memerlukan banyak tenaga supaya bisa meledak dengan besar agar membuat musuhnya tewas ditempat seketika.

"Jangan berbohong pak tua! Aku tahu betul kekuatanmu itu." Ucap Mr. Zero sambil tersenyum menatap Tuan Zuma.

"Cih! Kumohon pinjamlah kekuatanmu sebentar saja." Gumam Tuan Zuma sambil melihat tato api yang melekat ditangan kanannya. Dimana cahaya apinya mulai meredup.

"Ini kesempatan bagus, untuk membunuhmu." Ucap Mr. Zero lalu melesat maju menyerang Tuan Zuma yang sudah dalam kondisi tak kuat lagi untuk bertarung.

BRAK!

Hanya sekali pukulan saja, Tuan Zuma kembali terpental kebelakang menghancurkan dinding yang ada dibelakangnya. Dan darah segarpun kini lebih banyak keluar dari dalam mulutnya.

"Sialan!" Umpat Tuan Zuma sambil berusaha berdiri namun tidak bisa, kini ia hanya bisa menatap Mr. Zero yang berjalan menghampirinya.

"Sepertinya sang legenda tangan dewa yang sudah menghabisi ratusan monster dengan tangannya, akan kalah ditangan seorang ketua kelompok Creepy." Ucap Mr. Zero menunjukkan kesombongannya sambil tersenyum.

"Cih! Gunfire Gods." Ucap Tuan Zuma sambil mengangkat tangan kanannya lalu mengarahkannya ke Mr. Zero.

BOOOM!!!

Sebuah laser berwarna biru pun keluar dari telapak tangan kanan Tuan Zuma, yang kini langsung menyerang Mr. Zero. Dan seketika terjadilah ledakan yang dahsyat dari dalam ruangan tempat Mr. Zero dan Tuan Zuma bertarung.

Namun sepertinya kekuatan Tuan Zuma tadi bukan apa-apa bagi Mr. Zero, karena ia terlihat hanya berdiri diam ditempat sambil tersenyum kearah Tuan Zuma dengan telanjang dada.

"Menggunakan Chain Yanker dengan baik saja kau tak bisa, sekarang kau ingin menggunakan Gunfire Gods. Itu sama saja kau membuang tenagamu." Ejek Mr. Zero sambil tersenyum kearah Tuan Zuma.

"..." Namun Tuan Zuma hanya diam saja sambil menatap kesal kearah Mr. Zero.

"Jika kau tak bisa menggunakan Gunfire Gods dengan baik, maka akan kuajari kau bagaimana menggunakan Short Shots The Devil King." Ucap Mr. Zero sambil tersenyum kearah Tuan Zuma dengan aura membunuh yang membara.

"Hn!" Dengus Tuan Zuma sambil tersenyum, sepertinya ia sudah rela jika mati ditangan orang ini walaupun sebenarnya ia tak mau. Tapi mau bagaimana lagi, tenaganya benar-benar sudah habis untuk melawan.

"Short Shots The Devil King!" Ucap Mr. Zero sambil tersenyum dan seketika sebuah api terlihat muncul dan mengelilingi kaki kanan Mr. Zero.

SET!

Mr. Zero pun langsung menyerang Tuan Zuma dengan cara melompat ke udara sambil memajukan kaki kanannya yang telah diselimuti oleh api ke arah Tuan Zuma yang saat itu sudah dalam keadaan sekarat.

#TO BE CONTINUED ...

"A/N :: Okey Dokey! Terima kasih telah membaca cerita GJ ini '-')7 jangan lupa untuk komen, karena sebenarnya sebuah komentar itulah yang membuat para Author semangat untuk menulis '-')7."

Bersambung ke One Hero-Man Chapter 31

Yukki Amatsu
2017-09-28 12:00:00
Zuma mirip bang di OPM...
Under1
2017-06-16 13:43:27
Dipotong lagi bagian serunya
BeeZero
2017-03-08 19:36:10
kirain juga pkai tangan,trnyata shot devil pke kaki
Aerilyn Shilaexs
2017-02-24 10:29:14
wah kasian kakek tua harus bertarung.
Lyokovich the Death
2017-01-22 16:47:43
Mungkin si Zuma kalah di chapter selanjutnya
Shineria of Life
2017-01-21 11:41:33
Dance the devil, inget anime 'dance with devil'
chichay
2017-01-07 01:38:02
ga tau mau.komen ap.yg pnting udh bc
Kei Takashima
2017-01-06 23:29:43
Pendek x
Aruga Hiruya
2017-01-06 18:25:54
Kecoa man belum ada?, mungkin dia sudah End.
Kyouzo
2017-01-06 18:02:05
Eeuu.. Apa yg harus kukatakan? Emm.. Oke, cerita ini bagus..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook