VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 27

2016-12-28 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
163 views | 14 komentar | nilai: 10 (8 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 27 : Sentitzen

"Kyaaaa"

Obrolan mereka terpotong oleh suara teriakan wanita dari arah depan mereka.

"Kenapa kau berteriak Loura?" tanya Agartha yang menghentikan langkahnya.

"Bukan aku, itu suara orang lain." sanggah Loura.

"Benarkah? Lalu Dimana sumbernya?"

"Kurasa didepan sana." ucap Loura sambil menunjuk kedepan

"Kalau begitu ayo kita periksa." Agartha pun menurunkan tas nya dan segera berlari menuju sumber suara.

"Hm" Loura mengangguk dan mengikuti Agartha dari belakang.

Tak lama mereka tiba di sumber teriakan, itu adalah teriakan Refra. Terlihat ia dan anjing besarnya dililit siluman kelabang (bentuknya kaya siluman kelabang yang menyerang kagome di episode awal, yang pernah nonton Inuyasha pasti tau.)

"Wah ternyata kau dan serigalamu." ucap Agartha. Tak lama datanglah Loura.

"Dia itu anjing..Agartha-kun, Loura-chan tolong aku.!" pintanya memelas.

"Loura, ngomong-ngomong kenapa oppai siluman wanita itu panjang? Bentuknya jelek dan tidak menarik." ketus Agartha sambil menunjuk kearah siluman berjenis wanita itu.

"Aku juga tidak tau."

"Hei ayolah, nantikan obrolan kalian, tolong aku."

"Tidak mau, lakukan saja sendiri. Ayo Loura kita pergi saja." kata Agartha menolak, ia pun berbalik.

"Tapi Refra-san kasian, kita harus membantunya."

"Sudah kulakukan sejak tadi jika aku bisa, tapi tubuhku diracuni oleh makhluk ini, magiaku yang tersisa hanya untuk menekan racunnya. Kyaaaa" siluman itu bersiap memakan Refra namun.

"Argi Labana Erasoa" Agartha tiba-tiba berada didepan Refra.

"Aaaaa.." siluman kelabang itu langsung terpotong menjadi bagian kecil.

"Potongan yang sempurna." gumam Agartha.

"Ke..keren." gumam Loura.

"Te.terimakasih banyak." ucap Refra lemah, terlihat Frigga si anjing besar tergeletak tak sadarkan diri.

"Hmh." Agartha membuang pandangan.

"K-kau masih marah padaku yah.?" gumam Refra.

"Loura, sebaiknya kita lanjutkan saja perjalanan kita. Tak usah memperdulikannya." Agartha pun berjalan pergi.

"Ta-tapi bagaimana dengan Refra-san?"

"Aku tidak peduli."

"Agartha-kun aku minta maaf karna telah menipumu." ucap Refra lemah. Ia pun pingsan.

Hal itu membuat Agartha menghentikan langkah dan berbalik, ya meskipun ia masih marah. Tapi sejatinya Agartha adalah orang baik.

God The Artifact The Stealth War Chapter 27 - Sentitzen
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Time skip,

Refra perlahan membuka matanya, terlihat tangan, kaki dan perut bekas luka nya telah diperban.

"Kau yang lakukan ini?" tanya Refra.

"Jangan bicara padaku." ucap Agartha kesal, terlihat ia sedang memanggang daging. Tak jauh dari sana. Loura sedang bermain dengan anjing besar warna putih itu.

"Tangkap ini hup.." Loura melemparkan segumpal daging dan dengan cepat Frigga melompat dan menangkapnya dengan mulutnya, anjing itu pun makan.

"Wah kau hebat, sekali lagi, hump.."

"Agartha-kun, aku benar-benar minta maaf soal kemarin. Aku tidak bermaksud menipumu demi keuntunganku, tapi aku benar-benar butuh bantuan demi menyelesaikan misi dari guildku."

"Sudah kubilang jangan bicara padaku." kata Agartha sambil menyodorkan daging yang sudah matang pada Refra.

"Aku tidak mau makan jika kau tidak mau memaafkanku." ucap Refra yang kini duduk.

"Terserah." Agartha pun bangkit.

"Loura, sudah waktunya kita melanjutkan perjalanan kita." ujar Agartha dengan nada tinggi agar suaranya terdengar oleh Loura.

"Baiklah." Loura berjalan menuju tas nya yang kini sudah tak terlalu besar.

"Aku mohon, aku benar-benar bersalah." ucap Refra sambil memegang tangan Agartha.

"Hah.." sambil menghembuskan napas, ia melepaskan pegangan Refra.

"Aku sudah memaafkanmu, jadi berhentilah bicara. Dan kuharap kita tidak berjumpa lagi." ucap Agartha dengan nada rendah.

"Ta-tapi.."

"Ayo Loura." Agartha pun melangkahkan kaki, Loura sempat melirik Refra dan kembali berjalan mengikuti Agartha.

"Frigga." Panggil Refra.

Seketika anjing besar itu pun berlari kearah Refra.

Refra segera naik dan anjing itupun berlari menuju Agartha dan Loura.

"Agartha-kun, jika kau sudah memaafkanku, izinkan aku memberikan rasa terimakasih ku padamu." ucap Refra, telihat anjing itu berhasil mengejar.

"Aku tidak butuh."

"Aku akan melakukan apapun yang kalian mau selama satu minggu, tapi izinkan aku untuk ikut bersama kalian dan membantu kalian dalam mendapatkan artifak yang kalian cari." pinta Refra yang duduk diatas Frigga.

"Aku yakin kau punya tujuan dibalik permintaanmu itu." ujar Agartha yang terus melangkahkan kaki.

"Aku punya misi baru, aku ingin mendapatkan suatu artifak. Tapi jika tidak bersama kalian, aku tidak akan bisa menuntaskan misiku." ucap Refra terang-terangan.

"Sudah kuduga, lupakan saja dan pergilah dari kami."

"Agartha." gumam Loura.

"Aku mohon, aku akan melakukan apapun semampuku, aku janji tidak akan berbohong padamu, tidak akan menipumu lagi."

"Apa kau setuju Loura?"

"Sesuatu akan mudah dicapai jika diusahakan oleh banyak orang." ucap Loura yang menandakan ia setuju.

"Hm yasudah terserah kalian." ucap Agartha acuh, ia berjalan paling depan.

"Benarkah itu? Aku boleh bergabung?" tanya Refra tak percaya.

Agartha terus berjalan, tak menjawab pertanyaan Refra.

"Loura-chan, naiklah, kau sudah lelah berjalan kan?"

"Hm." Loura mengangguk dan segera naik.

"Agartha-kun, kita akan kemana?" tanya Refra dengan semangat.

"Ikuti saja aku dan jangan banyak tanya."

"Baiklah."

Tak terasa mereka sudah menempuh selama 1 jam perjalanan.

Di dataran rumput yang luas mereka berhenti.

"Hah, aku lapar." keluh Refra.

"Bukannya tadi kau sudah makan?" tanya Agartha, terlihat tas Refra, Loura dan Agartha berada dipunggung Frigga.

"Aku tidak memakan dagingnya, aku langsung meninggalkannya disana."

"Dasar bodoh, kenapa kau menyia-nyiakan makanan."

"Sudah-sudah, kami masih punya banyak persediaan daging ko." ucap Loura.

"Hm."

Setelah makan, perjalanan pun kembali dimulai.

Saat sedang berjalan tiba-tiba.

"Perasaan ini.. Ini sebuah magia." gumam Agartha, ia merasakan kekuatan besar.

"Ada apa Agartha?" tanya Loura.

"Kenapa kau terdiam.?" tanya Refra.

"Aku merasakan magia yang sangat besar dari sebuah artifak." ucap Agartha.

"Kau dapat merasakan keberadaan Artifak?" tamya Refra.

"Ya, aku dapat merasakan keberadaan artifak. Dan artifak ini berada di depan sana, jaraknya kira-kira 5 km dari sini. Ayo segera bergerak." Agartha pun melapisi tubuhnya dengan cahaya, ia pun terbang.

"Tunggu kami," Refra dan Loura dengan cepat naik keatas tubuh Frigga.

"Frigga kecepatan penuh"

Anjing besar itu pun berlari dengan cepat mengejar Agartha.

Bersambung.

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 28

Sovaren
2017-06-22 20:00:34
Dagingnya lumayan banyak buat persediaan.
Under1
2017-06-02 10:05:15
Artifak jenis apa itu.
Kleiss Effortles
2017-06-02 04:56:21
numpang ngasih nilai, titip komen ceritanya bagus kakah
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-01 18:45:06
siluman kelabang setengah manusia
Sqouts Shadows
2016-12-29 10:05:10
Lanjut vroh
One For All
2016-12-28 19:06:49
kWah artifak apa yang muncul ya ...??
Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:26:48
Artifak apa lagi yaa
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-28 15:20:21
apa yang terjadi selanjutnya ya? (pura-pura nggak tau )
SESHOMARU INU
2016-12-28 14:21:10
malah membahas oppai
Mr Blacky
2016-12-28 14:02:20
Kira kira tantangan apalagi yg menunggu agartha dan loura
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook