VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 11

2016-10-16 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
108 views | 9 komentar | nilai: 9.22 (9 user)

Masih membahas tentang siluman pemakan ternak, entah berapa chapter lagi. Tapi setelah ini selesai. Agartha akan bertemu dengan orang ketiga.

Kita mulai ke ceritanya

Gnd The Artifact : The Stealth War

(Artifak Dewa : Perang Siluman)

God The Artifact The Stealth War Chapter 11 - Cahaya Menyilaukan
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

----God The Artifact----

Chapter 11 : Cahaya Menyilaukan

Agartha pun mengangkat wajahnya menghadap langit.

"Aku tidak yakin dengan rencanaku." gumam Agartha.

Keesokan harinya, sebagian besar warga meninggalkan desa. Di desa tersisa 5 orang termasuk Agartha dan Loura.

Hari menunjukan siang hari menuju senja

Terlihat mereka sedang menyiapkan persenjataan.

"Loura, kau tidak apa-apa? Musuh kita adalah siluman, bisa jadi siluman yang berbahaya. Semoga saja bukan siluman yang memiliki magia."

"Apa? Ada siluman yang memiliki magia?"

"Yah, siluman kuat dan berbahaya memiliki magia di tubuh mereka."

"Kau kenapa tau?"

"Aku kan sudah bilang padamu."

"Oh iya aku lupa."

"Agartha kun, apa ini sudah cukup?" tanya seorang pemuda.

"Ya, Aran dan kau Yuta tolong bawakan kambingnya." pinta Agartha.

"Baiklah."

"Kita harus bersiap. Matahari mulai tenggelam."

Tak lama Yuta dan pemuda bernama datang membawa 2 ekor kambing.
"Ini 2 ekor kambing yang kau minta." ucap Yuta
"Terimakasih, ayo kita mulai rencana kita.!" ucap Agartha.
"YA!!!"
Agartha.

*Sebelumnya.

Malam hari

"Agartha, ada sesuatu yang ingin kuberi tau padamu." ucap Yuta.

"Apa itu?"

"Siluman itu ada lebih dari 3 ekor."

"Apa? Bukannya hanya 2 ekor.?"

"Tidak, siluman yang ku kejar ukurannya lebih besar."

"Oh yang waktu kau ngompol di celana itu."

"Jangan dibahas.! Ya, yang itu."

"Kalau begitu aku akan melawan yang besar itu setelah membantu kalian. Aku yakin akan ada 2 siluman yang datang besok."

"Ya serahkan 2 siluman itu pada kami, tapi bagaimana dengan temanmu yang cantik itu?"

"Ada apa dengannya?"

"Kau tau dia itu wanita, harusnya dia ikut mengungsi."

"Kau pikir dia wanita lemah? Bagaimana pun dia seorang fueran yang melawan monster danau dan 4 monster kadal sendirian." kata Agartha.

"Apaa???!!!"

"Jangan berteriak bodoh.!! Aku tidak berbohong, dia adalah wanita yang kuat.."

"Ta-ta..tapi itu mustahil."

"Yah tidak juga, karna adalah fueran. Dia adalah wanita pemberani, aku percaya padanya. Menghawatirkannya adalah hal yang menghina dirinya. Dia memang seorang wanita, tapi bukan berarti dia itu lemah."

"Baiklah kalau begitu, aku bodoh karna sempat meragukannya. Baiklah aku pergi dulu." ujar Yuta yang meninggalkan Agartha.

Tak lama Loura pun datang.

*ke waktu sekarang.

"Loura, jangan terlalu memaksakan diri, lukamu belum sembuh. Jika terlalu memaksakan maka nanti lukanya bisa terbuka lagi."

"Baiklah Agartha."

Waktu telah senja, matahari mulai tenggelam dan 2 makhluk terlihat turun gunung.

"Baiklah, ingat rencananya."

Agartha dan yang lain terngiang kata-kata kemarin.

"Para warga segera tinggalkan tempat ini, jika kalian tetap bertahan disini. Ada kemungkinan akan jatuh korban lagi"

Kedua makhluk itu telah sampai di desa, tepatnya terbang diatas.

"Lalu aku butuh bantuan dari kalian, yang berani melawan makhluk itu silahkan maju."

Kedua siluman itu pun turun dari atas setelah menargetkan kedua kambing yang dilepas begitu saja.

"Kalian bertiga siap?"

"Ya."

"Bagus, lalu ada satu hal yang masih mengganjal dikepalaku."

"Apa itu?" tanya Yuta.

"Kenapa makhluk itu datang setiap senja, tepatnya saat gelap?"

"Mungkin mata mereka sensitif terhadap cahaya matahari, karna gua tempat mereka tinggal juga gelap."

"Aku punya rencana,"

(Setelah semua warga bubar dan meninggalkan 5 orang)

"Pertama saat siluman itu menangkap kedua kambing, aku akan maju."

Kedua siluman itu menangkap 2 kambing dan hendak terbang namun Agartha dengan cepat maju.

"Apa yang akan kau lakukan?"

"Aku akan membutakan mata mereka, jika benar mata mereka sensitif cahaya."

Setelah Agartha tiba di hadapan salah satu siluman

"Argi Distiratsua" tangan Agartha memancarkan cahaya yang menyilaukan membuat buta salah satu siluman.

"Setelah itu Loura jerat siluman yang buta dengan magia benangmu."

Loura pun maju dan dengan cepat

"Magia Haria : Haria Luzetara" dengan cepat benang-benang keluar dari ke 10 jari Loura dan menjerat siluman itu.

Lalu siluman yang lain hendak terbang. Namun Agartha melompat dan menggunakan siluman pertama sebagai pijakan.

"Argi Boxeo" Agartha yang melompat ke atas kepala siluman itu langsung meninju kedua mata siluman itu dengan tinju berlapis cahaya.

Buak..

Makhluk itupun jatuh. Dan mengerang sangat keras.

"Kalian bertiga langsung serang kedua siluman yang sudah kubuat buta itu. Lalu Yuta bawa aku ke gunung."

Loura dan kedua pemuda lain melawan kedua makhluk itu.

Yuta segera berlari ke gunung dengan diikuti Agartha dari belakang.

"Sisanya kuserahkan pada kalian. Aku akan membunuh siluman yang besar itu. Aku yakin siluman besar akan keluar dari gua jika mendengar suara keras kedua siluman itu. Aku harus mengalahkannya di gunung."

Itulah rencana yang mereka buat dan terdengar kembali saat mulai menjebak 2 siluman.

Agartha dan Yuta masih berlari.

"Apa masih jauh?"

"Ya, masih jauh."

"Cepatlah se.."

Ucapan Agartha terpotong ketika ada makhluk besar terbang melintas di atas mereka.

"Sial, aku terlambat" geram Agartha.

"Trazatzaile" seketika Agartha dengan cahaya terangnya yang muncul di ujung jarinya menembak ke sayap kanan siluman itu dan membuatnya jatuh.

"Berhasil."

Namun ternyata ada siluman lagi yang terbang. Ukurannya memang lebih kecil, namun ia terbang lebih cepat hingga Agartha tidak mampu mengenai nya.

"Sial sebenarnya berapa banyak siluman itu?" marah Yuta.

"Kenapa perkiraanku bisa salah," pikir Agartha yang masih menembaki siluman itu.

Siluman itu dengan cepat menukik dan menyerang mereka berdua.

Keadaan makin gawat dengan jeritan Loura yang tiba-tiba terdengar dan siluman yang tadi jatuh telah berada dibelakang mereka.

Bersambung.

"Agartha berjuanglah. Tifa mendukungmu."

"Mendukung apanya, gue kewalahan nih. Bisa lebih ringan engga penyerangannya? Dan apa-apaan itu. Loura ko menjerit? Apa dia sedang ikeh ikeh setelah mengalahkan kedua siluman itu?"

"Agartha mesum. Cepat kalahkan dulu kedua siluman itu dan lihat apa yang terjadi.!"

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 12

Clint Mobile Legend
2017-01-21 12:19:45
Haha, semua ini karena berkat Raja Mesum George makannya jadi banyak char yang berada di jalan kemesuman
Aizawa Kaizen
2016-11-19 19:10:51
Jejak
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:30
nama nama jurusnya dari bahasa apa sih?
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-17 18:20:00
ngga ada vulgarnya
SESHOMARU INU
2016-10-16 21:22:50
tapi seterang apapun cahaya milik agartha. Hanya pancaran wajahmu yang akan menyilaukan mataku
ZENA LEO MONSTA X
2016-10-16 20:59:23
agartha jadi mesum
Jack El Jacqueline
2016-10-16 14:18:18
oh...,Kalau gitu semangat.....hehe
Jack El Jacqueline
2016-10-16 14:18:00
oh...,Kalau gitu semangat.....
Jack El Jacqueline
2016-10-16 10:43:36
Kpan lanjutannya vira?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook