VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 19

2016-11-16 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
104 views | 7 komentar | nilai: 9.56 (9 user)

God The Artifact : The Stealth War

Chapter 19 : Emakume Eta Txakurra

"Sudah selesai?" tanya Aloa yang datang, ia memanggul Loura.

"Loura.."

"Ya, sebentar lagi ia akan mati karna belerangku." ucap Alona.

"Kenapa kau membawa wanita itu?"tanya Berk.

"Apa kau bodoh, tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan gadis cantik ini. Akan kujadikan ia pelayan seks ku."

"Terserah kau saja, lagipula tugas kita hanya membunuh hama itu."ucap Berk.

"Ayo kita kembali." ajak Alona.

"Oey kau tunggu dulu, Loura.." pandangan Agartha pun semakin pudar. Terlihat dari atas tiang tanah yang tinggi itu.

"Hm tampaknya mereka berhasil." ucap Reiga yang melihat melalui teropong.

Mereka bertiga kembali meluncur ke arah hutan, tepatnya ke arah markas mereka.

Beralih ke tempat Agartha.

Bruak...

Batang tanah yang mengunci tubuhnya hancur. Agartha pun tergeletak lemas, ia sudah tak

sadarkan diri. Seorang wanita menghampiri Agartha, disampingnya ada seekor anjing besar berwarna putih.

"Apa kalian akan diam saja? cepat lakukan sesuatu pada pria ini.!

Bukankah ia telah menolong kalian."

teriak wanita itu, Para warga masih ragu untuk mendekat, mereka takut pada anjing besar yang berada disamping wanita itu

"Huh, anjing ku tidak akan menerkam kalian.!"

bentaknya yang menyadari para warga ketakutan karna anjingnya.

Orang-orang pun mengurus Agartha dan Maji.

"Kau akan menyelamatkannya?"

"Ya, kurasa pria ini adalah orang baik. Dan dia juga lumayan tampan." ucap wanita itu.

Agartha dan Maji ditidurkan disalah satu rumah warga. Malam pun semakin larut.

Beralih ke tempat atau markas para penjahat itu.

"Baiklah, kami telah

menyelesaikan tugas." ucap Alona.

"Padahal besok aku ingin turun tangan, tapi ternyata hama so pahlawan itu lebih lemah dari kalian bertiga." ucap Reiga.

"Jadi bisakah kau izinkan Kami istirahat ?." pinta Aloa.

"Tentu saja, kalian bertiga telah bekerja dengan baik. Lalu apa yang akan kau lakukan pada wanita itu?"

"Dia akan kujadikan mainanku."

"Haha bersenang-senanglah."

mereka bertiga kemudian meninggalkan tempat.

Di sebuah kamar, Aloa membaringkan tubuh Loura di ranjang.

"Manis sekali wanita ini." gumamnya. Ia pun membuka seleting baju Loura dan.

Tok.. Tok..

"Aloa, kau mau ikut minum bersama kami.?" tanya Berk diluar

"Tidak, aku sedang sibuk."

"Wanita itu milikmu, kau bisa memainkannya nanti. Apa kau tidak mau meminum anggur kualitas tinggi?"

"Ya baiklah aku akan menyusul."

Setelah Berk meninggalkan tempat, Aloa pun melepaskan baju Loura dan terlihat ia memakai baju dalam berwarna putih.

Aloa kemudian mengikat kedua tangan dan kakinya.

"Hah padahal aku mau sekarang, tapi akan menyenangkan jika melakukannya saat mabuk. Wanita cantik sepertimu tidak boleh dibiarkan terlalu lama."

Ia pun meninggalkan Loura. Di suatu ruangan, terlihat banyak orang sedang pesta minuman.

Mereka bercanda ria sambil bersulang. Tak lama Aloa pun datang bergabung.

"Wahaha ada banyak minuman, aku akan pesta malam ini dan menikmati tubuh wanita itu." ucap Aloa bahagia. Ia pun minum,

waktu

berlalu.

Scene beralih ke tempat Agartha

God The Artifact The Stealth War Chapter 19 - Emakume Eta Txakurra
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Terlihat ia tak berada dilantai beralaskan tikar.

"Dia tidak terlihat terluka luar. Tapi tubuh dalam nya benar-benar telah diserang racun itu." gumam wanita itu.

Kembali ke tempat markas para penjahat itu.

Karna semua orang minum terlalubanyak. Mereka semua teler disana termasuk Aloa, ia sampai lupa pada Loura yang diikat di ranjangnya.

Keesokan harinya di tempat Loura.

"Eh.. Kenapa aku terikat?" pikir Loura saat membuka matanya.

"Kemana bajuku?" lanjutnya.

Loura pun teringat kejadian kemarin, perutnya dihantam sampai pingsan. Beberapa menit berlalu.

"Sepertinya aku ditawan, ah.. Aku harus segera melepaskan ikatan ini." gumam Loura yang berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya.

Namun tiba-tiba pintu kamar dibuka dan terlihat Aloa jalan sempoyongan.

"Hei cantik, kau tau apa yang sedang ku inginkan?"

"Aku Tidak peduli.." Ia pun masuk kamar dan menuju Loura.

"Yah, menikamati tubuhmu." Loura pun memberontak berusaha melepaskan diri, saat tubuh Aloa berada diatas ranjang.

"Tidak..Siapapun tolong aku.." teriak Loura dan

Duar...

Dinding kamar pun hancur

"Jangan sentuh Loura dengan tangan kotormu." teriak seorang pria dibalik asap tebal dari reruntuhan dinding.

"Siapa kau?"

"Aku adalah Agartha.." teriaknya yang langsung melompat dan menendang Aloa..

Buak..

"Agartha.." lirih Loura, ia sudah menangis ketakutan.

"Bagaimana bisa kau hidup setelah menghirup asap belerang yang yeracun?" kaget Aloa yang tubuhnya menancap di dinding kamarnya.

"Hal seperti itu tidak akan membunuhku." teriaknya.

Flashback saat malam hari.

Dirumah salah satu warga.

"Jadi kamu teman pria ini?" tanya salah satu wanita yang sudah lumayan berumur.

"Benar, bisakah anda mengambilkan handuk dan air." pinta wanita itu. Sedangkan anjing besarnya tiduran memerhatikan wanita itu.

"Apa tidak apa-apa membiarkan anjing ini masuk kedalam rumah?" ucap seorang wanita muda

"Memangnya masalah? Lagipula anjing ku tidak akan buang air sembarangan." bentak wanita itu.

"Ini air dan handuknya." ucap wanita tua yang datang membawa semangkuk air dan handuk kecil.

"Terimakasih."

wanita itu pun membuka baju Agartha dan mengelap kotoran yang ada pada tubuhnya menggunakan handuk yang telah dibasahi.

"Racunnya sudah menyebar, tapi itu adalah hal yang mudah bagiku." gumamnya sambil mengelap setiap bagian tubuh Agartha.

"Anda adalah teman yang baik." puji wanita tua yang duduk disampingnya.

"Hm, haruskah aku membersihkan bagian bawah juga.?"

"Ehh.. Tentu saja itu tidak boleh, hal itu adalah privasi."

"Hm yasudah." setelah selesai, wanita itupun menempelkan kedua tangannya ke dada Agartha.

"Tubuhnya lumayan berotot juga." gumamnya, Terlihat dari kedua tangan wanita itu muncul aura biru. Itu adalah magia.

Pertama kali dalam cerita ini diperlihatkan bentuk magia, yap. Bentuk magia seperti asap berwarna. Warna nya tergantung jenis magia yang ada pada tubuh fueran.

"Uhuk.. Uhuk.." Agartha pun batuk-batuk.

"Wah kukira aku akan mati."gumam Agartha yang belum membuka matanya, namun ia sudah sadar sepenuhnya.

"Selesai." ucap wanita itu yang kemudian magia ditangannya pun menghilang.

"Fyuh kukira racun itu telah membunuhmu." ucap wanita itu.

Agartha pun membuka mata dan melihat seorang wanita berambut putih kebiruan duduk disamping kanannya

"Siapa kau? dan hee kenapa aku tidak pakai baju." kaget Agartha yang melihat tubuhnya hanya mengenakan celana panjang hitam. Ia masih belum bisa bergerak.

"Diam lah, racunnya belum sepenuhnya hilang.!" perintah wanita itu.

"Racun? Bisa kau jelask.."

"Ya nanti akan ku jelaskan, tapi untuk malam ini, kau harus beristirahat dulu."

potong wanita itu.

"Lalu dimana Loura?"

"Maksudmu wanita cantik itu? Apa kau lupa para tikus kotor itu membawanya?" Agartha pun membayangkan kejadian beberapa jam yang lalu. Ia teringat kembali, waktu itu Loura dibawa oleh seorang pria, dia sendiri tidak bisa bergerak dan tubuhnya lemah karna racun.

"Jadi.."

"Ya, akan kuceritakan semuanya. Kau tidurlah."

Bersambung.

Warna magia tergantung pada jenis magia dari fueran. Contohnya warna magia Agartha itu abu-abu. Meskipun jenis magia nya cahaya, bukan berarti warna magia nya putih. Selengkapnya tentang magia akan dibahas di pertemuan Agartha dengan seorang pria pengguna elemen api.


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 20

Kleiss Effortles
2016-12-08 15:07:28
judulnya membuat lidahku terkilir
ThE LaSt EnD
2016-11-16 20:40:25
judul chapter itu artinya apa ya
kyoushi
2016-11-16 18:34:59
Next
chichay
2016-11-16 17:22:15
crta yg mna aja bleh snpai
Minke Opoli
2016-11-16 17:15:34
numpan bc
chichay
2016-11-16 17:09:14
next senpai.klo bisa crta yg laen d lnjutkn jga
Gouenji Shuuya
2016-11-16 17:02:18
kenapa loura gak pakai benangnya aja?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook