VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 10

2016-10-11 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
90 views | 4 komentar | nilai: 9.33 (6 user)

Ternyata apa yang agartha duga benar, siluman itu memangsa manusia. Dan yah banyak warga luka-luka karna serangan yang terjadi. Agartha pun membuat sebuah rencana. Tapi belum diketahui apa rencananya karna.. Em simak aja lah kelanjutan ceritanya.

God The Artifact : The Stealth War

(Artifak Dewa : Perang Siluman)

God The Artifact The Stealth War Chapter 10 - Pemimpin
Penulis : Aerilyn Shilaexs



----God The Artifact----

Chapter 10 : Pemimpin.

"Sekali serang saja, makhluk itu membuat banyak korban berjatuhan, tapi apa yang bisa kuperbuat? Aku hanya bisa diam mematung seperti pecundang." batin Yuta marah pada dirinya.

"Dengarkan semuanya.!" Agartha berteriak dengan keras.

Pandangan orang-orang yang sedang panik kini tertuju kepadanya. Diantara mereka banyak yang terluka.

"Dengarkan aku, aku minta maaf karna terlambat memperingatkan kalian. Tapi aku bersumpah, mereka adalah korban terakhir dari siluman itu. Aku dan temanku berjanji akan menghabisi siluman itu. Karna kami adalah Fueran."

(Nb: Fueran adalah sekumpulan orang yang memiliki magia. Seperti para penyihir di anime fairytail.)

"A-apa? Pantas saja kau tadi mengeluarkan cahaya." kaget salah satu warga.

Yuta yang tadi tertuduk pun kini melirik kearah Agartha

"Meskipun begitu, kalian hanya berdua. Bagaimana caranya kalian mengalahkan siluman yang besar itu.?" tanya warga lain.

Skip.

Waktu menunjukan telah malam hari, terlihat langit telah gelap di taburi ribuan bintang.

Scene beralih ke depan rumah kakek Yujima.

Terlihat Agartha sedang duduk memandangi bintang.

"Agartha." sapa seorang wanita dengan suara lembutnya dari belakang.

"Loura, kenapa kau keluar rumah? Udara malam ini sangat dingin loh. Kau bisa masuk angin."

"Kau juga kenapa berada diluar, memangnya kau tidak kedinginan?"

"Tidak, syal ini selalu menghangatkanku. Dengan syal ini aku seolah berada di dekapannya."

"Ehh jadi ka.."

"Jangan berpikir hal aneh." potong Agartha.

"Ahaha"

"Lalu ada perlu apa kau kemari?" tanya Agartha.

"Aku hanya menghawatirkanmu. Dan ternyata kau cukup ahli dalam membuat strategi. Sungguh
kau memiliki jiwa seorang pemimpin."

"Tidak Loura, aku juga tidak mengerti dengan apa yang tadi kuucapkan dan ku lakukan. Tubuhku tergerak sendirinya, mulutku berkata dengan sendirinya. Aku bahkan tidak ingin menjadi pemimpin." kata Agartha yang mulai tertunduk.

"Agartha, aku percaya padamu. Kau adalah seorang pemimpin yang hebat. Kau telah menjadi sumber cahaya harapan bagi mereka." ucap Loura sambil menepuk pundak kanan Agartha.

"Baiklah, aku tidur duluan." lanjut Loura yang kemudian masuk kedalam rumah di sebrang rumah Kakek Yujima.

Ucapan Loura mengingatkan Agartha pada seorang wanita cantik yang pernah mengatakan hal sama padanya.

Agartha pun tertunduk dan mulai meneteskan air mata.

"Feryal...."

*Flashback.

Scene berada di sebuah ruangan yang didalam nya terdapat banyak sekali buku.

Terlihat sekitar 15 buku berserakan dilantai dan terlihat juga seorang pria berambut hitam tengah tergeletak dilantai itu dan ia sedang membaca sebuah buku.

Dialah Agartha, saat itu ia tidak memakai syal putih, penampilannya layaknya seperti prajurit Gerlaria biasa.

"Agartha, kau mengacak-acak buku lagi." ucap seorang wanita memecah keheningan.

Saat Agartha menutup bukunya yang saat itu buku tersebut sangat dekat dengan wajahnya.

"Huwa... Fe-feryal.." kaget Agartha setelah menyingkirkan buku yang sedang ia baca. Terlihat gadis cantik berpakaian seksi itu sangat dekat dengan wajahnya.

"Hei." sapa nya dengan senyum sambil duduk ditubuh Agartha yang memang daritadi tiduran dengan terlentang.

"Ke-kenapa kau duduk diperutku?"

"Ahaha, maaf. Kau tau di tempat ini hanya ada kita loh, kita bisa melakukan apapun disini termasuk hal mesum." ucapnya menggoda setelah ia menyingkir dari tubuh Agartha.

"Meskipun begitu aku tetap tidak mau melakukannya, kakakmu pasti membunuhku jika aku berani melakukan itu." ucap Agartha yang bangkit dari tiduran dan duduk.

"Tentu saja aku akan membunuhmu jika kau berani melecehkan atau bahkan menodai adikku. Akan kubunuh kau sebanyak 5 kali." ucap seorang pria yang tiba-tiba datang dari belakang Agartha.

"Ka-kapten." kata Agartha begidig ketakutan, ia merinding bahkan ia belum berbalik.

"Hei kakak." sapa wanita itu ramah seolah tak pernah mengucapkan hal tadi.

"Yo, apa yang kalian berdua lakukan ditempat ini?" kata pria itu dengan nada dingin seorang killer.

"A-aku se-sedang me-membaca buku kapten. Kii" ucap Agartha terbata dan saat melihat kebelakang. Ia merinding ketakutan.

Seorang pria berambut hitam panjang dengan diikat di belakang. Juga memakai syal putih tengah menatapnya dengan tatapan tajam mata kanannya, sementara mata kirinya tertutup rambut hitam yang panjang.

"Kalau begitu cepat rapikan buku-buku ini. Semua buku di tempat ini sangat berharga. Feryal ikut aku.!" kata-katanya kini menjadi tegas dengan nada tegas juga.

"Baik kak." ucap wanita itu yang masih tersenyum manis.

Skip

Scene berada saat malam.

Terlihat 7 orang sedang berkumpul.

"Bagaimana bisa kakakku tertangkap hah?" teriak Feryal kepada 5 rekannya.

"Kakakmu terkena ilusi, ilusi dirimu." ucap seorang pria memakai syal putih.

"Apa? Apa magsudmu?"

"Magsudnya adalah kau Feryal. Satu-satunya kelemahan kapten adalah dirimu. Apapun akan ia lakukan demi adiknya. Hingga musuh memanfaatkan hal itu." ucap seorang wanita yang terlihat berpakaian tertutup.

"Ti-tidak, kakak."

"Lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya seorang pria berambut coklat.

"Aku punya rencana." ucap Agartha.

Skip.

Setelah Agartha menjelaskan rencananya, ke 7 orang itu bergerak dan berpencar.

Agartha bersama Feryal sedang berlari bersama.

"Aku tidak yakin dengan rencanaku Feryal, bagaimana jika gagal?"

"Tidak, rencana mu pasti berhasil. Didalam jiwa mu terdapat jiwa seorang pemimpin."

"Tapi.."

"Kau lihat sendiri kan ekspresi mereka ketika mendengar rencanamu?"

"Ya."

"Mereka mempercayaimu, mereka mengakuimu bahwa kau dalah sang pemimpin."

"Tapi kakakmu lah pemimpin sebenarnya, aku bahkan tidak sehebat dan sekuat dirinya. Kenapa mereka per.."

"Agartha, aku percaya padamu. Kau adalah seorang pemimpin yang hebat. Kau telah menjadi sumber cahaya harapan bagi mereka." ucap wanita itu dengan senyuman manisnya.

*Flashback end.

Cerita Agartha selengkapnya akan dibahas di God The Artifact prekuel 6.

Agartha pun mengangkat wajahnya menghadap langit.

"Aku tidak yakin dengan rencanaku." gumam Agartha.

Bersambung.

Jika ada hal yang terasa aneh atau mengganjal pikiran. Bahkan tidak mengerti. Tanyakan saja padaku oke.

Btw ke 7 orang itu adalah mereka yang ada di pict diatas. Pria yang ditengah yang diikat rambutnya adalah sang kapten yang berhasil ditangkap oleh para siluman.

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 11

Suga Bulletproof
2016-10-21 12:43:26
wah apa masih panjang?
Yagure Yasha
2016-10-14 22:25:54
jangan lelah berkarya, tapi view nya emang dikit
Zena Leomosta Kun
2016-10-14 16:43:11
semangat sevira
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-12 21:59:53
padahal ceritanya seru, tapi viewnya dikit banget
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook