VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 22

2016-11-27 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
99 views | 7 komentar | nilai: 9.89 (9 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 22 : Boxeo

"Oey.. Oey.. Aku tadi hanya bercanda, aku tarik kembali ucapanku tadi." ucap Agartha.

"Tidak ada maaf bagimu." ucap Alona dengan nada dingin.

"Siapa juga yang minta maaf." gumam Agartha. Ia sudah tenggelam sampai dada.

"Beheko Harraskak" ucap Berk.

"O.ow." Agartha pun langsung tenggelam.

"Berakhir sudah, hama itu telah mati." ucap Berk.

"Padahal aku ingin menyiksanya dulu." kesal Alona.

Beralih ke tempat Refra.

"Kau siap?" tanya Refra.

"Mm." Loura mengangguk. Kemudian Refra melompat keatas dan

"Boxeo Energia." ia menghantam tanah sangat keras.

Terjadi retakan besar dan
Reiga hanya tersenyum kecil

"Taper Lurrean" ucap Reiga.

Munculah tanah-tanah runcing mengarah ke arah Refra.

"Apa.?" Refra pun mengelak dan kembali maju, namun serangan lain mengarah ke arahnya.

"Energia Ezkutu" ucap Refra dan seketika berbagai tanah runcing yang mengarah kepadanya langsung hancur sebelum mengenai Refra. Setelah semua tanah hancur. Refra menghempaskan tubuhnya kedepan dan

Jduak..

Pukulan Refra ditahan oleh Reiga.

"Kuat sekali pukulanmu. Gaah."

"Hyaaat."

Siuw..

Reiga terhempas beberapa meter

"Rasakan ini.." teriak Reiga yang menempelkan tangannya ketanah.

Bongkahan tanah pun mengambang dan menyerang Refra.

"Apa.." Refra sigap menghindari tanah keras yang mengarah kearahnya.

Buak.. Buak...

Beberapa tanah menghantamnya.

"Kau lumayan gesit juga." ucap Reiga yang tiba-tiba berada dibelakang Refra.

"Sial."
kedua tangan Refra pun dilapisi magia biru dan

Buak..

Pukulan Reiga menghantam perut Refra.

"Ini bukan apa-apa."

Refra menghempaskan tubuhnya menggunakan magia yang menekan dari kakinya.

"Hyaat.."

Adu pukulan pun terjadi. Hingga.

"Gah.." Refra terpental beberapa meter

"Seka.."

Ucapan Reiga terhenti ketika ia merasakan tubuhnya terikat. Saat ia melihat ke tubuhnya, ternyata benang-benang tipis mengikatnya.

"Sejak kapan i.."

Srat..

Frigga mencakar punggung Reiga.

terilhat Loura berada dipunggung Reiga menarik benangnya hingga jeratan semakin kencang.

"Inilah saatnya Boxeo Energia." Refra bersiap dengan tinjunya.

"Serigala sialan." geram Reiga.

"Dia adalah Anjing."

Duag...

Karna tak sempat menghindar Pukulan keras menghantam Reiga hingga membuatnya terpental jauh. Ia pun menabrak dinding bahkan menembus dinding itu.

Beralih ke tempat Agartha.

Berk pun keluar dari tanah.

"Kau tidak bisa sedikit bermain-main yah." kesal Alona.

"Maaf, aku terlalu semangat." ucap Berk, namun tiba-tiba

"Lehertu" teriak Agartha dari dalam tanah, Seketika terjadilah ledakan, tepatnya tanah itu meledak. Keluarlah Agartha dari dalam tanah, tubuhnya terlapisi cahaya, ia pun melompat keatas dan melayang.

"Maaf mengecewakanmu, tapi aku masih hidup." ucap Agartha.

"Kenapa dia masih hidup?" gumam Berk.

"Sial, dia masih hidup. Kenapa kau tidak menyerah dan mati saja." teriak Alona,

Ia menggerakan kedua tangannya dan abu yang terbang di udara mengendap dan menahan gerakan Agartha.

Tanah itu menempel diseluruh tubuh Agartha.

"Gyaah apalagi ini." kaget Agartha.

"Rasakan ini." ucap Berk. Tanah yang menjadi pasir dibawah membentuk tombak dan bersiap menyerang Agartha.

Tanah yang menempel ditubuh Agartha mengeras bahkan menjadi tajam dan menusuk tubuh Agartha.

Tombak pasir pun menerjang kearah Agartha dari bawah.

God The Artifact The Stealth War Chapter 22 - Boxeo
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Tombak pasir pun menerjang kearah Agartha dari bawah.

Scene beralih ke tempat Refra.

"Pengalihan yang bagus." ucap Refra.

"Tapi pukulanmu sangat mengerikan." ucap Loura diatas Frigga.

"Apapun itu, kita berhasil." ucap Refra.

"Ya, ngomong-ngomong duduk diatas serigala ini nyaman juga." ucap Loura.

"Hah berapa kali aku harus mengatakannya, dia itu Anjing bukan serigala."

"Ahaha aku lupa, tapi aku serius loh. Bentuknya mirip serigala."

"Pokoknya dia itu anjing, Frigga menggonggong lah seperti anjing."

"Grr Graugg.."

"Lihatkan dia menggonggong." ucap Refra.

"Auuuuu."

"Dia juga melolong seperti serigala." ucap Loura tersenyum memejamkan mata.

"Hah kenapa kau melolong." Frigga pun berlari kearah Refra dan menjilati Refra.

"Jangan senang dulu, AKU BELUM KALAH. Boxeo." teriak suara Reiga dibalik dinding.

Jbuak..

bongkahan tanah menghantam Refra dan membuatnya terpental.

"Refra san."

Reiga pun keluar dari balik dinding tadi.

"Aku tidak akan bermain-main lagi." geram Reiga, ia menghapus darah dari bibirnya, terlihat ditangan kanannya terdapat pedang coklat kehitaman.

"Haaaaa" magia pun mengalir diseluruh tubuhnya.

"Ows.. Itu sakit.." erang Refra, ia pun bangkit.

Beralih ke tempat Agartha.

"Aaaa ini sangat sakit." ucap Agartha.

Tombak pun melesat dan

"Bonbilla." teriak Agartha.

Cring..

Cahaya menyilaukan pun keluar dari tubuh Agartha yang dilapisi tanah.

Seketika semuanya menjadi terang. Berk dan Alona sampai menutup mata dengan kedua tangan mereka.

Cahaya perlahan memudar dan

"a.a.a." terlihat Berk yamg jaraknya paling dekat terkena efek jurus itu hingga tubuhnya perlahan berubah menjadi abu.

Terlihat Agartha membungkuk melepaskan syalnya dan memuntahkan darah.

"Apa? Apa yang terjadi." kaget Alona.

"Tubuhku sangat payah, aku terkena racun lagi. Ukhuk.." Agartha kembali memuntahkan darah.

"Sepertinya racun dari belerangnya mulai bekerja." ucap Alona puas.

"Inilah akhir darimu. Hyaa" Alona pun melancarkan serangan terakhir.

Agartha pun terlihat tak mampu bergerak.

"Boxeo." Alona menghantam wajah Agartha dengan keras.

Jduak....

Agartha pun terhempas jauh dan menabrak sebuah pohon.

Ia tertahan sebuah pohon besar.

"A.a.aaku sangat payah. Uhukh.." ia kembali memuntahkan darah.

Tiba-tiba tanah pun berguncang hebat. Bukit tempat persembunyian atau markas pun hancur.

Bersambung


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 23

Kleiss Effortles
2016-12-08 15:11:44
wow hebat
Anton Lova
2016-12-02 16:03:43
next
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-28 17:31:41
agartha ayolah kamu ko kalah, apa harus kucium dulu?
ThE LaSt EnD
2016-11-27 22:24:27
Reiga mengamuk.. Agartha.. trlihat payah...
kyoushi
2016-11-27 21:42:42
Teruskan.
Grim Rieper
2016-11-27 18:05:56
Lanjut
chichay
2016-11-27 17:36:20
next .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook