VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 25

2016-12-12 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
153 views | 14 komentar | nilai: 9.91 (11 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 25 : 6 Artifak pedang penguasa elemen

"Orang lemah sepertimu tak pantas disebut sebagai bos, tak pantas untuk menjadi ketua." ucap Alona.

Tap..

Agartha mendarat ke tanah dengan jarak yang tak terlalu jauh dari Alona.

"Kenapa kau.,"

"Masih hidup?" potong Alona yang membalikan tubuhnya.

"Bukan itu, kenapa kau membunuhnya? Dia kan pimpinanmu,"

"Semua itu karna ini." Alona pun mengambil sebuah kalung di leher Reiga.

"Artifak itu,. Jangan-jangan.."

"Kau tau tentang artifak ini? Mengesankan, kalau begitu. Kau juga harus merasakan kekuatan dari benda ini." Artifak berbentuk kalung dengan bandul kristal itupun bercahaya.

"Ini gawat.."

Buak..

Gelombang angin menghantam wajahnya. Ia pun terpental beberapa meter.

"Jangan lupakan kami." teriak Refra dari kejauhan menunggangi anjing besarnya bersama Loura.

"Gawat, jumlah musuh tak sebanding, ditambah tubuhku tidak mampu bertahan lebih lama dengan luka seperti ini. Sial, pria cahaya itu memiliki pukulan yang kuat." gumam Alona sambil bangkit. Terlihat anjing besar itu telah berada di samping Agartha.

"Agartha-kun kau tidak apa-apa?" tanya Refra.

"Ya, hanya sedikit linu."

Loura pun turun.

"Hah, sial." kesal Alona.

"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Agartha.

"Namamu Agartha kan?" tanya Alona, ia tidak menghiraukan pertanyaan Agartha.

"Ya kenapa memangnya?"

"Hm, Agartha, satu-satunya pria yang dapat membuatku hampir mati. Akan kuingat hal ini." gumamnya. Terlihat kakinya mulai tenggelam kedalam tanah.

"Agartha, kita akan bertemu lagi, dan jika saat itu tiba, akan kubalas kematian adikku." ucapnya yang kemudian tenggelam sepenuhnya.

"Dia lari." ucap Loura.

"Biarkan saja, lagipula tidak akan ada orang yang meminta pajak lagi setelah ini," ucap Agartha yang kemudian berjalan menuju mayat Reiga.

"Lihat pemimpinnya mati. Selain itu, para bawahan nya juga pasti mati tertimpa reruntuhan markas mereka." lanjut Agartha.

"Itu bagus, jadi orang-orang di desa tidak akan di mintai pajak lagi." ucap Loura. Agartha pun mengambil pedang Reiga, terlihat Refra tersenyum licik.

"Ya, karna pedang ini, pedang Luerran, membu..."

Grap..

Tiba-tiba Frigga berlari melewati Agartha, dan disaat yang sama. Refra mengambil pedang itu ditangan Agartha.

"Refra-san?"

"Apa-apaan kau?"

"Terimakasih banyak Agartha-kun, karna bantuanmu tugasku dapat terselesaikan." teriak Refra.

"Sudah kuduga, kau memiliki tujuan lain." Agartha pun mengejar Refra.

"Loura, kejar dia.!"

"Kenapa ki..?"

"Kau tidak lihat kalau barang-barang kita ada diatas tubuh serigala itu?"

"Eh benar juga." Loura pun berlari.

"Disaat seperti ini aku tidak dapat mengeluarkan magia, aku sudah mencapai batasku." gumam Agartha.

"Dia itu anjing bukan serigala. Ahh apa semua orang itu buta?" ketus Refra.

"Persetan dengan hal itu, kembalikan barang-barang kami." teriak Agartha sambil berlari sekuat tenaga.

"Dia cepat juga." gumam Refra.

"Baiklah, ini ambilah." Refra pun melemparkan 2 buah tas.

Seketika Agartha pun menangkap kedua tas itu dan menghentikan langkahnya.

"Dasar kau, jika kita bertemu lagi akan kuhajar kau. Aku bersumpah." teriak Agartha.

Tanpa memperdulikan hal itu. Refra duduk diatas Frigga yang berlari sambil memperhatikan pedang itu. Pedang yang berwarna coklat gelap dengan garis-garis dan simbol aneh.

"Jadi ini adalah salah satu 6 artifak pedang penguasa elemen." gumam Refra.

"Maafkan aku karna telah menipumu, aku benar-benar membutuhkan bantuan kalian setelah aku melihat kemampuan kalian saat melawan siluman terbang itu." gumam Refra.



God The Artifact The Stealth War Chapter 25 - 6 Artifak pedang penguasa elemen
Penulis : Aerilyn Shilaexs

God The Artifact : The Stealth War

"Semoga saja kita tidak berjumpa lagi."

Flashback di sebuah guild.

"Apa ada misi lain untuk ku master?" tanya Refra pada seorang pria.

"Ada, tapi ini sedikit sulit."

"Apa itu?"

"Kau harus mengambil kembali sebuah artifak yang telah dicuri."

"Kedengarannya mudah."

"Tidak Refra, Artifak ini adalah salah satu artifak 6 elemen unsur bumi."

"6? Apa saja itu?"

"Artifak pedang Lurrean penguasa bumi,

Artifak pedang Urrean penguasa air,

Artifak pedang Haizea penguasa angin,

Artifak pedang Suarren penguasa api,

Artifak pedang Tximista penguasa petir dan yang terakhir

Artifak pedang Landare penguasa alam, penguasa segala tumbuhan."

"Nama-namanya susah diingat, lalu artifak mana yang telah dicuri, master?"

"Artifak pedang Lurrean penguasa bumi."

"Baik lah aku akan membawa kembali pedang itu apa namanya?"

"Lurrean, kau harus berhati-hati Refra, pengguna pedang ini dapat menyalurkan magia jenis pedang pada seseorang. Dari kabar yang kudengar, orang yang mencuri pedang ini adalah seorang bandit."

"Hm jadi kemungkinan akan ada banyak orang yang menghalangi"

"Ya, ditambah pemilik pedang itu akan memiliki kekuatan hebat dari pedang itu."

"Aku mengerti. Baiklah aku akan mengambil misi ini."

"Apa kau tidak memerlukan bantuan?"

"Tidak master, kurasa ada fueran lain yang akan membantuku."

"Kalau begitu baiklah, semoga berhasil."

Refra pun memberi hormat dan kemudian berlalu bersama anjing besarnya.

Flashback end.

Ditempat Agartha.

"Wanita itu benar-benar menjengkelkan." geram Agartha, ia pun duduk.

"Agartha kau tidak apa-apa?" tanya Loura yang telah sampai.

"Ya, aku hanya kelelahan saja."

"Kenapa Refra-san mengambil pedang itu?" tanya Loura.

"Entahlah, yang jelas dia sudah menipuku. Dan mungkin saja dia ingin memiliki kekuatan salah satu 6 artifak pedang penguasa elemen."

"6 artifak pedang penguasa elemen? Apa itu?"

"Para dewa menciptakan pedang yang dapat mengendaliakan unsur elemen bumi. Air, angin, tanah, api, petir dan tumbuhan. Dan yang itu adalah penguasa tanah. Kemampuan salah satu pedang yah bisa kau lihat sendiri tadi." jelas Agartha.

"Benar-benar hebat."

"Ya, tapi pedang itu baru menampakan sekitar 20% dari kemampuan sesungguhnya."

"Apa? Sekuat itu hanya 20% dari kemampuan sesungguhnya?"

"Ya, konon dari buku yang kubaca, pedang itu sanggup menciptakan dan menghancurkan sebuah gunung. Bukan hanya itu saja... Ah aku malas menjelaskannya, selain itu tubuhku sangat lemas karna kekurangan energi dan magia. Kita bahas hal itu lain kali."

"Kau benar, sebaiknya kita kembali saja kedesa." ujar Loura.

"Tidak perlu, kita sudah terlalu jauh untuk sampai kedesa, lagipula aku lupa jalan nya."

"Yasudah,"

Bersambung


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 26

Sovaren
2017-06-22 19:54:14
Sepertinya artifak kalung itu sangat hebat, luar biasa
Under1
2017-06-02 09:50:17
Ternyata itu misi Refra yang sebenarnya.
Kleiss Effortles
2017-06-02 04:56:15
numpang ngasih nilai, titip komen ceritanya bagus kakah
Rudy Wowor
2016-12-13 14:14:26
Nextlah pokoknya.
botol bekas
2016-12-13 02:15:56
artifak itu selalu berbentuk senjata ya?
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-13 01:37:11
diluar dugaan akhirnya
SESHOMARU INU
2016-12-12 21:09:38
pertarungan sudah berakhir, meskipun tidak terlalu lama
Anton Lova
2016-12-12 16:52:37
next..
ThE LaSt EnD
2016-12-12 14:47:59
orng yg mengawasi Agartha ktika brtrung dng siluman akhrny trungkap. apa snjata Agartha trmasuk dri ke 6 artifak itu?
chichay
2016-12-12 07:45:05
next.moga smngt trus
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook