VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 13

2016-10-23 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
173 views | 16 komentar | nilai: 9.56 (9 user)

GOD THE ARTIFACT : THE STEALTH WAR.

Lanjutkan ceritanya,

Mungkin chapter ini chapter terakhir melawan siluman pemakan ternak. Tapi entahlah.

Spoiler? Ngga perlu, baca aja chapter sebelumnya.



God The Artifact The Stealth War Chapter 13 - Apa Yang Harus Kulakukan?
Penulis : Aerilyn Shilaexs

------God_The_Artifact--------

"Kau bisa melayang? Kenapa kau tidak gunakan dari tadi hah? Pasti kau tidak akan jatuh." teriak Yuta yang sudah sadarkan diri.

"Ah iya juga, aku terlalu memikirkan Loura sehingga aku tidak fokus pada musuh dihadapanku. Aku bahkan lupa beberapa jurusku."ucap Agartha

Siluman itu dengan cepat menyerang, saking cepatnya Agartha tidak menyadarinya ketika makhluk itu sudah ada dibelakangnya.

"Gawat." Agartha berbalik dan

Sratt.

Dengan menggunakan tangan bersayap yang tajam, makhluk itu menyerang.

Sigap, dengan tangan kanan yang bersinar Agartha menahan dan

Buak..

Siluman itu langsung menendang Agartha dengan keras hingga membuatnya jatuh ke tanah, tepatnya menabrak sebuah pohon.

"Gyaah, aku lengah. Yuta kau pergi lah, ada kemungkinan siluman itu akan membunuhmu." teriak Agartha yang bangkit dengan santainya.

"Itu yang akan kulakukan, jaga dirimu kawan." teriak Yuta yang melarikan diri entah kemana arahnya, mengingat hari sudah gelap.

Melihat sesuatu bergerak(Yuta), dengan cepat siluman itu hendak menyambar sesuatu itu.

"Boxeo Argia." Agartha dengan gerakan cepat juga, ia meninju siluman itu.

"Kau lengah."

Siluman itu terhempas beberapa meter di udara.

"Pria itu lumayan juga." ucap suara seorang wanita entah dari mana. Sepertinya wanita itu sedang mengawasi pertarungan.

"Argi Erasoa" Dengan cepat Agartha menyerang siluman itu dengan cahaya nya, namun tiba-tiba.

Siluman itu menyemburkan cairan berwarna merah dari mulutnya.

"Apa itu?" ucap suara wanita tadi yang terkejut.

"Apa?" Agartha pun membatalkan serangannya dan hendak mengindar namun hal itu terlambat.

"Tida.."Cairan merah dalam jumlah banyak mengenai Agartha hingga ia kembali jatuh ketanah.

Loura yang dibawa terbang terlihat telah sampai di pegunungan, jaraknya tidak jauh dari pertarungan Agartha.

Terlihat Agartha tergeletak ditanah dengan sekujur tubuh basah oleh cairan Merah itu. Terlihat cairan merah itu menguap.

"Gawat, ini racun. Aku tidak boleh menghirupnya." gumam Agartha.

"Dan sialnya, syal berhargaku jadi kotor dengan air merah ini." gumam Agartha sangat kesal, ia kemudian bangkit.

"Kau akan menerima akibatnya karna mengotori syal berhargaku.!" teriak Agartha.

"Argi Magia." Agartha meningkatkan magia nya.

Siluman itu pun menyemburkan cairan itu lagi, kali ini berbentuk butiran seperti hujan darah.

Agartha melompat mundur menghindari serangan, bahkan ia zigzag melompat mundur.

"Ini serangan terakhirku." gumam Agartha yang menyiapkan magia nya. Tangannya sudah mulai mengeluarkan cahaya.

Tiba-tiba.

"Hei lepaskan aku, kau mau membawaku kemana?" teriak Loura dari langit.

Hal itu memecah konsentrasi Agartha dan ia pun terkena serangan hujan darah itu.

"Uwaa..."

"Gawat, jangan sampai aku terluka. Tapi hujan ini sangat tajam. Aku merasa seluruh kulit perih." gumam Agartha yang bangkit bahkan ia masih dihujani cairan merah itu.

"Apa yang harus kulakukan, aku hanya punya 1 serangan lagi. Bagaimana ini,"

"Apa yang harus kulakukan, menyelamatkan Loura atau membunuh siluman itu.?" ucapnya yang masih dihujani cairan merah.

"Ini sangat sakit, kurasa tubuhku tidak akan bertahan lebih lama. Apa yang harus kulakuan?"

"Kurasa aku harus membantu wanita itu." ucap suara wanita yang masih tidak diketahui keberadaannya.

"Baloia Magiok." wanita itu menyerang siluman yang menangkap Loura dan

Bhuoas....

Crat...

Serangan yang seperti bola angin itu mengenai tepat ke tubuh siluman yang menangkap Loura.

Dan kemudian serangan itu meledak, seperti angin yang meledak dan menghancurkan tubuh siluman itu berkeping-keping.

"Silumannya hancur? Itu bagus tapi, Eh tunggu aku jatuh...." teriak Loura yang jatuh dari ketinggian.

"Silumannya hancur, ini kesempatanku." Agartha dengan cepat meningkatkan cahayanya dan

"Bonbilla Argia." teriak Agartha yang sudah ada di belakang Grosh siluman yang melawannya.

Seketika cahaya bersinar sangat terang menyilaukan dan kemudian siluman bertipe Grosh itu berubah menjadi abu.

"Masih sempat." dengan kecepatan nya Agartha berusaha mencapai Loura.

"Loura...."

Duar....

Dinding tebing terlihat hancur dan keluarlah debu.

Beberapa saat kemudian debu yang terbang diudara menghilang dan terlihat Agartha yang memeluk Loura tengah terkapar.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Agartha.

"Agartha, kau berdarah sangat banyak. Kau.."

"Ini racun, racun dari siluman itu..."

Duar......

Di depan terlihat gua sarang siluman itu runtuh, seseorang meruntuhkannya.

"Gua nya.."

"Runtuh." Agartha pun pingsan.

"Siapa yang melakukannya?"

Bersambung.

Yah inilah akhir dari pertempuran melawan siluman pemakan ternak atau siluman Grosh.

Lalu siapa wanita itu? Nanti di chapter selanjutnya akan dibahas.

"Yo author, lalu apa yang terjadi pada loura pada waktu dia menjerit? Kau belum memberitauku."

"Berisik kau Agartha, kau kan lagi pingsan. Selain itu kau terluka loh."

"Lalu bagaimana nasibku? Apa lukaku parah?"

"Lumayan, tapi seperti itulah karakter utama."

Tifa Lockhart Chan


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 14

Sovaren
2017-06-20 13:31:53

Zen Kureno
2017-06-01 17:03:26
Sejak kapan Agartha ada dibelakang Grosh.
David Bluezskynschky
2017-01-30 09:53:48
Cepat amat bersambungnya tanteh senpai, seru juga kwokwok
Kleiss Effortles
2016-12-08 14:55:42
wow pertarungan semakin memanas
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-24 19:25:50
ni orang dibawah kurang kerjaan, menuhin komentar. Mau ngumpulin poin atau apa?
Jack El Jacqueline
2016-10-24 18:42:03
aku tunggu aja chapter selanjutnya
Jack El Jacqueline
2016-10-24 09:54:24
kalau itu ibunya truss bapaknya mana!!? :-D
Jack El Jacqueline
2016-10-24 08:35:49
dan 1 lagi di gambarkan monstr bertubuh manusia bersayap seharusnya bos monster bisa kmu buat terdesak dan memanggil kwanannya yg ada didalam goa agar ceritanya lebih menarik. Cuma itu aja saranku.
Jack El Jacqueline
2016-10-24 08:34:39
terlalu singkat sevira,setidaknya kmu tambahkan beberapa lg serangan yg dimiliki bos monstrnya.Jd pembaca tidak berpikiran kamu buatnya terburu2 dan 1 lagi di gambarkan monstr bertubuh manusia bersaya
Jack El Jacqueline
2016-10-24 08:33:46
terlalu singkat sevira,setidaknya kmu tambahkan beberapa lg serangan yg dimiliki bos monstrnya.Jd pembaca tidak berpikiran kamu buatnya terburu2 dan 1 lagi di gambarkan monstr bertubuh manusia bersaya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook