VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 28

2016-12-31 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
72 views | 7 komentar | nilai: 9.5 (8 user)

God The Artifact The Stealth War

Chapter 28 : FireFox

"Ya, aku dapat merasakan keberadaan artifak. Dan artifak ini berada di depan sana, jaraknya kira- kira 5 km dari sini. Ayo segera bergerak." Agartha pun melapisi tubuhnya dengan cahaya, ia pun terbang menuju arah sumber kekuatan itu.

"Tunggu kami," Refra dan Loura dengan cepat naik keatas tubuh Frigga.

"Frigga kecepatan penuh" Anjing besar itu pun berlari dengan cepat mengejar Agartha.

"Magia ini, bukan siluman, bukan manusia,bukan binatang, bukan pula Fueran. Lalu apa sebenarnya makhluk ini?" gumam Agartha yang sedang terbang.

Time skip

Biar penasaran di skip aja oke.

Scene berada disebuah kota, Refra, Loura dan Agartha berjalan menuju sebuah tempat pertarungan gladiator.

"Rubah api, pria berambut merah gelap yang berantakan, sehebat apakah dia hingga mereka begitu memuji pria ini." gumam Refra.

"Rubah api, bagi mereka dia adalah seorang pahlawan." pikir Agartha.

Mereka pun sampai di depan sebuah kolosium Tempat itu tidak dijaga sama sekali sehingga mereka bertiga masuk tanpa dihadang siapapun.

"Ah aku tak nyaman berjalan tanpa Frigga disisiku." keluh Refra.

"Diamlah, hewan tidak diizinkan memasuki kota, lihatkan tadi ada pemeriksaan." ujar Agartha.

Refra tak menjawab, ia mengembungkan pipinya. Tiba di bangku penonton. Terlihat suasana begitu ramai oleh ribuan penonton yang menyaksikan pertarungan narapidana penjara.

Di arena terlihat seorang wanita yang dicabik-cabik oleh seekor harimau putih dengan taring panjang.

"Orang-orang ini sudah tidak waras, hal seperti ini adalah hiburan." geram Agartha.

"Sungguh tak berperikemanusiaan." gumam Loura.

Terlihat darah pun memuncrat, dari tubuh wanita itu, ia pun tewas oleh hewan buas pemangsa itu.

"Bagaimanapun juga semua peserta disini adalah tahanan dan budak." ujar Refra.

"Tetap saja, orang menderita, orang saling membunuh, orang yang dimakan binatang buas bukanlah tontonan, sungguh bejad orang-orang disini." sergah Agartha.

"Makan.. Makan.. Makan." teriak para penonton

Terlihat di arena mayat wanita itu dimakan oleh harimau gigi taring panjang itu.

"Hewan itu sengaja dibuat lapar agar menjadi ganas." gumam Agartha, Loura terlihat menunduk dan memejamkan mata. Namun para penonton malah bersorak.

"Biadab." gumam Refra.

Disebuah sel tahanan yang sangat gelap.

"Master, apa kau tidak ingin keluar dari sini?" tanya suara wanita.

"Hoam. Tenang saja, sebentar lagi ada orang-orang baik yang akan membawaku keluar dari tempat ini." jawab suara pria.

"Bukan itu maksudku, tapi.."

Tap.. Tap.. Tap...

Terdengar suara langkah kaki mendekat.

"Sebaiknya kau pergi sana."

"Baik.."

Suara Langkah kaki pun semakin dekat dan perlahan cahaya dari api mendekat, terlihat dua orang sipir datang membuka sel.

"Rubah api, giliranmu bertarung." ucap seorang sipir membuka pintu sel.

"Hah aku bosan bertarung, apa boleh aku libur hari ini.?"

"Tidak bisa, cepatlah keluar." bentak salah satu sipir.

"Kau adalah tahanan tingkat berat, karna ulahmu kau harus mengganti kerugian tempat ini dengan bekerja sebagai petarung sampai kau mati."

"Hah sial, tapi aku ingin ke toilet dulu." pria itu pun keluar sel, terlihat kedua tangan dan kakinya di rantai, bukan hanya itu, lehernya juga dirantai.

"Kencing saja disini."

"Oke." pria itu pun membuka celananya dan kencing disana. Tepatnya mengencingi kaki salah satu sipir.

"Eh apa ini hangat. Gyaaah kau mengencingiku.." kaget sipir yang dikencingi.

"Kau bilang kencing disini kan."

"Tapi tidak mengencingiku juga kali."

"Bhuft.. Hahahahahaha.." sedangkan sipir satunya tertawa lebar karna melihat rekannya dikencingi.

"Sial, jika kau bukan iblis menakutkan, aku akan menghajarmu. Eh kemana dia?"
kaget sipir yang celananya basah.

"Eh benar juga, kemana orang itu?" ucap sipir yang tadi tertawa.

"Aku disini, kalian cepatlah, lelet sekali." teriak pria itu dari kejauhan.



God The Artifact The Stealth War Chapter 28 - Azeria Suarren
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Kembali ke arena.

"Apakah pria bernama Rubah api itu akan muncul?" tanya Refra.

"Entahlah, tapi katanya pria itu setiap hari bertarung di sini." jawab Agartha.

"Kalian juga penggemar si rubah api itu yah.?" ucap seorang pria tua dari belakang. Seketika mereka bertiga pun berbalik.

"Hm, kami menunggu aksinya." ucap Agartha menyawab pertanyaan pria tua itu.

"Hm dia adalah pria yang hebat, tapi sayangnya dia malah menjadi tahanan. Aku suka melihatnya juga, dia akan keluar saat acara puncak. Makanya aku datang setelah semua pertarungan selesai. Jujur aku tak suka melihat seseorang terbunuh dengan mengenaskan." terang pria itu.

"Hm jadi dia akan bertarung hari ini yah." gumam Loura.

"Nah itu dia." ucap pria tua itu sambil menunjuk ke arena. Para penonton pun bersorak gembira.

"Apa?"

"Apa-apaan itu?"

Kini terlihat jelas seorang pria berambut merah gelap itu hanya mengenakan celana se lutut, dengan rantai besar melilit tubuhnya.

"Tahanan macam apa yang dirantai hingga seperti itu." pikir Agartha.

"Apa tidak salah, rantai sebesar itu digunakan untuk mengikat manusia." pikir Loura.

"Pria itu pasti sangat kuat dan hebat." pikir Refra.

Di arena Rubah api menyadari keberadaan Agartha, Loura dan Refra. Ia tersenyum menyeringai, perlahan rantai pun dilepaskan.

"Ini dia pertarungan puncaknya." teriak seorang wasit.

Sipir yang membuka rantai pun pergi, perlahan munculah seekor makhluk berukuran besar dengan tinggi 2.5 meter berbentuk seperti Minotaur.

"Groarrr" makhluk itu menggeram dengan keras.

"Siluman jenis Mygtaln." kaget Agartha.

"Kau tau makhluk itu?" tanya Refra.

"Ya, siluman dengan otot dan stamina yang luar biasa."

"Apakah dia dapat mengalahkan makhluk itu?" gumam Loura.

"Pertarungan dimulai"

Seluruh penonton pun bersorak. Pria bernama rubah api itu hanya diam tak bergerak. Makhluk itu pun berlari menuju Rubah api dan melancarkan pukulan dan

Duak..

Terlihat pukulan tepat menghantam Rubah api hingga membuatnya terdorong beberapa meter kebelakang tapi dalam posisi berdiri sedikit membungkuk kedepan.

"Ziega" teriak Rubah api sambil berlari menuju kearah makhluk besar didepannya. Teriakan itu membuat Agartha sedikit tersentak.

"Itu, artinya dia manyadari keberadaan kami bertiga." gumam Agartha.

Rubah api melompat keatas dan terlihat tangan kanannya mulai terbakar.

"Boxeo Suarren." teriaknya dan

Buak..

Makhluk itu menyilangkan tangannya untuk menangkis serangan dan makhluk itu pun melancarkan tendangan yang sangat kuat.

Buak...

Tendangan itu melemparkan rubah api keatas.

"Ini dia. Suarren Tornadoa" teriaknya dari atas langit.

Muncullah api disekeliling makhluk raksasa itu dan terus membesar, api memutari makhluk raksasa itu membentuk tornado.

"Hebat.." gumam Refra.

"Itu luar biasa." gumam Loura.

"Sepanas ini? Bahkan dengan jarak sejauh ini aku masih dapat merasakan panasnya." gumam Agartha.

"Boxeo." teriak Rubah api yang jatuh tepat menghantam tubuh makhluk itu. Api pun menyebar dan perlahan mengecil dan menghilang. Terlihat makhluk itu terkapar dengan Rubah api yang berdiri diperutnya.

Seketika sorak penonton kembali bergemuruh, namun.

Tangan kanan makhluk itu bergerak mencoba meninju Rubah api, namun Rubah api menyadari hal itu dan melompat mundur.

"Rupanya kau belum mati yah, ini sangat menarik." gumam Rubah api.

Bersambung.

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 29

Suga Bulletproof
2017-01-01 18:46:30
koloseum memang seperti itu, 10 untukmu
Sqouts Shadows
2016-12-31 21:37:24
Lanjut vroh
Zunuya Rajaf
2016-12-31 21:00:04
untung colossiumx gk ikut kbakar bserta pnontonnya.
Zena Leomosta Kun
2016-12-31 20:10:10
lanjutkan terus Alien kawai-chan. .
Mr Blacky
2016-12-31 17:56:04
Kuat tapi kocak haha
Kira Tanha999
2016-12-31 14:45:51
Apa rubah api akan bergabung dngan agartha ?
Gouenji Shuuya
2016-12-31 14:33:23
Mungkin rubah api akan jadi teman baru
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook