VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 17

2016-11-07 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
105 views | 5 komentar | nilai: 9.29 (7 user)

Fueran pertama yang dilawan Agartha, yah memang belum diketahui magia jenis apa yang dimiliki musuh Agartha kali ini.

Cerita dilanjutkan

God The Artifact The Stealth War Chapter 17 - Gaichtaguin
Penulis : Aerilyn Shilaexs

GOD THE ARTIFACT ~The Stealth War~

Chapter 17 : Gaichtaguin

"Beraninya kau menantang kami memangnya siapa kau?"

"Aku adalah fueran." ucap Agartha.

"Pantas saja kau berani menantang kami. Kalian berdua cepat tangkap dan siksa dia."

"Baik.."

2 orang langsung maju.

dan bersiap dengan magia mereka.

Keduanya menginjak tanah dan munculah gumpalan tanah disekitar tubuh Agartha,

"Magia tanah ya." pikir Agartha yang membiarkan dirinya terkena serangan, tanah keras itu mengunci gerakan Agartha.

"Bagus, sekarang giliranku." orang itu pun mengahentakan kaki kanan nya dan seketika tanah didepannya terangkat keatas, ia pun menendang tanah itu menghantam wajah Agartha.

"Agartha.." panggil Loura.

Seketika semua tanah hancur dan asap pun mengepul,

"Seharusnya serangan itu menghancurkan wajahnya." gumam orang itu dengan senyum puas.

"Hanya segitu kemampuan kalian. Mengecewakan, bahkan serangan seperti ini tidak dapat menggoresku." ucap Agartha dibalik asap.

"Apa?" ke 5 orang itupun tersentak dengan suara Agartha dibalik asap.

"Dia masih hidup?"

Asap pun menghilang dan terlihat Agartha belum bergerak,

"Sangat lemah." dengan cepat Agartha menyerang

"Boxeo Argia." tangan kanan nya bercahaya dan bam.

Pukulannya mengenai salah satu dari 2 pria yang maju, pria itu pun terhempas dan menabrak 3 lainnya yang berdiri dibelakang.

"Cepat se.."

Buak...

Agartha kembali melancarkan pukulan ke pria yang satunya.

Pria itu terhempas hingga jatuh terkapar dihalaman sebuah rumah.

"Dia kuat."

"Kita serang bersama" kata si merah

Mereka bertiga bangkit dan menghentakan kaki, seketika tanah terangkat dan mereka menendangnya kearah Agartha.

Wush..

Buk..

Agartha menangkis dengan tangan kanan yang masih menyala.

"Agartha aku.."

"Tidak Loura, kau duduk saja disitu. Mereka urusanku."

Ketiga orang itu terus melakukan hal sama berulang ulang, hingga membuat Agartha seolah dilempari gumpalan tanah keras juga kering.

Agartha terus menangkis berbagai gumpalan tanah yang dilancarkan kearahnya dengan kedua tangannya sambil terus melangkahkan kaki.

"Tidak mempan, bagimana ini?"

"Terus serang." perintah si merah.

Namun hasilnya tetap, Agartha terus menangkis serangan sambil terus melangkahkan kaki himgga saat jarak mereka sekitar 2 meter.

"Serangan macam itu tidak akan pernah mempan padaku." bentak Agartha yang kemudian melompat keatas dan menerjang si botak.

Buak..

"Gaaahh"

"Dia cepat.."

Buak..

Agartha memutar tubuhnya dan menendang pria lain hingga tersisa si merah.

"Tu..tunggu apa yang akan kau lakukan?" ucap si merah gemetaran.

"Tentu saja untuk menghajarmu."

"Tapi..tapi.."

Buak...

Agartha langsung menendang perut si merah dan

Bruk...

Ia pun terjatuh sambil memegangi perutnya yang sakit.

"A..aku menyerah."

"Pergilah dan jangan kembali lagi.!" bentak Agartha.

Kelimanya langsung memaksakan bangkit dan meninggalkan desa tanpa membawa apapun.

"Agartha kau berhasil." ucap Loura.

"Anak itu sangat hebat." kagum Maji.

Para penduduk pun keluar rumah, mereka ternyata memperhatikan kejadian tadi melalui celah pintu dan jendela.

"Dia mengusir para penjahat itu."

"Pria itu hebat."

"Dia berhasil menghajar mereka."

"Akhirnya kita bebas."

"Para penduduk terlihat bahagia"

Para penduduk pun datang mengerumuni halaman rumah Maji, tepatnya mengerumuni Agartha.

"Hari ini mereka pergi meninggalkan desa, namun itu tak kan lama. Pasti mereka akan datang lagi."

"Ya, dan mungkin akan datang dalam jumlah banyak."

Ucap para penduduk.

"Akan kuhadapi sebanyak apapun mereka." ucap Agartha.

"Tapi diantara mereka ada beberapa fueran kuat."

"Itu bagus, aku juga harus banyak melatih kemampuanku." ujar Agartha.

Scene beralih ke tempat 5 orang itu. Mereka terlihat telah melihati hutan.

"Gahh, perutku sangat sakit. Fueran itu sangat kuat." ucap si merah.

"Aku juga tak menyangka pria itu sekuat itu."

"Itu tidak penting, yang terpenting bagaimana kita melapor pada bos."

"Kau benar. Bos pasti akan sangat marah."

Tanpa mereka sadari, ada seseorang dari kejauhan mengikuti mereka secara diam diam.

"Khi, aku mendapatkan buruan ku."
ucap orang itu yang terdengar suara seorang wanita.

Setelah mereka sampai di suatu tempat, mungkin itu adalah markas mereka.

"Cepatlah, aku sangat sakit."

"Sebentar lagi kita sampai."

"Lihat lihat markas nya sudah dekat."

Setelah sampai.

Mereka pun membuka sebuah pintu rahasia.

"Khi, jadi disanalah tempat fueran menjijikan." gumam wanita itu yang bahkan belum diketahui wajahnya.

ke dalam markas. Terlihat didalam markas itu lumayan gelap, hanya rentetan obor sebagai penerang.

"Lapor, bos kami gagal mendapatkan uangnya."

"Apa? Kenapa bisa, bukankah hal ini sudah biasa kalian lakukan, kenapa bisa gagal?" teriak sang bos yang menghentakan kaki kanannya dan menghempas kelima orang itu.

"Maaf kan kami bos, ada seorang fueran yang menghajar kami."

"Beraninya fueran itu. Dasar sok pahlawan, lalu bagaimana dengan keadaan desa lain."

"Semuanya normal bos. Tidak ada halangan atau pengganggu."

"Jadi hanya desa petani yang ada hama pengganggunya." geram sang bos.

"Besok kita akan mengadakan pembersihan tempat itu. Aku ingin tau siapa orang yang so pahlawan itu."

"Ta.tapi bos, pria fueran itu sangat kuat. Dia bahkan mengalahkan kami dengan mudahnya."

"Itu karna kalian sangat lemah, besok jika kalian gagal lagi maka akan kubunuh dan kucincang kalian."

"Ba.baik bos."

Bersambung.


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 18

Spectra Phantom
2016-12-08 15:02:21
fueran itu apa?
Shark
2016-11-07 21:08:43
Next bos
Grim Reaper
2016-11-07 17:35:56
Lanjut !
Gangster V
2016-11-07 16:59:14
Next
SESHOMARU INU
2016-11-07 16:14:49
judulnya pake bahasa apa tuh?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook