VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 18

2016-11-13 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
175 views | 8 komentar | nilai: 8.86 (14 user)

GOD THE ARTIFACT : The Stealth War.

Chapter 18 : Erasoa

"Besok kita akan mengadakan

pembersihan tempat itu. Aku ingin tau siapa orang yang so pahlawan itu."

"Ta.tapi bos, pria fueran itu sangat kuat. Dia bahkan mengalahkan kami dengan mudahnya."

"Itu karna kalian sangat lemah. Besok jika kalian gagal lagi maka akan kubunuh dan kucincang kalian."

"Ba.baik bos."

"Kalian bersiap-siap untuk besok."

"Kenapa kita tidak menyerang sekarang saja bos?"

"Hari ini aku sedang malas, selain itu aku juga menunggu kedatangan
Aloa, Alona dan Berk."

"Semuanya bersiap untuk penyerangan besok." teriak seseorang.

"Ya.."

Scene beralih ke tempat Agartha.

"Jadi bagaimana?" tanya Loura.

"Masalah ini tidak terlalu rumit, intinya desa ini dijajah oleh para fueran pengguna magia tanah. Kita hanya tinggal menghajarnya,"

"Tapi kita belum tau kemapuan mereka yakan."

"Hm, meskipun kita sudah tau jenis magia yang mereka gunakan, bukan berarti kita unggul. Bahkan kita belum tau kemampuan orang-orang yang katanya kuat itu."

"Kalian berdua masuklah, hari mulai gelap." ujar Maji, ternyata mereka berdua sedang duduk dihalaman rumah Maji.

"Menurut anda kapan mereka akan kembali?" tanya Agartha pada Maji.

"Entahlah, tapi mereka tidak pernah bergerak malam hari."

"Seperti itu yah."

"Sudahlah, itu urusan nanti. Lebih baik kita masuk dulu." saran Loura.

"Hm yasudah."

Kembali ke markas para pengguna magia tanah.

Terlihat 3 orang datang ke tempat itu, terlihat 2 pria dan 1 wanita.

"Hah, ternyata melelahkan juga melakukan pekerjaan berat itu." ucap Alona.

"Jaga ucapan mu." bentak Aloa, mereka kakak beradik yang kembar. Kakaknya Alona wanita dan adiknya Aloa pria.

"Aku punya tugas lagi untuk kalian" ucap si bos.

"Reiga jangan seenaknya memerintah kami." bentak Alona.

"Hei.hei jaga sikapmu." ucap Aloa.

"Mereka selalu seperti itu," gumam Berk.

"Tugas apa bos?" tanya Aloa.

"Tugas kalian sangat mudah, yaitu membereskan seekor hama kecil di desa petani."

"Hanya itu?" ucap Aloa.

"Ya, hanya itu. Sangat mudah kan? Aku akan mengawasi kalian dari jauh."

"Baiklah, malam ini kita berangkat." ucap Alona.

Mereka pun berangkat.

God The Artifact The Stealth War Chapter 18 - Erasoa
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Scene beralih ke sisi 3 orang itu, terlihat mereka bertiga meluncur diatas tanah.

"Sangat merepotkan, padahal kita baru selesai dengan satu tugas. Tapi harus melakukan tugas lain." gerutu Alona.

"Ini bukan apa-apa dibandingkan dengan jasa bos pada kita." ucap Aloa.

"Aku tau, makanya aku masih menuruti perintahnya dan menahan diri untuk menghajarnya." bentak Alona.

"Mereka selalu seperti itu." gumam Berk dari belakang.

Beralih ke sisi Reiga sang bos.

"Mereka sangat cepat bergerak, tidak sia-sia aku memberi mereka magia." ucapnya sambil melihat ketiga bawahannya menggunakan teropong.

"Luura Elementua : Lurra Zutabeeta" terciptalah tiang dari tanah yang menjulang berbentuk lingkaran berdiameter 1 meter dengan tinggi 15 meter mengangkat tubuhnya.

"Jika setinggi ini akan lebih mudah mengawasi mereka."

Scene beralih ke tempat Agartha, terlihat Agartha dan Loura sudah terlelap.

Ditengah desa, Berk menghentakan kakinya dan.

Terjadi retakan tanah dan terus memanjang ke arah rumah Maji.

Hingga membuat rumahnya roboh.

"Terlalu mudah jika mereka sudah mati." ucap Berk, sebelum nya mereka diberi tau oleh si botak bahwa fueran yang mengganggu mereka ada dirumah Maji(si kakek melon tepatnya.).

Di reruntuhan, terlihat Agartha melindungi tubuh Loura, dan Loura menggunakan benangnya untuk menyangga reruntuhan agar tidak menimpa Maji.

Sebelumnya.

Saat mereka sedang terlelap, tiba-tiba Agartha bangun.

"Apa ini? Aku merasakan ada kekuatan magia mendekat. Apa mungkin musuh?" Agartha pun beranjak dan berjalan ke arah Loura.

"Dia sungguh manis saat tertidur, eh kenapa denganku." pikir Agartha yang sejenak memandang Loura yang sedang tertidur.

"Loura, bangunlah. Musuh mendekat." ucap Agartha yang menempuk pundak Loura.

Saat Loura bangun, terjadilah getaran.

"Dugaanku benar." ucap Agartha.

"Loura lindungi Maji.."

Brakk...

Rumah pun roboh.

Kembali ke waktu sekarang.

"Andai saja aku memandangi Loura lebih lama, mungkin Maji akan mati." pikir Agartha, ia pun melemparkan puing-puing bangunan yang menimpanya. Terlihat para warga bangun karna bunyi gaduh itu. Loura melihat keadaan Maji.

Agartha pun melompat dari puing-puing bangunan.

"Dasar keparat, seenaknya saja menghancurkan rumah orang.!" bentak Agartha.

"Jadi kau hama pengganggunya." ucap Alona.

"Siapa yang kau maksud hama?" bentak Agartha lagi.

"Lihat disana ada cewek cantik." ucap Aloa.

"Mana?" tanya Berk.

"Itu disana." ucapnya sambil menunjuk Loura.

"Wah, dia cantik sekali. Aku akan menangkapnya."

"Mereka mengabaikanku." gumam Agartha.

"Perkenalkan namaku adalah Alona. Kami ditugaskan untuk membunuhmu. Jadi aku minta kau menyerah saja agar tugas kami cepat selesai."

"Enak saja, aku tidak akan menyerah begitu saja."

"Kalau begitu kami akan membunuh mu." ucap Berk yang telahberada diatas, terlihat kedua tangannya dilapisi tanah.

"Boxeo Argia." Agartha pun tak kalah, tangan kanannya telah dilapisi cahaya juga. Mereka pun beradu pukulan.

Namun, tanpa peringatan Alona menghantamlan bongkahan tanah keras ke tubuh Agartha. Agartha pun terhempas.

"Gah.. Satu lawan tiga itu memang tidak seimbang, eh kemana yang satunya?"
gumam Agartha yang tidak melihat keberadaan Aloa.

Disisi Loura, ia sedang mengobati luka maji, maji terluka lecet-lecet dan lebam karna sebagian reruntuhan menimpanya.

"Hey nona manis, kau sedang apa?" tanya seorang pria dari belakang.

Seketika Loura pun melirik dan

Buak..

Ternyata itu Aloa, ia langsung menghantam perut Loura dengan keras, Loura pun pingsan.

"Dapat, aku akan membawamu." ucapnya sambil mendekati Loura.

"Emmh, ternyata kau juga sangat wangi. Wah aku sudah tidak tahan lagi." ucapnya setelah mencium aroma tubuh Loura, iapun memangku tubuh Loura.

"Loura.." ucap Agartha.

"Kau melihat kemana?"

Buak...

Alona kembali menghantamkan bongkahan tanah dan Agartha pun menahan namun tanpa ia duga Berk meninju wajahnya. Ia pun terhempas.

"Ayolah, aku tidak selemah ini." ucap Agartha dan ia pun kembali bangkit.

Saat Agartha akan menyerang. Tiba-tiba.

Element Lurrean : Hesi Mugimendua"

Tubuh Agartha tiba-tiba dihalangi batang tanah yang muncul dari bawah, ia terkurung dengan tanah berbentuk balok. Berjumlah 5 balok.

"Jurus Seperti ini tidak akan menghentikanku. Hyaat.." Agartha pun berusaha melepaskan diri namun ternyata tanah yang mengurungnya sangat kuat.

"Ayolah, aku lebih kuat dari ini." kesal Agartha.

"Dasar bodoh."

Buak...

Alona meninju pipi Agartha dengan kencang.

"Kuberitau sedikit, tanah yang kuhantamkan padamu itu mengandung belerang yang beracun, maka dari itu tubuhmu melemah, pasti kau telah menghirupnya kan."

Agartha pun membayangkan beberapa menit sebelumnya. Ia mengingat setiap hantaman yang mengenainya, bongkahan tanah hancur dan menjadi debu yang berterbangan. Ia pun menghirupnya.

"Dasar kau.." geram Agartha, terlihat tubuhnya semakin melemah.

"Sudah selesai?" tanya Aloa yang datang, ia memanggul Loura.

"Loura.."

"Ya, sebentar lagi ia akan mati karna belerangku." ucap Alona.

"Kenapa kau membawa wanita itu?" tanya Berk.

"Apa kau bodoh, tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan gadis cantik ini. Akan kujadikan ia pelayan seks ku."

"Terserah kau saja, lagipula tugas kita hanya membunuh hama itu." ucap Berk.

"Ayo kita kembali." ajak Alona.

"Oey kau tunggu dulu, Loura.." pandangan Agartha pun semakin pudar.

Terlihat dari atas tiang tanah yang tinggi itu.

"Hm tampaknya mereka berhasil." ucap Reiga yang melihat melalui teropong.

Bersambung


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 19

Sovaren
2017-06-20 13:26:58
loura di culik sepertinya
Under1
2017-06-01 19:03:14
Agartha terlalu lengah jadinya dia kalah.
Kleiss Effortles
2016-12-08 15:05:53
keren luar biasa
SESHOMARU INU
2016-11-14 04:48:44
konflik baru muncul
Gouenji Shuuya
2016-11-13 17:34:47
Next...
chichay
2016-11-13 16:11:58
next
ZENA LEO MONSTA X
2016-11-13 13:02:37
loura di culik, sedangkan ia sendiri sedang sekarat. Lalu siapa yang akan menolongnya?
Ahmadi D Killer
2016-11-13 12:10:25
pertamax, di tunggu lanjutannya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook