VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 12

2016-10-17 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
184 views | 12 komentar | nilai: 9.36 (11 user)

Di chapter sebelumnya. Agartha merencanakan untuk membunuh siluman pemakan ternak itu dan ia lari ke gunung ditemani Yuta, ia berniat membunuh siluman pemakan ternak yang lebih besar.

Chapter ini dan berikutnya adalah puncak pertarungan Agartha melawan siluman pemakan ternak.

Kita mulai ceritanya

(God The Artifact : The Stealth War )

Artifak Dewa : Perang Siluman

God The Artifact The Stealth War Chapter 12 - Agartha VS Grosh
Penulis : Aerilyn Shilaexs



-----God The Artifact------

Chapter 12 : Agartha vs Grosh

Siluman itu dengan cepat menukik dan menyerang mereka berdua.

Keadaan makin gawat dengan jeritan Loura yang tiba-tiba terdengar dan siluman yang tadi jatuh telah berada di belakang mereka.

"Gawat,"

Agartha pun mengindari serangan siluman itu.

Kini 2 siluman itu mengepung mereka berdua

"Manusia berengsek. Beraninya kau melukai sayapku." geram siluman yang besar itu.

"Makhluk itu bicara?" Yuta terlihat kaget karna ia pertama kali mendengar siluman itu berbicara.

"Maaf soalnya kau jahat sih, jadi aku menyerangmu." ucap Agartha santai sambil menggaruk kepalanya.

"Gak perlu minta maaf juga kali." kata Yuta.

"Beraninya kau." siluman itu terlihat marah.

"Yuta cepat pergilah dari sini.!"

"Bagaimana denganmu?"

"Aku akan baik-baik saja."

Ke tempat Loura

Sebelumnya

Setelah Agartha dan Yuta pergi, kedua siluman itu di ikat oleh benang Loura.

Kedua pemuda itu pun menyerang salah satu siluman itu dengan senjata seadanya,

"Rasakan ini hyaatt."

"Mati kau hyaat.."

Loura mengencangkan ikatannya dan ia pun mengambil pisau dari sakunya, sebuah pisau lempar. Saat siluman itu menggeram kesakitan. Ia melemparkan pisau itu kedalam mulutnya dan bum. Mulutnya meledak, ledakan yang cukup kuat hingga menghancurkan kepalanya.

"Gadis fueran ini sangat hebat."

"Ya, kau hebat nona."

Namun satu siluman terakhir memberontak dan berhasil melepaskan ikatan di kepalanya, siluman itu memakan salah satu pemuda itu.

"Araan..."

"Kyaaaaa..." Loura menjerit keras melihat darah memuncrat tepat dihadapannya, ia teringat kembali kejadian di desanya.

"Nona, bangunlah, lihat benangmu melonggar."

Namun Loura masih duduk dengan tertunduk dan kedua tangannya menutupi kedua telinganya. Ia menangis.

"Nona sadarlah." ucap pemuda itu

Ia kemudian melemparkan berbagai senjata yang telah disiapkan,

Ke tempat Agartha

Siluman itu langsung menyerang Agartha dengan sayapnya.

"Ku,kuat sekali." Agartha terlihat Menahan serangan 2 makhluk itu dan

"Argi Distiratsua" cahaya pun memancar membuat kedua siluman itu menutup matanya dan

"Sekarang saat nya" tanpa menyianyiakan kesempatan Agartha melakukan serangan kedua

"Bonbilla"

Cring...

Kedua siluman itu pun menjadi abu.

"Hah..hah..hah....jurus itu sangat menguras magia dan tenaga ku. Aku tidak boleh menggunakannya kecuali saat terdesaka."

Saat Agartha hendak kembali.

"Agartha cepat kemari." teriak Yuta dengan jarak sangat jauh

"Ada apa dengannya. Eh apa mungkin dia tersesat lagi? Ini kan sudah gelap." gumam Agartha.

Ia pun berlari mendaki gunung itu.

Beberapa waktu kemudian Agartha telah tiba dan terlihat Yuta berusaha menutup lubang gua dengan sebuah pohon besar.

"Ada eh.."

"Cepat bantu aku menutup lubang ini.!" teriak Yuta

Agartha pun segera membantu.

"Kenapa harus ditutup?"

"Ada siluman didalam. Makhluk itu mungkin ibu dari para siluman pemakan ternak."

"Apa? Buka saja biar ku kalahkan dia."

"Jangan, siluman ini sangat menyeramkan." ucap Yuta.

"Lalu kenapa kau bisa memasukan siluman itu kedalam dan benda ini besar dan berat. Bagaimana bisa kau angkat untuk menutup lubang ini?"

"Saat aku sampai, aku melihat seorang wanita sedang melawan makhluk ini dan ia bersama srigala besar menghajar siluman itu."

"Lalu?"

"Wanita itu berhasil memasukan siluman ini kedalam lubang dan menutupnya. Dia memintaku agar aku menahannya sampai temanku datang."

"Magsudmu aku? Lalu siapa dia?"

"Entahlah."

Obrolan mereka terpotong ketika penutup lubang itu hancur.

Duar..

Yuta dan Agartha terpental. Agartha mendarat dengan jongkok. Sementara Yuta yah dia terkapar pingsan.

Keluarlah seekor siluman betina dari lubang itu, ukurannya seukuran manusia tapi ditangannya ada sayap.

"Siluman tipe Grosh. Yuta benar, makhluk ini adalah ibunya para siluman pemakan ternak." pikir Agartha

Siluman itu pun menyerang Agartha dengan cepat.

Agartha pun terpental kembali.

"Gerakannya sangat cepat, aku bahkan tidak tau jenis magia yang digunakannya." pikir Agartha.

Ia pun bangkit dan

"Argi Ma..

Grap...

Wush...

Sebelum Agartha melepaskan jurusnya, ia dicengkram siluman itu dan dibawa terbang tinggi.

"Dia akan menjatuhkanku kebawah." pikir Agartha.

Ia pun mengeluarkan cahaya dari kaki nya

dan menendang siluman itu secara salto

"Jaurtiketa argia"

Siluman itu pun menahan dan terjadi ledakan

Ke tempat Loura.

"Nona.. Aaaa.." pemuda itu tewas, perutnya ditembus tangan siluman itu.

Loura yang menyadari hal itu langsung sadar, semua benangnya lepas.

"Apa? Benangnya terlepas?"

Loura pun bangkit.

"Ini bukan waktunya mengingat hal itu, 2 orang ini telah berkorban demi desanya. Akupun harus seperti mereka." gumam Loura.

"Gezi Jainkoak" Loura mengeluarkan panah yang berbentuk aneh.

"Aku harus melakukan ini." Loura konsentrasi lalu munculah anak panah yang siap ditarik.

Siluman itu pun bersiap menyerang Loura dan

"Hamar gezi santua"

Loura melepaskan anak panahnya dan melasat 10 anak panah dan

Siut.. Siut..

Brus ...!!

Dari 10 anak panah, hanya 1 anak panah yang mengenai siluman itu.

Sisanya melesat entah kemana.

"Kya.. Sudah kuduga, aku benar-benar tidak bisa menggunakan panah." ucap Loura.

Siluman itu masih bergerak, karna anak panah itu hanya mengenai sayapnya saja.

"Kyaa... Apa yang harus kulakukan."

Siluman itu terbang dan menangkap Loura.

Grap..

Wush....

"Tidak.. Aku tertangkap.."

Ke tempat Agartha,

ia jatuh

"Aku jatuh..."

Brusuk...!!!

Ia jatuh tepat ke sebuah pohon dan ia tersangkut.

"Aku selamat," ia pun bangkit dan

"Argi Magia : Argi Grabitatearen"

Agartha pun melayang dan melesat ke arah siluman itu.

"Aku siap sekarang." ucap Agartha menantang.

"Kau bisa melayang? Kenapa kau tidak gunakan dari tadi hah? Pasti kau tidak akan jatuh." teriak Yuta yang sudah sadarkan diri.

"Ah iya juga, aku terlalu memikirkan Loura sehingga aku tidak fokus pada musuh dihadapanku." ucap Agartha


Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 13

Sovaren
2017-06-19 21:40:59
siluman itu semacam kelalawar diliat dari sayapnya
Under1
2017-06-01 16:56:18
Agartha jadi lupa tekniknya sendiri gara2 mikirin cewek.
Lyokovich the Death
2017-01-28 18:39:06
Paling makai bahasa afrika :3
Kleiss Effortles
2016-12-08 14:52:04
wow agartha bisa terbang
Aizawa Kaizen
2016-11-19 19:15:54
Jejak
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:35
belum juga berakhir yah, loura chan kamu ceroboh
Aruga Hiruya
2016-10-18 16:23:55
bagus ceritanya..
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-17 18:15:04
silumannya punya oppai
ZENA LEO MONSTA X
2016-10-17 18:07:49
pertarungan menuju puncak
Jack El Jacqueline
2016-10-17 11:29:51
udah,dan ceritanya bagus.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook