VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 30

2017-01-03 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
78 views | 10 komentar | nilai: 10 (4 user)

God The Artifact The Stealth War

Chapter 30 : Ziega

Malam hari di rumah seorang wanita.

"Kak bagaimana, kakak Rubah api sangat hebatkan?" tanya seorang wanita berusia 14 tahun.

"Ya Elie, dia sangat hebat, dia bahkan mampu mengalahkan raksasa." jawab Agartha.

"Agartha bagaimana?" tanya Loura dan seorang wanita.

"Aku harap Agartha-kun bisa menyelamatkannya dan membebaskan ia dari penjara." ucap wanita itu penuh harap. Terlihat ia menurunkan makanan dan minuman yang berada di nampan yang ia pegang.

"Aku jadi bingung, orang sekuat itu kenapa tidak bisa membebaskan dirinya sendiri dipenjara itu." gumam Agartha.

"Hm, dia memang sangat hebat, teknik bertarungnya, jenis magia nya." ujar Loura.

"Emily bagai mana menurutmu?" tanya Agartha.

"Rubah api mungkin menunggu kalian, seperti yang tadi sudah kukatakan, dia menunggu fueran yang datang kesini." ucap wanita bernama Emily itu.

"Kakak, aku mengantuk." ucap Elie.

"Yasudah tidur sana."

"Baiklah."

"Kemana Refra-san?" tanya Emily.

"Dia ada Diluar bersama anjingnya."

Tak lama Refra pun masuk.

"Hah, hari yang melelahkan." gumam Refra.

"Apa itu makanan?" tanya Refra.

Ia pun segera menyantap makanan dengan rakus.

"Hm, baiklah sebaiknya kita makan saja." ucap Agartha.

"Ziega, dalam bahasa prasasti artinya Penjara bawah tanah." ucap Agartha.

"Kalau tidak salah pria itu juga sempat mengatakan kata itu sebelum ia bertarung." ucap Loura.

"Ah aku kenyang." Refra mengambil sepiring makanan dan membawanya keluar.

"Katanya kenyang? Tapi membawa makanan lagi?"
ucap Emily merasa aneh.

"Itu untuk Frigga." ujar Loura.

"Soal hal itu, jadi pria itu benar-benar menunggu kalian yah." ucap Emily.

"Kurasa begitu, apa kau tau dimana penjara bawah tanah itu?" tanya Agartha.

"Menurut temanku, penjara bawah tanah itu berada dibawah koloseum itu." ucap Emily.

"Jadi disana yah letaknya." gumam Agartha.

"Apa kita akan menyelamatkannya? Agartha." tanya Loura.

"Sudah pasti, dia juga sudah memberitau kita keberadaannya." jawab Agartha.

"Aku juga ingin bertanya padanya, kenapa dia tidak lari saja dari penjara itu, padahal dia mampu menghancurkan tempat itu dengan kemampuannya." lanjutnya.

"Hm seperti itu yah."

"2 jam lagi kita akan kesana." ucap Agartha yang meninggalkan tempat.

"Semoga berhasil." ucap Emily yang juga meninggalkan tempat.

"Eh aku sendirian.." Loura pun mulai makan.

2 jam berlalu.

Terlihat diluar rumah Agartha Loura, Refra dan Frigga sudah bersiap.

"Baiklah, kurasa ini adalah waktunya." ucap Agartha.

"Semoga berhasil." ucap Emily.

Mereka berempat pun pamit dan segera berangkat, kini Agartha tidak terbang, ia berlari.

"Pria itu, apakah ia memiliki artifak yang luar biasa, aura kemarin sudah jelas bahwa ada artifak yang luar biasa, sumbernya berada di koloseum. Tapi bisa jadi orang lain yang memilikinya, satu-satunya orang yang dapat merasakan keberadaan Artifak hanya aku seorang." pikir Agartha dalam kebingungan.

"Agartha-kun, ada apa?" tanya Refra diatas punggung Frigga.

"Tidak ada." jawab Agartha

God The Artifact The Stealth War Chapter 30 - Ziega
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Tiba lah mereka di kota.

"Hm jika begini kita bisa menyamar jadi warga sipil, tapi anjing mu itu bagaimana?" tanya Agartha.

"Frigga bisa melompat jauh, dia akan melompat dari rumah kerumah, dengan begitu, tak ada yang melihat kita." jawab Refra.

"Hm, terserah lah."

"Kalau begitu ayo." ucap Loura.

Mereka berdua pun masuk ke dalam kota, sementara Frigga mulai melompat keatas bangunan.

Ditengah kota, suasana begitu ramai.

"Ramai sekali kota ini." gumam Loura yang takjub.

"Biasa saja." ucap Agartha datar.

Saat mereka berjalan santai, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Loura hingga membuatnya jatuh.

"Hei kalau jalan liat-liat." ucap pria yang menabrak Loura. Terlihat ia sedang mabuk.

"Kau yang harusnya menggunakan matamu bajingan."

Buak..

Agartha pun langsung meninju wajah orang itu hingga membuatnya terkapar tak sadarkan diri.

"Eh aku berlebihan yah." ucap Agartha kaget melihat pria itu langsung pingsan.

"Terima kasih." ucap Loura.

Namun tiba-tiba sekitar empat orang muncul.

"Hei apa yang kalian lakukan."

"Gawat, kita tidak boleh membuat kekacauan." ujar Agartha.

"Kalian orang asing.. Tangkap mereka berdua."

"Lari." Agartha pun menarik tangan Loura dan segera pergi.

Scene beralih ke sebuah penjara.

"Sepertinya aku akan keluar dari tempat ini, tapi ah aku kenapa malah dirantai sih." keluh Rubah api.

"Master aku bisa membantumu membuka rantai ini." ucap Suara wanita.

"Tidak perlu, lagipula saat kita mengobrol pasti tak lama akan ada dua orang yang baik akan datang." ucap Rubah api.

"Hm yasudah, tapi apa kau ingin melanjutkan petualangan mu.?" tanya suara wanita itu.

"Hm mungkin saja."

Tap... Tap... Tap...

Tak lama datanglah suara langkah kaki yang perlahan mendekat.

Cahaya dari obor pun mulai menerangi tempat itu, dan seperti biasa sosok wanita itu sudah lenyap. Sel pun dibuka.

"Ini makanan mu ma... Uek.. Apa ini bau sekali, kau kentut yah?" tanya sipir yang membawa obor.

"Tidak" jawab Rubah api enteng.

"Berarti kau yang kentut uek." tebak sipir yang membawa obor pada temannya yang membawa makanan.

"Tidak, sungguh aku tidak kentut." bantah sipir itu.

Rubah api pun beranjak dan berjalan, ia mengambil makanan di nampan itu dan berkata.

"Lihat di kaki kalian." ucap Rubah api dengan sedikit senyum.

"Uwaa ini kotoran, aku menginjaknya."

"Bhuft hahahahahaha."

"Kemarin aku dikencingi dan sekarang aku menginjak kotoran."

"Kau pasti pelakunya." bentak sipir yang tertawa.

"Tidak lagipula itu kotoran anjing." ucap Rubah api santai, ia pun makan di sudut tempat itu agar bau nya tidak sampai.

"Jangan bohong."

"Tidak, aku tidak bohong. Dan di dekat pintu sana juga akan ada lagi."

"Jangan dengarkan dia, ayo kita pergi saja. Aku tidak tahan dengan baunya."

"Baiklah."

Setelah sel dikunci, mereka pun pergi. Dan tak lama kemudian.

"Gyaah ternyata kau benar, aku menginjak kotoran." ucap sipir yang tadi ketawa dari kejauhan.

"Kerja bagus." ucap Rubah api.

"Apa itu cara manusia untuk menjahili sesama manusia?" tanya wanita itu.

"Ya seperti itulah, dan masih banyak lagi. Ngomong ngomong apa kau sudah membersihkan tanganmu."

"Aku menggunakan magia ku untuk memindahkan benda lembek bau itu."

"Hm bagus, ayo kita tos."

"Tapi master."

"Tos."

Grap..

"Eh ini oppaimu yah.."

"I.iya."

"Gyaah maafkan aku, disini gelapa jadi aku tak tau dimana tanganmu."

"Bukankah sejak dulu tempat ini memang gelap -_- " ucap wanita itu.

Tiba-tiba seluruh tempat bergetar.

"Uwaa apa yang terjadi." panik rubah api.

"Tenang lah master, kau jangan memelukku sekencang ini."

"Baiklah."

Terjadi sebuah getaran yang lumayan besar.

TAMAT

Endingnya menggantung yah.

Sengaja, biar membuat penasaran.

Nantikan aja Sekuelnya yang akan segera dirilis tahun 2017 mendatang.

sampai jumpa di cerita GOD THE ARTIFACT
berikutnya


Tamat

Bee Zero
2017-01-31 14:44:12
selalu saja pgang2 oppai. .
Dalreba
2017-01-28 00:15:10
Padahal aku buar mau ngikutin cerita ini
Die And DeAth
2017-01-03 23:36:14
setidaknya tamat untuk season ini.. sbenernya knapa dibuat tamat?
Prince of Darkness
2017-01-03 22:17:21
Hmm.. cerita ini dah tamat
Mutia 4Ra
2017-01-03 18:47:22
udah tamt ya .ech ini udh 2017 jdi kpn sekuelnya
Rudy Wowor
2017-01-03 17:24:56
Huh, selalu saja ada mesumnya.
Sqouts Shadows
2017-01-03 17:09:45
Ditunggu ceritanya
Grim Reaper
2017-01-03 16:59:22
Bukanya ini dah 2017 ya ?
L u p a n a m a
2017-01-03 16:38:41
Jiah cpat bgt tamat
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-29 19:39:59
ada typo lagi, tapi males ngeeditnya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook