VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 29

2017-01-01 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
105 views | 10 komentar | nilai: 9.83 (6 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 29 : Azeria Suarren VS Mygtaln

Tangan kanan makhluk itu bergerak mencoba meninju Rubah api, namun Rubah api menyadari hal itu dan melompat mundur.

"Rupanya kau belum mati yah, ini sangat menarik." gumam Rubah api.

"Pertarungan belum berakhir yah." gumam Refra yang menyilangkan tangan di dadanya.

Siluman Mygtaln itu pun bangkit, terlihat tubuhnya mengeluarkan asap, namun ia tak terluka sedikitpun.

"Majulah." tantang Rubah api, ia pun berjalan dan.

Bruak..

Ia jatuh tersandung rantai besar yang mengikat tubuhnya yang dibiarkan begitu saja disana.

Seketika semuanya sweatdrop karna kejadian itu.

"Aku rasa dia orang bodoh." gumam Refra.

"Padahal tadi itu sudah keren, tapi dia ceroboh." gumam Loura.

"Kenapa setiap orang yang kuat itu rata-rata bodoh ya? Aku tarik kembali kata-kataku tadi." gumam Agartha yang menyesal telah memujinya.

"Gyaah apa-apaan itu, siapa orang bego yang menyimpan rantai besar disini." teriak Rubah api kesal.

"Kau

God The Artifact The Stealth War Chapter 29 - Azeria Suarren VS Mygtaln
Penulis : Aerilyn Shilaexs

yang menyimpannya disana, rantai itu kan milikmu." teriak seorang komentator.

"Benar juga, berarti aku orang bego itu yah."

"Heee.."

"Apakah benar dia si rubah api yang dikatakan oleh orang-orang itu.?" ucap Agartha datar.

"Aku juga tidak yakin." jawab Refra datar.

Tiba-tiba siluman itu sudah berada di depan Rubah api dan melayangkan dua tangannya yang disatukan dan mengepal.

Seketika Rubah api menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan dan

Buak...

Pukulan kuat itu sukses membuat rubah api hingga membungkuk.

Jbuak...

Mygtaln menendang Rubah api lurus kedepan dengan kencang, hingga membuatnya terhempas dan menabrak dinding

Buak..

Terlihat dinding pun retak dan beberapa bagian hancur.

"Gahh.." Rubah api bangkit dan melompat, terlihat di kakinya keluar api.

Saat mendekat, tiba-tiba Mygtaln memukul Rubah api secara Vertikal dengan tangan kanan, sigap Rubah api menghindar dan pukulan pun membuat retakan ditanah.

Rubah api melompat lagi dan tangan kanannya terbakar..

Buak...

Pukulan api nya sukses menghantam wajah Siluman tersebut hingga membuatnya tumbang.

Sorak penonton kembali kencang.

"Pertarungan Fueran melawan siluman, pantas saja dijadikan pertarungan puncak, karna ini pertarungan yang hebat." pikir Refra.

"Bagaimana, itu tidak sakit kan?" tanya Rubah api yang berdiri di belakang Mygtaln.

Siluman itu kembali bangkit.

"Roarrrrr...."

"Hoo, apakah kau mulai serius. Baiklah aku ju..."

Buak..

Dengan cepat siluman itu meninju Rubah api.

"Stamina dan kekuatan makhluk itu benar-benar luar biasa." pikir Loura.

"Dalam keadaan serius, kapten saja menghadapi makhluk itu dengan jurus-jurus andalannya." pikir Agartha.

Rubah api terlihat kembali membentur dinding.

"Wah..wah.. Kekuatan dan tenaganya berlipat ganda." gumam rubah api. Tanpa memberinya kesempatan, siluman itu langsung meninju Rubah api yang masih tertancap di dinding.

Buak..

Pertarungan yang makin memanas itu disertai dengan sorak penonton yang juga memanas.

"Aku disini." Rubah api ternyata ada di atas kepala bagian belakang makhluk itu. Terlihat ia membentuk bola api.

"Kurasa seranganku tidak akan mengenai penonton." pikirnya.

"Rasakan ini." ia pun melempar bola api yang memiliki diameter 2 meter itu ke arah Mygtaln dan bola api pun menghantam tubuh makhluk itu, terlihat api menyebar.

Rubah api mendarat dengan sempurna, namun Mygtaln keluar dari kobaran api dengan berlari kearah Rubah api.

"Apa??" Rubah api kaget dengan hal itu, ia tak sempat menghindar dan

Buak...

Hantaman keras mengenai tubuh Rubah api hingga ia terpental, namun belum sampai disitu, dengan gerakan cepat makhluk itu berada di depan dan siap siap melancarkan serangan pada Rubah api yang meluncur kearahnya.

"Gawat.."

Buak..

Tendangan keras menghempaskan rubah api keatas. Mygtaln pun melompat keatas dan ia merapatkan kedua tangannya dan menghantamkan nya ke tubuh Rubah api.

Buak..

Hantaman keras membuat rubah api dengan cepat menghantam tanah, terlihat terdapat retakan tanah disekitar tempat Rubah api mendarat dengan kasar.

Mygtaln pun turun dari atas dengan melancarkan serangan terakhir.

"Aku tidak akan kalah darimu." Rubah api pun dengan cepat menyemburkan api dari mulutnya kearah Mygtaln yang ada di udara.

Bhuwoosss.

Duar...

Terjadi ledakan besar hingga membuat asap berterbangan.

"Sungguh ini pertarungan yang hebat."

Saat asap menghilang tertiup angin.

Terlihat Rubah api dan Mygtaln terengah-engah kelelahan, mereka saling berhadapan dengan jarak 15 meter.

"Kau lumayan hebat juga." ucap Rubah api,

"Tapi aku lebihkuat darimu.."

Tiba-tiba tubuh rubah api diselimuti api yang berkobar. Dan lenyap.

"Aku dibelakangmu." ucap Rubah api.

"Cepat sekali." gumam Agartha.

Bhuoass.

Tiba-tiba api menyembur keatas hingga menghempaskan siluman raksasa itu.

Dengan cepat rubah api terlihat ia memegang rantai besar yang membuatnya jatuh tadi.

"Ini serangan terakhirku." Rubah api melilitkan rantai itu ke beberapa sudut arena, kemudian ia melompat keatas, dan entah bagaimana caranya, saat Mygtaln jatuh, makhluk itu langsung terikat rantai.

"Suarren Adarra.."

Duar..

Terjadi sebuah ledakan besar, api membakar seluruh arena.

para penonton pun banyak yang lari menjauh karna tidak ingin mati terpanggang.

"Dasyat sekali." teriak Agartha.

Refra sigap membuat pelindung
dengan magianya.

Api pun mengecil dan padam, terlihat siluman itu gosong menjadi arang, bahkan rantai-rantai itu berubah menjadi berwarna merah, semua rantai terputus karena saking panasnya membuat rantai meleleh.

"Aku menang." ucap Rubah api yang berdiri santai. Dan

Prot...

"Eh aku kentut yah."

Semua yang takjub pun kini jadi sweatdrop.

"Ah maaf semuanya, aku ingin ke toilet dulu." dengan kecepatan super, ia berlari meninggalkan arena.

"Dia itu pria yang kuat, tapi sangat bodoh." gumam Agartha.

"Aku setuju dengan mu Agartha-kun"

"Begitu juga denganku." ujar Loura.

Bersambung.

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 30

Saripati Jasad Emas
2017-01-31 14:19:55
kkuatan api sma dng ace op. .
Grim Rieper
2017-01-02 15:53:20
Untung gak buang hajad di arena ?
Truth Seeker
2017-01-02 15:05:30
Kentut disaat yg tidak tepat, menggelikan sekali. Menunjukkan karakternya yg ceroboh dan tak peduli di sekelilingnya.
Mr Blacky
2017-01-02 05:41:32
Pelajaran yg dapat diambil dari cerita ini adalah, sebaiknya buang air dulu sebelum bertarung
ThE LaSt EnD
2017-01-02 00:15:09
satu peran kocak. lumayan bsa djadikan kelmpok brpetualangan, jd ktika bakar daging, gk susah2 buat api. ha ha
Gouenji Shuuya
2017-01-01 20:09:02
Hmm.. pria yang bodoh
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-01 18:48:02
pertarungannya keren tapi bagian akhirnya itu
Rudy Wowor
2017-01-01 18:10:01
Rubah Api gokil juga.
ZENA LEO MONSTA X
2017-01-01 18:00:23
pengen b.a.b
Sqouts Shadows
2017-01-01 17:45:58
Lanjut vroh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook