VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 20

2016-11-20 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
81 views | 6 komentar | nilai: 9.09 (11 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 20 : Lankidetza

Sebelumnya.

"Racun? Bisa kau jelask.."

"Ya nanti akan ku jelaskan, tapi untuk malam ini, kau harus beristirahat dulu." potong wanita itu.

"Lalu dimana Loura?"

"Maksudmu wanita cantik itu? Apa kau lupa para tikus kotor itu membawanya?" Agartha pun membayangkan kejadian beberapa jam yang lalu. Ia teringat kembali, waktu itu Loura dibawa oleh seorang pria, dia sendiri tidak bisa bergerak dan tubuhnya lemah karna racun.

"Jadi.."

"Ya, akan kuceritakan semuanya. Kau tidurlah."

"Mana bisa aku tidur, aku takut mereka akan berbuat sesuatu pada Loura."

"Heh, kau sangat kuatir padanya, apakah dia pacarmu?"

"Bukan, tapi sebagai seorang prajurit aku harus mampu melindungi seorang gadis."

"Prajurit? Kau bahkan tidak memakai baju besi atau semacamnya."

"Aku bukan prajurit seperti itu, aku adalah prajurit Gerlaria, para fueran pembasmi siluman." ucapnya semangat.

"Oh belum pernah dengar." wanita itu menanggapi dengan santai.

"Yasudah." ucap Agartha murung.

"Ngomong-ngomong namamu siapa prajurit?"

"Aku Agartha, Agartha DF. Valley. Kau?"

"Nama temanku ini adalah Frigga"

"Aku bertanya namamu bukan nama srigala itu."

"Dia anjing bukan srigala."

"Terserah, lalu siapa namamu?"

"Aku Refra Sylvester, dan temanku.."

"Aku sudah tau, jangan diulang lagi." potong Agartha.

"Yasudah."

"Kalau begitu aku mau pergi dulu, aku akan menolong Loura."

"Sudah kubilangkan kau istirahat dulu, racunnya belum hilang sepenuhnya."

"Mana bisa aku tidur jika temanku sedang membutuhkan bantuan." ucap Agartha yang memakai baju dan syal putih nya. Ia pun beranjak dan

Buak...

"Sudah kubilang istirahatlah, racunya belum sepenuhnya hilang. Kau ngerti tidak sih?" Refra dengan kuat memukul kepala Agartha hingga membuatnya terkapar.

"Kuat sekali pukulanmu, magia jenis apa yang kau gunakan?" tanya Agartha yang terkapar dengan nada lemas.

"Aku memanipulasi magia menjadi energi. Energi kuubah menjadi tenaga."

"Pantas saja pukulan ringan mu menjadi sangat kuat dan bertenaga. Aku pingsan saja.." Agartha pun tak bergerak dengan posisi tengkurap.

"Itu akibatnya menentang ku."

"Kau terlalu berlebihan."

"Tidak juga, aku hanya memberitaukan padanya kalau aku ini wanita yang kasar."

Malam pun berlalu, terlihat wanita bernama Refra itu tidur bersama anjingnya, ia menyandar ke punggung anjing putih itu.

Keesokan harinya.

"Gyaah aku tidur kelamaan, aku harus segera menyelamatkan Loura." teriak Agartha yang bangkit dari posisinya.

"Berisik, kau ingin kupukul lagi?" bentak Refra.

"Ti-tidak."

"Makanya, selain itu apa kau tau tempat persembunyian mereka?"

"Tidak."

"Dasar payah, kita akan menyelamatkannya. Tapi kita butuh rencana untuk hal itu."

"Aku punya rencana, jadi dimana tempat persembunyian mereka."

"Akan kutunjukan nanti, jadi apa rencananya?"

"Akan kuberitau sambil jalan."

God The Artifact The Stealth War Chapter 20 - Lankidetza
Penulis : Aerilyn Shilaexs

God The Artifact : The Stealth War.

Mereka pun berangkat tanpa pamit,

Ditengah perjalanan, terlihat Refra menaiki Frigga, dan Agartha jalan kaki.

"Jadi apa rencananya?"

"Sebelum itu, kenapa kau berniat membantuku?"

"Aku hanya simpati saja, dan bukankah kita harus saling membantu?"

"Aku curiga padamu."

"Haha, jangan terlalu memandang orang lain dengan prasangka buruk. Jadi bagaimana rencananya?"

"Aku ingin anjingmu mencari keberadaan Loura, setelah ia menemukan lokasi Loura, aku akan menyelamatkannya. Lalu kau mengacau disana, setelah itu aku datang dan kita hajar mereka bersama."

"Rencana macam apa itu, bahkan bocah ingusan pun bisa membuat rencana seperti itu."

"Jangan meledek ku, lagipula aku malas memikirkan hal sulit. Jadi mau dipakai atau tidak rencanaku?"

"Yah mau bagaimana lagi. Kita pakai rencanamu."

"Em, pada akhirnya tetap saja digunakan rencanaku." gumam Agartha.

Setelah mereka berjalan beberapa lama,

"Itu disana markasnya."

"Aku tidak melihat apapun."

"Karna disana itu terdapat pintu rahasia."

"Hm, lalu dimana Loura berada?"

"Frigga, tolong."

Setelah Anjing itu mencium bau, beberapa detik kemudian,

"Baiklah, lokasi wanita itu.."

Refra memberitau tempat Loura berada, mereka pun menjalankan rencana yang terkesan sangat simple itu.

Refra melompat keatas dan bersiap melayangkan serangan kearah dinding tebing.

"Boxeo Energia" teriak Refra dan

Jduar...

Dinding yang ternyata Tembok tempat markas itupun hancur terkena pukulan yang dilancarkan Refra.

"Benar-benar menyeramkan." gumam Agartha.

"Agartha kun, masuklah"

"Baik." Agartha pun segera berlari menuju tempat yang telah diberitaukan padanya tadi.

Flashback End

Beralih ke tempat Refra.

"Yo, tikus kotor. Aku punya 2 pilihan pada kalian, 1. Menyerahkan benda itu dan menyerahkan diri padaku. 2. Dihajar oleh ku sampai mati dan aku mengambil paksa benda itu." ucap Refra.

"Atau ke 3, kau telanjang dan melayani kami. Hahahaha" ucap Reiga.

"Sepertinya menarik, coba saja kalau bisa." tantang Refra.

"Wah kau nakal juga. Apa yang kalian tunggu, tangkap wanita itu." teriak Reiga.

Kembali ke tempat Agartha.

Aloa pun melapisi tubuhnya dengan dinding yang terbuat dari tanah itu.

"Kau telah menghajarku, Jangan harap kau bisa hidup" ucap Aloa.

"Itulah yang akan kukatakan padamu." teriak Agartha yang secepat kilat telah berada dihapadapan Aloa.

"Boxeo Argia." dengan tangan kanan bercahaya, ia meninju Aloa dengan keras. Tepatnya meninju dadanya

"Cepat sekali.."

Buak...

"Aaaa..."

Aloa pun terhempas menembus beberapa tembok dan sampailah ia pada ruangan utama, dimana ada Refra dan anjingnya.

Terlihat Aloa langsung tewas, entah karna dia sedang mabuk atau memang pukulan penuh yang dikancarkan Agartha sangat kuat.

"Dia mati.?" ucap Refra.

Ditempat Agartha, ia melepas ikatan Loura.

"Kau tidak apa-apa?"

"Hm.."

"Kalau begitu aku duluan. Aku harus menghajar mereka."

Agartha pun pergi setelah melepaskan ikatan tangan Loura.

Ia sampai ke tempat Refra.

"Aloa? Kau kenapa?" tanya Alona yang menggoyangkan tubuh Aloa.

"Yo cewek racun, merindukanku?" tanya Agartha dibalik sebuah tembok yang berlubang.

"Kau.." geram Alona.

Bersambung.


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 21

Kleiss Effortles
2016-12-08 15:09:05
kalau saja diperlihatkan bentuk frigga
happyreadin9
2016-11-20 22:22:17
d tunggu klnjutnnya
Suga Bulletproof
2016-11-20 13:23:25
judulnya susah untuk di ingat
Shark
2016-11-20 10:32:52
Lanjut
Jack El Jacqueline
2016-11-20 08:45:43
sepertinnya agartha sedang dalam keadaan yang mengerikan.
Gouenji Shuuya
2016-11-20 08:19:36
Lanjut...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook