VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 26

2016-12-17 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
84 views | 14 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

God The Artifact : The Stealth War Chapter 26 : Sentitzen

Tadinya mau diperpanjang lagi konfliknya, tapi karna males dan kurangnya tanggapan para pembaca, jadi diringkas deh. Lebih baik diringkas daripada ngga dilanjutin.

Kita mulai ke cerita

"Ya, konon dari buku yang kubaca, pedang itu sanggup menciptakan dan menghancurkan sebuah gunung. Bukan hanya itu saja... Ah aku malas menjelaskannya, selain itu tubuhku sangat lemas karna kekurangan energi dan magia. Kita bahas hal itu lain kali."

"Kau benar, sebaiknya kita kembali saja kedesa." ujar Loura.

"Tidak perlu, kita sudah terlalu jauh untuk sampai kedesa, lagipula aku lupa jalan nya."

"Yasudah,"

"Aku mau istirahat sebentar." Agartha pun merebahkan diri ditempat itu.

"Hei jika mau tidur jangan ditempat seperti ini, setidaknya kita beristirahat dibawah pohon jangan ditempat terbuka seperti ini."

"Hah ternyata memakai kapsul itu benar-benar menguras magia dan tenagaku, aku bingung kenapa mereka memakai benda yang menyusahkan ini." pikir Agartha.

Time skip

Hari menjelang sore, terlihat Agartha dan Loura berjalan menyusuri hutan.(seharusnya disini ada adegan pertarungan.)

"Hah melelahkan sekali, aku hampir kehabisan makanan." keluh Loura.

"Aku juga kelelahan, kurasa malam ini kita tidur dihutan saja."

"Baiklah terserah kau saja."

Disebuah penjara bawah tanah.

"Ah aku sudah bosan berada ditempat ini." keluh suara pria, disana gelap tak terlihat apapun.

"Kenapa kau tidak melarikan diri saja master?" ujar suara wanita.

"Ya, tapi untuk apa? Aku tidak punya tujuan lain."

"Bukankah anda ingin mencari artifak itu?"

"Aku tidak yakin apa artifak itu ada atau tidak. Meskipun ada, pasti benda itu banyak dicari oleh banyak fueran."

"Ano master, apa memegang dada itu kebiasaan manusia?" ucap wanita itu yang terdengar malu-malu.

"Gyaah ternyata ini oppaimu, kukira makanan."

"Master jika anda lapar, aku akan membawakan makanan untukmu."

"Itu tidak perlu, sebentar lagi akan ada orang baik yang membawa makanan untukku." tolak suara pria.

"Maafkan saya master, kalau begitu saya pergi dulu."

"Ya baiklah."

Tak lama dua orang sipir membawa obor sebagai penerangan pun datang.

"Kau sedang bicara dengan siapa?" tanya salah satu sipir.

"Aku bicara dengan kakiku, haha benarkan kaki. Ow kau sangat keren. Hahahaha."

"Kurasa dia sudah gila." ucap sipir yang membawa makanan.

"Ini makananmu hari ini." ucap sipir sambil memasukan sebuah nampan yang diatasnya ada makanan yang terlihat enak.

Saat cahaya obor menerangi, terlihatlah penampilan pria itu. Ia hanya mengenakan celana, tangan nya diborgol dengan rantai sepanjang 1,5 m menghubungkan kedua tangannya, kakinya dipasung.

"Terimakasih banyak nyonya, kau sangat baik."

"Aku pria, dasar gila." bentak sipir yang tadi membawa makanan.

"Sudahlah abaikan dia,"

"Hm yasudah."

"Bokongmu besar juga."

"K-kaau.."

"Hey sudahlah hentikan."

Ke tempat Agartha,

God The Artifact The Stealth War Chapter 26 - Sentitzen
Penulis : Aerilyn Shilaexs

ke tempat Agartha.

Hari menunjukan sudah malam, terlihat langit sudah gelap.

"Ada apa?" tanya Agartha yang sedang memanggang daging besar.

"Tidak ada, apa dagingnya sudah matang." ucap Loura.

"Sebentar lagi matang, hah untung saja ada makhluk ini menghadang kita."

"Apa tidak apa-apa memakan daging binatang itu?"

"Ya, tidak apa-apa, lagipula binatang ini tidak beracun, kau lihat sendiri tadi binatang ini hanya menggunakan tanduknya untuk menyerang kita."

"Em kau benar."

"Nah untukmu, selamat makan." kata Agartha sambil menyodorkan sepotong daging yang lumayan besar.

"Hm selamat makan."

"Agartha."

"Ya"

"Apa kau tidak keberatan jika aku menemanimu dalam misi mu itu?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Soalnya aku ini sangat payah, sejak kita bertemu, aku bahkan belum pernah menghajar musuh, entah siluman, fueran atau binatang."

"Apa hal itu yang sedang kau pikirkan?" (pikirkan bukan fikirkan.)

"Em." Loura mengangguk.

"Hah aku tidak peduli soal kemampuanmu, malah aku bahagia karna ada teman yang menemaniku selama perjalanan. Soal kemampuan, seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan mu pasti akan meningkat, maka berlatihlah mulai dari sekarang."

"Hm baiklah, aku akan berusaha." ucap Loura semangat.

"Nah begitu dong, baiklah kita habiskan makan malamnya dan segera tidur, kita tidak akan tau hal apa yang akan kita alami besok."

"Kau benar."

Hari pun berlalu, malam semakin larut, langit yang gelap terlihat dipenuhi bintang-bintang.

Keesokan harinya, cahaya matahari mulai bersinar.

"Agartha, bangunlah. Sudah pagi." Loura terlihat menggoyangkan tubuh Agartha. Agartha pun bangun dan langsung duduk.

"Hah aku tidur nyenyak sekali. Selamat pagi Loura."

"Selamat pagi, lihatlah dagingnya masih tersisa banyak. Apa yang harus kita lakukan?"

"Apa belum busuk?"

"Kurasa belum."

"Kalau begitu kita bakar saja, lumayan untuk bekal selama diperjalanan."

Singkatnya setelah mereka sarapan dan merapikan barang-barang, mereka berdua melanjutkan perjalanan.

"Aku tidak menyangka akan sebanyak ini." keluh Loura.

"Ahaha ternyata binatang itu mempunyai banyak daging." terlihat tas Loura dan Agartha membengkak karna daging yang mereka bawa.

"Kurasa ini berlebihan." ucap Loura.

"Tidak Loura, kita tidak punya makanan lain, selain itu perjalanan kita sangat jauh."

"Ya, tapi aku kuatir kalau dagingnya akan mengotori pakaianku."

"Semoga saja tidak."

"Kyaaaa"

Obrolan mereka terpotong oleh suara teriakan wanita dari arah depan mereka.

"Kenapa kau berteriak Loura?"

"Bukan aku, itu suara orang lain."

"Dimana?"

"Kurasa didepan sana."

"Kalau begitu ayo kita periksa."

"Hm" Loura mengangguk.

Bersambung.


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 27

Suga Bulletproof
2016-12-20 08:51:22
kukira agartha dan loura yang membengkak, ternyata tasnya
Downcrazy
2016-12-18 19:53:05
Kok koment ane ama zena hilang ya?
Yagure Yasha
2016-12-18 19:11:02
padahal udah luar biasa ceritanya
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-18 18:35:30
hm perjalanan baru aja dilanjut, muncul konflik baru
Akazu hakuchi
2016-12-18 12:37:53
Emang view nya sekarang makin dikit
Kleiss Effortles
2016-12-18 12:07:41
jiah gara-gara viewnya dikit
happyreadin9
2016-12-17 18:06:17
d tunggu lnjutnnya
Kira Tanha999
2016-12-17 18:04:55
Lanjut
Mr Blacky
2016-12-17 17:34:30
Njer ngakak sama orang yang dipenjara
Gouenji Shuuya
2016-12-17 14:57:40
Siapa ya pria yg dipenjara itu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook